Wali paidi adalah anak ketiga dari tiga bersaudara, dia anak
terakhir,kakaknya yg pertama namanya sholeh, dan sekarang dia jadi kiai
di daerah Kediri, punya pondok salaf kecil, yg hanya ramai ketika bulan
ramadlan, sudah menjadi budaya kalau bulan ramadlan banyak santri dari
pondok lain yg ngaji posoan hanya untuk menghatamkan beberapa kitab,
karena kalau ngaji pas bulan ramadlan ngaji kitabnya super cepat yg bertujuan memang untuk menghatamkan bukan untuk kepahaman
Sholeh kakaknya wali paidi ini memang sangat cerdas dan pintar, sejak
lulus madrasah ibtidaiyyah ( setingkat SD ) dia sudah mondok, dia selalu
dapat rangking dikelasnya , sehingga tidak heran ketika dia lulus dia
diambil menantu seorang kiai di daerah Kediri, dan setelah ayah
mertuanya wafat, dialah yg meneruskan menjadi pengasuh pondok pesantren
peninggalan mertuanya.
Sedang kakak perempuanya menjadi istri seorang kiai besar didaerah
jawa tengah, kakaknya ini memang cantik, kulitnya putih seperti ibunya
dan wajahnya elok ke arab-araban seperti bapaknya, kakak perempuannya
ini sering dan berkali – kali ketika pulang meminta orang tuanya untuk
tinggal dengannya , pindah ke jawa tengah, dan kemauan kakaknya ini
sangat didukung keluarga suaminya, kebetulan keluarga suami kakaknya
ini kaya raya, bukan karena pondoknya yg besar tapi keluarga suami
kakakku ini mempunyai kebun teh yg ber hektare-hektare luasnya. Tapi
orang tuanya tidak mau menerima tawaran kakak perempuannya ini, mereka
sudah bahagia melihat anak mereka bahagia itu alasan mereka.
Kakak perempuan wali paidi ini juga sejak kecil sudah berangkat mondok
di pesantren di daerah jawa tengah, dan ketika lulus kakaknya ini di
ambil menantu oleh pengasuh pondoknya. Sedangkan sejak kecil wali paidi
selalu dirumah, ketika ditawari untuk mondok dia tidak mau, wali paidi
masih ingin berbakti kepada orang tuanya, karena orang tuanya sudah
tua, wali paidi tidak tega kalau meninggalkan orang tuanya sendirian
tanpa siapa – siapa yg selalu siap membantunya, wali paidi sudah sangat
senang melihat kakaknya telah menjadi orang semua
Tapi ketika wali paidi sudah lulus aliyah, dia disuruh abahnya untuk
mondok, abahnya bermimpi bertemu dengan sunan gunung jati yg
menyuruhnya untuk memondokkan anaknya, ibunya sebenarnya menentang
keras ke inginan abahnya, ibunya ini tidak tega melihat wali paidi
pergi sendirian di tempat yg jauh, ibunya ini sangat sayang dan
memanjakan wali paidi, tapi abahnya tetap bersikukuh untuk tetap
memondokkan wali paidi, keputusan abahnya tidak bisa diganggu gugat,
abahnya ini memang keras dan tidak mau mengalah kalau mengenai hal2 yg
bersifat aqidah, walaupun dihal lain yg tidak bersifat aqidah abahnya
ini sering mengalah terhadap ibunya.
Berangkatlah wali paidi mondok ke jombang sesuai petunjuk sunan
gunungjati yg disampaikan melalui abahnya, pondok wali paidi ini pondok
yg sangat istimewa, santrinya sedikit tapi rata2 pintar dan alim
semua, anak2 yg mondok disini rata2 sejak syanawiyah sudah disuruh
menghapalkan al quran dan kebanyakan mereka ketika lulus sudah bisa
hapal alqur’an dan ketika memasuki aliyah baru diajarkan ilmu nahwu
shorof, pengasuh pondok wali paidi ini orangnya terlihat biasa,
perawakannya kecil dan kulitnya agak hitam karena seringnya beliau
pergi kesawah, tapi menurut khabar dari santri2 yg didengar oleh wali
paidi bahwa kiai pengasuh ini sebenarnya adalah seorang wali yg mastur (
tersembunyi )
Ketika wali paidi sowan dg abahnya ke pengasuh pondoknya, abahnya bilang kepada mbah kyai
“ mbah yai, saya titipkan anak saya kepada sampeyan, saya pasrah dan
ridlo dg apapun yg akan mbah kyai lakukan terhadap anak saya, andai mbah
kyai menyembelihnyapun, saya ikhlas…”
“ ingih…inggih…insya Allah anak sampeyan ini jadi orang yg bermanfaat…” ujar mbah kyai
Lalu wali paidi diantar abahnya ke kamar pondoknya, abahnya berkata kepada wali paidi :
“ nak…aku memondokkan kamu ini bukan bertujuan membuatmu supaya pinter,
tapi aku pingin kamu mondok ini belajar akhlaq yg baik kepada kiaimu,
apapun yg diperintah kiaimu laksanakan dg ikhlas, andai kiai menyuruhmu
memotong tanganmupun kamu harus melakukannya, tanpa harus bertanya apa
alasannya…”
“ inggih abah…” jawab wali paidi
Ke esokkan harinya wali paidi dipanggil oleh abah yai kendalem,
bergegaslah wali paidi menemuai abah yai Setelah bersalaman wali paidi
duduk di lantai, di depannya abah yai duduk dg bersandarkan tembok,
kaki kananya diangkat dan tampak di selipan jari tangan kanan abah yai
terselip rokok kretek gudang garam hijau
“ paidi…kamu mondok disini gak usah ikut belajar ngaji, percuma otakmu
gak akan kuat untuk menghapalkan alqur’an, apalagi belajar nahwu dan
shorof, ..” ucap abah yai
Wali paidi terdiam, hatinya merasa terpukul dan sedih, tidak dinyana
kiainya akan berkata seperti itu, walau pesan abahnya kpd dirinya
kepintaran bukan tujuannya untuk dipondokkan, tapi ucapan kiainya ini
begitu menghujam hatinya.
“ mengapa…apa kamu gak terima, kalau kamu gak terima dan gak mau mondok disini ya pulang saja, ..” kata kiainya dg cuek
Setelah menghisap rokoknya, kiai berkata lagi
“ abahmu menitipkan kamu kepadaku ini supaya mendidikmu, menjadikanmu
sebagai orang yg bermanfaat, dan aku lihat kamu ini gak cocok untuk
belajar, gak ada manfaatnya krn otakmu yg kendo itu, aku melihat kamu
ini lebih pas kalau menjadi kacung disini, membantu bersih2 ndalem, dan
membantu memudahkan santri2 lain untuk belajar disini, membersihkan
kamar mereka, menatakan sandal mereka, mengisi bak kamar mandi dan
sebagainya..”
Wali paidi terdiam hatinya marah bercampur sedih, dia sangat sedih
dibilang otaknya kendo, tapi dia teringat pesan abahnya untuk manut
atas apapun perintah kiainya
“ bagaimana, apa kamu sanggup menjadi kacung disini…” ucap kiainya lagi
“ inggih kyai…” jawab wali paidi pelan
“ kalau begitu mulai sekarang kamu bersih2 ndalem , habis itu bersih2 pondok…” ucap kiainya
Sejak
saat itu wali paidi selama di pondok hanya menjadi kacung bagi santri
yg lain, pertama dia agak uring – uringan menjalankan perintah kiainya
ini tapi lama kelamaan hatinya menjadi sadar, dia ini sebenarnya jg
belajar, belajar menjalankan perintah kiainya dg baik dan benar, cuma
perintah bagi dirinya saja yg berbeda, dia disuruh melayani santri yg
lain, sedang santri yg lain di perintah untuk belajar dg tekun,
sama-sama menjalankan perintah kiai
Di
suatu malam sehabis magrib, wali paidi duduk termenung di depan
kamarnya, dia melihat para santri ada yg menhapalkan al qur’an dan
sebagaian yg lain bermusyawarah membahas permasalahan nahwu dan shorof,
hati wali paidi menjadi gundah, dia merasa sangat bodoh dan gak bisa
apa-apa, apalagi kemarin kakaknya berkunjung kepadanya dan mengetes
kemampuannya dalam hal pengetahuan agama dan dia tidak bisa sama sekali
untuk menjawab pertanyaan kakaknya itu,
Di
lihatnya para santri punya kemahiran di bidangnya masing – masing,
sedang dia hanya bisa menyapu dan menata sandal mereka, dalam
kegundahannya itu wali paidi tertidur dg posisi terduduk didepan
kamarnya
Wali paidi bermimpi, dalam
mimpinya tsb dia seakan terbangun dari tidurnya dan masih dalam keadaan
duduk di depan kamarnya, dilihatnya kamar – kamar santri yg lain pada
bersinar terang, cahaya – cahaya yg keluar dari kamar2 itu berasal dari
lampu petromak yg dibawa para santri, terpancar kegembiraan dari wajah
para santri karena mempunyai lampu ditangan mereka sedang kamar wali
paidi tidak mengeluarkan cahaya karena wali paidi tidak mempunyai lampu
petromak seperti mereka, Tapi tiba-tiba ada cahaya yg keluar dari
dalam kamar wali paidi, cahaya itu begitu sangat terang sehingga
cahaya – cahaya yg keluar dr kamar yg lain seakan meredup terkena
cahaya dr kamarnya ini. Cahaya itu mendekati wali paidi, setelah
cahaya itu mendekat dilihatlah sebuah lampu petromak yg dibawa
seseorang, wali paidi melihat sebuah tangan yg begitu putih dan halus
memegang lampu petromak itu, wali paidi mengarahkan pandangannya ke
atas, wali paidi begitu terkejut dan begitu terharu setelah tahu siapa
yg membawa lampu petromak tersebut……
Bersambung Ke Eps 22
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
Setelah mengunjungi Blog ini semoga menjadi sehat lahir batin, terbuka akal budi dan hatinya, murah rejeki, gampang jodoh dan Berjalan kepada Alloh dengan bimbingan ridho dan karunia Nya.
Thursday, April 28, 2016
Wali Paidi Eps. 29
Setelah mendapat banyak
karunia dimalang, wali paidi kembali ke pondoknya, mbah kiai yg tahu
kedatangan wali paidi merasa sangat senang, dan lansung menyuruh santri
untuk memanggil wali paidi dan menghadap kepadanya
wali paidi yg mendengar titah gurunya itu lansung pergi ke ndalem
" assalamu alaikum..." ucap wali paidi ketika berada didepan ndalem
" wa alaikum salam..." jawab mbah kiai dari dalam wali paidi maju dan mencium tangan gurunya, tangan yg lembut dan wangi
" ayo duduk..." mbah kiai mempersilahkan wali paidi duduk
setelah duduk wali paidi melihat wajah gurunya ini, keyakinan wali paidi ini memang beda dg keyakinan para murid pada umumnya, kebanyakan para murid tidak berani menatap wajah gurunya ketika menghadap, karena hal tersebut bagi mereka termasuk tindakan yg kurang sopan, tapi pendapat wali paidi lain, dia lebih suka melihat wajah gurunya karena baginya melihat wajah orang sholeh adalah ibadah, dan tentu ada barokah didalamnya, keyakinan atau kedua pendapat ini sama benar, tinggal niatnya saja yg perlu ditata
wali paidi melihat wajah gurunya ini begitu bersinar dan begitu suci bersih, seakan-akan gurunya ini akan berpergian, teringat ini wali paidi lansung menangis sesunggukan... mbah kiai yg melihat wali paidi menangis hanya tersenyum saja, lalu beliau bilang kepada wali paidi
" apa yg kamu lihat dan yg kamu rasakan itu benar, aku memang akan pergi memenuhi panggilan Allah, waktunya sudah dekat, aku sebentar lagi akan meninggalkan dunia ini..." wali paidi tetap menunduk dan terus menangis, mbah kiai lalu berkata lagi
" nak, nanti malam pergilah kamu ke belakang pondok, setelah mencapai sungai duduklah disitu, tunggulah teman abah, belajarlah kamu kepadanya, dan yg penting kamu manut dan jangan banyak bertanya..." pesan mbah kiai
" inggih kiai...." jawab wali paidi
" apa yg kamu alami dimalang semuanya aku tahu, jadilah itu sebagai tonggak keimananmu, dan kamu sudah bertemu dg saudara-saudara seperjuanganmu, kelak kalau kamu bertemu mereka kembali sampaikan salamku kepada mereka.." mbah kiai lalu berdiri mendekati wali paidi, beliau menepuk-nepuk punggung wali paidi
" sekarang kembalilah ke pondok, nanti malam laksanakan apa yg aku perintahkan..." ucap mbah kiai lalu masuk ke ndalem
setelah mbah kiai sudah tidak terlihat wali paidi keluar dari ndalem, walau mbah kiai sudah tidak ada, wali paidi keluar ndalem tetap dengan membungkuk dan berjalan mundur
malam harinya wali paidi melaksanakan apa yg diperintahkan kiainya, dia berjalan menyusuri jalan setapak dibelakang pondok, setelah tiba disungai wali paidi duduk ditepian sungai, tiada henti hati wali paidi berdzikir, wali paidi merasakan semenjak dari malang hati wali paidi ini bisa berdzikir dg sendirinya
tidak lama kemudian datanglah sosok yg seumuran dg mbah kiai mendekati wali paidi wali paidi melihat pancaran sinar wajah orang ini sama persis dg pancaran wajah mbah kiai
" aku teman gurumu, aku adalah khidir dan mulai saat ini aku akan mengajarimu...." ucap khidir lansung ke pokoknya
" inggih...." ucap wali paidi
" ayo ikut aku..." ucap nabi khidir lalu berjalan pergi wali paidi mengikuti dari belakang, wali paidi tidak banyak bertanya sesuai perintah gurunya, dia hanya manut saja, pasrah bongkoan
nabi khidir baru berhenti ketika didepannya ada gazebo ( rumah bambu dg atap ilalang ) yg begitu indah, gazebo ini terlihat kokoh dan futuristik, didepannya ada taman kecil, dan disekitar gazebo terbentang hamparan rumput hijau yg asri, tempat ini seperti villa mahal didaerah pegunungan
" masuklah, tempat wudlu dan kamar mandinya ada dibelakang.." ucap nabi khidir,
dan tidak lama kemudian adzan subuh berkumandang, wali paidi pergi kebelakang mandi, berwudlu kemudian sholat jamaah dg nabi khidir
setelah sholat, wali paidi duduk diteras gazebo didepannya duduk dg berwibawa nabiyullah khidir as
" aku akan mengajarimu ilmu syareat dan ilmu hakekat, aku akan memanjangkan waktu buatmu, satu hari didunia sama dengan satu tahun kamu bersamaku...." kata nabi khidir
sejak itu wali paidi belajar kepada nabi khidir tentang berbagai ilmu, mulai shorof, nahwu, fiqih, balagoh mantiq dll, khusus ilmu tauhid nabi khidir mengajarnya dua hari, rabu dan kamis, sedang ilmu hakikat diajarkan disela2 pelajaran ilmu syareat untuk ilmu ini tdk terjadwal, mengalir begitu saja tidak terasa 10 tahun sudah wali paidi belajar kepada nabi khidir, wali padi sekarang sudah menguasai berbagai macam ilmu dan sangat mahir
