Wali paidi tertunduk haru setelah mendengar kabar kalau kiai sepuh
sakit dan harus opname dirumah sakit, dokter memutuskan kiai sepuh harus
operasi tapi kiai sepuh tidak mau dioperasi
Wali paidi
meminta ijin kepada Allah supaya jasadnya menjadi dua, dan Allah
mengabulkan permintaannya, jasadnya yg dhohir berada dirumah sedang
jasadnya yg ghoib berada dirumas sakit mendampingi kiai sepuh
Ketika
wali paidi sudah berada dirumah sakit, beliau lansung menuju kamar
kiai sepuh dirawat, tampak disitu sudah berkumpul beberapa wali yg
kesemuanya hadir dg jasadnya yg ghoib sama seperti wali paidi.
Wali paidi mengucapkan salam dan mencium tangan kiai sepuh, lalu menyalami satu persatu wali yg hadir disitu,
" nak, barusan saja nabi khidir pergi, beliau tadi disini sejak pagi..." ucap kiai sepuh kepada wali paidi
" alhamdulillah kiai..." jawab wali paidi
Didalam
kamar itu ada ibu nyai, putra putri kiai sepuh dan beberapa kerabat,
mereka tidak dapat melihat kehadiran wali paidi dan beberapa wali yg
lain. Tampak diwajah para keluarga kesedihan yg mendalam, mereka sedih
karena kiai sepuh tidak mau di operasi.
Wali paidi melihat
wajah kiai sepuh, terlihat dg jelas kedamaian dan ketentraman diwajah
kiai sepuh, wali paidi paham mengapa kiai sepuh tidak mau dioperasi,
karena memang itulah bala' berupa penyakit yg harus ditanggung oleh kiai
sepuh, setiap wali adalah payung bagi santri dan orang2 yg berada
diwilayah kewaliannya, ketika turun bala' wali sebagai payung yg pertama
kali menanggungnya, begitu jg dg kiai sepuh ini, beliau menanggung
bala' tersebut sudah 3 tahun lebih. dan kiai sepuh menerima semua itu dg
ikhlas karena itu sudah kewajiban dan tanggung jawabnya, maka tidaklah
heran kalau kiai sepuh tidak mau dioperasi
Wali paidi
dan beberapa wali yg lain bermunajat kepada Allah, dg harapan supaya
Allah menurunkan ilham dg mengijinkan kiai sepuh untuk melakukan
operasi. Dan Alhamdulillah Allah menurunkan ilham berupa
diperbolehkannya kiai sepuh melakukan operasi, besoknya kiai sepuh
mengabarkan kepada keluarganya kalau beliau bersedia beroperasi.
Semoga kia sepuh segera sembuh dan dipanjangkan umurnya, dan selalu dalam naungan Allah.....Amin.
Lalu wali paidi dan beberapa wali yg lain pamit pergi.....
BERSAMBUNG Ke Eps 45
Sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
Setelah mengunjungi Blog ini semoga menjadi sehat lahir batin, terbuka akal budi dan hatinya, murah rejeki, gampang jodoh dan Berjalan kepada Alloh dengan bimbingan ridho dan karunia Nya.
Friday, April 29, 2016
Wali Paidi Eps.43
Wali paidi berdoa
disamping makam seorang sesepuh yg bisa juga disebut sebagai kiai tapi
lebih ketara seperti seorang kejawen, ngomongnya ceplas ceplos tanpa
tendeng aling-aling, orang banyak menggapnya kejawen karena setiap ada
orang yg mengeluhkan masalahnya pada beliau selalu dijawab dg ajaran2
jawa, bahkan sesepuh ini pernah bilang kepada wali paidi kalau dia tahu
setiap permasalah setiap orang yg datang kpdnya dg hanya melihat
hari dan pasarannya ,kalau ada orang datang di hari rabu pahing, di
waktu / jam sekian maka permasalahnya ini, melihat hari, pasaran dan jam
itu sebagai petunjuk awal beliau.
Yang menarik dan membuat wali paidi tertawa ngakak adalah gayanya yg ceplas ceplos tanpa tedeng aling2, wali paidi teringat diwaktu wali paidi sowan kepada beliau kala itu, Sewaktu wali paidi duduk dan ngobrol santai dg beliau datanglah seorang santri thoriqoh sowan kepada beliau, perasaan wali paidi jd gak enak melihat kedatangan santri ini, karena wali paidi yakin kalau sesepuh akan menghabisinya dg komentarnya yg ceplas-ceplos , dan gurauannya yg menyerempet bahaya
" ada apa.." tanya sesepuh
" begini mbah saya ini minta petunjuk, bagaimana cara menjadi salik ( pelaku thoriqoh ) yg baik, sehingga cepat mencapai jalan menuju Allah dan makrifat kpdNya...." kata santri
" thoriqoh itu kacangan..." ledek sesepuh
Wali paidi yg mendengar itu lansung tertawa ngakak, lalu sesepuh melanjutkan perkataannya
" orang thoriqoh itu orang yg tidak tahu, sehingga butuh jalan sebagai petunjuk..."
Santri thoriqoh ini kebingungan mendengar jawaban sesepuh ini, sesepuh memandang santri thoriqoh ini dg tatapan tajam dan sesepuh berkata lagi dg pedasnya
" opo matamu picek, gusti Allah itu lebih dekat dari urat nadimu, sudah dekat sekali kepadamu, trus mengapa kamu malah ngalor ngidul menyusuri jalan, berjalan kesana kemari mencari Allah, ya tambah jauh jadinya...."
" maka dari itu saya minta petunjuk pada simbah, supaya hati saya bisa hudur ilallah..." kata santri dg agak takut
" trus kalau kamu bisa hudur kpd Allah, bisa menghadap Allah, kamu mau bilang apa kepada Allah, mau sambat.... pingin sugih...pingin tamumu banyak...." kata sesepuh
Santri ini hanya garuk-garuk kepala semakin kebingungan, wali paidi mulai tadi hanya bisa tertawa melihat itu semua
" lihatlah dia..." kata sesepuh kepada santri sambil menunjuk wali paidi
" dia itu orang thoriqoh seperti kamu, diangkat jadi wali bukan karena thoriqohnya, tapi karena mengganti gurunya yg sudah mati, wali apa itu, wali kacangan, ecek - ecek, gak bahaya blas..."
Wali paidi tertawa terpingkal-pingkal mendengar ledekan sesepuh kepadanya dan dg masih tertawa wali paidi berkata mencoba membalas kepada sesepuh
" lumayan mbah daripada sampeyan dari dulu jd kiai sampai tuapun gak jadi wali..."
Sesepuh ganti yg tertawa mendengar sindiran wali paidi
" aku ora doyan, seumpama disuruh milih, mendingan aku jadi kiai seperti ini daripada jadi wali kacangan kayak kamu, isone mung ganteni gurune hehehehe..." balas sesepuh
" kan tetap aja wali..." kata wali paidi sambil menari-nari dihadapan sesepuh
Santri yang melihat kelakuan sesepuh dan wali paidi ini jadi gak karuan perasaannya, bingung bercampur pingin tertawa
" tugas para wali kan menjaga masyarakat, membimbing masyarakat, gampangannya melayani masyarakat, jadi kamu ini pelayanku dan aku ini juraganmu.." kata sesepuh ganti menari-nari dihadapan wali paidi
" hahahahaha....." wali paidi tertawa
Wali paidi tersenyum sendiri kalau mengingat peristiwa itu, sambil melihat pusara makamnya,
wali paidi berkata dihatinya " bisa jadi beliau ini wali yg derajadnya tinggi sehingga aku tidak mengetahui kewaliannya atau Allah punya pasukan khusus yg terdiri bukan dari kalangan wali, tapi kedudukannya diatas para wali....ah...memang betul apa kata sesepuh aku ini memang kacangan....."
BERSAMBUNG Ke Eps 44
Yang menarik dan membuat wali paidi tertawa ngakak adalah gayanya yg ceplas ceplos tanpa tedeng aling2, wali paidi teringat diwaktu wali paidi sowan kepada beliau kala itu, Sewaktu wali paidi duduk dan ngobrol santai dg beliau datanglah seorang santri thoriqoh sowan kepada beliau, perasaan wali paidi jd gak enak melihat kedatangan santri ini, karena wali paidi yakin kalau sesepuh akan menghabisinya dg komentarnya yg ceplas-ceplos , dan gurauannya yg menyerempet bahaya
" ada apa.." tanya sesepuh
" begini mbah saya ini minta petunjuk, bagaimana cara menjadi salik ( pelaku thoriqoh ) yg baik, sehingga cepat mencapai jalan menuju Allah dan makrifat kpdNya...." kata santri
" thoriqoh itu kacangan..." ledek sesepuh
Wali paidi yg mendengar itu lansung tertawa ngakak, lalu sesepuh melanjutkan perkataannya
" orang thoriqoh itu orang yg tidak tahu, sehingga butuh jalan sebagai petunjuk..."
Santri thoriqoh ini kebingungan mendengar jawaban sesepuh ini, sesepuh memandang santri thoriqoh ini dg tatapan tajam dan sesepuh berkata lagi dg pedasnya
" opo matamu picek, gusti Allah itu lebih dekat dari urat nadimu, sudah dekat sekali kepadamu, trus mengapa kamu malah ngalor ngidul menyusuri jalan, berjalan kesana kemari mencari Allah, ya tambah jauh jadinya...."
" maka dari itu saya minta petunjuk pada simbah, supaya hati saya bisa hudur ilallah..." kata santri dg agak takut
" trus kalau kamu bisa hudur kpd Allah, bisa menghadap Allah, kamu mau bilang apa kepada Allah, mau sambat.... pingin sugih...pingin tamumu banyak...." kata sesepuh
Santri ini hanya garuk-garuk kepala semakin kebingungan, wali paidi mulai tadi hanya bisa tertawa melihat itu semua
" lihatlah dia..." kata sesepuh kepada santri sambil menunjuk wali paidi
" dia itu orang thoriqoh seperti kamu, diangkat jadi wali bukan karena thoriqohnya, tapi karena mengganti gurunya yg sudah mati, wali apa itu, wali kacangan, ecek - ecek, gak bahaya blas..."
Wali paidi tertawa terpingkal-pingkal mendengar ledekan sesepuh kepadanya dan dg masih tertawa wali paidi berkata mencoba membalas kepada sesepuh
" lumayan mbah daripada sampeyan dari dulu jd kiai sampai tuapun gak jadi wali..."
Sesepuh ganti yg tertawa mendengar sindiran wali paidi
" aku ora doyan, seumpama disuruh milih, mendingan aku jadi kiai seperti ini daripada jadi wali kacangan kayak kamu, isone mung ganteni gurune hehehehe..." balas sesepuh
" kan tetap aja wali..." kata wali paidi sambil menari-nari dihadapan sesepuh
Santri yang melihat kelakuan sesepuh dan wali paidi ini jadi gak karuan perasaannya, bingung bercampur pingin tertawa
" tugas para wali kan menjaga masyarakat, membimbing masyarakat, gampangannya melayani masyarakat, jadi kamu ini pelayanku dan aku ini juraganmu.." kata sesepuh ganti menari-nari dihadapan wali paidi
" hahahahaha....." wali paidi tertawa
Wali paidi tersenyum sendiri kalau mengingat peristiwa itu, sambil melihat pusara makamnya,
wali paidi berkata dihatinya " bisa jadi beliau ini wali yg derajadnya tinggi sehingga aku tidak mengetahui kewaliannya atau Allah punya pasukan khusus yg terdiri bukan dari kalangan wali, tapi kedudukannya diatas para wali....ah...memang betul apa kata sesepuh aku ini memang kacangan....."
BERSAMBUNG Ke Eps 44
sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps.42
Aku bergegas ke
warungnya pak wi, guna mencari wali paidi, beliau biasanya berada
diwarungnya pak wi jam segini, dan memang benar wali paidi sedang ngopi
disitu. Setelah bersalaman aku duduk agak jauh dari beliau, karena
kulihat ada dua orang yg sedang minta pendapat kepada beliau, kedua
orang ini rapi, berpeci dan bersarung, wajahnya bersih bercahaya, aku
tidak tahu bersihnya ini karena pemutih atau seringnya berwudlu, Aku
berniat menanyakan tentang warna langit yg biru kepada beliau, tapi
pertanyaan itu aku tahan dulu, karena ada tamu yg membahas hal yg lebih
penting.
Aku mendengar kedua orang ini sedang membicarakan apa langkah yg baik, yang harus dilakukan SF, rupanya kedua orang ini pengurus SF ( yayasan sebuah thoriqoh dijawa timur ), pengurus SF ini bercerita kepada wali paidi kendala-kendala yg dihadapi selama ini, dg tersenyum wali paidi ini menjawab
" kalau tidak salah SF ini dibentuk guna menyampaikan dawuh mas kiai kepada murid2nya yg tersebar didaerah2 diseluruh indonesia, biar seragam dan tidak menimbulkan kesalah pahaman,"
Wali paidi menghisap rokoknya lalu berkata lagi " tapi kenyataannya malah SF ini menimbulkan permasalahan baru, bukan karena SF nya tapi karena yg menjalankannya, "
" lalu bagaimana menurut sampeyan " kata salah satu dari mereka
" ini hanya pendapatku, bukan perintah, menurutku pengurus SF kalau pingin menyampaikan perintah dari mas kiai tinggal sowan saja kepada sesepuh yg berada didaerah yg dituju tersebut, sowan yg baik, ngomong yg enak, gak usah memakai acara resmi, kalau memakai acara resmi konsekwensinya membutuhkan biaya, dan ini bisa jadi fitnah yg macam-macam, biar nanti sesepuh didaerah yg menyampaikan perintah mas kiai tsb kepada para murid yg di bawah, para sesepuh lebih mengerti akan kondisi real para murid didaerahnya masing2...."
" inggih..inggih..." jawab mereka
" sekali lagi ini hanya pendapat, dan kita sama2 murid mas kiai, jadi perintah tetap hak penuh mas kiai dan yg tidak kalah penting jadi pengurus itu gak perlu dikenal atau menampakkan diri karena ini bukan pengurus sebuah partai...." jelas wali paidi
Tidak lama kemudian kedua pengurus SF ini pamit, setelah bersalam-salaman mereka pergi. Aku lalu mendekati wali paidi, sebelum aku bertanya wali paidi ini sudah tertawa:
" opo...wernone langit tah..." kata beliau kepadaku
" iya mas...." jawabku sambil nyengir
" warnanya langit.itu macam- macam, ke tujuh langit punya warna sendiri2, dan terbuat dari bahan berbeda..." kata wali paidi
" tapi kok terlihat biru mas..." tanyaku
" apa yg kamu lihat berwarna biru itu bukan langit, tapi hawa udara, warna birunya itu pantulan dari warna biru lautan..." jawab beliau
Sebelum aku bertanya lagi tentang warnanya laut beliau menjawab
" birunya laut itu karena pantulan dari salah satu batu diarsy, satu batu diarsy itu mengeluarkan warna yg bermacam-macam, ada warna hijau yg diserap tumbuh2an, aneka warna bunga itu juga menyerap pantulan batu yg berada diarsy, batu2 mulia yg berada dibumi ini juga menyerap pantulan cahaya batu arsy, Allah yg mengatur semuanya....." jelas wali paidi
" oh.....matur suwun mas...." jawabku
Sebelum aku beranjak pergi aku berkata kepada beliau : " mas kopiku sampeyan bayar yo...."
" hahahaha....iyo beres...." jawab beliau
BERSAMBUNG Ke Eps 43
Sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
Aku mendengar kedua orang ini sedang membicarakan apa langkah yg baik, yang harus dilakukan SF, rupanya kedua orang ini pengurus SF ( yayasan sebuah thoriqoh dijawa timur ), pengurus SF ini bercerita kepada wali paidi kendala-kendala yg dihadapi selama ini, dg tersenyum wali paidi ini menjawab
" kalau tidak salah SF ini dibentuk guna menyampaikan dawuh mas kiai kepada murid2nya yg tersebar didaerah2 diseluruh indonesia, biar seragam dan tidak menimbulkan kesalah pahaman,"
Wali paidi menghisap rokoknya lalu berkata lagi " tapi kenyataannya malah SF ini menimbulkan permasalahan baru, bukan karena SF nya tapi karena yg menjalankannya, "
" lalu bagaimana menurut sampeyan " kata salah satu dari mereka
" ini hanya pendapatku, bukan perintah, menurutku pengurus SF kalau pingin menyampaikan perintah dari mas kiai tinggal sowan saja kepada sesepuh yg berada didaerah yg dituju tersebut, sowan yg baik, ngomong yg enak, gak usah memakai acara resmi, kalau memakai acara resmi konsekwensinya membutuhkan biaya, dan ini bisa jadi fitnah yg macam-macam, biar nanti sesepuh didaerah yg menyampaikan perintah mas kiai tsb kepada para murid yg di bawah, para sesepuh lebih mengerti akan kondisi real para murid didaerahnya masing2...."
" inggih..inggih..." jawab mereka
" sekali lagi ini hanya pendapat, dan kita sama2 murid mas kiai, jadi perintah tetap hak penuh mas kiai dan yg tidak kalah penting jadi pengurus itu gak perlu dikenal atau menampakkan diri karena ini bukan pengurus sebuah partai...." jelas wali paidi
Tidak lama kemudian kedua pengurus SF ini pamit, setelah bersalam-salaman mereka pergi. Aku lalu mendekati wali paidi, sebelum aku bertanya wali paidi ini sudah tertawa:
" opo...wernone langit tah..." kata beliau kepadaku
" iya mas...." jawabku sambil nyengir
" warnanya langit.itu macam- macam, ke tujuh langit punya warna sendiri2, dan terbuat dari bahan berbeda..." kata wali paidi
" tapi kok terlihat biru mas..." tanyaku
" apa yg kamu lihat berwarna biru itu bukan langit, tapi hawa udara, warna birunya itu pantulan dari warna biru lautan..." jawab beliau
Sebelum aku bertanya lagi tentang warnanya laut beliau menjawab
" birunya laut itu karena pantulan dari salah satu batu diarsy, satu batu diarsy itu mengeluarkan warna yg bermacam-macam, ada warna hijau yg diserap tumbuh2an, aneka warna bunga itu juga menyerap pantulan batu yg berada diarsy, batu2 mulia yg berada dibumi ini juga menyerap pantulan cahaya batu arsy, Allah yg mengatur semuanya....." jelas wali paidi
" oh.....matur suwun mas...." jawabku
Sebelum aku beranjak pergi aku berkata kepada beliau : " mas kopiku sampeyan bayar yo...."
" hahahaha....iyo beres...." jawab beliau
BERSAMBUNG Ke Eps 43
Sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps.41
Ketika wali paidi enak- enak ngopi dan menikmati rokoknya
lewatlah seorang penjual kacang godok, orang ini menjual kacang dg
memakai pikulan, memakai sarung, baju taqwa dan memakai peci yg
semuanya terlihat lusuh, ketika menjual kacang dia hanya diam tidak
berteriak menawarkan dagangannya, kalau ada orang memanggil baru dia
berhenti, kalau gak ada yg beli dia berjalan terus
" penjual kacang ini tetap tidak berubah sejak dulu, sewaktu aku kecil penjual kacang ini sudah jualan, dan sampai sekarang wajah, kulit dan pakaiannya tidak berubah, sama persis seperti yg dilihat wali paidi sewaktu kecil, " wali paidi membathin
Wali paidi tersadar kalau sebenarnya penjual kacang ini bukan orang sembarangan, wali paidi berdiri dan berniat menghampiri penjual kacang godok tsb. Penjual kacang itu masuk disebuah gang kampung, wali paidi mengejarnya, ketika wali paidi masuk gang penjual kacang itu sudah tidak terlihat hilang entah kemana
" mungkin beliau tidak berkenan dan asyik dg kesendiriannya " bathin wali paidi
Malamnya wali paidi bermimpi, dalam mimpi tersebut wali paidi bertemu dg gurunya seorang mursyid yg kamil yg sudah meninggal beberapa tahun yg lalu.
Dalam mimpinya guru wali paidi berkata kepadanya " nak, wali-wali Allah ada sebagian yg tersembunyi, gusti Allah memang menyembunyikan mereka, tugas merekapun hanya Allah yg tahu, semisal organisasi wali yg seperti ini tidak masuk menjadi anggota maupun jajaran pengurus, tapi lansung menjalankan tugas dari Allah. Nak, salah satu wali yg seperti ini adalah uwais alqorni dan penjual kacang godok yg kamu temui kemarin, mereka ini wali yg mastur ( tersembunyi ), jangankan aku, rajanya wali seperti syaikh abdul qodir maupun syaikh abu hasan as syadzili pun tidak akan tahu kalau mereka ini wali, bukan karena derajadnya lebih tinggi tapi Allah yg menyembunyikannya, andai aku masih hidup aku juga tidak akan tahu.."
Lalu wali paidi terbangun dari tidurnya " subhanallah....." ucap wali paidi
Besoknya wali paidi mencari keberadaan penjual kacang yg ditemuinya kemarin, tapi tidak ketemu, wali paidi memang tidak terlalu ngoyo mencari keberadaan penjual kacang tersebut hanya sekedarnya saja, kalau ketemu ya alhamdulillah kalau tidak ya gak apa-apa.
Baru satu bulan kemudian wali paidi mendengar keberadaan penjual kacang tersebut, beliau ini bernama Amin orang biasa memanggilnya pakmin kacang, beliau bertempat tinggal didaerah pinggiran salah satu kota dijawa timur, wali paidi baru tahu keberadaan pak amin ini setelah beliau sudah meninggal, menurut orang di kampungnya pakmin ini orangnya tidak banyak omong tapi jiwa sosialnya tinggi sekali,pernah pakmin ini sendirian membetulkan pagar sekolah SD yg roboh dikampungnya, dia menabung sedikit demi sedikit uang dari hasil menjual kacangnya, pernah juga pakmin ini sendirian membetulkan jalan dikampung yg sudah rusak parah, beliau memaving sedikit demi sedikit, memang membutuhkan waktu yg lama tapi akhirnya rampung juga.
Orang kampung banyak yg menasehati pakmin, supaya membiarkan saja jalan yg rusak tsb, karena sebentar lagi pemerintah yg membetulkannya dan itu memang sudah jadi program pemerintah, tapi pakmin tidak mau, beliau tetap membetulkan jalan tsb, beliau bilang " gak apa-apa, mudah2an dg membetulkan jalan ini, Allah memudahkan jalanku diakhirat kelak"
Lalu wali paidi diajak berjalan kesawah yg berada disamping rumah pakmin, wali paidi melihat dikejauhan ditengah areal persawahan ada sebuah surau ( langgar )
" itu langgar peninggalan pakmin, beliau baru saja merampungkannya sebelum meninggal " kata orang kampung tetangga pakmin ini
Tetangga pakmin ini lalu bercerita kepada wali paidi, kalau sebelum pakmin meninggal dia sempat bertanya kpd pakmin, mengapa beliau susah payah membangun langgar, sedang beliau ini miskin, biarkan orang - orang kaya saja yg membangun langgar krn itu mmg sudah kewajibannya, Beliau ( pakmin ) menjawab, : " nabi Nuh pernah mendatangiku, beliau ( nabi Nuh ) menyuruhku untuk membuat perahu seperti yg dibuat olehnya kala itu untuk menyelamatkan umat, dan dari perintahnya itu alhamdulillah Allah mengijinkan aku untuk membangun langgar kecil, langgar itulah perwujudan dari perahu nabi nuh..."
Wali paidi menunduk, menyembunyikan airmata yg mulai menggenang dimatanya, wali paidi tidak kuat menahan keharuan dihatinya, dia lalu pamit pergi " terimakasih...." pamitnya lirih.
BERSAMBUNG Ke Eps 42
Sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
" penjual kacang ini tetap tidak berubah sejak dulu, sewaktu aku kecil penjual kacang ini sudah jualan, dan sampai sekarang wajah, kulit dan pakaiannya tidak berubah, sama persis seperti yg dilihat wali paidi sewaktu kecil, " wali paidi membathin
Wali paidi tersadar kalau sebenarnya penjual kacang ini bukan orang sembarangan, wali paidi berdiri dan berniat menghampiri penjual kacang godok tsb. Penjual kacang itu masuk disebuah gang kampung, wali paidi mengejarnya, ketika wali paidi masuk gang penjual kacang itu sudah tidak terlihat hilang entah kemana
" mungkin beliau tidak berkenan dan asyik dg kesendiriannya " bathin wali paidi
Malamnya wali paidi bermimpi, dalam mimpi tersebut wali paidi bertemu dg gurunya seorang mursyid yg kamil yg sudah meninggal beberapa tahun yg lalu.