" sekarang sudah saatnya kamu kembali, ingat pesanku ini, ilmumu itu tdk dapat kau pamer2kan, apa yg aku ajarkan beda dg apa yg kamu terima dipondok, ilmu yg aku ajarkan kepadamu hanya akan keluar ketika dibutuhkan, ilmu itu aku taruh dihatimu" kata nabi khidir kepada wali paidi sehabis sholat isya' berjamaah
" inggih..." ucap wali paidi
" nanti kamu jgn kaget, karena waktu yg kamu habiskan disini selama 10 tahun, sama dg 10 hari ketika kamu dipondok" ucap nabi khidir
hari itu juga nabi khidir mengantarkan wali paidi ketempat pertama kali mereka bertemu, setelah menyampaikan pesan2, nabi khidir pergi meninggalkan wali paidi wali paidi masuk pondok tepat adzan subuh berkumandang, sejak saat itu wali paidi seakan mempunyai ilmu laduni, para santri mengira seperti itu karena wali paidi hanya pergi 10 hari tapi setelah kembali ilmunya menjadi begitu luar biasa..... padahal ilmu yg didapat oleh wali paidi diperoleh dg rajin belajar selama 10 tahun
tdk lama kemudian mbah kiai memang benar2 pergi meninggalkan dunia ini menghadap sang ilahi, berita tentang kematian mbah kiai tidak begitu menggemparkan, karena mbah kiai bukan kiai terkenal, prosesi pemakaman biasa saja, hanya para santri dan tetangga sekitar, tapi ada yg unik ketika prosesi pemakaman dilakukan, ada puluhan orang tak dikenal berdiri mengitari makam, ada yg berjubah dan bersorban, ada yg berjas dan berdasi ada juga berpenampilan seperti gelandangan
setelah prosesi pemakaman selesei, ada sosok yg sangat akrab menghampiri wali paidi, sosok nabiyullah khidir
" mereka yg hadir yg tidak dikenal orang disini adalah teman mbah kiaimu, mereka semua ini waliyullah, dan aku bersama mereka telah sepakat menunjuk kamu sebagai ganti dari gurumu, " kata nabi khidir wali paidi tertegun tidak bisa berkata-kata,
lalu nabi khidir berkata lagi kepadanya " kamu sekarang menjadi WALI BADAL (wali pengganti )"
BERSAMBUNG Ke Eps 30
sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
wali paidi yg mendengar titah gurunya itu lansung pergi ke ndalem
" assalamu alaikum..." ucap wali paidi ketika berada didepan ndalem
" wa alaikum salam..." jawab mbah kiai dari dalam wali paidi maju dan mencium tangan gurunya, tangan yg lembut dan wangi
" ayo duduk..." mbah kiai mempersilahkan wali paidi duduk
setelah duduk wali paidi melihat wajah gurunya ini, keyakinan wali paidi ini memang beda dg keyakinan para murid pada umumnya, kebanyakan para murid tidak berani menatap wajah gurunya ketika menghadap, karena hal tersebut bagi mereka termasuk tindakan yg kurang sopan, tapi pendapat wali paidi lain, dia lebih suka melihat wajah gurunya karena baginya melihat wajah orang sholeh adalah ibadah, dan tentu ada barokah didalamnya, keyakinan atau kedua pendapat ini sama benar, tinggal niatnya saja yg perlu ditata
wali paidi melihat wajah gurunya ini begitu bersinar dan begitu suci bersih, seakan-akan gurunya ini akan berpergian, teringat ini wali paidi lansung menangis sesunggukan... mbah kiai yg melihat wali paidi menangis hanya tersenyum saja, lalu beliau bilang kepada wali paidi
" apa yg kamu lihat dan yg kamu rasakan itu benar, aku memang akan pergi memenuhi panggilan Allah, waktunya sudah dekat, aku sebentar lagi akan meninggalkan dunia ini..." wali paidi tetap menunduk dan terus menangis, mbah kiai lalu berkata lagi
" nak, nanti malam pergilah kamu ke belakang pondok, setelah mencapai sungai duduklah disitu, tunggulah teman abah, belajarlah kamu kepadanya, dan yg penting kamu manut dan jangan banyak bertanya..." pesan mbah kiai
" inggih kiai...." jawab wali paidi
" apa yg kamu alami dimalang semuanya aku tahu, jadilah itu sebagai tonggak keimananmu, dan kamu sudah bertemu dg saudara-saudara seperjuanganmu, kelak kalau kamu bertemu mereka kembali sampaikan salamku kepada mereka.." mbah kiai lalu berdiri mendekati wali paidi, beliau menepuk-nepuk punggung wali paidi
" sekarang kembalilah ke pondok, nanti malam laksanakan apa yg aku perintahkan..." ucap mbah kiai lalu masuk ke ndalem
setelah mbah kiai sudah tidak terlihat wali paidi keluar dari ndalem, walau mbah kiai sudah tidak ada, wali paidi keluar ndalem tetap dengan membungkuk dan berjalan mundur
malam harinya wali paidi melaksanakan apa yg diperintahkan kiainya, dia berjalan menyusuri jalan setapak dibelakang pondok, setelah tiba disungai wali paidi duduk ditepian sungai, tiada henti hati wali paidi berdzikir, wali paidi merasakan semenjak dari malang hati wali paidi ini bisa berdzikir dg sendirinya
tidak lama kemudian datanglah sosok yg seumuran dg mbah kiai mendekati wali paidi wali paidi melihat pancaran sinar wajah orang ini sama persis dg pancaran wajah mbah kiai
" aku teman gurumu, aku adalah khidir dan mulai saat ini aku akan mengajarimu...." ucap khidir lansung ke pokoknya
" inggih...." ucap wali paidi
" ayo ikut aku..." ucap nabi khidir lalu berjalan pergi wali paidi mengikuti dari belakang, wali paidi tidak banyak bertanya sesuai perintah gurunya, dia hanya manut saja, pasrah bongkoan
nabi khidir baru berhenti ketika didepannya ada gazebo ( rumah bambu dg atap ilalang ) yg begitu indah, gazebo ini terlihat kokoh dan futuristik, didepannya ada taman kecil, dan disekitar gazebo terbentang hamparan rumput hijau yg asri, tempat ini seperti villa mahal didaerah pegunungan
" masuklah, tempat wudlu dan kamar mandinya ada dibelakang.." ucap nabi khidir,
dan tidak lama kemudian adzan subuh berkumandang, wali paidi pergi kebelakang mandi, berwudlu kemudian sholat jamaah dg nabi khidir
setelah sholat, wali paidi duduk diteras gazebo didepannya duduk dg berwibawa nabiyullah khidir as
" aku akan mengajarimu ilmu syareat dan ilmu hakekat, aku akan memanjangkan waktu buatmu, satu hari didunia sama dengan satu tahun kamu bersamaku...." kata nabi khidir
sejak itu wali paidi belajar kepada nabi khidir tentang berbagai ilmu, mulai shorof, nahwu, fiqih, balagoh mantiq dll, khusus ilmu tauhid nabi khidir mengajarnya dua hari, rabu dan kamis, sedang ilmu hakikat diajarkan disela2 pelajaran ilmu syareat untuk ilmu ini tdk terjadwal, mengalir begitu saja tidak terasa 10 tahun sudah wali paidi belajar kepada nabi khidir, wali padi sekarang sudah menguasai berbagai macam ilmu dan sangat mahir
" sekarang sudah saatnya kamu kembali, ingat pesanku ini, ilmumu itu tdk dapat kau pamer2kan, apa yg aku ajarkan beda dg apa yg kamu terima dipondok, ilmu yg aku ajarkan kepadamu hanya akan keluar ketika dibutuhkan, ilmu itu aku taruh dihatimu" kata nabi khidir kepada wali paidi sehabis sholat isya' berjamaah
" inggih..." ucap wali paidi
" nanti kamu jgn kaget, karena waktu yg kamu habiskan disini selama 10 tahun, sama dg 10 hari ketika kamu dipondok" ucap nabi khidir
hari itu juga nabi khidir mengantarkan wali paidi ketempat pertama kali mereka bertemu, setelah menyampaikan pesan2, nabi khidir pergi meninggalkan wali paidi wali paidi masuk pondok tepat adzan subuh berkumandang, sejak saat itu wali paidi seakan mempunyai ilmu laduni, para santri mengira seperti itu karena wali paidi hanya pergi 10 hari tapi setelah kembali ilmunya menjadi begitu luar biasa..... padahal ilmu yg didapat oleh wali paidi diperoleh dg rajin belajar selama 10 tahun
tdk lama kemudian mbah kiai memang benar2 pergi meninggalkan dunia ini menghadap sang ilahi, berita tentang kematian mbah kiai tidak begitu menggemparkan, karena mbah kiai bukan kiai terkenal, prosesi pemakaman biasa saja, hanya para santri dan tetangga sekitar, tapi ada yg unik ketika prosesi pemakaman dilakukan, ada puluhan orang tak dikenal berdiri mengitari makam, ada yg berjubah dan bersorban, ada yg berjas dan berdasi ada juga berpenampilan seperti gelandangan
setelah prosesi pemakaman selesei, ada sosok yg sangat akrab menghampiri wali paidi, sosok nabiyullah khidir
" mereka yg hadir yg tidak dikenal orang disini adalah teman mbah kiaimu, mereka semua ini waliyullah, dan aku bersama mereka telah sepakat menunjuk kamu sebagai ganti dari gurumu, " kata nabi khidir wali paidi tertegun tidak bisa berkata-kata,
lalu nabi khidir berkata lagi kepadanya " kamu sekarang menjadi WALI BADAL (wali pengganti )"
BERSAMBUNG Ke Eps 30
sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps. 27-28
Sehabis sholat magrib wali paidi lansung menuju jl sokarno
hatta, sehabis melewati jembatan wali paidi belok ke kiri, setelah
berjalan kira - kira 1 kilo wali paidi melihat habib yg dicarinya,
habib yg dikiranya tukang becak, wali paidi melihat habib tsb memasuki
sebuat toko distro, wali paidi mengarahkan sepedanya kekanan,
tertampang tulisan didepan toko " MORKL" outlet.
wali paidi celingak celinguk didepan toko, mencari habib yg lari kesitu,
" mungkin aku salah lihat, kok gak ada disini." bathin wali paidi
tak lama kemudian keluar pemuda jangkung dg perawakan agak kurus menghampiri wali paidi,
" kang katanya mondok, kok keluyuran sampai kesini..." kata pemuda
" wah...wah...mas sakti toh, kok bisa disini mas...." kata wali paidi kaget
ternyata wali paidi mengenal pemuda jangkung ini, dialah mas sakti yg oleh wali paidi sudah dianggap sebagai kakak tuanya, walau umur mas sakti ini dibawah umur wali paidi, setelah saling mengolok - ngolok mas sakti mengajak masuk kedalam toko,
" ayo ngopi diatas aja kang..." ajak mas sakti dg menaiki tangga menuju ke atas toko wali paidi dan mas sakti melanjutkan obrolannya sambil ngopi, kadang mereka tertawa lepas, dan kadang disela sela obrolan mereka berdua bilang : Amin....Amin...
wali paidi menselonjorkan kakinya dan merebahkan tubuhnya, didepannya duduk mas sakti sambil membaca koran bekas
" baca apa mas..." tanya wali paidi
" ini baca ahmad dhani didemo..." jawab mas sakti
" soal apa mas " tanya wali paidi lagi
" ini ahmad dhani pas konser menginjak lafadz Allah, kan logo dewa itu ada rangkaian lafads Allah, sedang lantai panggungnya ada gambar besar logo dewa yg ada lafads Allah tsb...." jawab mas sakti
" menurut sampeyan gimana mas..." tanya wali paidi
mas sakti terdiam agak lama, setelah menaruh korannya dan menyeruput kopinya, mas sakti menyalakan rokok mildnya kemudian berkata :
" menurut syariat dhani ini salah, tapi hakekatnya kita semua ini berdiri diatas lafads Allah...." jawab mas sakti
" maksud dan contoh jelasnya gimana mas..." tanya wali paidi
mas sakti berdiri memanggil tmannya yg ada dibawah
" ping....tolong ambil kaca mata dibawa terus bawa kesini...." kata mas sakti
tidak lama kemudian datang teman mas sakti dg membawa kaca mata dan menyerahkan kpd mas sakti
" kamu pakai kaca mata ini...." ucap mas sakti sambil menyerahkan kaca matanya
wali paidi duduk, dan memakai kaca mata yg diberikan mas sakti
" Ya Allah....Allahu Akbar...." jerit wali paidi
dalam pandangan wali paidi seluruh dinding toko dan lantainya terangkai lafads Allah, wali mengarahkahkan pandangannya kebawah, lantai yg didudukinya yg terangkai banyak lafads Allah yg banyak sekali, wali paidi agak ketakutan melihat ini semua, dan wali paidi juga melihat nafas yg keluar dari hidung mas sakti membentuk lafads Allah, dalam pandangan wali paidi seluruh permukaan bumi ini ada rangkaian lafads Allahnya, wali paidi dg berlinang air mata menyerahkan kembali kaca mata kepada mas sakti mas sakti menerimanya dg tersenyum, kemudia dia berkata
" andai hijab hati kita di buka oleh Allah maka seluruh benda.dan seluruh permukaan bumi terangkai lafads Allah, betapa tidak punya malunya kita kalau kita berbuat maksiat diatas rangkaian lafads Allah, mungkar kepadanya sedangkan kita berada berada diatas buminya...."
wali paidi semakin tesedu - sedu, dan tidak bisa dicegah wali paidi menangis dg kerasnya....
WALI PAIDI 28
wali paidi terdiam diatas distro MORKL, mas sakti dg tersenyum senyum mempehatikan wali paidi didepannya, hening yg sangat lama menghinggapi mereka
" tidur aja dulu kang disini...." ucap mas sakti
" nanti aja belum ngantuk mas" jawab wali paidi
tapi tidak lama kemudian wali paidi merasakan kantuk yg sangat berat, dan tidak dapat dicegah wali paidipun akhirnya tertidur, dalam tidurnya wali paidi bermimpi yg seakan-akan tidak bermimpi, karena dalam mimpinya wali paidi seakan duduk didepan mas sakti sama persis seperti dalam keadaan terjaga.
tiba-tiba ada suara bler....bler....bler.........d
idepan toko, wali paidi berdiri dan berjalan ke jendela toko, wali paidi melihat kakak mas sakti datang dg naik harley, dengan memakai jaket dan celana hitam kakak mas sakti ini turun dari mogenya, wali paidi tersenyum ketika melihat kakak mas sakti ini mencopot helmnya, potongan rambutnya itu keren habis, samping kanan dan kiri dicukur habis tinggal tengah sampai kebelakang dibiarkan panjang.
wali paidi dalam mimpinya cuma terdiam, dia melihat mas sakti turun menyambut kakaknya, tidak lama kemudian mereka bedua naik keatas toko, wali paidi maju dan mencium tangan kakak mas sakti
" ini tho wali paidi hmm...." ucap kakak mas sakti
" inggih mas nggih niki larene..." jawab mas sakti
setelah ngopi dan merokok sebentar terdengar suara lagi bler....bler.....rupanya ada harley lagi yg datang
" itu bang yik teronganudah datang, ayo berangkat, ayo kamu ikut juga." kata kakak mas sakti kepada wali paidi
wali paidi berboncengan dg yik terongan sedang mas sakti berboncengan denhan kakaknya
wali paidi seumur - umur baru kali ini merasakan naik harley dg kecepatan yg tinggi, wali merasakan dalam mimpinya seakan jalan yg dilaluinya ini menuju ke langit, mereka ber empat baru berhenti ketika didepannya berdiri dg megah sebuah istana yg sangat indah, wali paidi, yik terongan, mas sakti dan kakaknya turun segera turun.dari motor, dan berjalan ke arah istana
wali paidi melihat bumi dilijay dari atas tampak.berselimutkan cahaya biru
" lapisan ozone...." bathin wali paidi
kakak mas sakti mendekati wali paidi, dg menepuk nepuk pundaknya wali paidi, kakak mas sakti ini berkata
" apa yg kamu lihat itu memang banyak yg menyebutnya sebagai lapisan ozone, sebenarnya lapisan biru yg mengitari bumi itu adalah cahaya iman yg terpancar dari hati setiap orang islam, kalau iman umat muslim semakin tipis maka lapisan biru tu juga akan menipis, dan cahaya matahari akan lansung masuk menerobos bumi, kalau cahaya iman sudah habis maka terjadilah kiamat..." jelas kakak mas sakti kepada wali paidi
setelah menjelaskan tentang lapisan ozone, kakak mas sakti mengajak yik terongan dan adiknya untuk masuk ke dalam istana
" kamu belum waktunya masuk, jaga motor aja diluar..." ucap kakak mas sakti kepada wali paidi
" hahahaha.....santai aja sebentar lagi sampeyan boleh masuk...." olok mas sakti
" siap bos......" ucap wali paidi
BERSAMBUNG KE Eps 29
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
wali paidi celingak celinguk didepan toko, mencari habib yg lari kesitu,
" mungkin aku salah lihat, kok gak ada disini." bathin wali paidi
tak lama kemudian keluar pemuda jangkung dg perawakan agak kurus menghampiri wali paidi,
" kang katanya mondok, kok keluyuran sampai kesini..." kata pemuda
" wah...wah...mas sakti toh, kok bisa disini mas...." kata wali paidi kaget
ternyata wali paidi mengenal pemuda jangkung ini, dialah mas sakti yg oleh wali paidi sudah dianggap sebagai kakak tuanya, walau umur mas sakti ini dibawah umur wali paidi, setelah saling mengolok - ngolok mas sakti mengajak masuk kedalam toko,
" ayo ngopi diatas aja kang..." ajak mas sakti dg menaiki tangga menuju ke atas toko wali paidi dan mas sakti melanjutkan obrolannya sambil ngopi, kadang mereka tertawa lepas, dan kadang disela sela obrolan mereka berdua bilang : Amin....Amin...
wali paidi menselonjorkan kakinya dan merebahkan tubuhnya, didepannya duduk mas sakti sambil membaca koran bekas
" baca apa mas..." tanya wali paidi
" ini baca ahmad dhani didemo..." jawab mas sakti
" soal apa mas " tanya wali paidi lagi
" ini ahmad dhani pas konser menginjak lafadz Allah, kan logo dewa itu ada rangkaian lafads Allah, sedang lantai panggungnya ada gambar besar logo dewa yg ada lafads Allah tsb...." jawab mas sakti
" menurut sampeyan gimana mas..." tanya wali paidi
mas sakti terdiam agak lama, setelah menaruh korannya dan menyeruput kopinya, mas sakti menyalakan rokok mildnya kemudian berkata :
" menurut syariat dhani ini salah, tapi hakekatnya kita semua ini berdiri diatas lafads Allah...." jawab mas sakti
" maksud dan contoh jelasnya gimana mas..." tanya wali paidi
mas sakti berdiri memanggil tmannya yg ada dibawah
" ping....tolong ambil kaca mata dibawa terus bawa kesini...." kata mas sakti
tidak lama kemudian datang teman mas sakti dg membawa kaca mata dan menyerahkan kpd mas sakti
" kamu pakai kaca mata ini...." ucap mas sakti sambil menyerahkan kaca matanya
wali paidi duduk, dan memakai kaca mata yg diberikan mas sakti
" Ya Allah....Allahu Akbar...." jerit wali paidi
dalam pandangan wali paidi seluruh dinding toko dan lantainya terangkai lafads Allah, wali mengarahkahkan pandangannya kebawah, lantai yg didudukinya yg terangkai banyak lafads Allah yg banyak sekali, wali paidi agak ketakutan melihat ini semua, dan wali paidi juga melihat nafas yg keluar dari hidung mas sakti membentuk lafads Allah, dalam pandangan wali paidi seluruh permukaan bumi ini ada rangkaian lafads Allahnya, wali paidi dg berlinang air mata menyerahkan kembali kaca mata kepada mas sakti mas sakti menerimanya dg tersenyum, kemudia dia berkata
" andai hijab hati kita di buka oleh Allah maka seluruh benda.dan seluruh permukaan bumi terangkai lafads Allah, betapa tidak punya malunya kita kalau kita berbuat maksiat diatas rangkaian lafads Allah, mungkar kepadanya sedangkan kita berada berada diatas buminya...."
wali paidi semakin tesedu - sedu, dan tidak bisa dicegah wali paidi menangis dg kerasnya....
WALI PAIDI 28
wali paidi terdiam diatas distro MORKL, mas sakti dg tersenyum senyum mempehatikan wali paidi didepannya, hening yg sangat lama menghinggapi mereka
" tidur aja dulu kang disini...." ucap mas sakti
" nanti aja belum ngantuk mas" jawab wali paidi
tapi tidak lama kemudian wali paidi merasakan kantuk yg sangat berat, dan tidak dapat dicegah wali paidipun akhirnya tertidur, dalam tidurnya wali paidi bermimpi yg seakan-akan tidak bermimpi, karena dalam mimpinya wali paidi seakan duduk didepan mas sakti sama persis seperti dalam keadaan terjaga.
tiba-tiba ada suara bler....bler....bler.........d
idepan toko, wali paidi berdiri dan berjalan ke jendela toko, wali paidi melihat kakak mas sakti datang dg naik harley, dengan memakai jaket dan celana hitam kakak mas sakti ini turun dari mogenya, wali paidi tersenyum ketika melihat kakak mas sakti ini mencopot helmnya, potongan rambutnya itu keren habis, samping kanan dan kiri dicukur habis tinggal tengah sampai kebelakang dibiarkan panjang.
wali paidi dalam mimpinya cuma terdiam, dia melihat mas sakti turun menyambut kakaknya, tidak lama kemudian mereka bedua naik keatas toko, wali paidi maju dan mencium tangan kakak mas sakti
" ini tho wali paidi hmm...." ucap kakak mas sakti
" inggih mas nggih niki larene..." jawab mas sakti
setelah ngopi dan merokok sebentar terdengar suara lagi bler....bler.....rupanya ada harley lagi yg datang
" itu bang yik teronganudah datang, ayo berangkat, ayo kamu ikut juga." kata kakak mas sakti kepada wali paidi
wali paidi berboncengan dg yik terongan sedang mas sakti berboncengan denhan kakaknya
wali paidi seumur - umur baru kali ini merasakan naik harley dg kecepatan yg tinggi, wali merasakan dalam mimpinya seakan jalan yg dilaluinya ini menuju ke langit, mereka ber empat baru berhenti ketika didepannya berdiri dg megah sebuah istana yg sangat indah, wali paidi, yik terongan, mas sakti dan kakaknya turun segera turun.dari motor, dan berjalan ke arah istana
wali paidi melihat bumi dilijay dari atas tampak.berselimutkan cahaya biru
" lapisan ozone...." bathin wali paidi
kakak mas sakti mendekati wali paidi, dg menepuk nepuk pundaknya wali paidi, kakak mas sakti ini berkata
" apa yg kamu lihat itu memang banyak yg menyebutnya sebagai lapisan ozone, sebenarnya lapisan biru yg mengitari bumi itu adalah cahaya iman yg terpancar dari hati setiap orang islam, kalau iman umat muslim semakin tipis maka lapisan biru tu juga akan menipis, dan cahaya matahari akan lansung masuk menerobos bumi, kalau cahaya iman sudah habis maka terjadilah kiamat..." jelas kakak mas sakti kepada wali paidi
setelah menjelaskan tentang lapisan ozone, kakak mas sakti mengajak yik terongan dan adiknya untuk masuk ke dalam istana
" kamu belum waktunya masuk, jaga motor aja diluar..." ucap kakak mas sakti kepada wali paidi
" hahahaha.....santai aja sebentar lagi sampeyan boleh masuk...." olok mas sakti
" siap bos......" ucap wali paidi
BERSAMBUNG KE Eps 29
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps. 25-26
Wali paidi tidak tahu apa yg
dialaminya saat ini, dia sering mendengar benda2 yg berada disekitarnya
sama berdzikir, mulai sapu lidi yg biasa dipergunakannya, sandal para
santri yg ditatanya semuanya pada berdzikir, sampai suatu pagi wali
paidi dipanggil mbah romo kiai, dan seperti biasanya mbah romo kiai
menemui wali paidi diteras ndalem didampingi kopi plus rokok kretek
kesayangannya
Setelah menyuruh wali paidi untuk meminum kopinya dan memberinya rokok mbah romo kiai berkata :
“ nak, apa yg kamu alami itu hal yg wajar saja, kamu jgn risau, setiap orang yg belajar membersihkan hatinya dan mengajaknya untuk berdzikir setiap saat , maka akan mengalami seperti apa yg kamu alami sekarang, bahkan mendengar lolongan anjing pun akan terdengar seperti suara orang yg berdzikir, itu semua pantulan dari hatimu, kamu pasti ingat dg hadist yg menceritakan ketika nabi mendengar kerikil yg di pegangnya sama berdzikir….”
“ inggih kiai….” Tutur wali paidi
“ besok kamu berangkatlah ke malang, berziarahlah ke makam habib Abdullah bilfaqih dan ayahnya habib abdul qodir bilfaqih, tapi sebelum kamu duduk, bacalah salam ini ..” kata romo kiai sambl menyerahkan secarik kertas kpd wali paidi
Wali paidi dg takdzim menerima kertas kecil pemberian romo kiai.
“ bacalah …” perintah romo kiai
“ salamullahi ya saadah…..dst “ wali paidi membacanya dg melagukan salam tsb
“ salam itu mmg sudah umum, dan disetiap kuburan wali banyak tergantung ucapan salam itu, andai nanti ketika kamu sdh sampai di makam habib, dan habib tidak berada di makam, maka ketika habib mendengar ucapan salammu itu, insya Allah habib akan kembali pulang ke makamnya dan menemui kamu “ ucap romo kiai menjelaskan
“ inggih kiai.” Jawab wali paidi
“ kamu naik sepeda motor si sofyan saja…” perintah kiai, sofyan adalah putra romo kiai
Besoknya wali paidi berangkat ke malang, ke pemakaman umum kasin, romo kiai berkata, makam habib Abdullah dan habib abdul qodir berada dipemakaman umum kasin, hanya itu petunjuk dari romo kiai, sedangkan wali paidi tidak tahu dimana daerah kasin itu, wali paidi tdk berani bertanya lebih jelas pada romo kiai, karena menjaga tata krama, wali paidi manut dan berusaha melaksanakn perintah romo kiai tanpa banyak bertanya dan protes
Sesampai dimalang wali paidi lansung menuju alun-alun kota malang, setelah memarkirkan sepedanya wali paidi clingak clinguk mencari tukang parker, tidak lama kemudian ada tukang parker yg menghampirinya, wali paidi lalu bertanya kepadanya dimana daerah kasin itu, setelah mendapat penjelasan dari tukang parkir tsb wali paidi lansung berangkat ke daerah kasin sesuai petunjuk yg diterimanya
Kira – kira sepuluh menitan wali paidi sudah berada di daerah kasin,
“ sekarang tinggal mencari dimana letak pemakaman umum kasin..” bathin wali paidi
Wali paidi bertanya – Tanya kepada orang2 yg ditemuninya, ternyata menurut keterangan mereka pemakaman umum kasin ada dua, wali paidi lalu menerangkan kalau dia berniat ziarah ke makam habib Abdullah bil faqih dan abahnya habib abdul qodir bil faqih, setelah mendapat petunjuk yg jelas mengenai arah2 ke makam, wali paidi melanjutkan perjalanannya, tapi wali paidi tetap tidak dapat menemukan makam tsb, karena ketika sudah dekat ada saja orang yg menunjukkan arah yg salah. Jadinya wali paidi muter2 saja diwilayah kasin,
Setengah jam lebih wali paidi berputar – putar diwilayah kasin, karena setiap wali paidi bertanya jawabannya berbeda – beda, wali paidi gundah hatinya, badannya tiba2 terasa capek semua, dia lalu menghentikan sepeda motornya di tepi jalan, dia turun dari sepeda, sejurus kemudian wali paidi mengeluarkan rokoknya dan menyalakannya, ditengah2 merokok wali paidi mulai tawasulan, setelah selesei wali paidi berkata dalam hatinya
“ mbah habib abdul qodir, mbah habib Abdullah, saya mau ke makam panjenengan, tolong tunjukkan dimana makam panjenengan…..” bathin wali paidi
Lalu wali paidi naik sepeda motornya dan mulai melanjutkan perjalanannya, wali paidi mengikuti apa kata hatinya, kira2 baru berjalan 50 meter, wali paidi mencium bau harum semerbak,
“ Alhamdulillah makam mbah habib sudah dekat…” bathin wali paidi
Wali paidi mengikuti bau harum yg di ciumnya dan tidak begitu lama akhirnya wali paidi sudah berada di depan makam umum kasin, wali paidi berputar dan masuk makam dari samping, tampak di tengah makam ada bangunan kecil yg atasnya ada kubahnya yg berwarna hijau, dibawah kubah inilah makam habib abdul qodir bil faqih dan putranya habib Abdullah bil faqih
Ketika berada tepat di depan makam yg ada pagar stainlessnya, wali paidi membaca salam yg di catatkan oleh romo kiainya,
“ salaamullahi ya saadah minarrohmani yaghsyakum….” Ucap wali paidi,
Baru satu baits dibaca hawa di sekitar wali paidi terasa sudah lain dari yg tadi, saking terkejutnya wali paidi sampai terdiam sebentar, lalu dia melanjutkan membaca syiir salam itu sampai selesei , wali paidi menunduk dg penuh ta’dzim, wali paidi merasa ada dua sosok yg agung yg mengawasinya dari dalam
Setelah selesei membaca syiir salam, wali paidi beranjak ke dekat makam dan duduk memulai membaca tahlil, baru saja wali paidi duduk, tiba2 seakan ada suara bedug yg ditabuh, dum…..di iringi hawa yg menerpa tubuh wali paidi, ketika hawa itu menerpa tubuh wali paidi, seluruh tubuh wali paidi serentak berdzikir… Alah…Allah…Allah….
Wali paidi membaca tahlil di iringi dengan suara bedug dum….Allah…Allah…Allah… dum….Allah…Allah…Allah… ketika hawa itu menerpa wali paidi, serentak seluruh tubuhnya berdzikir……
WALI PAIDI 26
Wali paidi menyeleseikan pembacaan tahlilnya tepat adzan magrib berkumandang, wali paidi berjalan mundur ketika keluar dari makam, dia lansung menaiki sepedanya mencari masjid terdekat, wali paidi mengikuti adzan yg didengarnya, dia berniat untuk sholat dimasjid terdekat, tapi semakin wali paidi mendekat suara adzan itu terdengar semakin menjauh, akhirnya wali paidi memutuskan untuk putar balik mencari masjid yg lain, wali paidi merasa masjid yg dituju tidak mau menerimanya,
Wali paidi menyusuri jalan ke arah alun2 kota malang, dia berjalan pelan, bersiap kalau ada masjid yg dilaluinya dia akan berhenti, Ketika wali paidi berada didepan rumah makan cairo ( resto menu timur tengah ) hatinya menyuruhnya untuk belok kiri, setelah berjalan 20 meteran wali paidi melihat ada masjid di sebelah kiri jalan, masjid tersebut posisinya agak masuk kedalam, wali paidi memasukkan sepedanya dan parkir dihalaman masjid, terlihat sebagian jamaah sudah keluar dari masjid karena sholat magrib sudah selesei dilaksanakan, wali paidi melangkah masuk mencari kamar kecil, lalu keluarlah seorang yg kulitnya agak hitam dan berambut agak gondrong dari dalam masjid, orang tersebut seakan menyambut wali paidi,
" mungkin orang ini tukang becak, melihat dari sarungnya yg ngelinting dan baju kokonya yg putih lusuh dan mangkak " bathin wali paidi
Tapi betapa kagetnya wali paidi, ketika dia bertanya kepada orang tersebut dimana letak kamar kecil, wali paidi melihat dg jelas wajah orang tersebut ketika menunjukkan arah ke kamar kecil, ternyata orang yg dikiranya tukang becak ini adalah seorang habib, dilihat dari sorot matanya dan wajahnya,
Wali paidi kekamar kecil dg perasaan tidak tenang, dia merasa berdosa karena mengira habib tsb sebagai tukang becak, wali paidi berniat sehabis dari kamar kecil akan meminta maaf kepadanya, Tapi ketika wali paidi selesei berwudlu dan mau masuk ke masjid, habib yg dimaksud sudah tidak ada, wali paidi mencarinya di parkiran tidak ada, dan mencarinya didalam masjid juga tidak ada, wali paidi merasa menyesal krn gampang menyangka buruk kepada orang lain, gampang menilai seseorang dari tampilan luarnya.