Dalam mimpinya guru wali paidi berkata kepadanya " nak, wali-wali Allah ada sebagian yg tersembunyi, gusti Allah memang menyembunyikan mereka, tugas merekapun hanya Allah yg tahu, semisal organisasi wali yg seperti ini tidak masuk menjadi anggota maupun jajaran pengurus, tapi lansung menjalankan tugas dari Allah. Nak, salah satu wali yg seperti ini adalah uwais alqorni dan penjual kacang godok yg kamu temui kemarin, mereka ini wali yg mastur ( tersembunyi ), jangankan aku, rajanya wali seperti syaikh abdul qodir maupun syaikh abu hasan as syadzili pun tidak akan tahu kalau mereka ini wali, bukan karena derajadnya lebih tinggi tapi Allah yg menyembunyikannya, andai aku masih hidup aku juga tidak akan tahu.."
Lalu wali paidi terbangun dari tidurnya " subhanallah....." ucap wali paidi
Besoknya wali paidi mencari keberadaan penjual kacang yg ditemuinya kemarin, tapi tidak ketemu, wali paidi memang tidak terlalu ngoyo mencari keberadaan penjual kacang tersebut hanya sekedarnya saja, kalau ketemu ya alhamdulillah kalau tidak ya gak apa-apa.
Baru satu bulan kemudian wali paidi mendengar keberadaan penjual kacang tersebut, beliau ini bernama Amin orang biasa memanggilnya pakmin kacang, beliau bertempat tinggal didaerah pinggiran salah satu kota dijawa timur, wali paidi baru tahu keberadaan pak amin ini setelah beliau sudah meninggal, menurut orang di kampungnya pakmin ini orangnya tidak banyak omong tapi jiwa sosialnya tinggi sekali,pernah pakmin ini sendirian membetulkan pagar sekolah SD yg roboh dikampungnya, dia menabung sedikit demi sedikit uang dari hasil menjual kacangnya, pernah juga pakmin ini sendirian membetulkan jalan dikampung yg sudah rusak parah, beliau memaving sedikit demi sedikit, memang membutuhkan waktu yg lama tapi akhirnya rampung juga.
Orang kampung banyak yg menasehati pakmin, supaya membiarkan saja jalan yg rusak tsb, karena sebentar lagi pemerintah yg membetulkannya dan itu memang sudah jadi program pemerintah, tapi pakmin tidak mau, beliau tetap membetulkan jalan tsb, beliau bilang " gak apa-apa, mudah2an dg membetulkan jalan ini, Allah memudahkan jalanku diakhirat kelak"
Lalu wali paidi diajak berjalan kesawah yg berada disamping rumah pakmin, wali paidi melihat dikejauhan ditengah areal persawahan ada sebuah surau ( langgar )
" itu langgar peninggalan pakmin, beliau baru saja merampungkannya sebelum meninggal " kata orang kampung tetangga pakmin ini
Tetangga pakmin ini lalu bercerita kepada wali paidi, kalau sebelum pakmin meninggal dia sempat bertanya kpd pakmin, mengapa beliau susah payah membangun langgar, sedang beliau ini miskin, biarkan orang - orang kaya saja yg membangun langgar krn itu mmg sudah kewajibannya, Beliau ( pakmin ) menjawab, : " nabi Nuh pernah mendatangiku, beliau ( nabi Nuh ) menyuruhku untuk membuat perahu seperti yg dibuat olehnya kala itu untuk menyelamatkan umat, dan dari perintahnya itu alhamdulillah Allah mengijinkan aku untuk membangun langgar kecil, langgar itulah perwujudan dari perahu nabi nuh..."
Wali paidi menunduk, menyembunyikan airmata yg mulai menggenang dimatanya, wali paidi tidak kuat menahan keharuan dihatinya, dia lalu pamit pergi " terimakasih...." pamitnya lirih.
BERSAMBUNG Ke Eps 42
Sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps.40
Di dalam perjalanan tiada henti wali paidi berdoa membaca sholawat yg
ditujukan kepada semua orang yg ditemuimya di dalam perjalanan, hari
itu wali paidi menuju ke rumah mas kiai, karena beberapa hari yg lalu
wali paidi dipanggil untuk membicarakan arah perjuangan yg mas kiai
perintahkan kepadanya
Selama ini wali paidi lebih mengutamakan untuk membimbing anak-anak nakal yg tidak tahu arah dan sudah dikucilkan dimasyarakat, wali paidi lebih senang merawat mereka, karena mereka ini kalau diarahkan tidak pernah membantah dan manutnya itu saklek tanpa dipikir panjang, pasrah bongkoan, beda dg para santri yg selama ini jg dibimbing oleh wali paidi, mereka lebih sering protes dan merasa dirinya sudah mengerti, kadang wali paidi jadi gregetan menghadapi para santri ini
Wali paidi masih ingat dg ucapan mas kiai yg mengistilahkan para anak-anak nakal ini dg sebutan " semak belukar "
" di..(wali paidi )..semak belukar kalau yg merawat itu seorang gembala, maka akan jadi makanan ternak semua, tapi kalau yg merawat itu seorang tabib maka semak belukar itu bisa jadi obat.."
Sejak itu wali paidi mulai memperhatikan anak-anak nakal yg kehilangan arah tersebut, wali paidi berjuang mengorbankan waktu bahkan uang demi untuk menemani mereka.
Sesampai dirumah mas kiai , wali paidi lansung disuruh masuk kekamar mas kiai dan setelah nyeruput kopi, mas kiai bertanya kepada wali paidi
" bagaimana pendapatmu tentang yayasan-yayasan yg aku bentuk selama ini..."
Wali paidi menjawab dg terus terang
" 80 persen mubazir mas, sedang mubazir itu senjatanya setan mas hehehe, orang - orang yg mas kiai percaya selama ini banyak yg tidak paham dan keliru memahami apa yg mas kiai perintahkan, mereka merasa sudah mengerti dan merasa bangga dg amanat yg mas kia berikan..."
" benar apa yg kamu ucapkan, kalau memang kamu berpendapat seperti itu kamu harus ikut bertanggung jawab untuk membantu membetulkan yayasan-yayasan yg aku bentuk selama ini, supaya berjalan di rel yg benar dan lurus..."jawab mas kiai
" inggih ...mas kiai " jawab wali paidi dg berat
Mas kiai tersenyum melihat wali paidi yg agak keberatan dg tugas yg ia berikan, mas kiai tahu kalau beban wali paidi sekarang menjadi semakin berat, karena mengarahkan santri yg ahli ilmu itu lebih sulit daripada mengarahkan para anak-anak nakal atau santri yg bodoh.
Melihat itu mas kiai menjelaskan kepada wali paidi
" walau bagaimanapun orang yg punya ilmu itu lebih tinggi derajadnya daripada orang yg tidak punya ilmu, mereka ini bagaikan pohon, dan yg namanya pohon itu tidak mudah untuk tumbuh dan jumlahnya semakin hari semakin sedikit, beda dg semak belukar, dimanapun dan kapanpun semak belukar ini bisa tumbuh, dan jumlahnya semakin hari semakin banyak..."
Wali paidi tersenyum sendiri, mas kiai tahu dg apa yg dilakukan dan yg dijalankankan olehnya selama ini,
" inggih mas...akan saya jalankan perintah mas kiai" jawab wali paidi
" pohon- pohon yg sukar untuk diatur kamu sisihkan dulu, carilah pohon-pohon yg mudah dan mau untuk diatur dan diarahkan, kalau pohon yg bagus ini sudah tertata, baru kamu tata lagi pohon-pohon yg ruwet itu, kalau mereka tetap tidak mau, tinggalkan saja mereka...." jelas mas kiai
" trus pohon yg ruwet itu buat apa mas kiai..." tanya wali paidi
" jadikan kayu bakar saja..." jawab mas kiai
" hahahahaha...." wali paidi tertawa
BERSAMBUNG Ke Eps 41
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
Selama ini wali paidi lebih mengutamakan untuk membimbing anak-anak nakal yg tidak tahu arah dan sudah dikucilkan dimasyarakat, wali paidi lebih senang merawat mereka, karena mereka ini kalau diarahkan tidak pernah membantah dan manutnya itu saklek tanpa dipikir panjang, pasrah bongkoan, beda dg para santri yg selama ini jg dibimbing oleh wali paidi, mereka lebih sering protes dan merasa dirinya sudah mengerti, kadang wali paidi jadi gregetan menghadapi para santri ini
Wali paidi masih ingat dg ucapan mas kiai yg mengistilahkan para anak-anak nakal ini dg sebutan " semak belukar "
" di..(wali paidi )..semak belukar kalau yg merawat itu seorang gembala, maka akan jadi makanan ternak semua, tapi kalau yg merawat itu seorang tabib maka semak belukar itu bisa jadi obat.."
Sejak itu wali paidi mulai memperhatikan anak-anak nakal yg kehilangan arah tersebut, wali paidi berjuang mengorbankan waktu bahkan uang demi untuk menemani mereka.
Sesampai dirumah mas kiai , wali paidi lansung disuruh masuk kekamar mas kiai dan setelah nyeruput kopi, mas kiai bertanya kepada wali paidi
" bagaimana pendapatmu tentang yayasan-yayasan yg aku bentuk selama ini..."
Wali paidi menjawab dg terus terang
" 80 persen mubazir mas, sedang mubazir itu senjatanya setan mas hehehe, orang - orang yg mas kiai percaya selama ini banyak yg tidak paham dan keliru memahami apa yg mas kiai perintahkan, mereka merasa sudah mengerti dan merasa bangga dg amanat yg mas kia berikan..."
" benar apa yg kamu ucapkan, kalau memang kamu berpendapat seperti itu kamu harus ikut bertanggung jawab untuk membantu membetulkan yayasan-yayasan yg aku bentuk selama ini, supaya berjalan di rel yg benar dan lurus..."jawab mas kiai
" inggih ...mas kiai " jawab wali paidi dg berat
Mas kiai tersenyum melihat wali paidi yg agak keberatan dg tugas yg ia berikan, mas kiai tahu kalau beban wali paidi sekarang menjadi semakin berat, karena mengarahkan santri yg ahli ilmu itu lebih sulit daripada mengarahkan para anak-anak nakal atau santri yg bodoh.
Melihat itu mas kiai menjelaskan kepada wali paidi
" walau bagaimanapun orang yg punya ilmu itu lebih tinggi derajadnya daripada orang yg tidak punya ilmu, mereka ini bagaikan pohon, dan yg namanya pohon itu tidak mudah untuk tumbuh dan jumlahnya semakin hari semakin sedikit, beda dg semak belukar, dimanapun dan kapanpun semak belukar ini bisa tumbuh, dan jumlahnya semakin hari semakin banyak..."
Wali paidi tersenyum sendiri, mas kiai tahu dg apa yg dilakukan dan yg dijalankankan olehnya selama ini,
" inggih mas...akan saya jalankan perintah mas kiai" jawab wali paidi
" pohon- pohon yg sukar untuk diatur kamu sisihkan dulu, carilah pohon-pohon yg mudah dan mau untuk diatur dan diarahkan, kalau pohon yg bagus ini sudah tertata, baru kamu tata lagi pohon-pohon yg ruwet itu, kalau mereka tetap tidak mau, tinggalkan saja mereka...." jelas mas kiai
" trus pohon yg ruwet itu buat apa mas kiai..." tanya wali paidi
" jadikan kayu bakar saja..." jawab mas kiai
" hahahahaha...." wali paidi tertawa
BERSAMBUNG Ke Eps 41
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps. 39
Sehabis dari makam gurunya wali paidi lansung menuju warung
kopi di daerah botoran, " loodst coffee " warung kopi yg tertua dari
loodst yg lain, seperti biasa wali paidi pesen kopi clasik karena hanya
menu itu yg masih terasa kopi hehehe....
Wali paidi duduk diteras depan menunggu temannya yg masih sowan ke mas kiai, wali paidi menyeruput kopi clasiknya sedikit, karena kopi clasik ini tersaji dg cangkir yg sangat kecil, biasanya kalau wali paidi lagi ngopi di loodst raden wijaya dia pesan kopi clasik yg gelas agak gedhe, di loodst botoran ini dia lupa minta gelas yg agak gedhe ketika pesan tadi
Wali paidi mengarahkan pandangannya ke kaca yg bertuliskan loodst coffee, bathinnya berkata," semoga loodst coffee ini ada ditiap kota seluruh jawa, loodst coffe ini didirikan sejatinya untuk kesejahteraan umat bukan untuk memperkaya diri, siapapun yg ngopi disini ikut andil dalam mensejahterakan umat..."
Tak lama kemudian teman wali paidi datang, setelah temannya ini duduk wali paidi bertanya kepadanya
" dibilangin apa saja apa mas kiai..."
" disuruh membuat lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya..." jawab teman wali paidi
" hmm...disuruh lansung praktek " khoirunnas anfa'uhum linnas..." kata wali paidi
" iya...kang..." kata teman wali paidi
" memang salah satu karomah para wali saat ini adalah bisa memberi pekerjaan kepada orang lain...." jelas wali paidi
" tapi ada yg mengganjal dihati tentang perkataan beliau..." kata teman wali paidi
" apa itu..." tanya wali paidi
" mas kiai sangat tidak suka kalau melihat anak muda yg kerjaannya mancing...." jelas temannya
" hahahahaha......" wali paidi tertawa
" kita kan tahu, mbah kiai dimojokerto juga sering mancing..." jelas teman wali paidi
Wali paidi menyedot rokoknya dalam-dalam, lalu dia bercerita :
Dulu ada santri yg bertanya kepada mbah kiai, waktu itu mbah kiai sedang dalam posisi mancing
" kiai apa nabi Khidir suka dg orang yg mancing..." tanya santri
Santri ini berasumsi dan sering mendengar cerita kalau nabi khidir itu suka menjumpai orang tertentu ketika mancing
" bukan begitu, nabi khidir itu suka dg orang yg mempunyai jiwa yg tenang, dan biasanya orang yg mancing itu mempunyai jiwa yg tenang..." jawab kiai
Setelah mendengar cerita wali paidi temannya ini bertanya kpd wali paidi
" trus tentang dawuh mas kiai tentang mancing ini gimana.."
" mas kiai benar, sekarang orang yg suka mancing itu rata-rata bertujuan melarikan diri dari masalah yg dihadapinya, beda sekali dg mancingnya mbah kiai..." jelas wali paidi
" maksudnya kang..." tanya teman wali paidi
" Mbah kiai adalah orang yg sudah mempunyai jiwa yg tenang...."
Wali paidi diam, suasana menjadi hening beberapa saat, lalu wali paidi berkata lagi
" mbah kiai adalah orang yg dipanggil oleh Allah dalam surat al fajr.....
Wahai jiwa yg tenang Duduklah kamu disisiKu dg riang gembira dan penuh ridloKu Masuklah kamu kepada barisan para kekasihKu ( aulia ) Masuklah ke tempat yg tidak ada kesedihan maupun kegelisahan Mbah kiai mancing itu hanya sebagai sarana untuk berdialog dg tuhan, bukan bertujuan melarikan diri dari masalah, atau bukan karena gak kerasan tinggal dirumah karena diomeli istri, " jelas wali paidi
Teman wali paidi ini mengangguk-anggukkan kepalanya,
" oh...aku sekarang paham, mengapa mas kiai menyuruhku membuka lapangan pekerjaan .." kata teman wali paidi
" biar teman2 kita kalau mancing bukan sebagai sarana untuk melarikan diri, tapi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah..." tambah temannya lagi
" tidak hanya mancing, tapi banyak teman-teman kita yg menggunakan kuburan para wali sebagai sarana melarikan diri dari masalah, bukan karena niat berziarah....." kata wali paidi
" hahahaha......" wali paidi dan temannya lalu tertawa. —
BERSAMBUNG Ke Eps 40
sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali paidi duduk diteras depan menunggu temannya yg masih sowan ke mas kiai, wali paidi menyeruput kopi clasiknya sedikit, karena kopi clasik ini tersaji dg cangkir yg sangat kecil, biasanya kalau wali paidi lagi ngopi di loodst raden wijaya dia pesan kopi clasik yg gelas agak gedhe, di loodst botoran ini dia lupa minta gelas yg agak gedhe ketika pesan tadi
Wali paidi mengarahkan pandangannya ke kaca yg bertuliskan loodst coffee, bathinnya berkata," semoga loodst coffee ini ada ditiap kota seluruh jawa, loodst coffe ini didirikan sejatinya untuk kesejahteraan umat bukan untuk memperkaya diri, siapapun yg ngopi disini ikut andil dalam mensejahterakan umat..."
Tak lama kemudian teman wali paidi datang, setelah temannya ini duduk wali paidi bertanya kepadanya
" dibilangin apa saja apa mas kiai..."
" disuruh membuat lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya..." jawab teman wali paidi
" hmm...disuruh lansung praktek " khoirunnas anfa'uhum linnas..." kata wali paidi
" iya...kang..." kata teman wali paidi
" memang salah satu karomah para wali saat ini adalah bisa memberi pekerjaan kepada orang lain...." jelas wali paidi
" tapi ada yg mengganjal dihati tentang perkataan beliau..." kata teman wali paidi
" apa itu..." tanya wali paidi
" mas kiai sangat tidak suka kalau melihat anak muda yg kerjaannya mancing...." jelas temannya
" hahahahaha......" wali paidi tertawa
" kita kan tahu, mbah kiai dimojokerto juga sering mancing..." jelas teman wali paidi
Wali paidi menyedot rokoknya dalam-dalam, lalu dia bercerita :
Dulu ada santri yg bertanya kepada mbah kiai, waktu itu mbah kiai sedang dalam posisi mancing
" kiai apa nabi Khidir suka dg orang yg mancing..." tanya santri
Santri ini berasumsi dan sering mendengar cerita kalau nabi khidir itu suka menjumpai orang tertentu ketika mancing
" bukan begitu, nabi khidir itu suka dg orang yg mempunyai jiwa yg tenang, dan biasanya orang yg mancing itu mempunyai jiwa yg tenang..." jawab kiai
Setelah mendengar cerita wali paidi temannya ini bertanya kpd wali paidi
" trus tentang dawuh mas kiai tentang mancing ini gimana.."
" mas kiai benar, sekarang orang yg suka mancing itu rata-rata bertujuan melarikan diri dari masalah yg dihadapinya, beda sekali dg mancingnya mbah kiai..." jelas wali paidi
" maksudnya kang..." tanya teman wali paidi
" Mbah kiai adalah orang yg sudah mempunyai jiwa yg tenang...."
Wali paidi diam, suasana menjadi hening beberapa saat, lalu wali paidi berkata lagi
" mbah kiai adalah orang yg dipanggil oleh Allah dalam surat al fajr.....
Wahai jiwa yg tenang Duduklah kamu disisiKu dg riang gembira dan penuh ridloKu Masuklah kamu kepada barisan para kekasihKu ( aulia ) Masuklah ke tempat yg tidak ada kesedihan maupun kegelisahan Mbah kiai mancing itu hanya sebagai sarana untuk berdialog dg tuhan, bukan bertujuan melarikan diri dari masalah, atau bukan karena gak kerasan tinggal dirumah karena diomeli istri, " jelas wali paidi
Teman wali paidi ini mengangguk-anggukkan kepalanya,
" oh...aku sekarang paham, mengapa mas kiai menyuruhku membuka lapangan pekerjaan .." kata teman wali paidi
" biar teman2 kita kalau mancing bukan sebagai sarana untuk melarikan diri, tapi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah..." tambah temannya lagi
" tidak hanya mancing, tapi banyak teman-teman kita yg menggunakan kuburan para wali sebagai sarana melarikan diri dari masalah, bukan karena niat berziarah....." kata wali paidi
" hahahaha......" wali paidi dan temannya lalu tertawa. —
BERSAMBUNG Ke Eps 40
sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps. 38
Disebuah warung kopi ( loodst
coffe Raden Wijaya ) duduklah wali paidi dipojok warung disebelahnya
pintu masuk, wali paidi pesen kopi klasik satu cangkir, karena hanya
menu itu yg menurut wali paidi yg terasa kopi. Lagi enak merokok
datanglah temannya duduk disamping wali paidi, setelah bersalaman dan
pesan kopi, temannya ini berkata kepada wali paidi
" bro aku habis menggoda setan....." ucap temannya
" hmm......." jawab wali paidi tersenyum
Teman wali paidi lalu bercerita
" sudah dua hari ini bro setiap aku mau sholat isya setan mendatangiku, kakiku dipijit, rambutku dibelai dan mataku ditiup olehnya, dan akhirnya aku kalah..."
Setelah menyalakan rokoknya teman wali paidi ini melanjutkan ceritanya dg penuh semangat
" dan tadi dihari ketiga aku berpura-pura terbuai oleh pijatan setan, tapi lama-lama aku mulai hanyut dan benar2 mau tertidur, ketika mataku mau terpejam aku bentak tubuhku untuk bangun, dan akhirnya aku bangun dan sholat isya, aku puas bisa membuat jengkel para setan yg gagal memperdayaiku..."
" apa kamu bisa melihat setan...." tanya wali paidi
" tidak, tapi aku bisa merasakannya..." jawab temannya
" sebenarnya setan tetap berhasil menggodamu.." kata wali paidi
" kok bisa begitu, coba sampeyan jelaskan.." pinta temannya
" kamu sholat isya sudah bukan karena Allah tapi karena pingin membuat jengkel para setan, padahal setannya gak jengkel malah senang melihatmu melakukan itu..." jelas wali paidi
" masya Allah.....iya ya....aku gak menyadari hal itu, trus selama ini gimana caranya sampeyan melawan hawa nafsu..." tanya temannya
" aku belum pernah melawan tapi hanya minta kepada Allah supaya diberi kekuatan menahan hawa nafsu, karena manusia sudah dicap sebagai golongan yg dhoif ( lemah ), manusia baru kuat kalau diberi kekuatan oleh Allah" jelas wali paidi lagi
" terimakasih bro...." kata temannya
Setelah menghabiskan kopinya temannya ini pamit pulang kepada wali paidi
Tidak lama berselang datang lagi teman wali paidi, tapi sikapnya beda dg temannya yg tadi, temannya kali ini setelah pesan kopi hanya duduk diam disamping wali paidi
" ada apa bro, soal jodohmu ya...." tanya wali paidi
Mendengar pertanyaan itu, wajah teman wali paidi ini terlihat berubah terlihat sumringah
" iya bro, ini kan sudah 2014 sedang jodohku belum ada juga, padahal aku sudah minta kpd Allah dan juga sudah minta didoakan oleh banyak kiai.." jawab temannya
" sebenarnya Allah sudah memberimu jodoh setiap kali kamu memintanya..." jawab wali paidi datar
" tapi bro ...kok sampai sekarang aku belum nikah.." protes temannya
" itu karena setiap kali Allah memberimu jodoh, kamu menolaknya, krn merasa jodoh yg diberikan oleh Allah tidak sesuai dg selera dan kekarepanmu..." jawab wali paidi
Teman wali paidi ini terdiam mendengar jawaban wali paidi dan nampak kalau hatinya belum bisa menerima dg apa yg diomongkan oleh wali paidi ini
" kamu tidak bisa mengatur Allah untuk memberimu jodoh yg sesuai dg keinginanmu, Allah maha perkasa gak bisa hambanya yg lemah seperti kita ini mengaturnya, tapi walaupun begitu Allah tetap maha rohman, setiap kamu menolak dan lalu minta lagi Allah tetap memberimu, sampai kapanpun Allah tetap mengabulkan permintaanmu biarpun kamu berkali-kali menolak pemberian Allah tersebut...." jelas wali paidi
" lalu bagaimana bro...." tanya teman wali paidi
" gantilah doamu, jangan mengatur Allah, mintalah kpd Allah supaya hatimu kuat dan tabah menerima jodoh yg diberikan oleh Allah kepadamu..." jawab wali paidi
Temannya ini sekali lagi terdiam dan tetap masih belum juga bisa menerima apa yg diucapkan oleh wali paidi......
BERSAMBUNG Ke Eps 39
Sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
" bro aku habis menggoda setan....." ucap temannya
" hmm......." jawab wali paidi tersenyum
Teman wali paidi lalu bercerita
" sudah dua hari ini bro setiap aku mau sholat isya setan mendatangiku, kakiku dipijit, rambutku dibelai dan mataku ditiup olehnya, dan akhirnya aku kalah..."
Setelah menyalakan rokoknya teman wali paidi ini melanjutkan ceritanya dg penuh semangat
" dan tadi dihari ketiga aku berpura-pura terbuai oleh pijatan setan, tapi lama-lama aku mulai hanyut dan benar2 mau tertidur, ketika mataku mau terpejam aku bentak tubuhku untuk bangun, dan akhirnya aku bangun dan sholat isya, aku puas bisa membuat jengkel para setan yg gagal memperdayaiku..."
" apa kamu bisa melihat setan...." tanya wali paidi
" tidak, tapi aku bisa merasakannya..." jawab temannya
" sebenarnya setan tetap berhasil menggodamu.." kata wali paidi
" kok bisa begitu, coba sampeyan jelaskan.." pinta temannya
" kamu sholat isya sudah bukan karena Allah tapi karena pingin membuat jengkel para setan, padahal setannya gak jengkel malah senang melihatmu melakukan itu..." jelas wali paidi
" masya Allah.....iya ya....aku gak menyadari hal itu, trus selama ini gimana caranya sampeyan melawan hawa nafsu..." tanya temannya
" aku belum pernah melawan tapi hanya minta kepada Allah supaya diberi kekuatan menahan hawa nafsu, karena manusia sudah dicap sebagai golongan yg dhoif ( lemah ), manusia baru kuat kalau diberi kekuatan oleh Allah" jelas wali paidi lagi
" terimakasih bro...." kata temannya
Setelah menghabiskan kopinya temannya ini pamit pulang kepada wali paidi
Tidak lama berselang datang lagi teman wali paidi, tapi sikapnya beda dg temannya yg tadi, temannya kali ini setelah pesan kopi hanya duduk diam disamping wali paidi
" ada apa bro, soal jodohmu ya...." tanya wali paidi
Mendengar pertanyaan itu, wajah teman wali paidi ini terlihat berubah terlihat sumringah
" iya bro, ini kan sudah 2014 sedang jodohku belum ada juga, padahal aku sudah minta kpd Allah dan juga sudah minta didoakan oleh banyak kiai.." jawab temannya
" sebenarnya Allah sudah memberimu jodoh setiap kali kamu memintanya..." jawab wali paidi datar
" tapi bro ...kok sampai sekarang aku belum nikah.." protes temannya
" itu karena setiap kali Allah memberimu jodoh, kamu menolaknya, krn merasa jodoh yg diberikan oleh Allah tidak sesuai dg selera dan kekarepanmu..." jawab wali paidi
Teman wali paidi ini terdiam mendengar jawaban wali paidi dan nampak kalau hatinya belum bisa menerima dg apa yg diomongkan oleh wali paidi ini
" kamu tidak bisa mengatur Allah untuk memberimu jodoh yg sesuai dg keinginanmu, Allah maha perkasa gak bisa hambanya yg lemah seperti kita ini mengaturnya, tapi walaupun begitu Allah tetap maha rohman, setiap kamu menolak dan lalu minta lagi Allah tetap memberimu, sampai kapanpun Allah tetap mengabulkan permintaanmu biarpun kamu berkali-kali menolak pemberian Allah tersebut...." jelas wali paidi
" lalu bagaimana bro...." tanya teman wali paidi
" gantilah doamu, jangan mengatur Allah, mintalah kpd Allah supaya hatimu kuat dan tabah menerima jodoh yg diberikan oleh Allah kepadamu..." jawab wali paidi
Temannya ini sekali lagi terdiam dan tetap masih belum juga bisa menerima apa yg diucapkan oleh wali paidi......
BERSAMBUNG Ke Eps 39
Sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps. 37
Dengan bersandarkan tembok wali paidi menikmati kopinya, sesekali dia menyedot rokoknya,
“ Allah…Allah….Allah….” dzikir wali paidi mengiringi hembusan rokoknya
Wali paidi mendoakan seluruh masyarakat dikampungnya, seluruh teman-temanya, guru-gurunya dan semua yg berhubungan dgnya, wali paidi bersiap-siap mau mengunjungi saudaranya yg baru mempunyai anak.
Setelah merasa cukup ngopi dan merokoknya wali paidi mengeluarkan motor dan mempersiapkan segala keperluan kalau hujan turun, dan berangkatlah wali paidi ke rumah saudaranya
Wali paidi sebulan ini diberi karomah oleh Allah berupa kilatan-kilatan kejadian2 yg akan terjadi dikemudian hari, orang jawa mengistilahkan “ weruh sak durunge winarah “ , repot juga sekarang jadinya, karena wali paidi kadang2 keceplosan omong, mengatakan sesuatu yg belum terjadi kepada orang2 disekitarnya
Dan ketika ada istri dari saudaranya ( teman seperjuangan wali paidi ) ini hamil, wali paidi mendapat kilatan cahaya dihatinya kalau anak dari saudaranya ini laki2, tapi saudaranya ini bilang kalau istrinya habis di USG dan hasilnya kalau calon anaknya ini perempuan, wali paidi sangat menghormati saudaranya ini, karena dialah yg memperingatkan wali paidi kalau dia mulai salah arah, wali paidi hanya diam setelah diberitahu oleh saudaranya ini, saudaranya ini lalu berkata lagi
“ kalau anakku lahir laki di….kelak dia akan jadi wali besar…”
Wali paidi tersenyum, dalam hati dia berkata : “ saudaraku ini memang lucu dan aneh, katanya perempuan doanya seakan calon anaknya ini laki hehehe…”
“ Amin…amin…amin….” Wali paidi dg sepenuh hati mengamini
“ tapi calon anakku ini perempuan di…. “ katanya kpd wali paidi
“ ha…ha…ha…..” wali paidi hanya bisa tertawa melihat semua ini
Dan kemarin wali paidi mendengar kalau anak dari saudaranya ini telah lahir, dan anaknya ternyata laki, wali paidi ikut bergembira mendengar khabar ini,
Wali paidi sampai di rumah saudaranya ini sehabis magrib, dan ternyata ibunda dari saudaranya ini ada disana, dan yg membuat wali paidi terkejut ternyata mas kiai guru wali paidi juga berada disitu
“ baru datang di…” Tanya mas kiai
“ inggih mas….” Jawab wali paidi
“ saudaramu masih menemui para tamu dari saura dekat sekitar sini, kamu sama aku ada…” ucap mas kiai,
Lalu mas kiai berdiri menuju sebuah kamar, dan wali paidi mengikutinya, sesampai dikamar mas kiai menyalakan tivi, dan duduk bersila
“ duduk sini di…sebentar lagi kopinya akan datang” ucap mas kiai
Wali paidi duduk disamping mas kiai, melihat tivi berdua, setelah memindah-mindah chanel akhirnya di temukan film action barat yg bagus.
“ wah iki film apik di…” ucap mas kiai dg gembira
Wali paidi hanya diam, wali paidi sebenarnya suka dg film itu, tapi wali paidi sudah pernah melihatnya dan tahu dg akhir ceritanya
“ gak suka dg film ini di…” Tanya mas kiai
“ ndak mas…” jawab wali paidi berterus terang, karena percuma kalau ngomong ditutup-tutupi
“ mengapa…” Tanya mas kiai lagi
“ karena sudah tahu jalan ceritanya…” jawab wali paidi lagi
Lalu dua cangkir kopi datang diantarkan kpd mereka, mas kiai membuka tutup cangkir kopinya dan menghirup aromanya, tampak wajah yg begitu bersyukur terlukis diwajah mas kiai, lalu mas kiai menaruh cangkirnya dan berkata :
“ ya begitulah kalau sudah tahu akhir ceritanya di…, walaupun film yg kau lihat itu bagus akan terlihat membosankan, makanya ketika Allah memberiku kilatan cahaya kejadian2 yg akan terjadi dimasa mendatang, aku meminta kepada Allah untuk menutupnya kembali, karena hidup ini akan gak asyik dan membosankan…..”
“Ha….ha…ha…ha….” wali paidi dan mas kiai tertawa,
“ ha…ha…ha…ha….” Mereka tertawa lagi, tahu sama tahu
“ begitu juga dg saudara kita yg baru punya anak ini, dia sebenarnya bisa melihat jenis kelamin anaknya, tapi dia tidak mau, biar jadi kejutan begitu katanya ..” ucap mas kiai
“ inggih…..inggih….hahaha…” ucap wali paidi
“ kasihan orang2 yg disekitarmu di…kalau kamu tidak minta kpd Allah untuk menutupnya….” Kata mas kiai
“ inggih mas…..” jawab wali paidi dan mulai berdoa kpd Allah untuk menutup kilatan cahaya karomah dihatinya.
BERSAMBUNG Ke Eps 38
“ Allah…Allah….Allah….” dzikir wali paidi mengiringi hembusan rokoknya
Wali paidi mendoakan seluruh masyarakat dikampungnya, seluruh teman-temanya, guru-gurunya dan semua yg berhubungan dgnya, wali paidi bersiap-siap mau mengunjungi saudaranya yg baru mempunyai anak.
Setelah merasa cukup ngopi dan merokoknya wali paidi mengeluarkan motor dan mempersiapkan segala keperluan kalau hujan turun, dan berangkatlah wali paidi ke rumah saudaranya
Wali paidi sebulan ini diberi karomah oleh Allah berupa kilatan-kilatan kejadian2 yg akan terjadi dikemudian hari, orang jawa mengistilahkan “ weruh sak durunge winarah “ , repot juga sekarang jadinya, karena wali paidi kadang2 keceplosan omong, mengatakan sesuatu yg belum terjadi kepada orang2 disekitarnya
Dan ketika ada istri dari saudaranya ( teman seperjuangan wali paidi ) ini hamil, wali paidi mendapat kilatan cahaya dihatinya kalau anak dari saudaranya ini laki2, tapi saudaranya ini bilang kalau istrinya habis di USG dan hasilnya kalau calon anaknya ini perempuan, wali paidi sangat menghormati saudaranya ini, karena dialah yg memperingatkan wali paidi kalau dia mulai salah arah, wali paidi hanya diam setelah diberitahu oleh saudaranya ini, saudaranya ini lalu berkata lagi
“ kalau anakku lahir laki di….kelak dia akan jadi wali besar…”
Wali paidi tersenyum, dalam hati dia berkata : “ saudaraku ini memang lucu dan aneh, katanya perempuan doanya seakan calon anaknya ini laki hehehe…”
“ Amin…amin…amin….” Wali paidi dg sepenuh hati mengamini
“ tapi calon anakku ini perempuan di…. “ katanya kpd wali paidi
“ ha…ha…ha…..” wali paidi hanya bisa tertawa melihat semua ini
Dan kemarin wali paidi mendengar kalau anak dari saudaranya ini telah lahir, dan anaknya ternyata laki, wali paidi ikut bergembira mendengar khabar ini,
Wali paidi sampai di rumah saudaranya ini sehabis magrib, dan ternyata ibunda dari saudaranya ini ada disana, dan yg membuat wali paidi terkejut ternyata mas kiai guru wali paidi juga berada disitu
“ baru datang di…” Tanya mas kiai
“ inggih mas….” Jawab wali paidi
“ saudaramu masih menemui para tamu dari saura dekat sekitar sini, kamu sama aku ada…” ucap mas kiai,
Lalu mas kiai berdiri menuju sebuah kamar, dan wali paidi mengikutinya, sesampai dikamar mas kiai menyalakan tivi, dan duduk bersila
“ duduk sini di…sebentar lagi kopinya akan datang” ucap mas kiai
Wali paidi duduk disamping mas kiai, melihat tivi berdua, setelah memindah-mindah chanel akhirnya di temukan film action barat yg bagus.
“ wah iki film apik di…” ucap mas kiai dg gembira
Wali paidi hanya diam, wali paidi sebenarnya suka dg film itu, tapi wali paidi sudah pernah melihatnya dan tahu dg akhir ceritanya
“ gak suka dg film ini di…” Tanya mas kiai
“ ndak mas…” jawab wali paidi berterus terang, karena percuma kalau ngomong ditutup-tutupi
“ mengapa…” Tanya mas kiai lagi
“ karena sudah tahu jalan ceritanya…” jawab wali paidi lagi
Lalu dua cangkir kopi datang diantarkan kpd mereka, mas kiai membuka tutup cangkir kopinya dan menghirup aromanya, tampak wajah yg begitu bersyukur terlukis diwajah mas kiai, lalu mas kiai menaruh cangkirnya dan berkata :
“ ya begitulah kalau sudah tahu akhir ceritanya di…, walaupun film yg kau lihat itu bagus akan terlihat membosankan, makanya ketika Allah memberiku kilatan cahaya kejadian2 yg akan terjadi dimasa mendatang, aku meminta kepada Allah untuk menutupnya kembali, karena hidup ini akan gak asyik dan membosankan…..”
“Ha….ha…ha…ha….” wali paidi dan mas kiai tertawa,
“ ha…ha…ha…ha….” Mereka tertawa lagi, tahu sama tahu
“ begitu juga dg saudara kita yg baru punya anak ini, dia sebenarnya bisa melihat jenis kelamin anaknya, tapi dia tidak mau, biar jadi kejutan begitu katanya ..” ucap mas kiai
“ inggih…..inggih….hahaha…” ucap wali paidi
“ kasihan orang2 yg disekitarmu di…kalau kamu tidak minta kpd Allah untuk menutupnya….” Kata mas kiai
“ inggih mas…..” jawab wali paidi dan mulai berdoa kpd Allah untuk menutup kilatan cahaya karomah dihatinya.
BERSAMBUNG Ke Eps 38
Sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps.36
" kring...kring......kring...."
wali paidi melihat hapenya, terlihat sebuah nama yg wali paidi sangat mengenal dan menghormatinya, wali paidi mengangkat hapenya
" bro....ayo ngopi....." suara terdengar dr seberang
" siap...bro..." jawab wali paidi
wali paidi bergegas ganti pakaian, sarung wadimor dan baju ditanggalkannya, dia ganti memakai celana yg bawahnya mengecil yg dia tdk tahu celana apa ini namanya, kaos oblong ketat warna hitam dan rambut gaya kim jong il yg lg ngetrend saat ini, yg kanan kiri dipotong tipis tp atasnya dibiarkan lebat, wali paidi baru kemarin potong rambut model begini di tukang potong rambut madura
wali paidi bergaya seperti ini demi menghormati teman yg mengajaknya ngopi ini, wali paidi ini sampai sekarang masih heran dg temannya yg satu ini, penampilannya " mas bro banget " padahal kalau tahu dan lama bergaul dgnya, temannya ini luas dan dalam laksana samudera
wali paidi berangkat, padahal dia belum tahu temannya ini ngopi dimana, yg penting dia berangkat dg niatan nyambung seduluran.
tdk lama kemudian hapenya berbunyi, ada sms masuk
" aku tunggu di broJan coffee....." bunyi sms
" oke meluncur bro..." balas wali paidi dlm smsnya
sekitar satu jam an wali paidi sudah sampai di warung yg dimaksud, caffe yg bergaya modern dan gaul, wali paidi masuk kedalam, dilihatnya temannya ini sudah ada didalam bersama kawan2nya
" hai....sini bro..." ucap temannya mempersilahkan duduk
wali paidi mengangkat tangannya ( say hello ) kemudian duduk, tidak lama kemudian datang seorang perempuan menyodorkan menu kpd wali paidi
" pesan apa bro..." ucap wali paidi kepada temannya
" terserah bro..." kata temannya
wali paidi mengambil menu dan membukanya, wali paidi mulai kebingungan dg gambar menu yg dilihatnya, gambar makanan dan nama yg aneh2 terpampang didepan wali paidi, wali paidi bingung karena selama ini wali paidi kalau ke warung tahunya hanya rawon dan nasi pecel, wali paidi mencoba melihat menu minuman, wali paidi tambah bingung karena gambar kopi hitam yg dicarinya tdk ada, yg ada hanya minuman warna warni dan aneh2, ada kopi tapi sdh dimodifikasi sedemikian rupa
" ini aja bro.." wali paidi menunjuk gambar minuman yg menurutnya menarik
" gak makan..." ucap temannya
" gak bro..." ucap wali paidi
" disini makanannya jg ada nasinya lho..." goda temannya tahu kalau wali paidi bingung
" gak bro udah kenyang..." kata wali paidi
wali paidi sendiri tidak tahu mengapa dirinya merasa gak selera dan merasa kenyang setelah melihat gambar makanan dimenu. setelah makanan datang, mulailah wali paidi ngobrol-ngobrol, asap rokok mulai mengepul diantara mereka, mild, sam soe, marlboro berserakan diatas meja suasana di caffe sangat ramai, disebelah meja wali paidi ada sekelompok muda mudi yg sangat ramai, tertawa dan bersenda gurau dg hebatnya
" biarkan saja mereka bro, mereka itu masih mimpi, nanti kalau mereka bangun mereka akan menangis- nangis...." ucap temannya kpd wali paidi
wali paidi kaget, tiba2 wali paidi seakan-akan melihat mereka yg sedang bersenda gurau itu sudah mati berada dalam kuburnya dan menangis menjerit-jerit karena siksa
" ya Allah...ya Allah...astaghfirullah...." ucap wali paidi dg kaget dan spontan
wali paidi berdiri lalu duduk, berdiri lagi lalu duduk lagi
" ya Allah...bro...bro...gimana dg diriku bro...gimana dg diriku bro..." ucap wali paidi dg menunduk
wali paidi merasa dirinya selama hidup didunia ini bagaikan orang yg tidur dan bermimpi, dia sering melupakan Allah dan hanya mengejar kenikmatan dunia, kelak kalau dirinya mati dia baru sadar, seakan bangun dari tidurnya
" astaghfirullah.....astaghfirullah....." hanya itu yg keluar dr mulut wali paidi dg lirih.
BERSAMBUNG Ke Eps 37
wali paidi melihat hapenya, terlihat sebuah nama yg wali paidi sangat mengenal dan menghormatinya, wali paidi mengangkat hapenya
" bro....ayo ngopi....." suara terdengar dr seberang
" siap...bro..." jawab wali paidi
wali paidi bergegas ganti pakaian, sarung wadimor dan baju ditanggalkannya, dia ganti memakai celana yg bawahnya mengecil yg dia tdk tahu celana apa ini namanya, kaos oblong ketat warna hitam dan rambut gaya kim jong il yg lg ngetrend saat ini, yg kanan kiri dipotong tipis tp atasnya dibiarkan lebat, wali paidi baru kemarin potong rambut model begini di tukang potong rambut madura
wali paidi bergaya seperti ini demi menghormati teman yg mengajaknya ngopi ini, wali paidi ini sampai sekarang masih heran dg temannya yg satu ini, penampilannya " mas bro banget " padahal kalau tahu dan lama bergaul dgnya, temannya ini luas dan dalam laksana samudera
wali paidi berangkat, padahal dia belum tahu temannya ini ngopi dimana, yg penting dia berangkat dg niatan nyambung seduluran.
tdk lama kemudian hapenya berbunyi, ada sms masuk
" aku tunggu di broJan coffee....." bunyi sms
" oke meluncur bro..." balas wali paidi dlm smsnya
sekitar satu jam an wali paidi sudah sampai di warung yg dimaksud, caffe yg bergaya modern dan gaul, wali paidi masuk kedalam, dilihatnya temannya ini sudah ada didalam bersama kawan2nya
" hai....sini bro..." ucap temannya mempersilahkan duduk
wali paidi mengangkat tangannya ( say hello ) kemudian duduk, tidak lama kemudian datang seorang perempuan menyodorkan menu kpd wali paidi
" pesan apa bro..." ucap wali paidi kepada temannya
" terserah bro..." kata temannya
wali paidi mengambil menu dan membukanya, wali paidi mulai kebingungan dg gambar menu yg dilihatnya, gambar makanan dan nama yg aneh2 terpampang didepan wali paidi, wali paidi bingung karena selama ini wali paidi kalau ke warung tahunya hanya rawon dan nasi pecel, wali paidi mencoba melihat menu minuman, wali paidi tambah bingung karena gambar kopi hitam yg dicarinya tdk ada, yg ada hanya minuman warna warni dan aneh2, ada kopi tapi sdh dimodifikasi sedemikian rupa
" ini aja bro.." wali paidi menunjuk gambar minuman yg menurutnya menarik
" gak makan..." ucap temannya
" gak bro..." ucap wali paidi
" disini makanannya jg ada nasinya lho..." goda temannya tahu kalau wali paidi bingung
" gak bro udah kenyang..." kata wali paidi
wali paidi sendiri tidak tahu mengapa dirinya merasa gak selera dan merasa kenyang setelah melihat gambar makanan dimenu. setelah makanan datang, mulailah wali paidi ngobrol-ngobrol, asap rokok mulai mengepul diantara mereka, mild, sam soe, marlboro berserakan diatas meja suasana di caffe sangat ramai, disebelah meja wali paidi ada sekelompok muda mudi yg sangat ramai, tertawa dan bersenda gurau dg hebatnya
" biarkan saja mereka bro, mereka itu masih mimpi, nanti kalau mereka bangun mereka akan menangis- nangis...." ucap temannya kpd wali paidi
wali paidi kaget, tiba2 wali paidi seakan-akan melihat mereka yg sedang bersenda gurau itu sudah mati berada dalam kuburnya dan menangis menjerit-jerit karena siksa
" ya Allah...ya Allah...astaghfirullah...." ucap wali paidi dg kaget dan spontan
wali paidi berdiri lalu duduk, berdiri lagi lalu duduk lagi
" ya Allah...bro...bro...gimana dg diriku bro...gimana dg diriku bro..." ucap wali paidi dg menunduk
wali paidi merasa dirinya selama hidup didunia ini bagaikan orang yg tidur dan bermimpi, dia sering melupakan Allah dan hanya mengejar kenikmatan dunia, kelak kalau dirinya mati dia baru sadar, seakan bangun dari tidurnya
" astaghfirullah.....astaghfirullah....." hanya itu yg keluar dr mulut wali paidi dg lirih.
BERSAMBUNG Ke Eps 37
Wali Paidi Eps.35
Wali paidi dg perasaan gundah berniat pergi ketulungagung sowan ke
mas kiai, dia sudah gerah ketika banyak yg melaporkan kpdnya kalau
sekarang banyak para murid mas kiai kesana kemari menjual nama mas kiai
untuk kepentingan dirinya pribadi, meminta uang dan minta dihormai
secara berlebihan
ketika memasuki gerbang pondok, wali paidi melihat banyak orang duduk di sebelah musholla, sekitar lima orang yg duduk disitu, terlihat mereka adalah orang penting dipondok sini
" ada perlu apa mas...." tanya salah satudari mereka
" sowan ke mas kiai..." jawab wali paidi
" oh ke romo kiai..." jawab mereka
terlihat dari jawaban itu, kalau mereka tdk suka dg sebutan mas kiai yg di sebutkan oleh wali paidi, menurut mereka kurang sopan
" wah...skrng romo kiai tdk di ndalem, sampeyan ke makam aja dulu, menunggu disana..." jawab mereka
" inggih..." jawab wali paidi
ketika wali paidi mau beranjak pergi ke makam, ada suara yg memanggilnya
" di....paidi...ayo melu aku...."
wali paidi menoleh, dilihatnya mas kiai yg memanggilnya, wali paidi berbalik mendekati mas kiai dan mencium tangannya, serentak kelima orang yg duduk disebelah musholla berdiri berniat ikut salaman ke mas kiai, ternyata mereka duduk disitu juga menunggu mas kiai.
mas kiai mengangkat tangannya, beliau memberi isyarat kalau beliau tdk mau disalami, mereka lalu duduk kembali
wali paidi mengikuti mas kiai keluar dari pondok, mas kiai menuju mobil yg berada didepan gerbang, mas kiai menyuruh wali paidi masuk ke dalam mobil, didalam mobil sudah ada adik2 mas kiai, wali paidi menyalami mereka
mas kiai mengarahkan mobilnya ke selatan, wali paidi tdk tahu diajak kemana, mobil itu baru berhenti ketika didepannya ada warung kopi , mas kiai turun di ikuti adik2nya, wali paidi mengikuti dibelakang, warung kopi ini terlihat sederhana tp dari aroma kopinya,terasa kalau kopi di warung ini terasa nikmat.
adik2 mas kiai duduk agak menjauh, sedang walipaidi dan mas kiai duduk satu meja
wali paidi belum berani mengutarakan niatnya ke mas kiai, baru setelah pesanan kopi datang, dan mas kiai tampak sudah menyeruput kopinya, dan mulai menyalakan rokok mild-nya, wali paidi berniat mengutarakan unek2nya.