Wali paidi tidak tenang ketika melaksanakan sholat magrib, dia meminta kepada Allah didalam sholatnya untuk dipertemukan dg habib tsb, ketika wali paidi mengakhiri sholatnya dg mengucapkan salam, dan ketika dia mengucapkan salam yg kedua dg menoleh kekiri, dilihatnya habib yg dicarinya sudah berdiri disamping kirinya, wali paidi berniat mendekat mau mencium tangannya, tapi habib muda tersebut lansung lari keluar dari masjid menuju jalan raya terus hilang entah kemana....
" subhanallah ternyata dikota malang yg hiruk pikuk ini masih ada kekasih Allah yg berseliweran, seharusnya aku tadi minta kepada Allah tdk hanya bertemu tapi juga minta bisa diberi kesempatan untuk mencium tangannya..." bathin wali paidi
Setelah berdzikir sebentar, datanglah seorang pemuda pengurus masjid mendekatinya sambil memberi secangkir teh jahe kepadanya, dan wali paidi melihat banyak habib2 sepuh mulai berdatangan memasuki masjid, rupanya sehabis magrib dimasjid ini diadakan rutinan membaca ratibul haddad,
wali paidi berniat untuk keluar, karena dia merasa tidak pantas mengikuti acara tersebut, melihat yg datang semuanya berjubah, sedang dirinya bercelana jean dan berkaos oblong hitam dg gambar gus dur yg tertawa
Ketika wali paidi berdiri, dia mendengar suara tanpa wujud yg berkata kepadanya
" kamu mau pergi kemana, apakan kamu tidak malu, menolak undangan Nabi Muhammad..."
Wali paidi duduk kembali, mengurungkan niatnya untuk keluar masjid, dia mengikuti pembacaan ratibul haddad itu sampai selesei, wali paidi merasa malu sekali kepada habib2 sepuh yg hadir dimajlis, terutama kepada Nabi Muhammad yg mengundangnya....
BERSAMBUNG Ke EPS 27
sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
Setelah menyuruh wali paidi untuk meminum kopinya dan memberinya rokok mbah romo kiai berkata :
“ nak, apa yg kamu alami itu hal yg wajar saja, kamu jgn risau, setiap orang yg belajar membersihkan hatinya dan mengajaknya untuk berdzikir setiap saat , maka akan mengalami seperti apa yg kamu alami sekarang, bahkan mendengar lolongan anjing pun akan terdengar seperti suara orang yg berdzikir, itu semua pantulan dari hatimu, kamu pasti ingat dg hadist yg menceritakan ketika nabi mendengar kerikil yg di pegangnya sama berdzikir….”
“ inggih kiai….” Tutur wali paidi
“ besok kamu berangkatlah ke malang, berziarahlah ke makam habib Abdullah bilfaqih dan ayahnya habib abdul qodir bilfaqih, tapi sebelum kamu duduk, bacalah salam ini ..” kata romo kiai sambl menyerahkan secarik kertas kpd wali paidi
Wali paidi dg takdzim menerima kertas kecil pemberian romo kiai.
“ bacalah …” perintah romo kiai
“ salamullahi ya saadah…..dst “ wali paidi membacanya dg melagukan salam tsb
“ salam itu mmg sudah umum, dan disetiap kuburan wali banyak tergantung ucapan salam itu, andai nanti ketika kamu sdh sampai di makam habib, dan habib tidak berada di makam, maka ketika habib mendengar ucapan salammu itu, insya Allah habib akan kembali pulang ke makamnya dan menemui kamu “ ucap romo kiai menjelaskan
“ inggih kiai.” Jawab wali paidi
“ kamu naik sepeda motor si sofyan saja…” perintah kiai, sofyan adalah putra romo kiai
Besoknya wali paidi berangkat ke malang, ke pemakaman umum kasin, romo kiai berkata, makam habib Abdullah dan habib abdul qodir berada dipemakaman umum kasin, hanya itu petunjuk dari romo kiai, sedangkan wali paidi tidak tahu dimana daerah kasin itu, wali paidi tdk berani bertanya lebih jelas pada romo kiai, karena menjaga tata krama, wali paidi manut dan berusaha melaksanakn perintah romo kiai tanpa banyak bertanya dan protes
Sesampai dimalang wali paidi lansung menuju alun-alun kota malang, setelah memarkirkan sepedanya wali paidi clingak clinguk mencari tukang parker, tidak lama kemudian ada tukang parker yg menghampirinya, wali paidi lalu bertanya kepadanya dimana daerah kasin itu, setelah mendapat penjelasan dari tukang parkir tsb wali paidi lansung berangkat ke daerah kasin sesuai petunjuk yg diterimanya
Kira – kira sepuluh menitan wali paidi sudah berada di daerah kasin,
“ sekarang tinggal mencari dimana letak pemakaman umum kasin..” bathin wali paidi
Wali paidi bertanya – Tanya kepada orang2 yg ditemuninya, ternyata menurut keterangan mereka pemakaman umum kasin ada dua, wali paidi lalu menerangkan kalau dia berniat ziarah ke makam habib Abdullah bil faqih dan abahnya habib abdul qodir bil faqih, setelah mendapat petunjuk yg jelas mengenai arah2 ke makam, wali paidi melanjutkan perjalanannya, tapi wali paidi tetap tidak dapat menemukan makam tsb, karena ketika sudah dekat ada saja orang yg menunjukkan arah yg salah. Jadinya wali paidi muter2 saja diwilayah kasin,
Setengah jam lebih wali paidi berputar – putar diwilayah kasin, karena setiap wali paidi bertanya jawabannya berbeda – beda, wali paidi gundah hatinya, badannya tiba2 terasa capek semua, dia lalu menghentikan sepeda motornya di tepi jalan, dia turun dari sepeda, sejurus kemudian wali paidi mengeluarkan rokoknya dan menyalakannya, ditengah2 merokok wali paidi mulai tawasulan, setelah selesei wali paidi berkata dalam hatinya
“ mbah habib abdul qodir, mbah habib Abdullah, saya mau ke makam panjenengan, tolong tunjukkan dimana makam panjenengan…..” bathin wali paidi
Lalu wali paidi naik sepeda motornya dan mulai melanjutkan perjalanannya, wali paidi mengikuti apa kata hatinya, kira2 baru berjalan 50 meter, wali paidi mencium bau harum semerbak,
“ Alhamdulillah makam mbah habib sudah dekat…” bathin wali paidi
Wali paidi mengikuti bau harum yg di ciumnya dan tidak begitu lama akhirnya wali paidi sudah berada di depan makam umum kasin, wali paidi berputar dan masuk makam dari samping, tampak di tengah makam ada bangunan kecil yg atasnya ada kubahnya yg berwarna hijau, dibawah kubah inilah makam habib abdul qodir bil faqih dan putranya habib Abdullah bil faqih
Ketika berada tepat di depan makam yg ada pagar stainlessnya, wali paidi membaca salam yg di catatkan oleh romo kiainya,
“ salaamullahi ya saadah minarrohmani yaghsyakum….” Ucap wali paidi,
Baru satu baits dibaca hawa di sekitar wali paidi terasa sudah lain dari yg tadi, saking terkejutnya wali paidi sampai terdiam sebentar, lalu dia melanjutkan membaca syiir salam itu sampai selesei , wali paidi menunduk dg penuh ta’dzim, wali paidi merasa ada dua sosok yg agung yg mengawasinya dari dalam
Setelah selesei membaca syiir salam, wali paidi beranjak ke dekat makam dan duduk memulai membaca tahlil, baru saja wali paidi duduk, tiba2 seakan ada suara bedug yg ditabuh, dum…..di iringi hawa yg menerpa tubuh wali paidi, ketika hawa itu menerpa tubuh wali paidi, seluruh tubuh wali paidi serentak berdzikir… Alah…Allah…Allah….
Wali paidi membaca tahlil di iringi dengan suara bedug dum….Allah…Allah…Allah… dum….Allah…Allah…Allah… ketika hawa itu menerpa wali paidi, serentak seluruh tubuhnya berdzikir……
WALI PAIDI 26
Wali paidi menyeleseikan pembacaan tahlilnya tepat adzan magrib berkumandang, wali paidi berjalan mundur ketika keluar dari makam, dia lansung menaiki sepedanya mencari masjid terdekat, wali paidi mengikuti adzan yg didengarnya, dia berniat untuk sholat dimasjid terdekat, tapi semakin wali paidi mendekat suara adzan itu terdengar semakin menjauh, akhirnya wali paidi memutuskan untuk putar balik mencari masjid yg lain, wali paidi merasa masjid yg dituju tidak mau menerimanya,
Wali paidi menyusuri jalan ke arah alun2 kota malang, dia berjalan pelan, bersiap kalau ada masjid yg dilaluinya dia akan berhenti, Ketika wali paidi berada didepan rumah makan cairo ( resto menu timur tengah ) hatinya menyuruhnya untuk belok kiri, setelah berjalan 20 meteran wali paidi melihat ada masjid di sebelah kiri jalan, masjid tersebut posisinya agak masuk kedalam, wali paidi memasukkan sepedanya dan parkir dihalaman masjid, terlihat sebagian jamaah sudah keluar dari masjid karena sholat magrib sudah selesei dilaksanakan, wali paidi melangkah masuk mencari kamar kecil, lalu keluarlah seorang yg kulitnya agak hitam dan berambut agak gondrong dari dalam masjid, orang tersebut seakan menyambut wali paidi,
" mungkin orang ini tukang becak, melihat dari sarungnya yg ngelinting dan baju kokonya yg putih lusuh dan mangkak " bathin wali paidi
Tapi betapa kagetnya wali paidi, ketika dia bertanya kepada orang tersebut dimana letak kamar kecil, wali paidi melihat dg jelas wajah orang tersebut ketika menunjukkan arah ke kamar kecil, ternyata orang yg dikiranya tukang becak ini adalah seorang habib, dilihat dari sorot matanya dan wajahnya,
Wali paidi kekamar kecil dg perasaan tidak tenang, dia merasa berdosa karena mengira habib tsb sebagai tukang becak, wali paidi berniat sehabis dari kamar kecil akan meminta maaf kepadanya, Tapi ketika wali paidi selesei berwudlu dan mau masuk ke masjid, habib yg dimaksud sudah tidak ada, wali paidi mencarinya di parkiran tidak ada, dan mencarinya didalam masjid juga tidak ada, wali paidi merasa menyesal krn gampang menyangka buruk kepada orang lain, gampang menilai seseorang dari tampilan luarnya.
Wali paidi tidak tenang ketika melaksanakan sholat magrib, dia meminta kepada Allah didalam sholatnya untuk dipertemukan dg habib tsb, ketika wali paidi mengakhiri sholatnya dg mengucapkan salam, dan ketika dia mengucapkan salam yg kedua dg menoleh kekiri, dilihatnya habib yg dicarinya sudah berdiri disamping kirinya, wali paidi berniat mendekat mau mencium tangannya, tapi habib muda tersebut lansung lari keluar dari masjid menuju jalan raya terus hilang entah kemana....
" subhanallah ternyata dikota malang yg hiruk pikuk ini masih ada kekasih Allah yg berseliweran, seharusnya aku tadi minta kepada Allah tdk hanya bertemu tapi juga minta bisa diberi kesempatan untuk mencium tangannya..." bathin wali paidi
Setelah berdzikir sebentar, datanglah seorang pemuda pengurus masjid mendekatinya sambil memberi secangkir teh jahe kepadanya, dan wali paidi melihat banyak habib2 sepuh mulai berdatangan memasuki masjid, rupanya sehabis magrib dimasjid ini diadakan rutinan membaca ratibul haddad,
wali paidi berniat untuk keluar, karena dia merasa tidak pantas mengikuti acara tersebut, melihat yg datang semuanya berjubah, sedang dirinya bercelana jean dan berkaos oblong hitam dg gambar gus dur yg tertawa
Ketika wali paidi berdiri, dia mendengar suara tanpa wujud yg berkata kepadanya
" kamu mau pergi kemana, apakan kamu tidak malu, menolak undangan Nabi Muhammad..."
Wali paidi duduk kembali, mengurungkan niatnya untuk keluar masjid, dia mengikuti pembacaan ratibul haddad itu sampai selesei, wali paidi merasa malu sekali kepada habib2 sepuh yg hadir dimajlis, terutama kepada Nabi Muhammad yg mengundangnya....
BERSAMBUNG Ke EPS 27
sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps. 24
wali paidi tertidur
diserambi masjid pondok, setelah selesei menyapu halaman pondok, wali
paidi pergi ke serambi masjid sebelah kiri dan menjalankan sholat dhuha,
sehabis sholat dhuha inilah wali paidi tertidur dalam
tidurnya wali paidi ini bermimpi melihat seorang pastor katolik disebuah
gereja yg sangat besar, pastur itu terlihat membaca kitab injil
" injil perjanjian lama ini isinya lebih sempurna " ucap pastor ini
wali paidi dalam mimpinya ini seakan melihat film ttg kehidupan singkat seorang pastor panutan semua orang katolik diseluruh dunia, terlihat oleh wali paidi pastor ini begitu serius membaca injil perjanjian lama, dalam beberapa hari pastor ini tidak keluar dari dalam kamar untuk membaca injil yg sangat menarik hatinya, di bab terakhir pastor ini membaca bakal datang nabi terakhir.
setelah membaca injil perjanjian lama, pastor ini sulit tidur, dia kepikiran ttg sosok nabi terakhir tsb. pastor ini yakin benar sosok nabi orang islam yakni nabi Muhammad mmg benar adanya, krn sosok nabi Muhammad mmg sesuai dg isi injil perjanjian lama yg dibacanya dan ketika pastor ini berkunjung ke mesir , pastor ini mengambil kesempatan untuk bertemu mufti2 mesir, bertanya mengenai agama islam, dia pingin mempelajari islam lebih dalam, dan salah satu mufti mesir menghadiahi pastor ini dg sebuah alquran
setelah acara kunjungan di mesir selesei, dia kembali ke vatikan dan mulai membaca lembar demi lembar isi alquran, pastor ini semakin kagum dg isi alquran yg dibacanya pastor ini setiap ada waktu luang dia selalu membaca alquran, setelah hatam dia mengulanginya lagi, tanpa disadarinya dia telah mendapatkan kenikmatan dlm membaca alquran, ketika dilain waktu pastor ini bertemu dg mufti mesir yg memberinya alquran, pastor ini berkata
" aku tidak akan bisa tidur sebelum membaca beberapa ayat dr alqur'an, terimakasih telah memberikan alquran yg begitu mengagumkan ini kepadaku..."
walaupun begitu pastor ini belum mau membaca syahadat walau hatinya sudah yakin mengenai kebenaran agama islam krn situasi dan kedudukannya tdk memungkinkan untuk melakukan hal itu. lalu wali paidi melihat dlm mimpinya pastor tersebut terbaring dlm keadaan sakit dan mendekati ajal ketika pastor ini melihat ada malaikat yg datang padanya, pastor ini bertanya
" siapakah anda..."