" dari rumah saja di..." mas kiai mendahului bertanya
" iya mas kiai..." jawab wali paidi
" begini di...kadang Allah menguji hambanya dg mendatangkan orang yg bernat menipu kpd kita, apakah hati kita akan terusik dg hal tsb atau tidak, seyogyanya kita dlm menata hati tdk boleh membedakan siapapun yg datang kpd kita, hati kita tdk boleh kemasukan sifat benci ataupun tdk suka kpd siapapun " kata mas kiai
setelah menghisap rokoknya mas kiai berkata lagi:
" Allah mengujiku dg mendatangkan para murid yg suka menjual namaku, suka meminta atas namaku, dlm hal ini tdk boleh sedikitpun didalam hatiku ada rasa benci atau tdk suka terhadap mereka, krn Allah lebih berhak memutuskan apa yg dikehendakinya, aku hanya membimbing mereka, kadang Allah mengirim orang untuk menipuku, apakah hatiku akan sedih dg uang ratusan juta yg raib krn ulah mereka, apakah hatiku akan benci kpd mereka, ini semua ujian di..., kadang untuk menghajar napsuku,aku malah memberi uang kpd mereka yg pernah menipuku....kita harus menjaga hati kita jgn sampai kemasukan sifat2 tercela..."
wali paidi menunduk, dan tampa bisa dicegah berlinanglah air matanya...
Sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
ketika memasuki gerbang pondok, wali paidi melihat banyak orang duduk di sebelah musholla, sekitar lima orang yg duduk disitu, terlihat mereka adalah orang penting dipondok sini
" ada perlu apa mas...." tanya salah satudari mereka
" sowan ke mas kiai..." jawab wali paidi
" oh ke romo kiai..." jawab mereka
terlihat dari jawaban itu, kalau mereka tdk suka dg sebutan mas kiai yg di sebutkan oleh wali paidi, menurut mereka kurang sopan
" wah...skrng romo kiai tdk di ndalem, sampeyan ke makam aja dulu, menunggu disana..." jawab mereka
" inggih..." jawab wali paidi
ketika wali paidi mau beranjak pergi ke makam, ada suara yg memanggilnya
" di....paidi...ayo melu aku...."
wali paidi menoleh, dilihatnya mas kiai yg memanggilnya, wali paidi berbalik mendekati mas kiai dan mencium tangannya, serentak kelima orang yg duduk disebelah musholla berdiri berniat ikut salaman ke mas kiai, ternyata mereka duduk disitu juga menunggu mas kiai.
mas kiai mengangkat tangannya, beliau memberi isyarat kalau beliau tdk mau disalami, mereka lalu duduk kembali
wali paidi mengikuti mas kiai keluar dari pondok, mas kiai menuju mobil yg berada didepan gerbang, mas kiai menyuruh wali paidi masuk ke dalam mobil, didalam mobil sudah ada adik2 mas kiai, wali paidi menyalami mereka
mas kiai mengarahkan mobilnya ke selatan, wali paidi tdk tahu diajak kemana, mobil itu baru berhenti ketika didepannya ada warung kopi , mas kiai turun di ikuti adik2nya, wali paidi mengikuti dibelakang, warung kopi ini terlihat sederhana tp dari aroma kopinya,terasa kalau kopi di warung ini terasa nikmat.
adik2 mas kiai duduk agak menjauh, sedang walipaidi dan mas kiai duduk satu meja
wali paidi belum berani mengutarakan niatnya ke mas kiai, baru setelah pesanan kopi datang, dan mas kiai tampak sudah menyeruput kopinya, dan mulai menyalakan rokok mild-nya, wali paidi berniat mengutarakan unek2nya.
" dari rumah saja di..." mas kiai mendahului bertanya
" iya mas kiai..." jawab wali paidi
" begini di...kadang Allah menguji hambanya dg mendatangkan orang yg bernat menipu kpd kita, apakah hati kita akan terusik dg hal tsb atau tidak, seyogyanya kita dlm menata hati tdk boleh membedakan siapapun yg datang kpd kita, hati kita tdk boleh kemasukan sifat benci ataupun tdk suka kpd siapapun " kata mas kiai
setelah menghisap rokoknya mas kiai berkata lagi:
" Allah mengujiku dg mendatangkan para murid yg suka menjual namaku, suka meminta atas namaku, dlm hal ini tdk boleh sedikitpun didalam hatiku ada rasa benci atau tdk suka terhadap mereka, krn Allah lebih berhak memutuskan apa yg dikehendakinya, aku hanya membimbing mereka, kadang Allah mengirim orang untuk menipuku, apakah hatiku akan sedih dg uang ratusan juta yg raib krn ulah mereka, apakah hatiku akan benci kpd mereka, ini semua ujian di..., kadang untuk menghajar napsuku,aku malah memberi uang kpd mereka yg pernah menipuku....kita harus menjaga hati kita jgn sampai kemasukan sifat2 tercela..."
wali paidi menunduk, dan tampa bisa dicegah berlinanglah air matanya...
Sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps. 34
wali paidi bercerita, aku duduk melingkar bersama 5orang sepuh yg aku
tdk tahu siapa mereka, tampak dari wajah mereka, kalaumereka sedang
berdzikir sirr dan menunggu seseorang.
tak lama kemudian datanglah seorang pemuda yg kelihatannya miring otaknya, pemuda ini datang dg memakai sarung yg di lilitkan dilehernya bergaya seperti superman, dg agak bergumam pemuda ini ngomong2sendiri,
pemuda ini mengibas-ngibaskan sarungnya lalu mendekati kami, pemuda ini berdiri ditengah-tengah kami dan melewati satu persatu lima orang sepuh ini dg menutupkan sarungnya ke wajah mereka, ketika melewatiku pemuda ini tidak menutup wajahku dg sarungnya, pemuda ini mengitari kami sampai tiga kali, dan setiap lewat pemuda ini tetap menutupi lima orang sepuh ini kecuali wajahku saja yg tidak ditutupi sarungnya
setelah berputar sampai tiga kali pemuda ini berhenti dan menengadahkan wajahnya ke langit, lalu beranjak pergi sambil berkata dg jelas dan diulang-ulang
" musibah yg terbesar adalah terhijab dari Allah...."
seketika itu juga menangislah lima orang sepuh ini dg menjerit-jerit
aku hanya plungah plunguh melihat itu semua...
BERSAMBUNG Ke Eps 35
Sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
tak lama kemudian datanglah seorang pemuda yg kelihatannya miring otaknya, pemuda ini datang dg memakai sarung yg di lilitkan dilehernya bergaya seperti superman, dg agak bergumam pemuda ini ngomong2sendiri,
pemuda ini mengibas-ngibaskan sarungnya lalu mendekati kami, pemuda ini berdiri ditengah-tengah kami dan melewati satu persatu lima orang sepuh ini dg menutupkan sarungnya ke wajah mereka, ketika melewatiku pemuda ini tidak menutup wajahku dg sarungnya, pemuda ini mengitari kami sampai tiga kali, dan setiap lewat pemuda ini tetap menutupi lima orang sepuh ini kecuali wajahku saja yg tidak ditutupi sarungnya
setelah berputar sampai tiga kali pemuda ini berhenti dan menengadahkan wajahnya ke langit, lalu beranjak pergi sambil berkata dg jelas dan diulang-ulang
" musibah yg terbesar adalah terhijab dari Allah...."
seketika itu juga menangislah lima orang sepuh ini dg menjerit-jerit
aku hanya plungah plunguh melihat itu semua...
BERSAMBUNG Ke Eps 35
Sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps. 33
Wali paidi pertama diberitahu oleh nabiyullah Khidirkalau dia adalah
wali pengganti, mengalami kekagetan yg lumayan menggoncangkandirinya
sejak pengangkatan itu dirinya sering sakit, setiapbulan minim 2 kali wali paidi sakit, kadang tiba2 kepalanya pusing dan tubuhnyagreges, ros2 tulangnya serasa mau copot, dan setiap diobati penyakit itu tetapsaja menghampiri dirinya, seakan obat2an tdkmempan melawan penyakitnya
akibatnya wali paidi sering tidak hadir diacara -acara yg biasa ia hadiri, seperti ngopi bareng, remian, maleman, melek an,sampai bolo - bolo meledeknya, seperti orang kere yg manja hehehe
wali paidi jg gak ngerti dg keadaan tubuhnya ygtidak seperti biasanya ini, sampai akhirnya Nabi Khidir menemuinya dirinyalagi, Nabi Khidir datang dg bentuk seperti salesman, sales produk air mineral. Nabi Khidir menjelaskan kepada wali paidi
" setiap wali menanggung bala' atau menjaditameng setiap bala' yg diturunkan oleh Allah kpd umatnya..."setelah menaruh barang dagangannya, Nabi Khidirmenjelaskan lagi
" bala' yg turun ditanggung oleh para walisesuai tingkatan masing2 wali, semakin tinggi derajat wali semakin berat juga bala' yg ditanggungnya, dulu alm Habib Abu Bakar as Segaf ketika meninggal perutnya ketahuan bolong karena menanggung bala' umat yg dinaunginya, beliau adalah qutb, pemuka dan sultan para wali, sedang tanggungan bala' yg paling ringan adalah sakit kepala, awak greges seperti yg kamu alami itu...."
wali paidi manggut - manggut, dia jadi mengertikalau dia adalah wali pemula, wali pengganti ( wali badal ) seperti pemaincadangan dalam sepakbola,
" matur suwun, maklum wali anyar2an jadinyamanja..." ucap wali paidi
Nabi Khidir berkata lagi
" bersikaplah biasa seperti orang yg tidak sakit, mereka para wali jg mengalaminya, tapi mereka menyembunyikannya...."
Nabi Khidir berdiri lalu beranjak pergi, baru berjalan beberapa langkah Nabi Khidir menoleh dan berkata lagi
" oh ya, setiap ada orang yg memuji2mu, kamu jg akan merasakan sakit seperti itu...."
wali paidi terdiam, dia menyeruput kopinya lagi,dan mengambil satu batang rokok dan menyalakannya. enak2 merokok lewatlah Nabi Ilyas disamping wali paidi yg menyamar sebagai penjual gorengan
" memang enak jadi wali...hehehe..." kata Nabi Ilyas setengah berlari menyusul Nabi Khidir....
BERSAMBUNG Ke Eps 34
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
sejak pengangkatan itu dirinya sering sakit, setiapbulan minim 2 kali wali paidi sakit, kadang tiba2 kepalanya pusing dan tubuhnyagreges, ros2 tulangnya serasa mau copot, dan setiap diobati penyakit itu tetapsaja menghampiri dirinya, seakan obat2an tdkmempan melawan penyakitnya
akibatnya wali paidi sering tidak hadir diacara -acara yg biasa ia hadiri, seperti ngopi bareng, remian, maleman, melek an,sampai bolo - bolo meledeknya, seperti orang kere yg manja hehehe
wali paidi jg gak ngerti dg keadaan tubuhnya ygtidak seperti biasanya ini, sampai akhirnya Nabi Khidir menemuinya dirinyalagi, Nabi Khidir datang dg bentuk seperti salesman, sales produk air mineral. Nabi Khidir menjelaskan kepada wali paidi
" setiap wali menanggung bala' atau menjaditameng setiap bala' yg diturunkan oleh Allah kpd umatnya..."setelah menaruh barang dagangannya, Nabi Khidirmenjelaskan lagi
" bala' yg turun ditanggung oleh para walisesuai tingkatan masing2 wali, semakin tinggi derajat wali semakin berat juga bala' yg ditanggungnya, dulu alm Habib Abu Bakar as Segaf ketika meninggal perutnya ketahuan bolong karena menanggung bala' umat yg dinaunginya, beliau adalah qutb, pemuka dan sultan para wali, sedang tanggungan bala' yg paling ringan adalah sakit kepala, awak greges seperti yg kamu alami itu...."
wali paidi manggut - manggut, dia jadi mengertikalau dia adalah wali pemula, wali pengganti ( wali badal ) seperti pemaincadangan dalam sepakbola,
" matur suwun, maklum wali anyar2an jadinyamanja..." ucap wali paidi
Nabi Khidir berkata lagi
" bersikaplah biasa seperti orang yg tidak sakit, mereka para wali jg mengalaminya, tapi mereka menyembunyikannya...."
Nabi Khidir berdiri lalu beranjak pergi, baru berjalan beberapa langkah Nabi Khidir menoleh dan berkata lagi
" oh ya, setiap ada orang yg memuji2mu, kamu jg akan merasakan sakit seperti itu...."
wali paidi terdiam, dia menyeruput kopinya lagi,dan mengambil satu batang rokok dan menyalakannya. enak2 merokok lewatlah Nabi Ilyas disamping wali paidi yg menyamar sebagai penjual gorengan
" memang enak jadi wali...hehehe..." kata Nabi Ilyas setengah berlari menyusul Nabi Khidir....
BERSAMBUNG Ke Eps 34
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps. 30
Diceritakan pada
beberapa edisi yg lalu tentang perjalanan (salik) nya wali paidi ketika
mondok disebuah pesanten, cerita kilas balik sejarah asal mula sosok
wali paidi, dan sekarang penulis akan mengisahkan sepotong cerita masa
kecil wali paidi....
***
Berjalanlah dg menunduk seorang kiai kampung yg sudah sepuh, tampak sarung BHS nya yg lusuh pemberian orang 5 tahun yg lalu dan baju takwa yg sudah tidak bisa dibilang putih menghiasi tubuhnya yg ringkih kiai ini menuju musholla sederhana yg berada disamping rumahnya, kiai ini mendengar suara tangisan seorang anak kecil yg begitu menyayat hati dari dalam kamarnya ketika sholat dhuha, setelah mencarinya ternyata suara itu berasal dari dalam musholla disamping rumahnya
Kiai sepuh ini dg agak gemetar memasuki musholla, setelah membuka pintu pagar dari kayu yg sudah lapuk, kiai ini masuk kedalam, dilihatnya ada anak kecil yg bersandarkan dinding duduk bersila dg memangku sebuah alqur'an, tampak pundak anak kecil terlihat berguncang-guncang karena menahan tangisannya yg memilukan kiai sepuh ini mendekati anak tersebut, setelah dekat barulah kiai sepuh ini mengenali siapa anak ini
" lho, nak paidi....mengapa kok nangis begitu.." ucap kiai dg memegang pundak paidi kecil
" ini mbah, dalam surat albaqoroh diterangkan kalau kayu bakar neraka itu adalah para manusia...." ucap paidi kecil dg suara terbata-bata
" nak....kamu kan masih kecil, kamu masih suci, kamu gak akan masuk neraka..." ucap kiai menghibur dg suara bergetar paidi kecil ini menjawab :
" mbah, kalau panjenengan pernah lihat tungku pembakaran, pasti yg dimasukkan ke tungku pertama kali untuk menyalakan api adalah ranting-ranting kecil ..."
paidi kecil menunduk, terdengar suara tangisannya semakin keras, tampak qur'an yg dipangkunya basah terkena air matanya
kiai sepuh ini gemetar kakinya mendengar jawaban paidi kecil, dan kiai sepuh ini jatuh terduduk, kiai sepuh ini menangis sesunggukan....
" ya Allah.....astagfirullah....." rintih kiai sepuh
paidi kecil terkejut, serta merta dia merangkul kiai sepuh, dia merasah bersalah karena menyebabkan kiai sepuh besedih, jadilah keduanya saling bertangis-tangisan.....
" mbah...njenengan gak usah bersedih, saya tahu dan bersedia menjadi saksi kalau mbah kiai adalah orang yg baik, dan saya yakin kalau mbah kiai kelak terhindar dari api neraka..." ucap paidi kecil menghibur
dg masih menangis kiai sepuh ini menjawab :
" nak....dalam tungku pembakaran, kayu yg paling lama dan terakhir dibakar adalah kayu bongkotan, kayu yg sudah tua seperti aku ini....."
tidak bisa dicegah pecahlah tangisan kedua, mereka saling berangkulan dan sama-sama menangis, pemandangan yg begitu menyayat hati......
esok harinya kiai sepuh ini sakit, kiai sepuh tiada henti- hentinya menangis, kalau ditanya orang-orang yg menjenguknya mengapa kiai tiada berhenti menangis, kiai hanya menggelengkan kepala dan terus menangis satu minggu kemudian mbah kiai ini dipanggil yg maha kuasa.....
Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un....
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
***
Berjalanlah dg menunduk seorang kiai kampung yg sudah sepuh, tampak sarung BHS nya yg lusuh pemberian orang 5 tahun yg lalu dan baju takwa yg sudah tidak bisa dibilang putih menghiasi tubuhnya yg ringkih kiai ini menuju musholla sederhana yg berada disamping rumahnya, kiai ini mendengar suara tangisan seorang anak kecil yg begitu menyayat hati dari dalam kamarnya ketika sholat dhuha, setelah mencarinya ternyata suara itu berasal dari dalam musholla disamping rumahnya
Kiai sepuh ini dg agak gemetar memasuki musholla, setelah membuka pintu pagar dari kayu yg sudah lapuk, kiai ini masuk kedalam, dilihatnya ada anak kecil yg bersandarkan dinding duduk bersila dg memangku sebuah alqur'an, tampak pundak anak kecil terlihat berguncang-guncang karena menahan tangisannya yg memilukan kiai sepuh ini mendekati anak tersebut, setelah dekat barulah kiai sepuh ini mengenali siapa anak ini
" lho, nak paidi....mengapa kok nangis begitu.." ucap kiai dg memegang pundak paidi kecil
" ini mbah, dalam surat albaqoroh diterangkan kalau kayu bakar neraka itu adalah para manusia...." ucap paidi kecil dg suara terbata-bata
" nak....kamu kan masih kecil, kamu masih suci, kamu gak akan masuk neraka..." ucap kiai menghibur dg suara bergetar paidi kecil ini menjawab :
" mbah, kalau panjenengan pernah lihat tungku pembakaran, pasti yg dimasukkan ke tungku pertama kali untuk menyalakan api adalah ranting-ranting kecil ..."
paidi kecil menunduk, terdengar suara tangisannya semakin keras, tampak qur'an yg dipangkunya basah terkena air matanya
kiai sepuh ini gemetar kakinya mendengar jawaban paidi kecil, dan kiai sepuh ini jatuh terduduk, kiai sepuh ini menangis sesunggukan....
" ya Allah.....astagfirullah....." rintih kiai sepuh
paidi kecil terkejut, serta merta dia merangkul kiai sepuh, dia merasah bersalah karena menyebabkan kiai sepuh besedih, jadilah keduanya saling bertangis-tangisan.....
" mbah...njenengan gak usah bersedih, saya tahu dan bersedia menjadi saksi kalau mbah kiai adalah orang yg baik, dan saya yakin kalau mbah kiai kelak terhindar dari api neraka..." ucap paidi kecil menghibur
dg masih menangis kiai sepuh ini menjawab :
" nak....dalam tungku pembakaran, kayu yg paling lama dan terakhir dibakar adalah kayu bongkotan, kayu yg sudah tua seperti aku ini....."
tidak bisa dicegah pecahlah tangisan kedua, mereka saling berangkulan dan sama-sama menangis, pemandangan yg begitu menyayat hati......
esok harinya kiai sepuh ini sakit, kiai sepuh tiada henti- hentinya menangis, kalau ditanya orang-orang yg menjenguknya mengapa kiai tiada berhenti menangis, kiai hanya menggelengkan kepala dan terus menangis satu minggu kemudian mbah kiai ini dipanggil yg maha kuasa.....
Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un....
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps.22
Diceritakan pd edisi yg
lalu, dlm kesedihannya wali paidi duduk tertidur & berminpi
melihat seluruh teman2nya membawa lampu petromak, tampak sinar yg
terang benderang dikamar masing2 santri krn lampu petromak yg mrk bawa,
sedang kamar wali paidi tidak bersinar, wali paidi menunduk, dia
merasa dirinya kotor & tdk berguna
" ya Allah aku pasrahkan diriku padamu, aku ridlo dg ketentuanmu kpdku...."
Lalu tiba2 ada sinar yg lebih terang keluar dr dalam kamar wali paidi, sinar itu begitu terangnya sehingga sinar2 yg keluar dr kamar santri yg lain seakan meredup, Wali paidi melihat tangan yg begitu halus memegang lampu petromak keluar dr kamarnya, ketika berada dihadapannya wali paidi mendongak ke atas, wali paidi begitu terharu melihat yg membawa lampu tsb
" anta misbahus shuduri......ya Rasulullah....anta misbahus shuduri....." jerit wali paidi
Dilihatnya Rasulullah tersenyum kpdnya, seakan beliau berkata : ” kamu jgn bersedih hati, aku yg akan membimbingmu...."
Rasulullah lalu duduk disamping wali paidi & mengangkat lampu petromak itu tinggi2 sinar yg terpancar itu menyebar dg lembut menyinari seluruh pondok, Wali paidi terbangun ktk adzan isya berkumandang, hati wali paidi dipenuhi kebahagiaan, damai hatinya dirasakan menjalar keseluruh tubuhnya, tubuhnya menjadi segar & ringan, masih terasa kesejukkan senyum Rasulullah kpd dirinya
Keesokan paginya wali paidi dipanggil kiai, setelah mandi & berpakaian rapi wali paidi sowan ke kiai, dilihatnya kiai sdh menunggunya didepan ndalem, didepannya ada meja bulat dr kayu jati, diatasnya Ada dua csngkir kopi, & ada dua bungkus rokok gudang garam ijo & dji sam soe, kiai mempersilahkan wali paidi duduk
" diminum kopinya ..." ucap kiai
" inggih..." jawab wali paidi
Kiai lalu mengambil rokok gudang garamnya & menyalakannya, semenit kemudian asap rokok & kopi mengepul disekeliling mereka
" itu dji sam soe rokokmu...dinyalakan aja.." perintah kiai
"inggih..." jawab wali paidi lalu menyalakan rokoknya
Terjadi keheningan diantara mereka, kiai hny diam, sesekali beliau mengucapkan kalimat tasbih, wali paidi hny menunduk. Lalu kiai berkata lagi kpd wali paidi " aku sengaja bersikap keras kpdmu, spy kamu tdk bergantung kpdku, aku pingin km lebih bergantung kpd Allah secara lansung, "
Kiai menghisap rokoknya dalam2, lalu berkata lagi " Dan lagi, kelak kedudukanmu itu akan lebih tinggi drpd kedudukanku, aku tdk mengijinkanmu ikut belajar itu krn kamu lebih cocok mempelajari ilmu hikmah, tp bukan aku yg mengajarkan hal itu, kelak gurumu dr tulungagung yg mengajarkan hal itu kpdmu..."
Wali paidi mengangguk, walau kiainya ini terang2an mengatakan klo kedudukannya kelak akan lebih tinggi, dihadapan kiainya ini wali paidi semakin hormat, hatinya diliputi ketawadu'an yg begitu kuat kpd kiainya ini " mimpimu td malam jadikan kekuatan dlm hatimu..." ucap kiai singkat
Wali paidi agak terkejut mendengar ucapan kiainya ini, ternyata kiai mengetahui mimpiku td malam bathin wali paidi
" dan ciri orang ahli hikmah..." kiai berhenti, setelah menyeruput kopinya kiai melanjutkan kata2nya lagi " hatinya tdk pernah lupa kpd Allah, hatinya dipenuhi dg Allah, lantunan dzikir yg berputar2 didalamnya.." Kata kiai lalu berdiri mendekati wali paidi, kiai menaruh tangannya didada wali paidi " penuhi hatimu dg Allah...." kata kiai
Bergemuruhlah hati wali paidi, hatinya berdzikir dg sendirinya.." Allah...Allah...Allah...." secara terus menerus
" Wis ...sekarang waktunya kamu bersih2 ndalem & pondok..." perintah kiai lalu masuk ke ndalem
Wali paidi berdiri & beranjak dr ndalem menuju ke kamarnya mengambil sapu lidi lalu mulai menyapu halaman pondok, & menata sandal para santri yg berserakan didepan kamar, hati wali paidi terus berdzikir, kadang suara sapunya ketika digerakkan ketanah berbunyi seakan ikut berdzikir mengiringi dzikir wali paidi
Sejak itu wali paidi begitu tekun & begitu tawaduk melayani pr santri, sikap wali paidi yg begitu mengalah & manut saja ketika disuruh2 para santri menjadikannya banyak santri yg kurang ajar kepadanya
Suatu ketika Ada santri yg hafids ( hapal alqur'an ) menggoda wali paidi dg sangat kelewatan, lalu tiba2 saja hapalannya hilang, santri yg hafids ini bingung krn ujian kelulusannya sebentar lagi diujikan & syarat kelulusannya adalah hrs hapal alquran 30 juz, peristiwa hilangnya hapalan santri ini akhirnya dilaporkan kpd kiai
" suruh dia minta maaf kpd paidi, & jangan diulangi lagi kekurang ajaran kpd paidi, klo diulangi lagi bisa hilang hapalannya secara permanen..." kata kiai.
Jawaban kiai ini dilaporkan kpd santri yg hafids tsb, & dg menangis santri ini minta maaf kpd wali paidi. Wali paidi kaget ketika Ada santri yg menangis kpdnya & minta dimaafkan kesalahannya.