" aku adalah izrail yg disuruh Allah untuk mencabut nyawamu hari ini.." jawab malaikat
" sungguh benar apa yg dikatakan didalam alquran mengenai hal ini.." jawab pastor
ketika ruh pastor ini baru melewati jari2 kakinya pastor ini dg penuh keyakinan berkata
" asyhadualla ilaha illallah....wa asyhadu anna muhammad rasulullah...."
dan seketika itu juga Allah mengangkat derajat pastor ini menjadi salah satu walinya para wali2 Allah diseluruh dunia banyak yg menyaksikan bahwa ruh pastor ini keluar menuju kehadirat Allah dan diberi kenikmatan disisinya, tidak menuju ke neraka .... para wali yg melihat hal ini saling bertakbir dan bertahmid memuji kebesaran Allah
lalu wali paidi terbangun dr mimpinya, setelah mengucapkan tahmid dan takbir wali paidi beranjak dr masjid pergi ke warung kopi belakang pondok, ketika wali paidi baru saja duduk, wali paidi melihat berita di tv yg berada di pojok warung mengabarkan kalau PAUS JOHANES PAULUS II telah meninggal dunia.
BERSAMBUNG Ke Eps. 25
" injil perjanjian lama ini isinya lebih sempurna " ucap pastor ini
wali paidi dalam mimpinya ini seakan melihat film ttg kehidupan singkat seorang pastor panutan semua orang katolik diseluruh dunia, terlihat oleh wali paidi pastor ini begitu serius membaca injil perjanjian lama, dalam beberapa hari pastor ini tidak keluar dari dalam kamar untuk membaca injil yg sangat menarik hatinya, di bab terakhir pastor ini membaca bakal datang nabi terakhir.
setelah membaca injil perjanjian lama, pastor ini sulit tidur, dia kepikiran ttg sosok nabi terakhir tsb. pastor ini yakin benar sosok nabi orang islam yakni nabi Muhammad mmg benar adanya, krn sosok nabi Muhammad mmg sesuai dg isi injil perjanjian lama yg dibacanya dan ketika pastor ini berkunjung ke mesir , pastor ini mengambil kesempatan untuk bertemu mufti2 mesir, bertanya mengenai agama islam, dia pingin mempelajari islam lebih dalam, dan salah satu mufti mesir menghadiahi pastor ini dg sebuah alquran
setelah acara kunjungan di mesir selesei, dia kembali ke vatikan dan mulai membaca lembar demi lembar isi alquran, pastor ini semakin kagum dg isi alquran yg dibacanya pastor ini setiap ada waktu luang dia selalu membaca alquran, setelah hatam dia mengulanginya lagi, tanpa disadarinya dia telah mendapatkan kenikmatan dlm membaca alquran, ketika dilain waktu pastor ini bertemu dg mufti mesir yg memberinya alquran, pastor ini berkata
" aku tidak akan bisa tidur sebelum membaca beberapa ayat dr alqur'an, terimakasih telah memberikan alquran yg begitu mengagumkan ini kepadaku..."
walaupun begitu pastor ini belum mau membaca syahadat walau hatinya sudah yakin mengenai kebenaran agama islam krn situasi dan kedudukannya tdk memungkinkan untuk melakukan hal itu. lalu wali paidi melihat dlm mimpinya pastor tersebut terbaring dlm keadaan sakit dan mendekati ajal ketika pastor ini melihat ada malaikat yg datang padanya, pastor ini bertanya
" siapakah anda..."
" aku adalah izrail yg disuruh Allah untuk mencabut nyawamu hari ini.." jawab malaikat
" sungguh benar apa yg dikatakan didalam alquran mengenai hal ini.." jawab pastor
ketika ruh pastor ini baru melewati jari2 kakinya pastor ini dg penuh keyakinan berkata
" asyhadualla ilaha illallah....wa asyhadu anna muhammad rasulullah...."
dan seketika itu juga Allah mengangkat derajat pastor ini menjadi salah satu walinya para wali2 Allah diseluruh dunia banyak yg menyaksikan bahwa ruh pastor ini keluar menuju kehadirat Allah dan diberi kenikmatan disisinya, tidak menuju ke neraka .... para wali yg melihat hal ini saling bertakbir dan bertahmid memuji kebesaran Allah
lalu wali paidi terbangun dr mimpinya, setelah mengucapkan tahmid dan takbir wali paidi beranjak dr masjid pergi ke warung kopi belakang pondok, ketika wali paidi baru saja duduk, wali paidi melihat berita di tv yg berada di pojok warung mengabarkan kalau PAUS JOHANES PAULUS II telah meninggal dunia.
BERSAMBUNG Ke Eps. 25
Wali Paidi Eps 17-18
wali paidi duduk
dg tenang, diambilnya secangkir kopi yg ada disampingnya, dg perlahan
dia melanjutkan menghisap rokok mastna wastulasta warruba ( 234 dji sam
soe ) nya, angin semilir menerpa wajahnya, wali paidi sedang berada
diatas menara masjid kudus, masjidnya sunan kudus setelah
rokoknya habis, wali paidi membasahi mulutnya lagi dg kopi seperti
orang berkumur, wali paidi mulai tawasulan, ketika fatihah pertama
dibaca, angin dg sangat perlahan mulai berhenti, wali paidi mulai
membaca wirid2 khusus amalan thoriqoh yg dianutnya, suasana jd hening
seakan bumi dan seluruh hawanya berhenti....
sifat diri wali paidi mulai hilang berganti sifat mulia guru mursyidnya dan dg perlahan sifat gurunya jg mulai hilang berganti sifat ilahiyyah, disini wali paidi merasakan ketenangan yg begitu luar biasa, seakan wali paidi berada didalam lautan yg begtu luas. sirr wali paidi keluar dr tubuh wali paidi, melayang - layang ke angkasa, wali paidi bisa melihat tubuhnya yg sedang duduk ditas menara, sirr wali paidi terus melayang mengitari kota kudus, dan mulai terdengarlah sebuah tangisan yg begitu menyayat hati, sirr wali paidi mengikuti dari mana asal suara itu, sirr wali paidi turun mendekati keranjang sampah, ternyata dari situlah suara tangisan itu, sirr wali paidi semakin mendekat, dilihatnya yg menangis itu adalah sebuah kulit semangka
" mengapa kamu menangis..." tanya sirr wali paidi
" aku sedih, ketika aku tumbuh besar dan terasa manis aku diambil oleh petani dan ijualnya, aku begitu senang bisa membahagiakan pr petani, tapi ketika mau dimakan aku ditinggalkan dan dibuang, hanya isinya yg dimakan....aku merasa tidak ada manfaatnya....." jawab kulit semangka dan menangis lagi
" jangan bersedih aku akan kembali lagi kesini..." kata sirr wali paidi
dengan secepat kilat sirr wali paidi kembali ke tubuhnya, sehabis mengambil rokoknya wali paidi turun dr menara dan pergi ke tempat kulit semangka yg dilihatnya tadi wali paidi masih ingat betul, bahwa keranjang sampah itu berada dihalaman sebuah masjid yg berada di tengah kota kudus, setelah sampai wali paidi lansung menuju keranjang sampah itu, dan mulai mengais2 sampah, orang2 yg lagi tadarusan didalam masjid heran melihat tingkah wali paidi dan wali paidi tersenyum dg sumringah ketika ia menemukan kulit semangka yg dicarinya dan begitu lahapnya wali paidi memakannya, orang2 yg melihat wali paidi menjadi maklum,
" oh ternyata orang gila tho ...." bathin mereka dan melanjutkan kembali tadarusannya.
dg masih mengunyah kulit semangka, wali paidi pergi meninggalkan masjid.
" mungkin beginilah yg dialami oleh imam al ghozali yg pada waktu itu terkenal dg tirakatnya dg doyan memakan kulit semangka yg dicarinya di keranjang2 sampah" bathin wali paidi....
WALI PAIDI 18
malam ini hati wali paidi sedang galau entah kenapa, mengapa tiba2 saja perasaan galau menghinggapi hati wali paidi dan kepalanya tiba- tiba saja pusing
" hmmm....pasti ini ada yg ngerasani ( gosipin ) aku.."
wali paidi menselonjorkan kakinya lalu menyandarkan tubuhnya ditiang langgar miliknya, ketika wali paidi mau beranjak dari duduknya, datanglah seorang tamu yg lansung nyelong masuk dan mendekati wali paidi,ketika si tamu sudah dekat dg wali paidi, tiba2 saja
" huekk juh.." sitamu dg semangat meludahi wali paidi, wali paidi kaget bukan kepalang
" siapa sitamu ini, kok tiba2 saja meludahi aku " bathin wali paidi
" huek..huek..juh..." sitamu meludah lagi, kali ini mengenai mata wali paidi,
wali paidi diam saja, dengan ujung bajunya dia mengusap ludah yg mengenai wajahnya dg bekacak pinggang sitamu ini mengangkat wajahnya lalu menunduk lagi dan
" huekkkkk Juh..juh.." sitamu mengeluarkan semua ludahnya, wajah wali paidi jibrat ludah semua,
wali paidi mulai menangis, dg perlahan wali paidi mengusap lagi wajahnya, lalu dg lembut wali paidi bertanya kepada sitamu " siapakah tuan...?"
si tamu dg tersenyum menjawab :
" aku adalah malaikat yg disuruh mengujimu, karena orang2 banyak yg memuji kalau kamu adalah orang yg sabar, makanya Allah menyuruhku untuk membuktikan apakah benar pujian orang terhadapmu, dan ternyata benar, kau memang orang yg sabar " jawab orang itu lalu ngeloyor pergi
wali paidi hanya tertegun, dan tidak begitu lama datang lagi orang yg sangat perlente, wajahnya ganteng, gagah dan memakai stelan jas dan berdasi, sungguh gagah dan ganteng sekali setelah turun dari mobil mewahnya, sitamu mendekati wali paidi dan dg tersenyum si tamu ini duduk didekat wali paidi
" mas maaf mengganggu sebentar, bisa minta duwitnya mas, atm saya tadi hilang, buat beli bensin mas, .." kata si tamu
wali paidi memandang sitamu dg heran" minta berapa " tanya wali paidi
" sedikit mas, 1 juta saja " jawab sitamu
" wah kalo segitu gak punya aku.." jawab wali paidi
" ya berapa saja, pokoknya ada " pinta si tamu
wali paidi agak ragu, tapi dia membuang jauh2 perasaan itu, bagaimanapun dia harus menolong orang yg butuh pertolongan, gak peduli siapapun itu. wali paidi menurunkan kopyahnya dan mengambil uang dari selipan kopyahnya, tanpa dihitung dia menyerahkan semuanya.dg tersenyum sumringah si tamu menerima uang
pemberian wali paidi
" terima kasih, ternyata benar pujian orang2 terhadapmu, kamu adalah orang yg dermawan.." kata sitamu
" siapakah tuan " tanya wali paidi
" aku adalah malaikat yg disuruh mengujimu " jawab sitamu lalu ngeloyor pergi seperti tamu yg pertama
wali paidi menunduk, dia sadar sekarang, mengapa hatinya jadi galau dan kepalanya jadi pusing, ternyata banyak orang yg ngerasani dg memuji-muji dirinya, dia tahu bahwa Allahlah yg pantas dipuji, Allahlah yg maha penyabar, Allahlah yg maha dermawan, Allah cemburu dan mengutus malaikat mengujiku karena banyak yg memuji aku sebagai orang yg sabar dan orang yg dermawan
" assalamu'alaikum..." wali paidi tersadar dari tafakkurnya, setelah mendengar suara orang yg mengucapkan salam kepadanya
" wa alaikum salam " jawab wali paidi berdiri
di depan wali paidi wanita yg sangat cantik, memakai celana ketat dg atasan baju longgar lengan panjang putih, dan memakai kerudung ala kadarnya, tampak rambutnya yg berkilau kemerahan
" kenalkan nama saya Mulan Jameela.." ucap wanita ini dg genit sambil menyodorkan tangannya
wali paidi terdiam dan membathin" ujian apalagi ini, di uji apa lagi diriku ini ..."
BERSAMBUNG Ke EPS 21
sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
sifat diri wali paidi mulai hilang berganti sifat mulia guru mursyidnya dan dg perlahan sifat gurunya jg mulai hilang berganti sifat ilahiyyah, disini wali paidi merasakan ketenangan yg begitu luar biasa, seakan wali paidi berada didalam lautan yg begtu luas. sirr wali paidi keluar dr tubuh wali paidi, melayang - layang ke angkasa, wali paidi bisa melihat tubuhnya yg sedang duduk ditas menara, sirr wali paidi terus melayang mengitari kota kudus, dan mulai terdengarlah sebuah tangisan yg begitu menyayat hati, sirr wali paidi mengikuti dari mana asal suara itu, sirr wali paidi turun mendekati keranjang sampah, ternyata dari situlah suara tangisan itu, sirr wali paidi semakin mendekat, dilihatnya yg menangis itu adalah sebuah kulit semangka
" mengapa kamu menangis..." tanya sirr wali paidi
" aku sedih, ketika aku tumbuh besar dan terasa manis aku diambil oleh petani dan ijualnya, aku begitu senang bisa membahagiakan pr petani, tapi ketika mau dimakan aku ditinggalkan dan dibuang, hanya isinya yg dimakan....aku merasa tidak ada manfaatnya....." jawab kulit semangka dan menangis lagi
" jangan bersedih aku akan kembali lagi kesini..." kata sirr wali paidi
dengan secepat kilat sirr wali paidi kembali ke tubuhnya, sehabis mengambil rokoknya wali paidi turun dr menara dan pergi ke tempat kulit semangka yg dilihatnya tadi wali paidi masih ingat betul, bahwa keranjang sampah itu berada dihalaman sebuah masjid yg berada di tengah kota kudus, setelah sampai wali paidi lansung menuju keranjang sampah itu, dan mulai mengais2 sampah, orang2 yg lagi tadarusan didalam masjid heran melihat tingkah wali paidi dan wali paidi tersenyum dg sumringah ketika ia menemukan kulit semangka yg dicarinya dan begitu lahapnya wali paidi memakannya, orang2 yg melihat wali paidi menjadi maklum,
" oh ternyata orang gila tho ...." bathin mereka dan melanjutkan kembali tadarusannya.
dg masih mengunyah kulit semangka, wali paidi pergi meninggalkan masjid.
" mungkin beginilah yg dialami oleh imam al ghozali yg pada waktu itu terkenal dg tirakatnya dg doyan memakan kulit semangka yg dicarinya di keranjang2 sampah" bathin wali paidi....