Wali paidi dg hormat berkata " salah nopo Gus, mboten wonten sing salah, ( salah apa Gus, tdk ada yg salah).."
Santri ini tetap saja menangis dihadapan wali paidi, " inggih2 saya maafkan.." kata wali paidi walau tdk mengerti apa permasalahan yg terjadi.
Dan atas kehendak Allah hapalan santri tsb berangsur angsur kembali lagi, memang benar kata Allah, barang siapa memusuhi waliku, Aku mengumumkan perang dgnya, begitulah yg terjadi thdp santri yg hafids ini, Allah yg tdk terima atas perlakuaannya thdp wali paidi, walau wali paidi merasa biasa saja.
Sejak peristiwa itu para santri tdk berani lg bersikap kurang ajar kpd wali paidi, malah mrk menganggap wali paidi sekarang sebagai sesepuh pondok wakil kiai didalam pondok. Wali paidi bersikap biasa saja, dia tiap pagi tetap menyapu halaman pondok & menata sandal para santri, hatinya tetap biasa saja tidak merasa hebat atau merasa rendah diri, baginya ketika menyapu halaman pondok & menata sandal para santri itulah waktu ia bercakapap cakap dg Allah.....
BERSAMBUNG Ke Eps 24
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
" ya Allah aku pasrahkan diriku padamu, aku ridlo dg ketentuanmu kpdku...."
Lalu tiba2 ada sinar yg lebih terang keluar dr dalam kamar wali paidi, sinar itu begitu terangnya sehingga sinar2 yg keluar dr kamar santri yg lain seakan meredup, Wali paidi melihat tangan yg begitu halus memegang lampu petromak keluar dr kamarnya, ketika berada dihadapannya wali paidi mendongak ke atas, wali paidi begitu terharu melihat yg membawa lampu tsb
" anta misbahus shuduri......ya Rasulullah....anta misbahus shuduri....." jerit wali paidi
Dilihatnya Rasulullah tersenyum kpdnya, seakan beliau berkata : ” kamu jgn bersedih hati, aku yg akan membimbingmu...."
Rasulullah lalu duduk disamping wali paidi & mengangkat lampu petromak itu tinggi2 sinar yg terpancar itu menyebar dg lembut menyinari seluruh pondok, Wali paidi terbangun ktk adzan isya berkumandang, hati wali paidi dipenuhi kebahagiaan, damai hatinya dirasakan menjalar keseluruh tubuhnya, tubuhnya menjadi segar & ringan, masih terasa kesejukkan senyum Rasulullah kpd dirinya
Keesokan paginya wali paidi dipanggil kiai, setelah mandi & berpakaian rapi wali paidi sowan ke kiai, dilihatnya kiai sdh menunggunya didepan ndalem, didepannya ada meja bulat dr kayu jati, diatasnya Ada dua csngkir kopi, & ada dua bungkus rokok gudang garam ijo & dji sam soe, kiai mempersilahkan wali paidi duduk
" diminum kopinya ..." ucap kiai
" inggih..." jawab wali paidi
Kiai lalu mengambil rokok gudang garamnya & menyalakannya, semenit kemudian asap rokok & kopi mengepul disekeliling mereka
" itu dji sam soe rokokmu...dinyalakan aja.." perintah kiai
"inggih..." jawab wali paidi lalu menyalakan rokoknya
Terjadi keheningan diantara mereka, kiai hny diam, sesekali beliau mengucapkan kalimat tasbih, wali paidi hny menunduk. Lalu kiai berkata lagi kpd wali paidi " aku sengaja bersikap keras kpdmu, spy kamu tdk bergantung kpdku, aku pingin km lebih bergantung kpd Allah secara lansung, "
Kiai menghisap rokoknya dalam2, lalu berkata lagi " Dan lagi, kelak kedudukanmu itu akan lebih tinggi drpd kedudukanku, aku tdk mengijinkanmu ikut belajar itu krn kamu lebih cocok mempelajari ilmu hikmah, tp bukan aku yg mengajarkan hal itu, kelak gurumu dr tulungagung yg mengajarkan hal itu kpdmu..."
Wali paidi mengangguk, walau kiainya ini terang2an mengatakan klo kedudukannya kelak akan lebih tinggi, dihadapan kiainya ini wali paidi semakin hormat, hatinya diliputi ketawadu'an yg begitu kuat kpd kiainya ini " mimpimu td malam jadikan kekuatan dlm hatimu..." ucap kiai singkat
Wali paidi agak terkejut mendengar ucapan kiainya ini, ternyata kiai mengetahui mimpiku td malam bathin wali paidi
" dan ciri orang ahli hikmah..." kiai berhenti, setelah menyeruput kopinya kiai melanjutkan kata2nya lagi " hatinya tdk pernah lupa kpd Allah, hatinya dipenuhi dg Allah, lantunan dzikir yg berputar2 didalamnya.." Kata kiai lalu berdiri mendekati wali paidi, kiai menaruh tangannya didada wali paidi " penuhi hatimu dg Allah...." kata kiai
Bergemuruhlah hati wali paidi, hatinya berdzikir dg sendirinya.." Allah...Allah...Allah...." secara terus menerus
" Wis ...sekarang waktunya kamu bersih2 ndalem & pondok..." perintah kiai lalu masuk ke ndalem
Wali paidi berdiri & beranjak dr ndalem menuju ke kamarnya mengambil sapu lidi lalu mulai menyapu halaman pondok, & menata sandal para santri yg berserakan didepan kamar, hati wali paidi terus berdzikir, kadang suara sapunya ketika digerakkan ketanah berbunyi seakan ikut berdzikir mengiringi dzikir wali paidi
Sejak itu wali paidi begitu tekun & begitu tawaduk melayani pr santri, sikap wali paidi yg begitu mengalah & manut saja ketika disuruh2 para santri menjadikannya banyak santri yg kurang ajar kepadanya
Suatu ketika Ada santri yg hafids ( hapal alqur'an ) menggoda wali paidi dg sangat kelewatan, lalu tiba2 saja hapalannya hilang, santri yg hafids ini bingung krn ujian kelulusannya sebentar lagi diujikan & syarat kelulusannya adalah hrs hapal alquran 30 juz, peristiwa hilangnya hapalan santri ini akhirnya dilaporkan kpd kiai
" suruh dia minta maaf kpd paidi, & jangan diulangi lagi kekurang ajaran kpd paidi, klo diulangi lagi bisa hilang hapalannya secara permanen..." kata kiai.
Jawaban kiai ini dilaporkan kpd santri yg hafids tsb, & dg menangis santri ini minta maaf kpd wali paidi. Wali paidi kaget ketika Ada santri yg menangis kpdnya & minta dimaafkan kesalahannya.
Wali paidi dg hormat berkata " salah nopo Gus, mboten wonten sing salah, ( salah apa Gus, tdk ada yg salah).."
Santri ini tetap saja menangis dihadapan wali paidi, " inggih2 saya maafkan.." kata wali paidi walau tdk mengerti apa permasalahan yg terjadi.
Dan atas kehendak Allah hapalan santri tsb berangsur angsur kembali lagi, memang benar kata Allah, barang siapa memusuhi waliku, Aku mengumumkan perang dgnya, begitulah yg terjadi thdp santri yg hafids ini, Allah yg tdk terima atas perlakuaannya thdp wali paidi, walau wali paidi merasa biasa saja.
Sejak peristiwa itu para santri tdk berani lg bersikap kurang ajar kpd wali paidi, malah mrk menganggap wali paidi sekarang sebagai sesepuh pondok wakil kiai didalam pondok. Wali paidi bersikap biasa saja, dia tiap pagi tetap menyapu halaman pondok & menata sandal para santri, hatinya tetap biasa saja tidak merasa hebat atau merasa rendah diri, baginya ketika menyapu halaman pondok & menata sandal para santri itulah waktu ia bercakapap cakap dg Allah.....
BERSAMBUNG Ke Eps 24
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
Thursday, April 28, 2016
Wali Paidi Eps. 21
Wali paidi adalah anak ketiga dari tiga bersaudara, dia anak
terakhir,kakaknya yg pertama namanya sholeh, dan sekarang dia jadi kiai
di daerah Kediri, punya pondok salaf kecil, yg hanya ramai ketika bulan
ramadlan, sudah menjadi budaya kalau bulan ramadlan banyak santri dari
pondok lain yg ngaji posoan hanya untuk menghatamkan beberapa kitab,
karena kalau ngaji pas bulan ramadlan ngaji kitabnya super cepat yg bertujuan memang untuk menghatamkan bukan untuk kepahaman
Sholeh kakaknya wali paidi ini memang sangat cerdas dan pintar, sejak lulus madrasah ibtidaiyyah ( setingkat SD ) dia sudah mondok, dia selalu dapat rangking dikelasnya , sehingga tidak heran ketika dia lulus dia diambil menantu seorang kiai di daerah Kediri, dan setelah ayah mertuanya wafat, dialah yg meneruskan menjadi pengasuh pondok pesantren peninggalan mertuanya.
Sedang kakak perempuanya menjadi istri seorang kiai besar didaerah jawa tengah, kakaknya ini memang cantik, kulitnya putih seperti ibunya dan wajahnya elok ke arab-araban seperti bapaknya, kakak perempuannya ini sering dan berkali – kali ketika pulang meminta orang tuanya untuk tinggal dengannya , pindah ke jawa tengah, dan kemauan kakaknya ini sangat didukung keluarga suaminya, kebetulan keluarga suami kakaknya ini kaya raya, bukan karena pondoknya yg besar tapi keluarga suami kakakku ini mempunyai kebun teh yg ber hektare-hektare luasnya. Tapi orang tuanya tidak mau menerima tawaran kakak perempuannya ini, mereka sudah bahagia melihat anak mereka bahagia itu alasan mereka.
Kakak perempuan wali paidi ini juga sejak kecil sudah berangkat mondok di pesantren di daerah jawa tengah, dan ketika lulus kakaknya ini di ambil menantu oleh pengasuh pondoknya. Sedangkan sejak kecil wali paidi selalu dirumah, ketika ditawari untuk mondok dia tidak mau, wali paidi masih ingin berbakti kepada orang tuanya, karena orang tuanya sudah tua, wali paidi tidak tega kalau meninggalkan orang tuanya sendirian tanpa siapa – siapa yg selalu siap membantunya, wali paidi sudah sangat senang melihat kakaknya telah menjadi orang semua
Tapi ketika wali paidi sudah lulus aliyah, dia disuruh abahnya untuk mondok, abahnya bermimpi bertemu dengan sunan gunung jati yg menyuruhnya untuk memondokkan anaknya, ibunya sebenarnya menentang keras ke inginan abahnya, ibunya ini tidak tega melihat wali paidi pergi sendirian di tempat yg jauh, ibunya ini sangat sayang dan memanjakan wali paidi, tapi abahnya tetap bersikukuh untuk tetap memondokkan wali paidi, keputusan abahnya tidak bisa diganggu gugat, abahnya ini memang keras dan tidak mau mengalah kalau mengenai hal2 yg bersifat aqidah, walaupun dihal lain yg tidak bersifat aqidah abahnya ini sering mengalah terhadap ibunya.
Berangkatlah wali paidi mondok ke jombang sesuai petunjuk sunan gunungjati yg disampaikan melalui abahnya, pondok wali paidi ini pondok yg sangat istimewa, santrinya sedikit tapi rata2 pintar dan alim semua, anak2 yg mondok disini rata2 sejak syanawiyah sudah disuruh menghapalkan al quran dan kebanyakan mereka ketika lulus sudah bisa hapal alqur’an dan ketika memasuki aliyah baru diajarkan ilmu nahwu shorof, pengasuh pondok wali paidi ini orangnya terlihat biasa, perawakannya kecil dan kulitnya agak hitam karena seringnya beliau pergi kesawah, tapi menurut khabar dari santri2 yg didengar oleh wali paidi bahwa kiai pengasuh ini sebenarnya adalah seorang wali yg mastur ( tersembunyi )
Ketika wali paidi sowan dg abahnya ke pengasuh pondoknya, abahnya bilang kepada mbah kyai
“ mbah yai, saya titipkan anak saya kepada sampeyan, saya pasrah dan ridlo dg apapun yg akan mbah kyai lakukan terhadap anak saya, andai mbah kyai menyembelihnyapun, saya ikhlas…”
“ ingih…inggih…insya Allah anak sampeyan ini jadi orang yg bermanfaat…” ujar mbah kyai
Lalu wali paidi diantar abahnya ke kamar pondoknya, abahnya berkata kepada wali paidi :
“ nak…aku memondokkan kamu ini bukan bertujuan membuatmu supaya pinter, tapi aku pingin kamu mondok ini belajar akhlaq yg baik kepada kiaimu, apapun yg diperintah kiaimu laksanakan dg ikhlas, andai kiai menyuruhmu memotong tanganmupun kamu harus melakukannya, tanpa harus bertanya apa alasannya…”
“ inggih abah…” jawab wali paidi
Ke esokkan harinya wali paidi dipanggil oleh abah yai kendalem, bergegaslah wali paidi menemuai abah yai Setelah bersalaman wali paidi duduk di lantai, di depannya abah yai duduk dg bersandarkan tembok, kaki kananya diangkat dan tampak di selipan jari tangan kanan abah yai terselip rokok kretek gudang garam hijau
“ paidi…kamu mondok disini gak usah ikut belajar ngaji, percuma otakmu gak akan kuat untuk menghapalkan alqur’an, apalagi belajar nahwu dan shorof, ..” ucap abah yai
Wali paidi terdiam, hatinya merasa terpukul dan sedih, tidak dinyana kiainya akan berkata seperti itu, walau pesan abahnya kpd dirinya kepintaran bukan tujuannya untuk dipondokkan, tapi ucapan kiainya ini begitu menghujam hatinya.
“ mengapa…apa kamu gak terima, kalau kamu gak terima dan gak mau mondok disini ya pulang saja, ..” kata kiainya dg cuek
Setelah menghisap rokoknya, kiai berkata lagi
“ abahmu menitipkan kamu kepadaku ini supaya mendidikmu, menjadikanmu sebagai orang yg bermanfaat, dan aku lihat kamu ini gak cocok untuk belajar, gak ada manfaatnya krn otakmu yg kendo itu, aku melihat kamu ini lebih pas kalau menjadi kacung disini, membantu bersih2 ndalem, dan membantu memudahkan santri2 lain untuk belajar disini, membersihkan kamar mereka, menatakan sandal mereka, mengisi bak kamar mandi dan sebagainya..”
Wali paidi terdiam hatinya marah bercampur sedih, dia sangat sedih dibilang otaknya kendo, tapi dia teringat pesan abahnya untuk manut atas apapun perintah kiainya
“ bagaimana, apa kamu sanggup menjadi kacung disini…” ucap kiainya lagi
“ inggih kyai…” jawab wali paidi pelan
“ kalau begitu mulai sekarang kamu bersih2 ndalem , habis itu bersih2 pondok…” ucap kiainya
Sejak saat itu wali paidi selama di pondok hanya menjadi kacung bagi santri yg lain, pertama dia agak uring – uringan menjalankan perintah kiainya ini tapi lama kelamaan hatinya menjadi sadar, dia ini sebenarnya jg belajar, belajar menjalankan perintah kiainya dg baik dan benar, cuma perintah bagi dirinya saja yg berbeda, dia disuruh melayani santri yg lain, sedang santri yg lain di perintah untuk belajar dg tekun, sama-sama menjalankan perintah kiai
Di suatu malam sehabis magrib, wali paidi duduk termenung di depan kamarnya, dia melihat para santri ada yg menhapalkan al qur’an dan sebagaian yg lain bermusyawarah membahas permasalahan nahwu dan shorof, hati wali paidi menjadi gundah, dia merasa sangat bodoh dan gak bisa apa-apa, apalagi kemarin kakaknya berkunjung kepadanya dan mengetes kemampuannya dalam hal pengetahuan agama dan dia tidak bisa sama sekali untuk menjawab pertanyaan kakaknya itu,
Di lihatnya para santri punya kemahiran di bidangnya masing – masing, sedang dia hanya bisa menyapu dan menata sandal mereka, dalam kegundahannya itu wali paidi tertidur dg posisi terduduk didepan kamarnya
Wali paidi bermimpi, dalam mimpinya tsb dia seakan terbangun dari tidurnya dan masih dalam keadaan duduk di depan kamarnya, dilihatnya kamar – kamar santri yg lain pada bersinar terang, cahaya – cahaya yg keluar dari kamar2 itu berasal dari lampu petromak yg dibawa para santri, terpancar kegembiraan dari wajah para santri karena mempunyai lampu ditangan mereka sedang kamar wali paidi tidak mengeluarkan cahaya karena wali paidi tidak mempunyai lampu petromak seperti mereka, Tapi tiba-tiba ada cahaya yg keluar dari dalam kamar wali paidi, cahaya itu begitu sangat terang sehingga cahaya – cahaya yg keluar dr kamar yg lain seakan meredup terkena cahaya dr kamarnya ini. Cahaya itu mendekati wali paidi, setelah cahaya itu mendekat dilihatlah sebuah lampu petromak yg dibawa seseorang, wali paidi melihat sebuah tangan yg begitu putih dan halus memegang lampu petromak itu, wali paidi mengarahkan pandangannya ke atas, wali paidi begitu terkejut dan begitu terharu setelah tahu siapa yg membawa lampu petromak tersebut……
Bersambung Ke Eps 22
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
Sholeh kakaknya wali paidi ini memang sangat cerdas dan pintar, sejak lulus madrasah ibtidaiyyah ( setingkat SD ) dia sudah mondok, dia selalu dapat rangking dikelasnya , sehingga tidak heran ketika dia lulus dia diambil menantu seorang kiai di daerah Kediri, dan setelah ayah mertuanya wafat, dialah yg meneruskan menjadi pengasuh pondok pesantren peninggalan mertuanya.
Sedang kakak perempuanya menjadi istri seorang kiai besar didaerah jawa tengah, kakaknya ini memang cantik, kulitnya putih seperti ibunya dan wajahnya elok ke arab-araban seperti bapaknya, kakak perempuannya ini sering dan berkali – kali ketika pulang meminta orang tuanya untuk tinggal dengannya , pindah ke jawa tengah, dan kemauan kakaknya ini sangat didukung keluarga suaminya, kebetulan keluarga suami kakaknya ini kaya raya, bukan karena pondoknya yg besar tapi keluarga suami kakakku ini mempunyai kebun teh yg ber hektare-hektare luasnya. Tapi orang tuanya tidak mau menerima tawaran kakak perempuannya ini, mereka sudah bahagia melihat anak mereka bahagia itu alasan mereka.
Kakak perempuan wali paidi ini juga sejak kecil sudah berangkat mondok di pesantren di daerah jawa tengah, dan ketika lulus kakaknya ini di ambil menantu oleh pengasuh pondoknya. Sedangkan sejak kecil wali paidi selalu dirumah, ketika ditawari untuk mondok dia tidak mau, wali paidi masih ingin berbakti kepada orang tuanya, karena orang tuanya sudah tua, wali paidi tidak tega kalau meninggalkan orang tuanya sendirian tanpa siapa – siapa yg selalu siap membantunya, wali paidi sudah sangat senang melihat kakaknya telah menjadi orang semua
Tapi ketika wali paidi sudah lulus aliyah, dia disuruh abahnya untuk mondok, abahnya bermimpi bertemu dengan sunan gunung jati yg menyuruhnya untuk memondokkan anaknya, ibunya sebenarnya menentang keras ke inginan abahnya, ibunya ini tidak tega melihat wali paidi pergi sendirian di tempat yg jauh, ibunya ini sangat sayang dan memanjakan wali paidi, tapi abahnya tetap bersikukuh untuk tetap memondokkan wali paidi, keputusan abahnya tidak bisa diganggu gugat, abahnya ini memang keras dan tidak mau mengalah kalau mengenai hal2 yg bersifat aqidah, walaupun dihal lain yg tidak bersifat aqidah abahnya ini sering mengalah terhadap ibunya.
Berangkatlah wali paidi mondok ke jombang sesuai petunjuk sunan gunungjati yg disampaikan melalui abahnya, pondok wali paidi ini pondok yg sangat istimewa, santrinya sedikit tapi rata2 pintar dan alim semua, anak2 yg mondok disini rata2 sejak syanawiyah sudah disuruh menghapalkan al quran dan kebanyakan mereka ketika lulus sudah bisa hapal alqur’an dan ketika memasuki aliyah baru diajarkan ilmu nahwu shorof, pengasuh pondok wali paidi ini orangnya terlihat biasa, perawakannya kecil dan kulitnya agak hitam karena seringnya beliau pergi kesawah, tapi menurut khabar dari santri2 yg didengar oleh wali paidi bahwa kiai pengasuh ini sebenarnya adalah seorang wali yg mastur ( tersembunyi )
Ketika wali paidi sowan dg abahnya ke pengasuh pondoknya, abahnya bilang kepada mbah kyai
“ mbah yai, saya titipkan anak saya kepada sampeyan, saya pasrah dan ridlo dg apapun yg akan mbah kyai lakukan terhadap anak saya, andai mbah kyai menyembelihnyapun, saya ikhlas…”
“ ingih…inggih…insya Allah anak sampeyan ini jadi orang yg bermanfaat…” ujar mbah kyai
Lalu wali paidi diantar abahnya ke kamar pondoknya, abahnya berkata kepada wali paidi :
“ nak…aku memondokkan kamu ini bukan bertujuan membuatmu supaya pinter, tapi aku pingin kamu mondok ini belajar akhlaq yg baik kepada kiaimu, apapun yg diperintah kiaimu laksanakan dg ikhlas, andai kiai menyuruhmu memotong tanganmupun kamu harus melakukannya, tanpa harus bertanya apa alasannya…”
“ inggih abah…” jawab wali paidi
Ke esokkan harinya wali paidi dipanggil oleh abah yai kendalem, bergegaslah wali paidi menemuai abah yai Setelah bersalaman wali paidi duduk di lantai, di depannya abah yai duduk dg bersandarkan tembok, kaki kananya diangkat dan tampak di selipan jari tangan kanan abah yai terselip rokok kretek gudang garam hijau
“ paidi…kamu mondok disini gak usah ikut belajar ngaji, percuma otakmu gak akan kuat untuk menghapalkan alqur’an, apalagi belajar nahwu dan shorof, ..” ucap abah yai
Wali paidi terdiam, hatinya merasa terpukul dan sedih, tidak dinyana kiainya akan berkata seperti itu, walau pesan abahnya kpd dirinya kepintaran bukan tujuannya untuk dipondokkan, tapi ucapan kiainya ini begitu menghujam hatinya.
“ mengapa…apa kamu gak terima, kalau kamu gak terima dan gak mau mondok disini ya pulang saja, ..” kata kiainya dg cuek
Setelah menghisap rokoknya, kiai berkata lagi
“ abahmu menitipkan kamu kepadaku ini supaya mendidikmu, menjadikanmu sebagai orang yg bermanfaat, dan aku lihat kamu ini gak cocok untuk belajar, gak ada manfaatnya krn otakmu yg kendo itu, aku melihat kamu ini lebih pas kalau menjadi kacung disini, membantu bersih2 ndalem, dan membantu memudahkan santri2 lain untuk belajar disini, membersihkan kamar mereka, menatakan sandal mereka, mengisi bak kamar mandi dan sebagainya..”
Wali paidi terdiam hatinya marah bercampur sedih, dia sangat sedih dibilang otaknya kendo, tapi dia teringat pesan abahnya untuk manut atas apapun perintah kiainya
“ bagaimana, apa kamu sanggup menjadi kacung disini…” ucap kiainya lagi
“ inggih kyai…” jawab wali paidi pelan
“ kalau begitu mulai sekarang kamu bersih2 ndalem , habis itu bersih2 pondok…” ucap kiainya
Sejak saat itu wali paidi selama di pondok hanya menjadi kacung bagi santri yg lain, pertama dia agak uring – uringan menjalankan perintah kiainya ini tapi lama kelamaan hatinya menjadi sadar, dia ini sebenarnya jg belajar, belajar menjalankan perintah kiainya dg baik dan benar, cuma perintah bagi dirinya saja yg berbeda, dia disuruh melayani santri yg lain, sedang santri yg lain di perintah untuk belajar dg tekun, sama-sama menjalankan perintah kiai
Di suatu malam sehabis magrib, wali paidi duduk termenung di depan kamarnya, dia melihat para santri ada yg menhapalkan al qur’an dan sebagaian yg lain bermusyawarah membahas permasalahan nahwu dan shorof, hati wali paidi menjadi gundah, dia merasa sangat bodoh dan gak bisa apa-apa, apalagi kemarin kakaknya berkunjung kepadanya dan mengetes kemampuannya dalam hal pengetahuan agama dan dia tidak bisa sama sekali untuk menjawab pertanyaan kakaknya itu,
Di lihatnya para santri punya kemahiran di bidangnya masing – masing, sedang dia hanya bisa menyapu dan menata sandal mereka, dalam kegundahannya itu wali paidi tertidur dg posisi terduduk didepan kamarnya
Wali paidi bermimpi, dalam mimpinya tsb dia seakan terbangun dari tidurnya dan masih dalam keadaan duduk di depan kamarnya, dilihatnya kamar – kamar santri yg lain pada bersinar terang, cahaya – cahaya yg keluar dari kamar2 itu berasal dari lampu petromak yg dibawa para santri, terpancar kegembiraan dari wajah para santri karena mempunyai lampu ditangan mereka sedang kamar wali paidi tidak mengeluarkan cahaya karena wali paidi tidak mempunyai lampu petromak seperti mereka, Tapi tiba-tiba ada cahaya yg keluar dari dalam kamar wali paidi, cahaya itu begitu sangat terang sehingga cahaya – cahaya yg keluar dr kamar yg lain seakan meredup terkena cahaya dr kamarnya ini. Cahaya itu mendekati wali paidi, setelah cahaya itu mendekat dilihatlah sebuah lampu petromak yg dibawa seseorang, wali paidi melihat sebuah tangan yg begitu putih dan halus memegang lampu petromak itu, wali paidi mengarahkan pandangannya ke atas, wali paidi begitu terkejut dan begitu terharu setelah tahu siapa yg membawa lampu petromak tersebut……
Bersambung Ke Eps 22
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps. 29
Setelah mendapat banyak
karunia dimalang, wali paidi kembali ke pondoknya, mbah kiai yg tahu
kedatangan wali paidi merasa sangat senang, dan lansung menyuruh santri
untuk memanggil wali paidi dan menghadap kepadanya
wali paidi yg mendengar titah gurunya itu lansung pergi ke ndalem
" assalamu alaikum..." ucap wali paidi ketika berada didepan ndalem
" wa alaikum salam..." jawab mbah kiai dari dalam wali paidi maju dan mencium tangan gurunya, tangan yg lembut dan wangi
" ayo duduk..." mbah kiai mempersilahkan wali paidi duduk
setelah duduk wali paidi melihat wajah gurunya ini, keyakinan wali paidi ini memang beda dg keyakinan para murid pada umumnya, kebanyakan para murid tidak berani menatap wajah gurunya ketika menghadap, karena hal tersebut bagi mereka termasuk tindakan yg kurang sopan, tapi pendapat wali paidi lain, dia lebih suka melihat wajah gurunya karena baginya melihat wajah orang sholeh adalah ibadah, dan tentu ada barokah didalamnya, keyakinan atau kedua pendapat ini sama benar, tinggal niatnya saja yg perlu ditata
wali paidi melihat wajah gurunya ini begitu bersinar dan begitu suci bersih, seakan-akan gurunya ini akan berpergian, teringat ini wali paidi lansung menangis sesunggukan... mbah kiai yg melihat wali paidi menangis hanya tersenyum saja, lalu beliau bilang kepada wali paidi
" apa yg kamu lihat dan yg kamu rasakan itu benar, aku memang akan pergi memenuhi panggilan Allah, waktunya sudah dekat, aku sebentar lagi akan meninggalkan dunia ini..." wali paidi tetap menunduk dan terus menangis, mbah kiai lalu berkata lagi
" nak, nanti malam pergilah kamu ke belakang pondok, setelah mencapai sungai duduklah disitu, tunggulah teman abah, belajarlah kamu kepadanya, dan yg penting kamu manut dan jangan banyak bertanya..." pesan mbah kiai
" inggih kiai...." jawab wali paidi
" apa yg kamu alami dimalang semuanya aku tahu, jadilah itu sebagai tonggak keimananmu, dan kamu sudah bertemu dg saudara-saudara seperjuanganmu, kelak kalau kamu bertemu mereka kembali sampaikan salamku kepada mereka.." mbah kiai lalu berdiri mendekati wali paidi, beliau menepuk-nepuk punggung wali paidi
" sekarang kembalilah ke pondok, nanti malam laksanakan apa yg aku perintahkan..." ucap mbah kiai lalu masuk ke ndalem
setelah mbah kiai sudah tidak terlihat wali paidi keluar dari ndalem, walau mbah kiai sudah tidak ada, wali paidi keluar ndalem tetap dengan membungkuk dan berjalan mundur
malam harinya wali paidi melaksanakan apa yg diperintahkan kiainya, dia berjalan menyusuri jalan setapak dibelakang pondok, setelah tiba disungai wali paidi duduk ditepian sungai, tiada henti hati wali paidi berdzikir, wali paidi merasakan semenjak dari malang hati wali paidi ini bisa berdzikir dg sendirinya
tidak lama kemudian datanglah sosok yg seumuran dg mbah kiai mendekati wali paidi wali paidi melihat pancaran sinar wajah orang ini sama persis dg pancaran wajah mbah kiai
" aku teman gurumu, aku adalah khidir dan mulai saat ini aku akan mengajarimu...." ucap khidir lansung ke pokoknya
" inggih...." ucap wali paidi
" ayo ikut aku..." ucap nabi khidir lalu berjalan pergi wali paidi mengikuti dari belakang, wali paidi tidak banyak bertanya sesuai perintah gurunya, dia hanya manut saja, pasrah bongkoan
nabi khidir baru berhenti ketika didepannya ada gazebo ( rumah bambu dg atap ilalang ) yg begitu indah, gazebo ini terlihat kokoh dan futuristik, didepannya ada taman kecil, dan disekitar gazebo terbentang hamparan rumput hijau yg asri, tempat ini seperti villa mahal didaerah pegunungan
" masuklah, tempat wudlu dan kamar mandinya ada dibelakang.." ucap nabi khidir,
dan tidak lama kemudian adzan subuh berkumandang, wali paidi pergi kebelakang mandi, berwudlu kemudian sholat jamaah dg nabi khidir
setelah sholat, wali paidi duduk diteras gazebo didepannya duduk dg berwibawa nabiyullah khidir as
" aku akan mengajarimu ilmu syareat dan ilmu hakekat, aku akan memanjangkan waktu buatmu, satu hari didunia sama dengan satu tahun kamu bersamaku...." kata nabi khidir
sejak itu wali paidi belajar kepada nabi khidir tentang berbagai ilmu, mulai shorof, nahwu, fiqih, balagoh mantiq dll, khusus ilmu tauhid nabi khidir mengajarnya dua hari, rabu dan kamis, sedang ilmu hakikat diajarkan disela2 pelajaran ilmu syareat untuk ilmu ini tdk terjadwal, mengalir begitu saja tidak terasa 10 tahun sudah wali paidi belajar kepada nabi khidir, wali padi sekarang sudah menguasai berbagai macam ilmu dan sangat mahir
" sekarang sudah saatnya kamu kembali, ingat pesanku ini, ilmumu itu tdk dapat kau pamer2kan, apa yg aku ajarkan beda dg apa yg kamu terima dipondok, ilmu yg aku ajarkan kepadamu hanya akan keluar ketika dibutuhkan, ilmu itu aku taruh dihatimu" kata nabi khidir kepada wali paidi sehabis sholat isya' berjamaah
" inggih..." ucap wali paidi
" nanti kamu jgn kaget, karena waktu yg kamu habiskan disini selama 10 tahun, sama dg 10 hari ketika kamu dipondok" ucap nabi khidir
hari itu juga nabi khidir mengantarkan wali paidi ketempat pertama kali mereka bertemu, setelah menyampaikan pesan2, nabi khidir pergi meninggalkan wali paidi wali paidi masuk pondok tepat adzan subuh berkumandang, sejak saat itu wali paidi seakan mempunyai ilmu laduni, para santri mengira seperti itu karena wali paidi hanya pergi 10 hari tapi setelah kembali ilmunya menjadi begitu luar biasa..... padahal ilmu yg didapat oleh wali paidi diperoleh dg rajin belajar selama 10 tahun
tdk lama kemudian mbah kiai memang benar2 pergi meninggalkan dunia ini menghadap sang ilahi, berita tentang kematian mbah kiai tidak begitu menggemparkan, karena mbah kiai bukan kiai terkenal, prosesi pemakaman biasa saja, hanya para santri dan tetangga sekitar, tapi ada yg unik ketika prosesi pemakaman dilakukan, ada puluhan orang tak dikenal berdiri mengitari makam, ada yg berjubah dan bersorban, ada yg berjas dan berdasi ada juga berpenampilan seperti gelandangan
setelah prosesi pemakaman selesei, ada sosok yg sangat akrab menghampiri wali paidi, sosok nabiyullah khidir
" mereka yg hadir yg tidak dikenal orang disini adalah teman mbah kiaimu, mereka semua ini waliyullah, dan aku bersama mereka telah sepakat menunjuk kamu sebagai ganti dari gurumu, " kata nabi khidir wali paidi tertegun tidak bisa berkata-kata,
lalu nabi khidir berkata lagi kepadanya " kamu sekarang menjadi WALI BADAL (wali pengganti )"
BERSAMBUNG Ke Eps 30
sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
wali paidi yg mendengar titah gurunya itu lansung pergi ke ndalem
" assalamu alaikum..." ucap wali paidi ketika berada didepan ndalem
" wa alaikum salam..." jawab mbah kiai dari dalam wali paidi maju dan mencium tangan gurunya, tangan yg lembut dan wangi
" ayo duduk..." mbah kiai mempersilahkan wali paidi duduk
setelah duduk wali paidi melihat wajah gurunya ini, keyakinan wali paidi ini memang beda dg keyakinan para murid pada umumnya, kebanyakan para murid tidak berani menatap wajah gurunya ketika menghadap, karena hal tersebut bagi mereka termasuk tindakan yg kurang sopan, tapi pendapat wali paidi lain, dia lebih suka melihat wajah gurunya karena baginya melihat wajah orang sholeh adalah ibadah, dan tentu ada barokah didalamnya, keyakinan atau kedua pendapat ini sama benar, tinggal niatnya saja yg perlu ditata
wali paidi melihat wajah gurunya ini begitu bersinar dan begitu suci bersih, seakan-akan gurunya ini akan berpergian, teringat ini wali paidi lansung menangis sesunggukan... mbah kiai yg melihat wali paidi menangis hanya tersenyum saja, lalu beliau bilang kepada wali paidi
" apa yg kamu lihat dan yg kamu rasakan itu benar, aku memang akan pergi memenuhi panggilan Allah, waktunya sudah dekat, aku sebentar lagi akan meninggalkan dunia ini..." wali paidi tetap menunduk dan terus menangis, mbah kiai lalu berkata lagi
" nak, nanti malam pergilah kamu ke belakang pondok, setelah mencapai sungai duduklah disitu, tunggulah teman abah, belajarlah kamu kepadanya, dan yg penting kamu manut dan jangan banyak bertanya..." pesan mbah kiai
" inggih kiai...." jawab wali paidi
" apa yg kamu alami dimalang semuanya aku tahu, jadilah itu sebagai tonggak keimananmu, dan kamu sudah bertemu dg saudara-saudara seperjuanganmu, kelak kalau kamu bertemu mereka kembali sampaikan salamku kepada mereka.." mbah kiai lalu berdiri mendekati wali paidi, beliau menepuk-nepuk punggung wali paidi
" sekarang kembalilah ke pondok, nanti malam laksanakan apa yg aku perintahkan..." ucap mbah kiai lalu masuk ke ndalem
setelah mbah kiai sudah tidak terlihat wali paidi keluar dari ndalem, walau mbah kiai sudah tidak ada, wali paidi keluar ndalem tetap dengan membungkuk dan berjalan mundur
malam harinya wali paidi melaksanakan apa yg diperintahkan kiainya, dia berjalan menyusuri jalan setapak dibelakang pondok, setelah tiba disungai wali paidi duduk ditepian sungai, tiada henti hati wali paidi berdzikir, wali paidi merasakan semenjak dari malang hati wali paidi ini bisa berdzikir dg sendirinya
tidak lama kemudian datanglah sosok yg seumuran dg mbah kiai mendekati wali paidi wali paidi melihat pancaran sinar wajah orang ini sama persis dg pancaran wajah mbah kiai
" aku teman gurumu, aku adalah khidir dan mulai saat ini aku akan mengajarimu...." ucap khidir lansung ke pokoknya
" inggih...." ucap wali paidi
" ayo ikut aku..." ucap nabi khidir lalu berjalan pergi wali paidi mengikuti dari belakang, wali paidi tidak banyak bertanya sesuai perintah gurunya, dia hanya manut saja, pasrah bongkoan
nabi khidir baru berhenti ketika didepannya ada gazebo ( rumah bambu dg atap ilalang ) yg begitu indah, gazebo ini terlihat kokoh dan futuristik, didepannya ada taman kecil, dan disekitar gazebo terbentang hamparan rumput hijau yg asri, tempat ini seperti villa mahal didaerah pegunungan
" masuklah, tempat wudlu dan kamar mandinya ada dibelakang.." ucap nabi khidir,
dan tidak lama kemudian adzan subuh berkumandang, wali paidi pergi kebelakang mandi, berwudlu kemudian sholat jamaah dg nabi khidir
setelah sholat, wali paidi duduk diteras gazebo didepannya duduk dg berwibawa nabiyullah khidir as
" aku akan mengajarimu ilmu syareat dan ilmu hakekat, aku akan memanjangkan waktu buatmu, satu hari didunia sama dengan satu tahun kamu bersamaku...." kata nabi khidir
sejak itu wali paidi belajar kepada nabi khidir tentang berbagai ilmu, mulai shorof, nahwu, fiqih, balagoh mantiq dll, khusus ilmu tauhid nabi khidir mengajarnya dua hari, rabu dan kamis, sedang ilmu hakikat diajarkan disela2 pelajaran ilmu syareat untuk ilmu ini tdk terjadwal, mengalir begitu saja tidak terasa 10 tahun sudah wali paidi belajar kepada nabi khidir, wali padi sekarang sudah menguasai berbagai macam ilmu dan sangat mahir
" sekarang sudah saatnya kamu kembali, ingat pesanku ini, ilmumu itu tdk dapat kau pamer2kan, apa yg aku ajarkan beda dg apa yg kamu terima dipondok, ilmu yg aku ajarkan kepadamu hanya akan keluar ketika dibutuhkan, ilmu itu aku taruh dihatimu" kata nabi khidir kepada wali paidi sehabis sholat isya' berjamaah
" inggih..." ucap wali paidi
" nanti kamu jgn kaget, karena waktu yg kamu habiskan disini selama 10 tahun, sama dg 10 hari ketika kamu dipondok" ucap nabi khidir
hari itu juga nabi khidir mengantarkan wali paidi ketempat pertama kali mereka bertemu, setelah menyampaikan pesan2, nabi khidir pergi meninggalkan wali paidi wali paidi masuk pondok tepat adzan subuh berkumandang, sejak saat itu wali paidi seakan mempunyai ilmu laduni, para santri mengira seperti itu karena wali paidi hanya pergi 10 hari tapi setelah kembali ilmunya menjadi begitu luar biasa..... padahal ilmu yg didapat oleh wali paidi diperoleh dg rajin belajar selama 10 tahun
tdk lama kemudian mbah kiai memang benar2 pergi meninggalkan dunia ini menghadap sang ilahi, berita tentang kematian mbah kiai tidak begitu menggemparkan, karena mbah kiai bukan kiai terkenal, prosesi pemakaman biasa saja, hanya para santri dan tetangga sekitar, tapi ada yg unik ketika prosesi pemakaman dilakukan, ada puluhan orang tak dikenal berdiri mengitari makam, ada yg berjubah dan bersorban, ada yg berjas dan berdasi ada juga berpenampilan seperti gelandangan
setelah prosesi pemakaman selesei, ada sosok yg sangat akrab menghampiri wali paidi, sosok nabiyullah khidir
" mereka yg hadir yg tidak dikenal orang disini adalah teman mbah kiaimu, mereka semua ini waliyullah, dan aku bersama mereka telah sepakat menunjuk kamu sebagai ganti dari gurumu, " kata nabi khidir wali paidi tertegun tidak bisa berkata-kata,
lalu nabi khidir berkata lagi kepadanya " kamu sekarang menjadi WALI BADAL (wali pengganti )"
BERSAMBUNG Ke Eps 30
sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps. 27-28
Sehabis sholat magrib wali paidi lansung menuju jl sokarno
hatta, sehabis melewati jembatan wali paidi belok ke kiri, setelah
berjalan kira - kira 1 kilo wali paidi melihat habib yg dicarinya,
habib yg dikiranya tukang becak, wali paidi melihat habib tsb memasuki
sebuat toko distro, wali paidi mengarahkan sepedanya kekanan,
tertampang tulisan didepan toko " MORKL" outlet.
wali paidi celingak celinguk didepan toko, mencari habib yg lari kesitu,
" mungkin aku salah lihat, kok gak ada disini." bathin wali paidi
tak lama kemudian keluar pemuda jangkung dg perawakan agak kurus menghampiri wali paidi,
" kang katanya mondok, kok keluyuran sampai kesini..." kata pemuda
" wah...wah...mas sakti toh, kok bisa disini mas...." kata wali paidi kaget
ternyata wali paidi mengenal pemuda jangkung ini, dialah mas sakti yg oleh wali paidi sudah dianggap sebagai kakak tuanya, walau umur mas sakti ini dibawah umur wali paidi, setelah saling mengolok - ngolok mas sakti mengajak masuk kedalam toko,
" ayo ngopi diatas aja kang..." ajak mas sakti dg menaiki tangga menuju ke atas toko wali paidi dan mas sakti melanjutkan obrolannya sambil ngopi, kadang mereka tertawa lepas, dan kadang disela sela obrolan mereka berdua bilang : Amin....Amin...
wali paidi menselonjorkan kakinya dan merebahkan tubuhnya, didepannya duduk mas sakti sambil membaca koran bekas
" baca apa mas..." tanya wali paidi
" ini baca ahmad dhani didemo..." jawab mas sakti
" soal apa mas " tanya wali paidi lagi
" ini ahmad dhani pas konser menginjak lafadz Allah, kan logo dewa itu ada rangkaian lafads Allah, sedang lantai panggungnya ada gambar besar logo dewa yg ada lafads Allah tsb...." jawab mas sakti
" menurut sampeyan gimana mas..." tanya wali paidi
mas sakti terdiam agak lama, setelah menaruh korannya dan menyeruput kopinya, mas sakti menyalakan rokok mildnya kemudian berkata :
" menurut syariat dhani ini salah, tapi hakekatnya kita semua ini berdiri diatas lafads Allah...." jawab mas sakti
" maksud dan contoh jelasnya gimana mas..." tanya wali paidi
mas sakti berdiri memanggil tmannya yg ada dibawah
" ping....tolong ambil kaca mata dibawa terus bawa kesini...." kata mas sakti
tidak lama kemudian datang teman mas sakti dg membawa kaca mata dan menyerahkan kpd mas sakti
" kamu pakai kaca mata ini...." ucap mas sakti sambil menyerahkan kaca matanya
wali paidi duduk, dan memakai kaca mata yg diberikan mas sakti
" Ya Allah....Allahu Akbar...." jerit wali paidi
dalam pandangan wali paidi seluruh dinding toko dan lantainya terangkai lafads Allah, wali mengarahkahkan pandangannya kebawah, lantai yg didudukinya yg terangkai banyak lafads Allah yg banyak sekali, wali paidi agak ketakutan melihat ini semua, dan wali paidi juga melihat nafas yg keluar dari hidung mas sakti membentuk lafads Allah, dalam pandangan wali paidi seluruh permukaan bumi ini ada rangkaian lafads Allahnya, wali paidi dg berlinang air mata menyerahkan kembali kaca mata kepada mas sakti mas sakti menerimanya dg tersenyum, kemudia dia berkata
" andai hijab hati kita di buka oleh Allah maka seluruh benda.dan seluruh permukaan bumi terangkai lafads Allah, betapa tidak punya malunya kita kalau kita berbuat maksiat diatas rangkaian lafads Allah, mungkar kepadanya sedangkan kita berada berada diatas buminya...."
wali paidi semakin tesedu - sedu, dan tidak bisa dicegah wali paidi menangis dg kerasnya....
WALI PAIDI 28
wali paidi terdiam diatas distro MORKL, mas sakti dg tersenyum senyum mempehatikan wali paidi didepannya, hening yg sangat lama menghinggapi mereka
" tidur aja dulu kang disini...." ucap mas sakti
" nanti aja belum ngantuk mas" jawab wali paidi
tapi tidak lama kemudian wali paidi merasakan kantuk yg sangat berat, dan tidak dapat dicegah wali paidipun akhirnya tertidur, dalam tidurnya wali paidi bermimpi yg seakan-akan tidak bermimpi, karena dalam mimpinya wali paidi seakan duduk didepan mas sakti sama persis seperti dalam keadaan terjaga.
tiba-tiba ada suara bler....bler....bler.........d
idepan toko, wali paidi berdiri dan berjalan ke jendela toko, wali paidi melihat kakak mas sakti datang dg naik harley, dengan memakai jaket dan celana hitam kakak mas sakti ini turun dari mogenya, wali paidi tersenyum ketika melihat kakak mas sakti ini mencopot helmnya, potongan rambutnya itu keren habis, samping kanan dan kiri dicukur habis tinggal tengah sampai kebelakang dibiarkan panjang.
wali paidi dalam mimpinya cuma terdiam, dia melihat mas sakti turun menyambut kakaknya, tidak lama kemudian mereka bedua naik keatas toko, wali paidi maju dan mencium tangan kakak mas sakti
" ini tho wali paidi hmm...." ucap kakak mas sakti
" inggih mas nggih niki larene..." jawab mas sakti
setelah ngopi dan merokok sebentar terdengar suara lagi bler....bler.....rupanya ada harley lagi yg datang
" itu bang yik teronganudah datang, ayo berangkat, ayo kamu ikut juga." kata kakak mas sakti kepada wali paidi
wali paidi berboncengan dg yik terongan sedang mas sakti berboncengan denhan kakaknya
wali paidi seumur - umur baru kali ini merasakan naik harley dg kecepatan yg tinggi, wali merasakan dalam mimpinya seakan jalan yg dilaluinya ini menuju ke langit, mereka ber empat baru berhenti ketika didepannya berdiri dg megah sebuah istana yg sangat indah, wali paidi, yik terongan, mas sakti dan kakaknya turun segera turun.dari motor, dan berjalan ke arah istana
wali paidi melihat bumi dilijay dari atas tampak.berselimutkan cahaya biru
" lapisan ozone...." bathin wali paidi
kakak mas sakti mendekati wali paidi, dg menepuk nepuk pundaknya wali paidi, kakak mas sakti ini berkata
" apa yg kamu lihat itu memang banyak yg menyebutnya sebagai lapisan ozone, sebenarnya lapisan biru yg mengitari bumi itu adalah cahaya iman yg terpancar dari hati setiap orang islam, kalau iman umat muslim semakin tipis maka lapisan biru tu juga akan menipis, dan cahaya matahari akan lansung masuk menerobos bumi, kalau cahaya iman sudah habis maka terjadilah kiamat..." jelas kakak mas sakti kepada wali paidi
setelah menjelaskan tentang lapisan ozone, kakak mas sakti mengajak yik terongan dan adiknya untuk masuk ke dalam istana
" kamu belum waktunya masuk, jaga motor aja diluar..." ucap kakak mas sakti kepada wali paidi
" hahahaha.....santai aja sebentar lagi sampeyan boleh masuk...." olok mas sakti
" siap bos......" ucap wali paidi
BERSAMBUNG KE Eps 29
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
wali paidi celingak celinguk didepan toko, mencari habib yg lari kesitu,
" mungkin aku salah lihat, kok gak ada disini." bathin wali paidi
tak lama kemudian keluar pemuda jangkung dg perawakan agak kurus menghampiri wali paidi,
" kang katanya mondok, kok keluyuran sampai kesini..." kata pemuda
" wah...wah...mas sakti toh, kok bisa disini mas...." kata wali paidi kaget
ternyata wali paidi mengenal pemuda jangkung ini, dialah mas sakti yg oleh wali paidi sudah dianggap sebagai kakak tuanya, walau umur mas sakti ini dibawah umur wali paidi, setelah saling mengolok - ngolok mas sakti mengajak masuk kedalam toko,
" ayo ngopi diatas aja kang..." ajak mas sakti dg menaiki tangga menuju ke atas toko wali paidi dan mas sakti melanjutkan obrolannya sambil ngopi, kadang mereka tertawa lepas, dan kadang disela sela obrolan mereka berdua bilang : Amin....Amin...
wali paidi menselonjorkan kakinya dan merebahkan tubuhnya, didepannya duduk mas sakti sambil membaca koran bekas
" baca apa mas..." tanya wali paidi
" ini baca ahmad dhani didemo..." jawab mas sakti
" soal apa mas " tanya wali paidi lagi
" ini ahmad dhani pas konser menginjak lafadz Allah, kan logo dewa itu ada rangkaian lafads Allah, sedang lantai panggungnya ada gambar besar logo dewa yg ada lafads Allah tsb...." jawab mas sakti
" menurut sampeyan gimana mas..." tanya wali paidi
mas sakti terdiam agak lama, setelah menaruh korannya dan menyeruput kopinya, mas sakti menyalakan rokok mildnya kemudian berkata :
" menurut syariat dhani ini salah, tapi hakekatnya kita semua ini berdiri diatas lafads Allah...." jawab mas sakti
" maksud dan contoh jelasnya gimana mas..." tanya wali paidi
mas sakti berdiri memanggil tmannya yg ada dibawah
" ping....tolong ambil kaca mata dibawa terus bawa kesini...." kata mas sakti
tidak lama kemudian datang teman mas sakti dg membawa kaca mata dan menyerahkan kpd mas sakti
" kamu pakai kaca mata ini...." ucap mas sakti sambil menyerahkan kaca matanya
wali paidi duduk, dan memakai kaca mata yg diberikan mas sakti
" Ya Allah....Allahu Akbar...." jerit wali paidi
dalam pandangan wali paidi seluruh dinding toko dan lantainya terangkai lafads Allah, wali mengarahkahkan pandangannya kebawah, lantai yg didudukinya yg terangkai banyak lafads Allah yg banyak sekali, wali paidi agak ketakutan melihat ini semua, dan wali paidi juga melihat nafas yg keluar dari hidung mas sakti membentuk lafads Allah, dalam pandangan wali paidi seluruh permukaan bumi ini ada rangkaian lafads Allahnya, wali paidi dg berlinang air mata menyerahkan kembali kaca mata kepada mas sakti mas sakti menerimanya dg tersenyum, kemudia dia berkata
" andai hijab hati kita di buka oleh Allah maka seluruh benda.dan seluruh permukaan bumi terangkai lafads Allah, betapa tidak punya malunya kita kalau kita berbuat maksiat diatas rangkaian lafads Allah, mungkar kepadanya sedangkan kita berada berada diatas buminya...."
wali paidi semakin tesedu - sedu, dan tidak bisa dicegah wali paidi menangis dg kerasnya....