WALI PAIDI 18
malam ini hati wali paidi sedang galau entah kenapa, mengapa tiba2 saja perasaan galau menghinggapi hati wali paidi dan kepalanya tiba- tiba saja pusing
" hmmm....pasti ini ada yg ngerasani ( gosipin ) aku.."
wali paidi menselonjorkan kakinya lalu menyandarkan tubuhnya ditiang langgar miliknya, ketika wali paidi mau beranjak dari duduknya, datanglah seorang tamu yg lansung nyelong masuk dan mendekati wali paidi,ketika si tamu sudah dekat dg wali paidi, tiba2 saja
" huekk juh.." sitamu dg semangat meludahi wali paidi, wali paidi kaget bukan kepalang
" siapa sitamu ini, kok tiba2 saja meludahi aku " bathin wali paidi
" huek..huek..juh..." sitamu meludah lagi, kali ini mengenai mata wali paidi,
wali paidi diam saja, dengan ujung bajunya dia mengusap ludah yg mengenai wajahnya dg bekacak pinggang sitamu ini mengangkat wajahnya lalu menunduk lagi dan
" huekkkkk Juh..juh.." sitamu mengeluarkan semua ludahnya, wajah wali paidi jibrat ludah semua,
wali paidi mulai menangis, dg perlahan wali paidi mengusap lagi wajahnya, lalu dg lembut wali paidi bertanya kepada sitamu " siapakah tuan...?"
si tamu dg tersenyum menjawab :
" aku adalah malaikat yg disuruh mengujimu, karena orang2 banyak yg memuji kalau kamu adalah orang yg sabar, makanya Allah menyuruhku untuk membuktikan apakah benar pujian orang terhadapmu, dan ternyata benar, kau memang orang yg sabar " jawab orang itu lalu ngeloyor pergi
wali paidi hanya tertegun, dan tidak begitu lama datang lagi orang yg sangat perlente, wajahnya ganteng, gagah dan memakai stelan jas dan berdasi, sungguh gagah dan ganteng sekali setelah turun dari mobil mewahnya, sitamu mendekati wali paidi dan dg tersenyum si tamu ini duduk didekat wali paidi
" mas maaf mengganggu sebentar, bisa minta duwitnya mas, atm saya tadi hilang, buat beli bensin mas, .." kata si tamu
wali paidi memandang sitamu dg heran" minta berapa " tanya wali paidi
" sedikit mas, 1 juta saja " jawab sitamu
" wah kalo segitu gak punya aku.." jawab wali paidi
" ya berapa saja, pokoknya ada " pinta si tamu
wali paidi agak ragu, tapi dia membuang jauh2 perasaan itu, bagaimanapun dia harus menolong orang yg butuh pertolongan, gak peduli siapapun itu. wali paidi menurunkan kopyahnya dan mengambil uang dari selipan kopyahnya, tanpa dihitung dia menyerahkan semuanya.dg tersenyum sumringah si tamu menerima uang
pemberian wali paidi
" terima kasih, ternyata benar pujian orang2 terhadapmu, kamu adalah orang yg dermawan.." kata sitamu
" siapakah tuan " tanya wali paidi
" aku adalah malaikat yg disuruh mengujimu " jawab sitamu lalu ngeloyor pergi seperti tamu yg pertama
wali paidi menunduk, dia sadar sekarang, mengapa hatinya jadi galau dan kepalanya jadi pusing, ternyata banyak orang yg ngerasani dg memuji-muji dirinya, dia tahu bahwa Allahlah yg pantas dipuji, Allahlah yg maha penyabar, Allahlah yg maha dermawan, Allah cemburu dan mengutus malaikat mengujiku karena banyak yg memuji aku sebagai orang yg sabar dan orang yg dermawan
" assalamu'alaikum..." wali paidi tersadar dari tafakkurnya, setelah mendengar suara orang yg mengucapkan salam kepadanya
" wa alaikum salam " jawab wali paidi berdiri
di depan wali paidi wanita yg sangat cantik, memakai celana ketat dg atasan baju longgar lengan panjang putih, dan memakai kerudung ala kadarnya, tampak rambutnya yg berkilau kemerahan
" kenalkan nama saya Mulan Jameela.." ucap wanita ini dg genit sambil menyodorkan tangannya
wali paidi terdiam dan membathin" ujian apalagi ini, di uji apa lagi diriku ini ..."
BERSAMBUNG Ke EPS 21
sumber : http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps 13-15
MENGENANG GUS DUR DALAM RANGKA HAUL KE II BELIAU
Sehabis tahlil bersama dalam rangka memperingati Haul Gus Dur ke II , wali paidi bersama warga berkumpul bareng ngopi bersama –sama , mereka saling berkelompok tiga sampai empat orang membicarakan dan mengenang Gus Dur , dan diselingi adu argument mengenai apa rahasia dibalik sepak terjang Gus Dur dimasa lalu.
Wali paidi tersenyum – senyum meihat tingkah laku mereka, wali paidi sendiri duduk – duduk bersama empat orang dg satu cangkir kopi besar berada ditengah, mereka berlima joinan bersama-sama, indah dan rukun sekali.
Paijo tetangga wali paidi mulai membuka pembicaraan dg bertanya kepada wali paidi
“ kang menurut sampeyan gimana gus dur selama jadi presiden yg Cuma sebentar itu..? “
“ sebelum kita membahas tentang itu semua, alangkah baiknya kita mengulas lagi sejarah sebelum Gus Dur jadi presiden “ jawab wali paidi
“ wah..sipp iki kang, gimana ceritanya…” kata teman – teman yg lain
Dulu ada seorang kiai didaerah blitar namanya kiai rohimi, beliau ini ahli istikhoroh, banyak sekali kiai yg sowan kepada kiai rohimi ini guna menanyakan apa makna isyarah yg diterima, dan kiai rohimi ini bisa menafsiri isyarah2 yg ditanyakan kepadanya, dan semuanya tidak pernah meleset, hamper 100 persen mendekati kebenaran.
Kehidupan sehari-hari beliau adalah sebagai petani desa yg sangat sederhana, tiap pagi beliau diantar cucunya pergi kesawah dg naik sepeda onthel, biasanya para tamu yg mau sowan kepadanya menunggunya didepan ndalem, menunggu beliau pulang, dan didalam rumah yg berdinding kayu jati itulah kiai rohimi menerima para tamunya, didalam rumah kiai rohimi ada sebuah kamar khusus yg disediakan untuk gus dur kalau berkunjung kesitu dan menginap.
Gus dur sebelum jadi presiden telah banyak menerima isyaroh2, dan menanyakan kepada kiai rohimi apa makna isyaroh2 yg dia terima
“ kang, kiai rohimi ini tingkatannya lebih tinggi daripada gus dur ya.., sampai gus dur sendiri minta tolong untuk menafsiri isyaroh yg beliau terima“ ucap paijo kepada wali paidi
“ tidak mesti begitu, kamu tahu pak ridwan tetangga kita, yang jadi dosen di sebuah salah satu universitas terkenal itu ..” Tanya wali paidi
“iya saya tahu kang…” jawab paijo
“ ketika ban mobilnya bocor, apa pak ridwan menambal ban mobilnya sendiri..” Tanya wali paidi lagi
“ tidak kang, pak ridwan jelas gak bisa, ban itu akan ditambalkan ke tukang tambal ban” jawab paijo
“ dg seperti itu, apa tingkatan tukang tambal ban itu lebih tinggi daripada tingkatan pak ridwan yg dosen itu…” Tanya wali paidi sekalilagi
“ ya tentu tidak kang, “ jawab paijo mulai mengerti
“begitulah apa yg terjadi diantara gus dur dan kiai rohimi ini tidak bisa jadi acuan siapa lebih tinggi tingkatannya “ jelas wali paidi
Wali paidi menyedot rokok dji sam soe nya dan nyeruput kopi sedikit lalu melanjutkan ceritanya
“sampeyan akan jadi orang nomor satu di Indonesia, tapi hanya sebentar “ ucap kiai rohimi kepada gus dur, menafsiri isyaroh yg diterima gus dur
“ berapa lama kiai…” Tanya gus dur
“ tidak sampai tiga tahun “ jawab kiai rohimi
“ tugas yang sangat berat “ ucap gus dur tanpa memperdulikan lama jabatannya
“ iya ini memang tugas yg sangat berat gus, dan sampeyan akan diturunkan oleh rakyat sampeyan sendiri..” kata kiai rohimi
“ kalau ini memang tugas, biarpun sebentar tidak apa-apa yg penting bermanfaat,” ucap gus dur
Gus dur menerima dg lapang dada isyaroh yg diterimanya dari kiai rohimi, beliau tidak peduli walaupun dalam kepimpinanya kelak , beliau di recoki dan akhirnya diturunkan dg tidak terhormat, gus dur berperinsip biarlah orang memusuhinya asal Allah menyayanginya, biarlah orang menghinanya asal Allah ridlo kepadanya
Beberapa bulan kemudian ganti para kiai sepuh yg mendapatkan isyaroh – isyaroh dari Allah mengenai Gus Dur, para kiai tidak mau gegabah dg menafsiri sendiri isyaroh yg diterima oleh mereka, para kiai sepuh sowan ke kiai rohimi menanyakan apa arti isyaroh yg mereka terima, memang nama kiai rohimi dikalangan para kiai2 NU sangat dikenal, krn dalam menafsiri isyaroh kiai rohimi ini jagonya.
Setelah mendapat arti isyaroh dari kiai rohimi , para kiai sepuh ini menyampaikannya kepada Gus Dur ,dan gus dur dg penuh ta’dzim menerima mereka dan mengucapkan terimakasih karena memperhatikannya selama ini, walau gus dur sendiri sudah tahu kalau dirinya akan jadi presiden, bahkan gus dur sudah tahu masa kepemimpinannya yg Cuma sebentar itu sebelum para kiai ini mengetahuinya, pertemuan ini dicium oleh wartawan, dan ramailah berita pertemuan dikala itu, dan para kiai sepuh ini dijuluki oleh wartawan sebagai poros langit, disesuaikan dg kelompok yg mengusung Gus Dur jadi presiden yaitu poros tengah, dan kebetulan pemimpin kelompok kiai sepuh ini adalah kiai faqih langitan tuban, jadi pas lah sebutan bagi mereka yaitu “poros langit”
Dan kita semua tahu gus dur secara mengejutkan benar – benar jadi presiden, walaupun gus dur dan para kiai sepuh sama sekali tidak terkejut dg hal itu, karena para kiai sepuh dan gus dur sudah tahu sebelumnya
Awal pemerintahan gus dur baik – baik saja, hubungan gus dur dg bu mega tampak mesra, mereka bergantian mengadakan sarapan pagi bersama, kadang di istana presiden kadang di istana wakil presiden, tapi lama kelamaan para koruptor dan penggila jabatan mulai kawatir dg ketegasan gus dur dalam memimpin Negara ini,
mereka mulai tidak bebas korupsi dan menumpuk – numpuk kekayaan pribadi karena ketatnya pengawasan gus dur dikala itu, mereka mulai mendanai para mahasiswa untuk mendemo gus dur, mengangkat isu-isu yg memojokkan gus dur, mereka para koruptor menunggu momen yg tepat untuk menjatuhkan gus dur
Gus dur memang terkenal dg gaya ngomongnya yg blak – blakan, gus dur berprinsip “ padhakno pengucapmu podho karo karepe atimu” , begitulah ketika gus dur dimintai pendapat oleh wartawan tentang bu mega yg sering diam aja, gus dur dg enteng menjawab
“ dia itu bodoh “ Jawaban gus dur itu didengar oleh pramono anung yg ketika itu kalau gak salah masih menjabat sebagai sekjen PDIP, dan oleh pramono ini jawaban gus dur itu disampaikan kepada ibu mega, ngambeklah bu mega waktu itu, bu mega tidak mau menemui gus dur ketika sarapan pagi bersama di istana wakil presiden,
dan inilah kesempatan yg ditunggu oleh para koruptor dan penggila jabatan, inilah celah yg bisa menurunkan gus dur dari kursi presiden, bathin mereka
Dan barulah para kiai sepuh dapat isyaroh lagi , kalau gus dur akan dilengserkan dari kursi presiden, para kiai sepuh atau kiai poros langit ini sowan lagi kepada kiai rohimi, minta pendapat dan minta solusi gimana baiknya dan supaya gus dur masih bisa jadi presiden, kiai rohimi mengatakan kepada para kiai
“ gus dur akan bisa tetap jadi presiden kalau mau minta maaf kepada ibu mega, walaupun gus dur tidak ada niat merendahkan ibu mega” ucap kiai rohimi,
biarpun kiai rohimi sdh tahu klo jabatan gus dur cuma sebentar, tapi kiai rohimi tetap memberi peluang kpd para kiai, kiai rohimi berkeyakinan bahwa Allah jualah penentu akhir suatu kisah, isyaroh hanyalah perlambang
Para kiai kembali menemui gus dur dan menyampaikan apa yg diperoleh dalam isyarohnya dan juga menyampaikan pesan kiai rohimi, tapi gus dur tidak mu melakukannya, bukan berarti gus dur tidak mau minta maaf krn malu atau gengsi, tapi apa yg dialami gus dur kurang lebih persis seperti apa yg dialami oleh sayyidina ali, ketika dalam peperangan sayyidina Ali mau membunuh orang kafir yg sudah terjatuh diatas tanah, sayyidina ali tiba2 mengurungkan niatnya ketika orang kafir itu meludahinya, orang kafir itu heran melihat sayyidina ali yg tiba-tiba urung membunuhnya dan orang kafir ini menanyakan hal tersebut , sayyidina ali menjawab,
” pertama aku berniat membunuhmu karena Allah, tapi ketika kamu meludahiku, terbesit perasaan marah kepadamu, maka aku urungkan niat membunuhmu krn ada niat selain Allah dihatiku…”
Gus Dur tidak mau minta maaf kalau niatnya karena ingin mempertahankan jabatan, gus dur tidak gila jabatan,dan gus dur memang sudah tahu kalau masa kepemimpinannya Cuma sebentar, dan kita semua tahu gus dur akhirnya berhasil diturunkan dari kursi kepresidenan karena kasus yg dibuat2 yaitu kasus buloggate.