WALI PAIDI 28
wali paidi terdiam diatas distro MORKL, mas sakti dg tersenyum senyum mempehatikan wali paidi didepannya, hening yg sangat lama menghinggapi mereka
" tidur aja dulu kang disini...." ucap mas sakti
" nanti aja belum ngantuk mas" jawab wali paidi
tapi tidak lama kemudian wali paidi merasakan kantuk yg sangat berat, dan tidak dapat dicegah wali paidipun akhirnya tertidur, dalam tidurnya wali paidi bermimpi yg seakan-akan tidak bermimpi, karena dalam mimpinya wali paidi seakan duduk didepan mas sakti sama persis seperti dalam keadaan terjaga.
tiba-tiba ada suara bler....bler....bler.........d
idepan toko, wali paidi berdiri dan berjalan ke jendela toko, wali paidi melihat kakak mas sakti datang dg naik harley, dengan memakai jaket dan celana hitam kakak mas sakti ini turun dari mogenya, wali paidi tersenyum ketika melihat kakak mas sakti ini mencopot helmnya, potongan rambutnya itu keren habis, samping kanan dan kiri dicukur habis tinggal tengah sampai kebelakang dibiarkan panjang.
wali paidi dalam mimpinya cuma terdiam, dia melihat mas sakti turun menyambut kakaknya, tidak lama kemudian mereka bedua naik keatas toko, wali paidi maju dan mencium tangan kakak mas sakti
" ini tho wali paidi hmm...." ucap kakak mas sakti
" inggih mas nggih niki larene..." jawab mas sakti
setelah ngopi dan merokok sebentar terdengar suara lagi bler....bler.....rupanya ada harley lagi yg datang
" itu bang yik teronganudah datang, ayo berangkat, ayo kamu ikut juga." kata kakak mas sakti kepada wali paidi
wali paidi berboncengan dg yik terongan sedang mas sakti berboncengan denhan kakaknya
wali paidi seumur - umur baru kali ini merasakan naik harley dg kecepatan yg tinggi, wali merasakan dalam mimpinya seakan jalan yg dilaluinya ini menuju ke langit, mereka ber empat baru berhenti ketika didepannya berdiri dg megah sebuah istana yg sangat indah, wali paidi, yik terongan, mas sakti dan kakaknya turun segera turun.dari motor, dan berjalan ke arah istana
wali paidi melihat bumi dilijay dari atas tampak.berselimutkan cahaya biru
" lapisan ozone...." bathin wali paidi
kakak mas sakti mendekati wali paidi, dg menepuk nepuk pundaknya wali paidi, kakak mas sakti ini berkata
" apa yg kamu lihat itu memang banyak yg menyebutnya sebagai lapisan ozone, sebenarnya lapisan biru yg mengitari bumi itu adalah cahaya iman yg terpancar dari hati setiap orang islam, kalau iman umat muslim semakin tipis maka lapisan biru tu juga akan menipis, dan cahaya matahari akan lansung masuk menerobos bumi, kalau cahaya iman sudah habis maka terjadilah kiamat..." jelas kakak mas sakti kepada wali paidi
setelah menjelaskan tentang lapisan ozone, kakak mas sakti mengajak yik terongan dan adiknya untuk masuk ke dalam istana
" kamu belum waktunya masuk, jaga motor aja diluar..." ucap kakak mas sakti kepada wali paidi
" hahahaha.....santai aja sebentar lagi sampeyan boleh masuk...." olok mas sakti
" siap bos......" ucap wali paidi
BERSAMBUNG KE Eps 29
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps. 25-26
Wali paidi tidak tahu apa yg
dialaminya saat ini, dia sering mendengar benda2 yg berada disekitarnya
sama berdzikir, mulai sapu lidi yg biasa dipergunakannya, sandal para
santri yg ditatanya semuanya pada berdzikir, sampai suatu pagi wali
paidi dipanggil mbah romo kiai, dan seperti biasanya mbah romo kiai
menemui wali paidi diteras ndalem didampingi kopi plus rokok kretek
kesayangannya
Setelah menyuruh wali paidi untuk meminum kopinya dan memberinya rokok mbah romo kiai berkata :
“ nak, apa yg kamu alami itu hal yg wajar saja, kamu jgn risau, setiap orang yg belajar membersihkan hatinya dan mengajaknya untuk berdzikir setiap saat , maka akan mengalami seperti apa yg kamu alami sekarang, bahkan mendengar lolongan anjing pun akan terdengar seperti suara orang yg berdzikir, itu semua pantulan dari hatimu, kamu pasti ingat dg hadist yg menceritakan ketika nabi mendengar kerikil yg di pegangnya sama berdzikir….”
“ inggih kiai….” Tutur wali paidi
“ besok kamu berangkatlah ke malang, berziarahlah ke makam habib Abdullah bilfaqih dan ayahnya habib abdul qodir bilfaqih, tapi sebelum kamu duduk, bacalah salam ini ..” kata romo kiai sambl menyerahkan secarik kertas kpd wali paidi
Wali paidi dg takdzim menerima kertas kecil pemberian romo kiai.
“ bacalah …” perintah romo kiai
“ salamullahi ya saadah…..dst “ wali paidi membacanya dg melagukan salam tsb
“ salam itu mmg sudah umum, dan disetiap kuburan wali banyak tergantung ucapan salam itu, andai nanti ketika kamu sdh sampai di makam habib, dan habib tidak berada di makam, maka ketika habib mendengar ucapan salammu itu, insya Allah habib akan kembali pulang ke makamnya dan menemui kamu “ ucap romo kiai menjelaskan
“ inggih kiai.” Jawab wali paidi
“ kamu naik sepeda motor si sofyan saja…” perintah kiai, sofyan adalah putra romo kiai
Besoknya wali paidi berangkat ke malang, ke pemakaman umum kasin, romo kiai berkata, makam habib Abdullah dan habib abdul qodir berada dipemakaman umum kasin, hanya itu petunjuk dari romo kiai, sedangkan wali paidi tidak tahu dimana daerah kasin itu, wali paidi tdk berani bertanya lebih jelas pada romo kiai, karena menjaga tata krama, wali paidi manut dan berusaha melaksanakn perintah romo kiai tanpa banyak bertanya dan protes
Sesampai dimalang wali paidi lansung menuju alun-alun kota malang, setelah memarkirkan sepedanya wali paidi clingak clinguk mencari tukang parker, tidak lama kemudian ada tukang parker yg menghampirinya, wali paidi lalu bertanya kepadanya dimana daerah kasin itu, setelah mendapat penjelasan dari tukang parkir tsb wali paidi lansung berangkat ke daerah kasin sesuai petunjuk yg diterimanya
Kira – kira sepuluh menitan wali paidi sudah berada di daerah kasin,
“ sekarang tinggal mencari dimana letak pemakaman umum kasin..” bathin wali paidi
Wali paidi bertanya – Tanya kepada orang2 yg ditemuninya, ternyata menurut keterangan mereka pemakaman umum kasin ada dua, wali paidi lalu menerangkan kalau dia berniat ziarah ke makam habib Abdullah bil faqih dan abahnya habib abdul qodir bil faqih, setelah mendapat petunjuk yg jelas mengenai arah2 ke makam, wali paidi melanjutkan perjalanannya, tapi wali paidi tetap tidak dapat menemukan makam tsb, karena ketika sudah dekat ada saja orang yg menunjukkan arah yg salah. Jadinya wali paidi muter2 saja diwilayah kasin,
Setengah jam lebih wali paidi berputar – putar diwilayah kasin, karena setiap wali paidi bertanya jawabannya berbeda – beda, wali paidi gundah hatinya, badannya tiba2 terasa capek semua, dia lalu menghentikan sepeda motornya di tepi jalan, dia turun dari sepeda, sejurus kemudian wali paidi mengeluarkan rokoknya dan menyalakannya, ditengah2 merokok wali paidi mulai tawasulan, setelah selesei wali paidi berkata dalam hatinya
“ mbah habib abdul qodir, mbah habib Abdullah, saya mau ke makam panjenengan, tolong tunjukkan dimana makam panjenengan…..” bathin wali paidi
Lalu wali paidi naik sepeda motornya dan mulai melanjutkan perjalanannya, wali paidi mengikuti apa kata hatinya, kira2 baru berjalan 50 meter, wali paidi mencium bau harum semerbak,
“ Alhamdulillah makam mbah habib sudah dekat…” bathin wali paidi
Wali paidi mengikuti bau harum yg di ciumnya dan tidak begitu lama akhirnya wali paidi sudah berada di depan makam umum kasin, wali paidi berputar dan masuk makam dari samping, tampak di tengah makam ada bangunan kecil yg atasnya ada kubahnya yg berwarna hijau, dibawah kubah inilah makam habib abdul qodir bil faqih dan putranya habib Abdullah bil faqih
Ketika berada tepat di depan makam yg ada pagar stainlessnya, wali paidi membaca salam yg di catatkan oleh romo kiainya,
“ salaamullahi ya saadah minarrohmani yaghsyakum….” Ucap wali paidi,
Baru satu baits dibaca hawa di sekitar wali paidi terasa sudah lain dari yg tadi, saking terkejutnya wali paidi sampai terdiam sebentar, lalu dia melanjutkan membaca syiir salam itu sampai selesei , wali paidi menunduk dg penuh ta’dzim, wali paidi merasa ada dua sosok yg agung yg mengawasinya dari dalam
Setelah selesei membaca syiir salam, wali paidi beranjak ke dekat makam dan duduk memulai membaca tahlil, baru saja wali paidi duduk, tiba2 seakan ada suara bedug yg ditabuh, dum…..di iringi hawa yg menerpa tubuh wali paidi, ketika hawa itu menerpa tubuh wali paidi, seluruh tubuh wali paidi serentak berdzikir… Alah…Allah…Allah….
Wali paidi membaca tahlil di iringi dengan suara bedug dum….Allah…Allah…Allah… dum….Allah…Allah…Allah… ketika hawa itu menerpa wali paidi, serentak seluruh tubuhnya berdzikir……
WALI PAIDI 26
Wali paidi menyeleseikan pembacaan tahlilnya tepat adzan magrib berkumandang, wali paidi berjalan mundur ketika keluar dari makam, dia lansung menaiki sepedanya mencari masjid terdekat, wali paidi mengikuti adzan yg didengarnya, dia berniat untuk sholat dimasjid terdekat, tapi semakin wali paidi mendekat suara adzan itu terdengar semakin menjauh, akhirnya wali paidi memutuskan untuk putar balik mencari masjid yg lain, wali paidi merasa masjid yg dituju tidak mau menerimanya,
Wali paidi menyusuri jalan ke arah alun2 kota malang, dia berjalan pelan, bersiap kalau ada masjid yg dilaluinya dia akan berhenti, Ketika wali paidi berada didepan rumah makan cairo ( resto menu timur tengah ) hatinya menyuruhnya untuk belok kiri, setelah berjalan 20 meteran wali paidi melihat ada masjid di sebelah kiri jalan, masjid tersebut posisinya agak masuk kedalam, wali paidi memasukkan sepedanya dan parkir dihalaman masjid, terlihat sebagian jamaah sudah keluar dari masjid karena sholat magrib sudah selesei dilaksanakan, wali paidi melangkah masuk mencari kamar kecil, lalu keluarlah seorang yg kulitnya agak hitam dan berambut agak gondrong dari dalam masjid, orang tersebut seakan menyambut wali paidi,
" mungkin orang ini tukang becak, melihat dari sarungnya yg ngelinting dan baju kokonya yg putih lusuh dan mangkak " bathin wali paidi
Tapi betapa kagetnya wali paidi, ketika dia bertanya kepada orang tersebut dimana letak kamar kecil, wali paidi melihat dg jelas wajah orang tersebut ketika menunjukkan arah ke kamar kecil, ternyata orang yg dikiranya tukang becak ini adalah seorang habib, dilihat dari sorot matanya dan wajahnya,
Wali paidi kekamar kecil dg perasaan tidak tenang, dia merasa berdosa karena mengira habib tsb sebagai tukang becak, wali paidi berniat sehabis dari kamar kecil akan meminta maaf kepadanya, Tapi ketika wali paidi selesei berwudlu dan mau masuk ke masjid, habib yg dimaksud sudah tidak ada, wali paidi mencarinya di parkiran tidak ada, dan mencarinya didalam masjid juga tidak ada, wali paidi merasa menyesal krn gampang menyangka buruk kepada orang lain, gampang menilai seseorang dari tampilan luarnya.
Wali paidi tidak tenang ketika melaksanakan sholat magrib, dia meminta kepada Allah didalam sholatnya untuk dipertemukan dg habib tsb, ketika wali paidi mengakhiri sholatnya dg mengucapkan salam, dan ketika dia mengucapkan salam yg kedua dg menoleh kekiri, dilihatnya habib yg dicarinya sudah berdiri disamping kirinya, wali paidi berniat mendekat mau mencium tangannya, tapi habib muda tersebut lansung lari keluar dari masjid menuju jalan raya terus hilang entah kemana....
" subhanallah ternyata dikota malang yg hiruk pikuk ini masih ada kekasih Allah yg berseliweran, seharusnya aku tadi minta kepada Allah tdk hanya bertemu tapi juga minta bisa diberi kesempatan untuk mencium tangannya..." bathin wali paidi
Setelah berdzikir sebentar, datanglah seorang pemuda pengurus masjid mendekatinya sambil memberi secangkir teh jahe kepadanya, dan wali paidi melihat banyak habib2 sepuh mulai berdatangan memasuki masjid, rupanya sehabis magrib dimasjid ini diadakan rutinan membaca ratibul haddad,
wali paidi berniat untuk keluar, karena dia merasa tidak pantas mengikuti acara tersebut, melihat yg datang semuanya berjubah, sedang dirinya bercelana jean dan berkaos oblong hitam dg gambar gus dur yg tertawa
Ketika wali paidi berdiri, dia mendengar suara tanpa wujud yg berkata kepadanya
" kamu mau pergi kemana, apakan kamu tidak malu, menolak undangan Nabi Muhammad..."
Wali paidi duduk kembali, mengurungkan niatnya untuk keluar masjid, dia mengikuti pembacaan ratibul haddad itu sampai selesei, wali paidi merasa malu sekali kepada habib2 sepuh yg hadir dimajlis, terutama kepada Nabi Muhammad yg mengundangnya....
BERSAMBUNG Ke EPS 27
sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
Setelah menyuruh wali paidi untuk meminum kopinya dan memberinya rokok mbah romo kiai berkata :
“ nak, apa yg kamu alami itu hal yg wajar saja, kamu jgn risau, setiap orang yg belajar membersihkan hatinya dan mengajaknya untuk berdzikir setiap saat , maka akan mengalami seperti apa yg kamu alami sekarang, bahkan mendengar lolongan anjing pun akan terdengar seperti suara orang yg berdzikir, itu semua pantulan dari hatimu, kamu pasti ingat dg hadist yg menceritakan ketika nabi mendengar kerikil yg di pegangnya sama berdzikir….”
“ inggih kiai….” Tutur wali paidi
“ besok kamu berangkatlah ke malang, berziarahlah ke makam habib Abdullah bilfaqih dan ayahnya habib abdul qodir bilfaqih, tapi sebelum kamu duduk, bacalah salam ini ..” kata romo kiai sambl menyerahkan secarik kertas kpd wali paidi
Wali paidi dg takdzim menerima kertas kecil pemberian romo kiai.
“ bacalah …” perintah romo kiai
“ salamullahi ya saadah…..dst “ wali paidi membacanya dg melagukan salam tsb
“ salam itu mmg sudah umum, dan disetiap kuburan wali banyak tergantung ucapan salam itu, andai nanti ketika kamu sdh sampai di makam habib, dan habib tidak berada di makam, maka ketika habib mendengar ucapan salammu itu, insya Allah habib akan kembali pulang ke makamnya dan menemui kamu “ ucap romo kiai menjelaskan
“ inggih kiai.” Jawab wali paidi
“ kamu naik sepeda motor si sofyan saja…” perintah kiai, sofyan adalah putra romo kiai
Besoknya wali paidi berangkat ke malang, ke pemakaman umum kasin, romo kiai berkata, makam habib Abdullah dan habib abdul qodir berada dipemakaman umum kasin, hanya itu petunjuk dari romo kiai, sedangkan wali paidi tidak tahu dimana daerah kasin itu, wali paidi tdk berani bertanya lebih jelas pada romo kiai, karena menjaga tata krama, wali paidi manut dan berusaha melaksanakn perintah romo kiai tanpa banyak bertanya dan protes
Sesampai dimalang wali paidi lansung menuju alun-alun kota malang, setelah memarkirkan sepedanya wali paidi clingak clinguk mencari tukang parker, tidak lama kemudian ada tukang parker yg menghampirinya, wali paidi lalu bertanya kepadanya dimana daerah kasin itu, setelah mendapat penjelasan dari tukang parkir tsb wali paidi lansung berangkat ke daerah kasin sesuai petunjuk yg diterimanya
Kira – kira sepuluh menitan wali paidi sudah berada di daerah kasin,
“ sekarang tinggal mencari dimana letak pemakaman umum kasin..” bathin wali paidi
Wali paidi bertanya – Tanya kepada orang2 yg ditemuninya, ternyata menurut keterangan mereka pemakaman umum kasin ada dua, wali paidi lalu menerangkan kalau dia berniat ziarah ke makam habib Abdullah bil faqih dan abahnya habib abdul qodir bil faqih, setelah mendapat petunjuk yg jelas mengenai arah2 ke makam, wali paidi melanjutkan perjalanannya, tapi wali paidi tetap tidak dapat menemukan makam tsb, karena ketika sudah dekat ada saja orang yg menunjukkan arah yg salah. Jadinya wali paidi muter2 saja diwilayah kasin,
Setengah jam lebih wali paidi berputar – putar diwilayah kasin, karena setiap wali paidi bertanya jawabannya berbeda – beda, wali paidi gundah hatinya, badannya tiba2 terasa capek semua, dia lalu menghentikan sepeda motornya di tepi jalan, dia turun dari sepeda, sejurus kemudian wali paidi mengeluarkan rokoknya dan menyalakannya, ditengah2 merokok wali paidi mulai tawasulan, setelah selesei wali paidi berkata dalam hatinya
“ mbah habib abdul qodir, mbah habib Abdullah, saya mau ke makam panjenengan, tolong tunjukkan dimana makam panjenengan…..” bathin wali paidi
Lalu wali paidi naik sepeda motornya dan mulai melanjutkan perjalanannya, wali paidi mengikuti apa kata hatinya, kira2 baru berjalan 50 meter, wali paidi mencium bau harum semerbak,
“ Alhamdulillah makam mbah habib sudah dekat…” bathin wali paidi
Wali paidi mengikuti bau harum yg di ciumnya dan tidak begitu lama akhirnya wali paidi sudah berada di depan makam umum kasin, wali paidi berputar dan masuk makam dari samping, tampak di tengah makam ada bangunan kecil yg atasnya ada kubahnya yg berwarna hijau, dibawah kubah inilah makam habib abdul qodir bil faqih dan putranya habib Abdullah bil faqih
Ketika berada tepat di depan makam yg ada pagar stainlessnya, wali paidi membaca salam yg di catatkan oleh romo kiainya,
“ salaamullahi ya saadah minarrohmani yaghsyakum….” Ucap wali paidi,
Baru satu baits dibaca hawa di sekitar wali paidi terasa sudah lain dari yg tadi, saking terkejutnya wali paidi sampai terdiam sebentar, lalu dia melanjutkan membaca syiir salam itu sampai selesei , wali paidi menunduk dg penuh ta’dzim, wali paidi merasa ada dua sosok yg agung yg mengawasinya dari dalam
Setelah selesei membaca syiir salam, wali paidi beranjak ke dekat makam dan duduk memulai membaca tahlil, baru saja wali paidi duduk, tiba2 seakan ada suara bedug yg ditabuh, dum…..di iringi hawa yg menerpa tubuh wali paidi, ketika hawa itu menerpa tubuh wali paidi, seluruh tubuh wali paidi serentak berdzikir… Alah…Allah…Allah….
Wali paidi membaca tahlil di iringi dengan suara bedug dum….Allah…Allah…Allah… dum….Allah…Allah…Allah… ketika hawa itu menerpa wali paidi, serentak seluruh tubuhnya berdzikir……
WALI PAIDI 26
Wali paidi menyeleseikan pembacaan tahlilnya tepat adzan magrib berkumandang, wali paidi berjalan mundur ketika keluar dari makam, dia lansung menaiki sepedanya mencari masjid terdekat, wali paidi mengikuti adzan yg didengarnya, dia berniat untuk sholat dimasjid terdekat, tapi semakin wali paidi mendekat suara adzan itu terdengar semakin menjauh, akhirnya wali paidi memutuskan untuk putar balik mencari masjid yg lain, wali paidi merasa masjid yg dituju tidak mau menerimanya,
Wali paidi menyusuri jalan ke arah alun2 kota malang, dia berjalan pelan, bersiap kalau ada masjid yg dilaluinya dia akan berhenti, Ketika wali paidi berada didepan rumah makan cairo ( resto menu timur tengah ) hatinya menyuruhnya untuk belok kiri, setelah berjalan 20 meteran wali paidi melihat ada masjid di sebelah kiri jalan, masjid tersebut posisinya agak masuk kedalam, wali paidi memasukkan sepedanya dan parkir dihalaman masjid, terlihat sebagian jamaah sudah keluar dari masjid karena sholat magrib sudah selesei dilaksanakan, wali paidi melangkah masuk mencari kamar kecil, lalu keluarlah seorang yg kulitnya agak hitam dan berambut agak gondrong dari dalam masjid, orang tersebut seakan menyambut wali paidi,
" mungkin orang ini tukang becak, melihat dari sarungnya yg ngelinting dan baju kokonya yg putih lusuh dan mangkak " bathin wali paidi
Tapi betapa kagetnya wali paidi, ketika dia bertanya kepada orang tersebut dimana letak kamar kecil, wali paidi melihat dg jelas wajah orang tersebut ketika menunjukkan arah ke kamar kecil, ternyata orang yg dikiranya tukang becak ini adalah seorang habib, dilihat dari sorot matanya dan wajahnya,
Wali paidi kekamar kecil dg perasaan tidak tenang, dia merasa berdosa karena mengira habib tsb sebagai tukang becak, wali paidi berniat sehabis dari kamar kecil akan meminta maaf kepadanya, Tapi ketika wali paidi selesei berwudlu dan mau masuk ke masjid, habib yg dimaksud sudah tidak ada, wali paidi mencarinya di parkiran tidak ada, dan mencarinya didalam masjid juga tidak ada, wali paidi merasa menyesal krn gampang menyangka buruk kepada orang lain, gampang menilai seseorang dari tampilan luarnya.