Paijo dan kawan-kawannya terdiam mendengar cerita wali paidi ini,mereka merasa baru mendengar cerita gus dur dengan kiai rohimi, mereka sangat penasaran
“ apakah kang paidi pernah bertemu dg kiai rohimi.” Tanya paijo penasaran
“ tidak pernah “ jawab wali paidi santai dg menyedot rokoknya
“ lalu sampeyan dapat cerita dari mana “ Tanya paijo lagi makin penasaran
Wali paidi tidak menjawabnya, dia hanya tersenyum dan menyeruput selepek kopi lalu ngeloyor pergi
WALI PAIDI 14
setelah cerita soal gus dur , wali paidi ngeloyor pergi, dia berjalan terus tanpa memperdulikan arah dan tujuan, berjalan terus sambil menikmati rokoknya, sudah berapa lama dan seberapa jauh wali paidi berjalan dia sendiri tidak tahu,
wali paidi seperti tidak sadar tiba2 saja hatinya dipenuhi dzikir dg Allah dan bersama Allah, wali paidi merasakan seakan-akan dia tidak berjalan diatas bumi, dia seperti terbang,tubuhnya ringan dan hatinya di penuhi kebahagiaan.
wali paidi baru tersadar ketika adzan subuh berkumandang, dan dilihatnya di depan ada sebuah masjid yg semuanya terbuat dari bambu, wali paidi berhenti sebentar, dilihatnya didalam masjid sudah banyak sekali orang,
ada yg pakai jubah, pakai serban ada juga yg pakai sarung dan berkopyah, ada juga yg memakai celana tp tetap juga pakai kopyah, yg membuat wali paidi kagum adalah didalam dan diluar masjid itu tidak ada lampu sama sekali, tapi masjid dan areal sekiarnya tampak terang benderang, tampak cahaya keluar dari para orang 2 yg berada di dalam masjid, cahaya mereka inilah yg menerangi seluruh masjid,
tanpa sadar wali paidi memandangi tangannya, apa dia ikut juga bercahaya, wali paidi kaget ternyata tangannya juga mengeluarkan cahaya, wali paidi meneruskan pandangannya, dan ternyata kakinya dan seluruh badannya juga bercahaya....
setelah sadar bahwa dirinya juga bercahaya, wali paidi mulai berani memasuki masjid dan ikut sholat berjamaah, wali paidi sholat di barisan paling belakang krn hanya di barisan ini ada tempat yg kosong sedang tempat yg lain sudah penuh, wali paidi melihat disela - sela tubuh para jamaah yg bercahaya seorang imam yg cahayanya sangat terang, sehingga wali paidi tidak bisa melihat wajahnya, tubuhnya dikelilingi cahaya yg sangat terang, wali paidi baru sekali ini merasakan sholat yg begitu indah dan sangat syahdu, suara imam yg begitu merdu, dan wali paidi seakan-akan diajak berjalan mengelilingi rahasia2 ayat - ayat Allah yg dibaca oleh sang imam sholat.
setelah mengucapkan salam dan selesei sholat wali paidi baru tersadar ternyata disampingnya ini ada orang yg sangat dikenalnya, mbah parmin seorang kusir bendi dikampungnya, ternyata mbah parmin ini tubuhnya juga bercahaya, sebelum wali paidi hilang dari rasa kagetnya , mbah parmin sudah berkata kepadanya
" paidi...tolong kalo nanti dirumah jangan bilang siapa-siapa tentang masalah ini"
"baik mbah.."jawab wali paidi meneruskan dzikirnya
sehabis dzikir baru wali paidi mulai ngobrol lagi dg mbah parmin
"mbah siapa yg ngimami sholat subuh ini" tanya wali paidi
"beliau baginda Nabi Muhammad" jawab mbah parmin
"dan dibarisan depan itu adalah wali2 qutb, dan dibarisan berikutnya wali2 yg derajatnya dibawah wali qutb, mereka berbaris sesuai tingkatannya, baik yg sudah meninggal maupun yg masih hidup, semuanya hadir disini,"mbah parmin meneruskan penjelasannya
wali paidi tersenyum dan mbah parmin juga tersenyum karena mereka berdua sadar kalau berada dibarisan yg paling belakang, tidak lama kemudian acara dilanjutkan dg bersalam-salaman, sambil membaca sholawat, wali paidi bertemu guru mursyidnya dan wali2 yg selama ini cuma mendengar tentang ceritanya saja, wali paidi begitu bahagia karena bisa bersalaman dg para wali2 y selama ini sangat dicintainya dan dihormatinya, setelah acara bersalaman selesei, para wali pergi sendiri-sendiri dan tiba2 hilang entah kemana , tinggal wali paidi dan mbah parmin aja yg berada didalam masjid, setelah semua sudah pergi, baru wali paidi dan mbah parmin keluar dari masjid
"dimanakah ini mbah..."tanya wali paidi kepada mbah parmin
"di gunung pring magelang jawa tengah "jawab mbah parmin
wali paidi menoleh kebelakang , ternyata masjid itu sudah hilang
"udah di, aku pergi dulu yah, assalamuálaikum... "kata mbah parmin dan bersalaman dg wali paidi
mbah parmin berjalan disela-sela pepohonan dan lama-lama kelamaan hilang
"mbah...mbah..tunggu sebentar."wali paidi memanggil mbah parmin tapi mbah parmin sudah hilang ditelan keheningan hutan belantara...
"wadoh mbah...aku sebenarnya mau pinjem duwit buat sangu pulang .."wali paidi berkata sendiri
"terpaksa ngandol truck lagi ini.....wah..wah..." wali paidi dg tersenyum melangkah pergi juga.....
"selama ada rokok dan kopi gak masalah...syukur alhamdulillah "ucap wali paidi dg mengeluarkan rokok dari selipan kopyahnya lalu menyalakannya ....dan meneruskan perjalanannya
wali paidi tidak berani mencoba ilmu melipat bumi yg dimilikinya, karena wali paidi takut kesasar-kesasar seperti waktu itu wali paidi berjalan sambil mengenang kembali pertemuannya dg para wali juga baginda nabi barusan, walau paidi tidak dapat begitu jelas melihat wajah rosulullah, krn sangat terangnya nur cahaya tg terpancar dari tubuh rosulullah...
wali paidi masih ingat perkataan rosulullah ketika acara bersalam- salaman tadi,bahwa bala'' atau adzab Allah akan diturun, para wali disuruh oleh baginda Nabi untuk bersiap-siap menerimanya sesuai dg tingkatannya.....
ketika bala' atau adzab turun yg menanggung pertama kali adalah para wali2 Allah sesuai dg tingkatannya, semakin tinggi derajadnya semakin besar pula adzab yg ditanggungnya, para wali ini melakukan hal tersebut supaya ketika adzab itu sampai kepada umat manusia lainnya tinggal sedikit dan ringan, masya Allah betapa besar rasa cinta mereka kepada kita semua, kadang bala' atau adzab Allah itu tidak sampai menimpa umat manusia karena sudah habis ditanggung para wali, kalau bala' atau adzab Allah itu begitu besar dan luas maka
adzab itu baru menimpa manusia, dan bala' atau adzab yg paling ringan yg diterima oleh umat manusia adalah "ndas ngelu gak ngerti sebabe" kepala pusing tidak tahu penyebabnya disertai dg perasaan sedih dan galau yg tidak tahu penyebabnya juga... tanpa terasa wali paidi sudah sampai dijalan raya dan dilihatnya ada sebuah truck yg melintas, wali paidi menyetop dan minta tunutan.....
WALI PAIDI 15
Setelah dari pertemuan di gunung pring magelang jawa tengah, walipaidi jatuh sakit, karena perjalanan yg ditempuh wali paidi tidak semestinya, wali paidi pindah dari truck satu ke truck lainnya, kadang kehujanan kadang kepanasan, dan tubuh wali paidi tidak kuat menerima semua itu dan jatuh sakit. Wali paidi terbaring tak berdaya dipembaringan, badannya panas, matanya terlihat semakin cekung karena kurang tidur, tapi senyumnya masih tetap sama, cerah dan menyenangkan seperti orang tidak sakit, para tetangga satu persatu menjenguk wali paidi, ada yg membawa buah2an dan ada yg memberi uang, sebagian para tetangga berinisiatif mengantarkan wali paidi untuk berobat di rumahsakit terdekat , tapi wali paidi menolaknya
“terima kasih, biarlah , 2 atau 3 hari akan sembuh sendiri “ jawab walipaidi
Para tetangga sangat sayang kepada wali paidi ini, bukan karena wali paidi ini wali ( karena para tetangga tidak tahu kalau paidi ini seorang wali ) dan bukan juga karena wali paidi ini orang kaya tapi karena wali paidi ini orang yg dermawan, suka menolong dan sopan terhadap yg tua dan sayang terhadap yg muda
Ketika memasuki hari ketiga , tubuh wali paidi demam tinggi , sehabis sholat isya yg dilakukan dg terbaring,
tubuh wali paidi tdk kuat menahan, dan wali paidi tidak sadar ( pingsan ) , dia baru tersadar ketika merasakan ada orang yg menyeka tubuhnya dg handuk dingin, orang ini sangat ganteng dan bersih,seorang pemuda yg sangat tampan
“ siapakah anda “ tanya wali paidi
“ saya adalah amalan sholawat yg biasa sampeyan baca, saya akan menjaga sampeyan sampai sembuh“ucap pemuda ini
Wali paidi kaget juga mendengar penuturan pemuda ini,
“ apakah aku sudah mati “ tanya wali paidi
Dg tersenyum pemuda ini menjawab “ belum “
Wali paidi tertegun dan terdiam, tidak lama kemudian ada yg mengetuk pintu kamar wali paidi
“ assalamu’alaikum...” ucap tamu tsb
“ wa alaikum salam ..” jawab wali paidi dan pemuda ini berbarengan
Pemuda ini membungkukkan badannya dan berbisik kepada wali paidi
“ kang, tamu yg datang ini adalah malaikat “ bisik pemuda
“ apakah malaikat izrail “ tanya wali paidi
“ hehehe, bukan tapi malaikat rohmat “ jawab pemuda
“ kalau begitu bukakan pintu kamarnya mad, gak pa2 kan kalau kamu aku panggil somad “ ujar wali paidi
“ iya gak pa2 kang “ jawab somad dg membuka pintu kamar
Tampaklah yg masuk seorang pemuda yg juga tampan dg membawa baskom
“ siapakah anda “ tanya wali paidi
“ saya malaikat rohmat “ jawabnya
“ kopikah yg kau bawa di baskom itu“tanya wali paidi
“ hahaha...kang..kang “ somad tertawa mendengar pertanyaan wali paidi
Malaikat rohmat lalu meletakkan baskom di meja sebelah tempat tidur wali paidi
lalu menjawab “ bukan kang, tapi air dari telaga kausar guna diminum dan buat wudlu”
Lalu malaikat yg berwujud pemuda tampan ini pamit, dan sekitar 5menit kemudian datang tamu lagi,
ternyata baginda nabi muhammad yg datang, kamar wali paidi lansung harum semerbak, wali paidi berusaha bangkit, tapi nabi menyuruhnya tetap berbaring
“ ali firdaus, bergembiralah...karena derajadmu sudah dinaikkan oleh Allah “ ucap nabi kepada wali paidi
Nama wali paidi ini memang sebenarnya ali firdaus, tapi nabi khidir memanggilnya dg sebutan paidi , nama yg berasal dari kata faedah, nabi khidir berharap wali paidi ini menjadi orang yg berfaedah, karena sebaik2 manusia adalah orang yg bermanfaat buat sesamanya dan itu akhirnya terbukti
Wali paidi mendengar perkataan nabi ini hanya bisa menangis, tidak bisa berkata kata, dia hanya bisam enangis dan menangis lagi. Setelah nabi keluar, datanglah nabi khidir, beliau nabi khidir banyak menurunkan ilmu2 hikmah yg luar biasa kepada wali paidi, walaupun pertemuan wali paidi dg nabi khidir ini begitu singkat tapi ilmu yg didapat wali paidi sama dg ilmu orang yg belajar selama 100 tahun.
Berikutnya datang silih berganti wali2 yg dikenal wali paidi, dan menjelang shubuh datanglah mas kiai mursyid guru dari wali paidi, ketika mas kiai mursyid datang, tubuh wali paidi sudah segar dan sehat, mas kiai mursyid datang dg membawa kopi dan rokok, setelah sholat shubuh berjamaah dg mas kiai mursyid , mereka melanjutkan dg acara ngopi dan ngerokok bareng, wali paidi sekali lagi dapat wejangan2 dari mas kiai mursyid,
mas kiai mursyid sedikit membuka rahasia arsy, membuka jalan yg akan dihadapi wali paidi kelak, dan setelah sholat dhuha mas kiai mursyid pulang,
Memang para wali2 Allah itu ketika sakit banyak mendapatkan ilmu2 hikmah yg luar biasa, kita melihat mereka dg pandangan kasihan karena sakit yg di deritanya, tapi dibalik itu semua para wali2 Allah sangat berbahagia ketika dirinya sakit.
BERSAMBUNG Ke EPS 17
sumber: http://ekapitano.blogspot.co.id
Sehabis tahlil bersama dalam rangka memperingati Haul Gus Dur ke II , wali paidi bersama warga berkumpul bareng ngopi bersama –sama , mereka saling berkelompok tiga sampai empat orang membicarakan dan mengenang Gus Dur , dan diselingi adu argument mengenai apa rahasia dibalik sepak terjang Gus Dur dimasa lalu.
Wali paidi tersenyum – senyum meihat tingkah laku mereka, wali paidi sendiri duduk – duduk bersama empat orang dg satu cangkir kopi besar berada ditengah, mereka berlima joinan bersama-sama, indah dan rukun sekali.
Paijo tetangga wali paidi mulai membuka pembicaraan dg bertanya kepada wali paidi
“ kang menurut sampeyan gimana gus dur selama jadi presiden yg Cuma sebentar itu..? “
“ sebelum kita membahas tentang itu semua, alangkah baiknya kita mengulas lagi sejarah sebelum Gus Dur jadi presiden “ jawab wali paidi
“ wah..sipp iki kang, gimana ceritanya…” kata teman – teman yg lain
Dulu ada seorang kiai didaerah blitar namanya kiai rohimi, beliau ini ahli istikhoroh, banyak sekali kiai yg sowan kepada kiai rohimi ini guna menanyakan apa makna isyarah yg diterima, dan kiai rohimi ini bisa menafsiri isyarah2 yg ditanyakan kepadanya, dan semuanya tidak pernah meleset, hamper 100 persen mendekati kebenaran.
Kehidupan sehari-hari beliau adalah sebagai petani desa yg sangat sederhana, tiap pagi beliau diantar cucunya pergi kesawah dg naik sepeda onthel, biasanya para tamu yg mau sowan kepadanya menunggunya didepan ndalem, menunggu beliau pulang, dan didalam rumah yg berdinding kayu jati itulah kiai rohimi menerima para tamunya, didalam rumah kiai rohimi ada sebuah kamar khusus yg disediakan untuk gus dur kalau berkunjung kesitu dan menginap.
Gus dur sebelum jadi presiden telah banyak menerima isyaroh2, dan menanyakan kepada kiai rohimi apa makna isyaroh2 yg dia terima
“ kang, kiai rohimi ini tingkatannya lebih tinggi daripada gus dur ya.., sampai gus dur sendiri minta tolong untuk menafsiri isyaroh yg beliau terima“ ucap paijo kepada wali paidi
“ tidak mesti begitu, kamu tahu pak ridwan tetangga kita, yang jadi dosen di sebuah salah satu universitas terkenal itu ..” Tanya wali paidi
“iya saya tahu kang…” jawab paijo
“ ketika ban mobilnya bocor, apa pak ridwan menambal ban mobilnya sendiri..” Tanya wali paidi lagi
“ tidak kang, pak ridwan jelas gak bisa, ban itu akan ditambalkan ke tukang tambal ban” jawab paijo
“ dg seperti itu, apa tingkatan tukang tambal ban itu lebih tinggi daripada tingkatan pak ridwan yg dosen itu…” Tanya wali paidi sekalilagi
“ ya tentu tidak kang, “ jawab paijo mulai mengerti
“begitulah apa yg terjadi diantara gus dur dan kiai rohimi ini tidak bisa jadi acuan siapa lebih tinggi tingkatannya “ jelas wali paidi
Wali paidi menyedot rokok dji sam soe nya dan nyeruput kopi sedikit lalu melanjutkan ceritanya
“sampeyan akan jadi orang nomor satu di Indonesia, tapi hanya sebentar “ ucap kiai rohimi kepada gus dur, menafsiri isyaroh yg diterima gus dur
“ berapa lama kiai…” Tanya gus dur
“ tidak sampai tiga tahun “ jawab kiai rohimi
“ tugas yang sangat berat “ ucap gus dur tanpa memperdulikan lama jabatannya
“ iya ini memang tugas yg sangat berat gus, dan sampeyan akan diturunkan oleh rakyat sampeyan sendiri..” kata kiai rohimi
“ kalau ini memang tugas, biarpun sebentar tidak apa-apa yg penting bermanfaat,” ucap gus dur
Gus dur menerima dg lapang dada isyaroh yg diterimanya dari kiai rohimi, beliau tidak peduli walaupun dalam kepimpinanya kelak , beliau di recoki dan akhirnya diturunkan dg tidak terhormat, gus dur berperinsip biarlah orang memusuhinya asal Allah menyayanginya, biarlah orang menghinanya asal Allah ridlo kepadanya
Beberapa bulan kemudian ganti para kiai sepuh yg mendapatkan isyaroh – isyaroh dari Allah mengenai Gus Dur, para kiai tidak mau gegabah dg menafsiri sendiri isyaroh yg diterima oleh mereka, para kiai sepuh sowan ke kiai rohimi menanyakan apa arti isyaroh yg mereka terima, memang nama kiai rohimi dikalangan para kiai2 NU sangat dikenal, krn dalam menafsiri isyaroh kiai rohimi ini jagonya.