Wali paidi tidak tenang ketika melaksanakan sholat magrib, dia meminta kepada Allah didalam sholatnya untuk dipertemukan dg habib tsb, ketika wali paidi mengakhiri sholatnya dg mengucapkan salam, dan ketika dia mengucapkan salam yg kedua dg menoleh kekiri, dilihatnya habib yg dicarinya sudah berdiri disamping kirinya, wali paidi berniat mendekat mau mencium tangannya, tapi habib muda tersebut lansung lari keluar dari masjid menuju jalan raya terus hilang entah kemana....
" subhanallah ternyata dikota malang yg hiruk pikuk ini masih ada kekasih Allah yg berseliweran, seharusnya aku tadi minta kepada Allah tdk hanya bertemu tapi juga minta bisa diberi kesempatan untuk mencium tangannya..." bathin wali paidi
Setelah berdzikir sebentar, datanglah seorang pemuda pengurus masjid mendekatinya sambil memberi secangkir teh jahe kepadanya, dan wali paidi melihat banyak habib2 sepuh mulai berdatangan memasuki masjid, rupanya sehabis magrib dimasjid ini diadakan rutinan membaca ratibul haddad,
wali paidi berniat untuk keluar, karena dia merasa tidak pantas mengikuti acara tersebut, melihat yg datang semuanya berjubah, sedang dirinya bercelana jean dan berkaos oblong hitam dg gambar gus dur yg tertawa
Ketika wali paidi berdiri, dia mendengar suara tanpa wujud yg berkata kepadanya
" kamu mau pergi kemana, apakan kamu tidak malu, menolak undangan Nabi Muhammad..."
Wali paidi duduk kembali, mengurungkan niatnya untuk keluar masjid, dia mengikuti pembacaan ratibul haddad itu sampai selesei, wali paidi merasa malu sekali kepada habib2 sepuh yg hadir dimajlis, terutama kepada Nabi Muhammad yg mengundangnya....
BERSAMBUNG Ke EPS 27
sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps. 24
wali paidi tertidur
diserambi masjid pondok, setelah selesei menyapu halaman pondok, wali
paidi pergi ke serambi masjid sebelah kiri dan menjalankan sholat dhuha,
sehabis sholat dhuha inilah wali paidi tertidur dalam
tidurnya wali paidi ini bermimpi melihat seorang pastor katolik disebuah
gereja yg sangat besar, pastur itu terlihat membaca kitab injil
" injil perjanjian lama ini isinya lebih sempurna " ucap pastor ini
wali paidi dalam mimpinya ini seakan melihat film ttg kehidupan singkat seorang pastor panutan semua orang katolik diseluruh dunia, terlihat oleh wali paidi pastor ini begitu serius membaca injil perjanjian lama, dalam beberapa hari pastor ini tidak keluar dari dalam kamar untuk membaca injil yg sangat menarik hatinya, di bab terakhir pastor ini membaca bakal datang nabi terakhir.
setelah membaca injil perjanjian lama, pastor ini sulit tidur, dia kepikiran ttg sosok nabi terakhir tsb. pastor ini yakin benar sosok nabi orang islam yakni nabi Muhammad mmg benar adanya, krn sosok nabi Muhammad mmg sesuai dg isi injil perjanjian lama yg dibacanya dan ketika pastor ini berkunjung ke mesir , pastor ini mengambil kesempatan untuk bertemu mufti2 mesir, bertanya mengenai agama islam, dia pingin mempelajari islam lebih dalam, dan salah satu mufti mesir menghadiahi pastor ini dg sebuah alquran
setelah acara kunjungan di mesir selesei, dia kembali ke vatikan dan mulai membaca lembar demi lembar isi alquran, pastor ini semakin kagum dg isi alquran yg dibacanya pastor ini setiap ada waktu luang dia selalu membaca alquran, setelah hatam dia mengulanginya lagi, tanpa disadarinya dia telah mendapatkan kenikmatan dlm membaca alquran, ketika dilain waktu pastor ini bertemu dg mufti mesir yg memberinya alquran, pastor ini berkata
" aku tidak akan bisa tidur sebelum membaca beberapa ayat dr alqur'an, terimakasih telah memberikan alquran yg begitu mengagumkan ini kepadaku..."
walaupun begitu pastor ini belum mau membaca syahadat walau hatinya sudah yakin mengenai kebenaran agama islam krn situasi dan kedudukannya tdk memungkinkan untuk melakukan hal itu. lalu wali paidi melihat dlm mimpinya pastor tersebut terbaring dlm keadaan sakit dan mendekati ajal ketika pastor ini melihat ada malaikat yg datang padanya, pastor ini bertanya
" siapakah anda..."
" aku adalah izrail yg disuruh Allah untuk mencabut nyawamu hari ini.." jawab malaikat
" sungguh benar apa yg dikatakan didalam alquran mengenai hal ini.." jawab pastor
ketika ruh pastor ini baru melewati jari2 kakinya pastor ini dg penuh keyakinan berkata
" asyhadualla ilaha illallah....wa asyhadu anna muhammad rasulullah...."
dan seketika itu juga Allah mengangkat derajat pastor ini menjadi salah satu walinya para wali2 Allah diseluruh dunia banyak yg menyaksikan bahwa ruh pastor ini keluar menuju kehadirat Allah dan diberi kenikmatan disisinya, tidak menuju ke neraka .... para wali yg melihat hal ini saling bertakbir dan bertahmid memuji kebesaran Allah
lalu wali paidi terbangun dr mimpinya, setelah mengucapkan tahmid dan takbir wali paidi beranjak dr masjid pergi ke warung kopi belakang pondok, ketika wali paidi baru saja duduk, wali paidi melihat berita di tv yg berada di pojok warung mengabarkan kalau PAUS JOHANES PAULUS II telah meninggal dunia.
BERSAMBUNG Ke Eps. 25
" injil perjanjian lama ini isinya lebih sempurna " ucap pastor ini
wali paidi dalam mimpinya ini seakan melihat film ttg kehidupan singkat seorang pastor panutan semua orang katolik diseluruh dunia, terlihat oleh wali paidi pastor ini begitu serius membaca injil perjanjian lama, dalam beberapa hari pastor ini tidak keluar dari dalam kamar untuk membaca injil yg sangat menarik hatinya, di bab terakhir pastor ini membaca bakal datang nabi terakhir.
setelah membaca injil perjanjian lama, pastor ini sulit tidur, dia kepikiran ttg sosok nabi terakhir tsb. pastor ini yakin benar sosok nabi orang islam yakni nabi Muhammad mmg benar adanya, krn sosok nabi Muhammad mmg sesuai dg isi injil perjanjian lama yg dibacanya dan ketika pastor ini berkunjung ke mesir , pastor ini mengambil kesempatan untuk bertemu mufti2 mesir, bertanya mengenai agama islam, dia pingin mempelajari islam lebih dalam, dan salah satu mufti mesir menghadiahi pastor ini dg sebuah alquran
setelah acara kunjungan di mesir selesei, dia kembali ke vatikan dan mulai membaca lembar demi lembar isi alquran, pastor ini semakin kagum dg isi alquran yg dibacanya pastor ini setiap ada waktu luang dia selalu membaca alquran, setelah hatam dia mengulanginya lagi, tanpa disadarinya dia telah mendapatkan kenikmatan dlm membaca alquran, ketika dilain waktu pastor ini bertemu dg mufti mesir yg memberinya alquran, pastor ini berkata
" aku tidak akan bisa tidur sebelum membaca beberapa ayat dr alqur'an, terimakasih telah memberikan alquran yg begitu mengagumkan ini kepadaku..."
walaupun begitu pastor ini belum mau membaca syahadat walau hatinya sudah yakin mengenai kebenaran agama islam krn situasi dan kedudukannya tdk memungkinkan untuk melakukan hal itu. lalu wali paidi melihat dlm mimpinya pastor tersebut terbaring dlm keadaan sakit dan mendekati ajal ketika pastor ini melihat ada malaikat yg datang padanya, pastor ini bertanya
" siapakah anda..."
" aku adalah izrail yg disuruh Allah untuk mencabut nyawamu hari ini.." jawab malaikat
" sungguh benar apa yg dikatakan didalam alquran mengenai hal ini.." jawab pastor
ketika ruh pastor ini baru melewati jari2 kakinya pastor ini dg penuh keyakinan berkata
" asyhadualla ilaha illallah....wa asyhadu anna muhammad rasulullah...."
dan seketika itu juga Allah mengangkat derajat pastor ini menjadi salah satu walinya para wali2 Allah diseluruh dunia banyak yg menyaksikan bahwa ruh pastor ini keluar menuju kehadirat Allah dan diberi kenikmatan disisinya, tidak menuju ke neraka .... para wali yg melihat hal ini saling bertakbir dan bertahmid memuji kebesaran Allah
lalu wali paidi terbangun dr mimpinya, setelah mengucapkan tahmid dan takbir wali paidi beranjak dr masjid pergi ke warung kopi belakang pondok, ketika wali paidi baru saja duduk, wali paidi melihat berita di tv yg berada di pojok warung mengabarkan kalau PAUS JOHANES PAULUS II telah meninggal dunia.
BERSAMBUNG Ke Eps. 25
Wali Paidi Eps 17-18
wali paidi duduk
dg tenang, diambilnya secangkir kopi yg ada disampingnya, dg perlahan
dia melanjutkan menghisap rokok mastna wastulasta warruba ( 234 dji sam
soe ) nya, angin semilir menerpa wajahnya, wali paidi sedang berada
diatas menara masjid kudus, masjidnya sunan kudus setelah
rokoknya habis, wali paidi membasahi mulutnya lagi dg kopi seperti
orang berkumur, wali paidi mulai tawasulan, ketika fatihah pertama
dibaca, angin dg sangat perlahan mulai berhenti, wali paidi mulai
membaca wirid2 khusus amalan thoriqoh yg dianutnya, suasana jd hening
seakan bumi dan seluruh hawanya berhenti....
sifat diri wali paidi mulai hilang berganti sifat mulia guru mursyidnya dan dg perlahan sifat gurunya jg mulai hilang berganti sifat ilahiyyah, disini wali paidi merasakan ketenangan yg begitu luar biasa, seakan wali paidi berada didalam lautan yg begtu luas. sirr wali paidi keluar dr tubuh wali paidi, melayang - layang ke angkasa, wali paidi bisa melihat tubuhnya yg sedang duduk ditas menara, sirr wali paidi terus melayang mengitari kota kudus, dan mulai terdengarlah sebuah tangisan yg begitu menyayat hati, sirr wali paidi mengikuti dari mana asal suara itu, sirr wali paidi turun mendekati keranjang sampah, ternyata dari situlah suara tangisan itu, sirr wali paidi semakin mendekat, dilihatnya yg menangis itu adalah sebuah kulit semangka
" mengapa kamu menangis..." tanya sirr wali paidi
" aku sedih, ketika aku tumbuh besar dan terasa manis aku diambil oleh petani dan ijualnya, aku begitu senang bisa membahagiakan pr petani, tapi ketika mau dimakan aku ditinggalkan dan dibuang, hanya isinya yg dimakan....aku merasa tidak ada manfaatnya....." jawab kulit semangka dan menangis lagi
" jangan bersedih aku akan kembali lagi kesini..." kata sirr wali paidi
dengan secepat kilat sirr wali paidi kembali ke tubuhnya, sehabis mengambil rokoknya wali paidi turun dr menara dan pergi ke tempat kulit semangka yg dilihatnya tadi wali paidi masih ingat betul, bahwa keranjang sampah itu berada dihalaman sebuah masjid yg berada di tengah kota kudus, setelah sampai wali paidi lansung menuju keranjang sampah itu, dan mulai mengais2 sampah, orang2 yg lagi tadarusan didalam masjid heran melihat tingkah wali paidi dan wali paidi tersenyum dg sumringah ketika ia menemukan kulit semangka yg dicarinya dan begitu lahapnya wali paidi memakannya, orang2 yg melihat wali paidi menjadi maklum,
" oh ternyata orang gila tho ...." bathin mereka dan melanjutkan kembali tadarusannya.
dg masih mengunyah kulit semangka, wali paidi pergi meninggalkan masjid.
" mungkin beginilah yg dialami oleh imam al ghozali yg pada waktu itu terkenal dg tirakatnya dg doyan memakan kulit semangka yg dicarinya di keranjang2 sampah" bathin wali paidi....
WALI PAIDI 18
malam ini hati wali paidi sedang galau entah kenapa, mengapa tiba2 saja perasaan galau menghinggapi hati wali paidi dan kepalanya tiba- tiba saja pusing
" hmmm....pasti ini ada yg ngerasani ( gosipin ) aku.."
wali paidi menselonjorkan kakinya lalu menyandarkan tubuhnya ditiang langgar miliknya, ketika wali paidi mau beranjak dari duduknya, datanglah seorang tamu yg lansung nyelong masuk dan mendekati wali paidi,ketika si tamu sudah dekat dg wali paidi, tiba2 saja
" huekk juh.." sitamu dg semangat meludahi wali paidi, wali paidi kaget bukan kepalang
" siapa sitamu ini, kok tiba2 saja meludahi aku " bathin wali paidi
" huek..huek..juh..." sitamu meludah lagi, kali ini mengenai mata wali paidi,
wali paidi diam saja, dengan ujung bajunya dia mengusap ludah yg mengenai wajahnya dg bekacak pinggang sitamu ini mengangkat wajahnya lalu menunduk lagi dan
" huekkkkk Juh..juh.." sitamu mengeluarkan semua ludahnya, wajah wali paidi jibrat ludah semua,
wali paidi mulai menangis, dg perlahan wali paidi mengusap lagi wajahnya, lalu dg lembut wali paidi bertanya kepada sitamu " siapakah tuan...?"
si tamu dg tersenyum menjawab :
" aku adalah malaikat yg disuruh mengujimu, karena orang2 banyak yg memuji kalau kamu adalah orang yg sabar, makanya Allah menyuruhku untuk membuktikan apakah benar pujian orang terhadapmu, dan ternyata benar, kau memang orang yg sabar " jawab orang itu lalu ngeloyor pergi
wali paidi hanya tertegun, dan tidak begitu lama datang lagi orang yg sangat perlente, wajahnya ganteng, gagah dan memakai stelan jas dan berdasi, sungguh gagah dan ganteng sekali setelah turun dari mobil mewahnya, sitamu mendekati wali paidi dan dg tersenyum si tamu ini duduk didekat wali paidi
" mas maaf mengganggu sebentar, bisa minta duwitnya mas, atm saya tadi hilang, buat beli bensin mas, .." kata si tamu
wali paidi memandang sitamu dg heran" minta berapa " tanya wali paidi
" sedikit mas, 1 juta saja " jawab sitamu
" wah kalo segitu gak punya aku.." jawab wali paidi
" ya berapa saja, pokoknya ada " pinta si tamu
wali paidi agak ragu, tapi dia membuang jauh2 perasaan itu, bagaimanapun dia harus menolong orang yg butuh pertolongan, gak peduli siapapun itu. wali paidi menurunkan kopyahnya dan mengambil uang dari selipan kopyahnya, tanpa dihitung dia menyerahkan semuanya.dg tersenyum sumringah si tamu menerima uang
pemberian wali paidi
" terima kasih, ternyata benar pujian orang2 terhadapmu, kamu adalah orang yg dermawan.." kata sitamu
" siapakah tuan " tanya wali paidi
" aku adalah malaikat yg disuruh mengujimu " jawab sitamu lalu ngeloyor pergi seperti tamu yg pertama
wali paidi menunduk, dia sadar sekarang, mengapa hatinya jadi galau dan kepalanya jadi pusing, ternyata banyak orang yg ngerasani dg memuji-muji dirinya, dia tahu bahwa Allahlah yg pantas dipuji, Allahlah yg maha penyabar, Allahlah yg maha dermawan, Allah cemburu dan mengutus malaikat mengujiku karena banyak yg memuji aku sebagai orang yg sabar dan orang yg dermawan
" assalamu'alaikum..." wali paidi tersadar dari tafakkurnya, setelah mendengar suara orang yg mengucapkan salam kepadanya
" wa alaikum salam " jawab wali paidi berdiri
di depan wali paidi wanita yg sangat cantik, memakai celana ketat dg atasan baju longgar lengan panjang putih, dan memakai kerudung ala kadarnya, tampak rambutnya yg berkilau kemerahan
" kenalkan nama saya Mulan Jameela.." ucap wanita ini dg genit sambil menyodorkan tangannya
wali paidi terdiam dan membathin" ujian apalagi ini, di uji apa lagi diriku ini ..."
BERSAMBUNG Ke EPS 21
sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
sifat diri wali paidi mulai hilang berganti sifat mulia guru mursyidnya dan dg perlahan sifat gurunya jg mulai hilang berganti sifat ilahiyyah, disini wali paidi merasakan ketenangan yg begitu luar biasa, seakan wali paidi berada didalam lautan yg begtu luas. sirr wali paidi keluar dr tubuh wali paidi, melayang - layang ke angkasa, wali paidi bisa melihat tubuhnya yg sedang duduk ditas menara, sirr wali paidi terus melayang mengitari kota kudus, dan mulai terdengarlah sebuah tangisan yg begitu menyayat hati, sirr wali paidi mengikuti dari mana asal suara itu, sirr wali paidi turun mendekati keranjang sampah, ternyata dari situlah suara tangisan itu, sirr wali paidi semakin mendekat, dilihatnya yg menangis itu adalah sebuah kulit semangka
" mengapa kamu menangis..." tanya sirr wali paidi
" aku sedih, ketika aku tumbuh besar dan terasa manis aku diambil oleh petani dan ijualnya, aku begitu senang bisa membahagiakan pr petani, tapi ketika mau dimakan aku ditinggalkan dan dibuang, hanya isinya yg dimakan....aku merasa tidak ada manfaatnya....." jawab kulit semangka dan menangis lagi
" jangan bersedih aku akan kembali lagi kesini..." kata sirr wali paidi
dengan secepat kilat sirr wali paidi kembali ke tubuhnya, sehabis mengambil rokoknya wali paidi turun dr menara dan pergi ke tempat kulit semangka yg dilihatnya tadi wali paidi masih ingat betul, bahwa keranjang sampah itu berada dihalaman sebuah masjid yg berada di tengah kota kudus, setelah sampai wali paidi lansung menuju keranjang sampah itu, dan mulai mengais2 sampah, orang2 yg lagi tadarusan didalam masjid heran melihat tingkah wali paidi dan wali paidi tersenyum dg sumringah ketika ia menemukan kulit semangka yg dicarinya dan begitu lahapnya wali paidi memakannya, orang2 yg melihat wali paidi menjadi maklum,
" oh ternyata orang gila tho ...." bathin mereka dan melanjutkan kembali tadarusannya.
dg masih mengunyah kulit semangka, wali paidi pergi meninggalkan masjid.
" mungkin beginilah yg dialami oleh imam al ghozali yg pada waktu itu terkenal dg tirakatnya dg doyan memakan kulit semangka yg dicarinya di keranjang2 sampah" bathin wali paidi....
WALI PAIDI 18
malam ini hati wali paidi sedang galau entah kenapa, mengapa tiba2 saja perasaan galau menghinggapi hati wali paidi dan kepalanya tiba- tiba saja pusing
" hmmm....pasti ini ada yg ngerasani ( gosipin ) aku.."
wali paidi menselonjorkan kakinya lalu menyandarkan tubuhnya ditiang langgar miliknya, ketika wali paidi mau beranjak dari duduknya, datanglah seorang tamu yg lansung nyelong masuk dan mendekati wali paidi,ketika si tamu sudah dekat dg wali paidi, tiba2 saja
" huekk juh.." sitamu dg semangat meludahi wali paidi, wali paidi kaget bukan kepalang
" siapa sitamu ini, kok tiba2 saja meludahi aku " bathin wali paidi
" huek..huek..juh..." sitamu meludah lagi, kali ini mengenai mata wali paidi,
wali paidi diam saja, dengan ujung bajunya dia mengusap ludah yg mengenai wajahnya dg bekacak pinggang sitamu ini mengangkat wajahnya lalu menunduk lagi dan
" huekkkkk Juh..juh.." sitamu mengeluarkan semua ludahnya, wajah wali paidi jibrat ludah semua,
wali paidi mulai menangis, dg perlahan wali paidi mengusap lagi wajahnya, lalu dg lembut wali paidi bertanya kepada sitamu " siapakah tuan...?"
si tamu dg tersenyum menjawab :
" aku adalah malaikat yg disuruh mengujimu, karena orang2 banyak yg memuji kalau kamu adalah orang yg sabar, makanya Allah menyuruhku untuk membuktikan apakah benar pujian orang terhadapmu, dan ternyata benar, kau memang orang yg sabar " jawab orang itu lalu ngeloyor pergi
wali paidi hanya tertegun, dan tidak begitu lama datang lagi orang yg sangat perlente, wajahnya ganteng, gagah dan memakai stelan jas dan berdasi, sungguh gagah dan ganteng sekali setelah turun dari mobil mewahnya, sitamu mendekati wali paidi dan dg tersenyum si tamu ini duduk didekat wali paidi
" mas maaf mengganggu sebentar, bisa minta duwitnya mas, atm saya tadi hilang, buat beli bensin mas, .." kata si tamu
wali paidi memandang sitamu dg heran" minta berapa " tanya wali paidi
" sedikit mas, 1 juta saja " jawab sitamu
" wah kalo segitu gak punya aku.." jawab wali paidi
" ya berapa saja, pokoknya ada " pinta si tamu
wali paidi agak ragu, tapi dia membuang jauh2 perasaan itu, bagaimanapun dia harus menolong orang yg butuh pertolongan, gak peduli siapapun itu. wali paidi menurunkan kopyahnya dan mengambil uang dari selipan kopyahnya, tanpa dihitung dia menyerahkan semuanya.dg tersenyum sumringah si tamu menerima uang
pemberian wali paidi
" terima kasih, ternyata benar pujian orang2 terhadapmu, kamu adalah orang yg dermawan.." kata sitamu
" siapakah tuan " tanya wali paidi
" aku adalah malaikat yg disuruh mengujimu " jawab sitamu lalu ngeloyor pergi seperti tamu yg pertama
wali paidi menunduk, dia sadar sekarang, mengapa hatinya jadi galau dan kepalanya jadi pusing, ternyata banyak orang yg ngerasani dg memuji-muji dirinya, dia tahu bahwa Allahlah yg pantas dipuji, Allahlah yg maha penyabar, Allahlah yg maha dermawan, Allah cemburu dan mengutus malaikat mengujiku karena banyak yg memuji aku sebagai orang yg sabar dan orang yg dermawan
" assalamu'alaikum..." wali paidi tersadar dari tafakkurnya, setelah mendengar suara orang yg mengucapkan salam kepadanya
" wa alaikum salam " jawab wali paidi berdiri
di depan wali paidi wanita yg sangat cantik, memakai celana ketat dg atasan baju longgar lengan panjang putih, dan memakai kerudung ala kadarnya, tampak rambutnya yg berkilau kemerahan
" kenalkan nama saya Mulan Jameela.." ucap wanita ini dg genit sambil menyodorkan tangannya
wali paidi terdiam dan membathin" ujian apalagi ini, di uji apa lagi diriku ini ..."
BERSAMBUNG Ke EPS 21
sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
Subscribe to:
Posts (Atom)
Takut jadi Rakyat Negeri ini
Eskalasi politik di negeri ini sedang memanas, pengumuman tarif pajak yang melambung, dan wakil rakyat naik tunjangannya, kesenjangan sosia...
-
Beliau terlahir dari orang tua yang senag dan gemar beribadah, ayahandanya adalah seorang kyai dari para kyai, namun tak tenar dikalangan ...
-
Wali paidi tidak tahu apa yg dialaminya saat ini, dia sering mendengar benda2 yg berada disekitarnya sama berdzikir, mulai sapu lidi yg ...
-
Dalam tqn cipacung, ada baiat dan talqin, dan dalam baiat ada janji ikhwan yang di dalamnya ada kalimat " .....tidak akan menyakiti, m...