Setelah mendapat arti isyaroh dari kiai rohimi , para kiai sepuh ini menyampaikannya kepada Gus Dur ,dan gus dur dg penuh ta’dzim menerima mereka dan mengucapkan terimakasih karena memperhatikannya selama ini, walau gus dur sendiri sudah tahu kalau dirinya akan jadi presiden, bahkan gus dur sudah tahu masa kepemimpinannya yg Cuma sebentar itu sebelum para kiai ini mengetahuinya, pertemuan ini dicium oleh wartawan, dan ramailah berita pertemuan dikala itu, dan para kiai sepuh ini dijuluki oleh wartawan sebagai poros langit, disesuaikan dg kelompok yg mengusung Gus Dur jadi presiden yaitu poros tengah, dan kebetulan pemimpin kelompok kiai sepuh ini adalah kiai faqih langitan tuban, jadi pas lah sebutan bagi mereka yaitu “poros langit”
Dan kita semua tahu gus dur secara mengejutkan benar – benar jadi presiden, walaupun gus dur dan para kiai sepuh sama sekali tidak terkejut dg hal itu, karena para kiai sepuh dan gus dur sudah tahu sebelumnya
Awal pemerintahan gus dur baik – baik saja, hubungan gus dur dg bu mega tampak mesra, mereka bergantian mengadakan sarapan pagi bersama, kadang di istana presiden kadang di istana wakil presiden, tapi lama kelamaan para koruptor dan penggila jabatan mulai kawatir dg ketegasan gus dur dalam memimpin Negara ini,
mereka mulai tidak bebas korupsi dan menumpuk – numpuk kekayaan pribadi karena ketatnya pengawasan gus dur dikala itu, mereka mulai mendanai para mahasiswa untuk mendemo gus dur, mengangkat isu-isu yg memojokkan gus dur, mereka para koruptor menunggu momen yg tepat untuk menjatuhkan gus dur
Gus dur memang terkenal dg gaya ngomongnya yg blak – blakan, gus dur berprinsip “ padhakno pengucapmu podho karo karepe atimu” , begitulah ketika gus dur dimintai pendapat oleh wartawan tentang bu mega yg sering diam aja, gus dur dg enteng menjawab
“ dia itu bodoh “ Jawaban gus dur itu didengar oleh pramono anung yg ketika itu kalau gak salah masih menjabat sebagai sekjen PDIP, dan oleh pramono ini jawaban gus dur itu disampaikan kepada ibu mega, ngambeklah bu mega waktu itu, bu mega tidak mau menemui gus dur ketika sarapan pagi bersama di istana wakil presiden,
dan inilah kesempatan yg ditunggu oleh para koruptor dan penggila jabatan, inilah celah yg bisa menurunkan gus dur dari kursi presiden, bathin mereka
Dan barulah para kiai sepuh dapat isyaroh lagi , kalau gus dur akan dilengserkan dari kursi presiden, para kiai sepuh atau kiai poros langit ini sowan lagi kepada kiai rohimi, minta pendapat dan minta solusi gimana baiknya dan supaya gus dur masih bisa jadi presiden, kiai rohimi mengatakan kepada para kiai
“ gus dur akan bisa tetap jadi presiden kalau mau minta maaf kepada ibu mega, walaupun gus dur tidak ada niat merendahkan ibu mega” ucap kiai rohimi,
biarpun kiai rohimi sdh tahu klo jabatan gus dur cuma sebentar, tapi kiai rohimi tetap memberi peluang kpd para kiai, kiai rohimi berkeyakinan bahwa Allah jualah penentu akhir suatu kisah, isyaroh hanyalah perlambang
Para kiai kembali menemui gus dur dan menyampaikan apa yg diperoleh dalam isyarohnya dan juga menyampaikan pesan kiai rohimi, tapi gus dur tidak mu melakukannya, bukan berarti gus dur tidak mau minta maaf krn malu atau gengsi, tapi apa yg dialami gus dur kurang lebih persis seperti apa yg dialami oleh sayyidina ali, ketika dalam peperangan sayyidina Ali mau membunuh orang kafir yg sudah terjatuh diatas tanah, sayyidina ali tiba2 mengurungkan niatnya ketika orang kafir itu meludahinya, orang kafir itu heran melihat sayyidina ali yg tiba-tiba urung membunuhnya dan orang kafir ini menanyakan hal tersebut , sayyidina ali menjawab,
” pertama aku berniat membunuhmu karena Allah, tapi ketika kamu meludahiku, terbesit perasaan marah kepadamu, maka aku urungkan niat membunuhmu krn ada niat selain Allah dihatiku…”
Gus Dur tidak mau minta maaf kalau niatnya karena ingin mempertahankan jabatan, gus dur tidak gila jabatan,dan gus dur memang sudah tahu kalau masa kepemimpinannya Cuma sebentar, dan kita semua tahu gus dur akhirnya berhasil diturunkan dari kursi kepresidenan karena kasus yg dibuat2 yaitu kasus buloggate.
Paijo dan kawan-kawannya terdiam mendengar cerita wali paidi ini,mereka merasa baru mendengar cerita gus dur dengan kiai rohimi, mereka sangat penasaran
“ apakah kang paidi pernah bertemu dg kiai rohimi.” Tanya paijo penasaran
“ tidak pernah “ jawab wali paidi santai dg menyedot rokoknya
“ lalu sampeyan dapat cerita dari mana “ Tanya paijo lagi makin penasaran
Wali paidi tidak menjawabnya, dia hanya tersenyum dan menyeruput selepek kopi lalu ngeloyor pergi
WALI PAIDI 14
setelah cerita soal gus dur , wali paidi ngeloyor pergi, dia berjalan terus tanpa memperdulikan arah dan tujuan, berjalan terus sambil menikmati rokoknya, sudah berapa lama dan seberapa jauh wali paidi berjalan dia sendiri tidak tahu,
wali paidi seperti tidak sadar tiba2 saja hatinya dipenuhi dzikir dg Allah dan bersama Allah, wali paidi merasakan seakan-akan dia tidak berjalan diatas bumi, dia seperti terbang,tubuhnya ringan dan hatinya di penuhi kebahagiaan.
wali paidi baru tersadar ketika adzan subuh berkumandang, dan dilihatnya di depan ada sebuah masjid yg semuanya terbuat dari bambu, wali paidi berhenti sebentar, dilihatnya didalam masjid sudah banyak sekali orang,
ada yg pakai jubah, pakai serban ada juga yg pakai sarung dan berkopyah, ada juga yg memakai celana tp tetap juga pakai kopyah, yg membuat wali paidi kagum adalah didalam dan diluar masjid itu tidak ada lampu sama sekali, tapi masjid dan areal sekiarnya tampak terang benderang, tampak cahaya keluar dari para orang 2 yg berada di dalam masjid, cahaya mereka inilah yg menerangi seluruh masjid,
tanpa sadar wali paidi memandangi tangannya, apa dia ikut juga bercahaya, wali paidi kaget ternyata tangannya juga mengeluarkan cahaya, wali paidi meneruskan pandangannya, dan ternyata kakinya dan seluruh badannya juga bercahaya....
setelah sadar bahwa dirinya juga bercahaya, wali paidi mulai berani memasuki masjid dan ikut sholat berjamaah, wali paidi sholat di barisan paling belakang krn hanya di barisan ini ada tempat yg kosong sedang tempat yg lain sudah penuh, wali paidi melihat disela - sela tubuh para jamaah yg bercahaya seorang imam yg cahayanya sangat terang, sehingga wali paidi tidak bisa melihat wajahnya, tubuhnya dikelilingi cahaya yg sangat terang, wali paidi baru sekali ini merasakan sholat yg begitu indah dan sangat syahdu, suara imam yg begitu merdu, dan wali paidi seakan-akan diajak berjalan mengelilingi rahasia2 ayat - ayat Allah yg dibaca oleh sang imam sholat.
setelah mengucapkan salam dan selesei sholat wali paidi baru tersadar ternyata disampingnya ini ada orang yg sangat dikenalnya, mbah parmin seorang kusir bendi dikampungnya, ternyata mbah parmin ini tubuhnya juga bercahaya, sebelum wali paidi hilang dari rasa kagetnya , mbah parmin sudah berkata kepadanya
" paidi...tolong kalo nanti dirumah jangan bilang siapa-siapa tentang masalah ini"
"baik mbah.."jawab wali paidi meneruskan dzikirnya
sehabis dzikir baru wali paidi mulai ngobrol lagi dg mbah parmin
"mbah siapa yg ngimami sholat subuh ini" tanya wali paidi
"beliau baginda Nabi Muhammad" jawab mbah parmin
"dan dibarisan depan itu adalah wali2 qutb, dan dibarisan berikutnya wali2 yg derajatnya dibawah wali qutb, mereka berbaris sesuai tingkatannya, baik yg sudah meninggal maupun yg masih hidup, semuanya hadir disini,"mbah parmin meneruskan penjelasannya
wali paidi tersenyum dan mbah parmin juga tersenyum karena mereka berdua sadar kalau berada dibarisan yg paling belakang, tidak lama kemudian acara dilanjutkan dg bersalam-salaman, sambil membaca sholawat, wali paidi bertemu guru mursyidnya dan wali2 yg selama ini cuma mendengar tentang ceritanya saja, wali paidi begitu bahagia karena bisa bersalaman dg para wali2 y selama ini sangat dicintainya dan dihormatinya, setelah acara bersalaman selesei, para wali pergi sendiri-sendiri dan tiba2 hilang entah kemana , tinggal wali paidi dan mbah parmin aja yg berada didalam masjid, setelah semua sudah pergi, baru wali paidi dan mbah parmin keluar dari masjid
"dimanakah ini mbah..."tanya wali paidi kepada mbah parmin
"di gunung pring magelang jawa tengah "jawab mbah parmin
wali paidi menoleh kebelakang , ternyata masjid itu sudah hilang
"udah di, aku pergi dulu yah, assalamuálaikum... "kata mbah parmin dan bersalaman dg wali paidi
mbah parmin berjalan disela-sela pepohonan dan lama-lama kelamaan hilang
"mbah...mbah..tunggu sebentar."wali paidi memanggil mbah parmin tapi mbah parmin sudah hilang ditelan keheningan hutan belantara...
"wadoh mbah...aku sebenarnya mau pinjem duwit buat sangu pulang .."wali paidi berkata sendiri
"terpaksa ngandol truck lagi ini.....wah..wah..." wali paidi dg tersenyum melangkah pergi juga.....
"selama ada rokok dan kopi gak masalah...syukur alhamdulillah "ucap wali paidi dg mengeluarkan rokok dari selipan kopyahnya lalu menyalakannya ....dan meneruskan perjalanannya
wali paidi tidak berani mencoba ilmu melipat bumi yg dimilikinya, karena wali paidi takut kesasar-kesasar seperti waktu itu wali paidi berjalan sambil mengenang kembali pertemuannya dg para wali juga baginda nabi barusan, walau paidi tidak dapat begitu jelas melihat wajah rosulullah, krn sangat terangnya nur cahaya tg terpancar dari tubuh rosulullah...
wali paidi masih ingat perkataan rosulullah ketika acara bersalam- salaman tadi,bahwa bala'' atau adzab Allah akan diturun, para wali disuruh oleh baginda Nabi untuk bersiap-siap menerimanya sesuai dg tingkatannya.....
ketika bala' atau adzab turun yg menanggung pertama kali adalah para wali2 Allah sesuai dg tingkatannya, semakin tinggi derajadnya semakin besar pula adzab yg ditanggungnya, para wali ini melakukan hal tersebut supaya ketika adzab itu sampai kepada umat manusia lainnya tinggal sedikit dan ringan, masya Allah betapa besar rasa cinta mereka kepada kita semua, kadang bala' atau adzab Allah itu tidak sampai menimpa umat manusia karena sudah habis ditanggung para wali, kalau bala' atau adzab Allah itu begitu besar dan luas maka
adzab itu baru menimpa manusia, dan bala' atau adzab yg paling ringan yg diterima oleh umat manusia adalah "ndas ngelu gak ngerti sebabe" kepala pusing tidak tahu penyebabnya disertai dg perasaan sedih dan galau yg tidak tahu penyebabnya juga... tanpa terasa wali paidi sudah sampai dijalan raya dan dilihatnya ada sebuah truck yg melintas, wali paidi menyetop dan minta tunutan.....
WALI PAIDI 15
Setelah dari pertemuan di gunung pring magelang jawa tengah, walipaidi jatuh sakit, karena perjalanan yg ditempuh wali paidi tidak semestinya, wali paidi pindah dari truck satu ke truck lainnya, kadang kehujanan kadang kepanasan, dan tubuh wali paidi tidak kuat menerima semua itu dan jatuh sakit. Wali paidi terbaring tak berdaya dipembaringan, badannya panas, matanya terlihat semakin cekung karena kurang tidur, tapi senyumnya masih tetap sama, cerah dan menyenangkan seperti orang tidak sakit, para tetangga satu persatu menjenguk wali paidi, ada yg membawa buah2an dan ada yg memberi uang, sebagian para tetangga berinisiatif mengantarkan wali paidi untuk berobat di rumahsakit terdekat , tapi wali paidi menolaknya
“terima kasih, biarlah , 2 atau 3 hari akan sembuh sendiri “ jawab walipaidi
Para tetangga sangat sayang kepada wali paidi ini, bukan karena wali paidi ini wali ( karena para tetangga tidak tahu kalau paidi ini seorang wali ) dan bukan juga karena wali paidi ini orang kaya tapi karena wali paidi ini orang yg dermawan, suka menolong dan sopan terhadap yg tua dan sayang terhadap yg muda
Ketika memasuki hari ketiga , tubuh wali paidi demam tinggi , sehabis sholat isya yg dilakukan dg terbaring,
tubuh wali paidi tdk kuat menahan, dan wali paidi tidak sadar ( pingsan ) , dia baru tersadar ketika merasakan ada orang yg menyeka tubuhnya dg handuk dingin, orang ini sangat ganteng dan bersih,seorang pemuda yg sangat tampan
“ siapakah anda “ tanya wali paidi
“ saya adalah amalan sholawat yg biasa sampeyan baca, saya akan menjaga sampeyan sampai sembuh“ucap pemuda ini
Wali paidi kaget juga mendengar penuturan pemuda ini,
“ apakah aku sudah mati “ tanya wali paidi
Dg tersenyum pemuda ini menjawab “ belum “
Wali paidi tertegun dan terdiam, tidak lama kemudian ada yg mengetuk pintu kamar wali paidi
“ assalamu’alaikum...” ucap tamu tsb
“ wa alaikum salam ..” jawab wali paidi dan pemuda ini berbarengan
Pemuda ini membungkukkan badannya dan berbisik kepada wali paidi
“ kang, tamu yg datang ini adalah malaikat “ bisik pemuda
“ apakah malaikat izrail “ tanya wali paidi
“ hehehe, bukan tapi malaikat rohmat “ jawab pemuda
“ kalau begitu bukakan pintu kamarnya mad, gak pa2 kan kalau kamu aku panggil somad “ ujar wali paidi
“ iya gak pa2 kang “ jawab somad dg membuka pintu kamar
Tampaklah yg masuk seorang pemuda yg juga tampan dg membawa baskom
“ siapakah anda “ tanya wali paidi
“ saya malaikat rohmat “ jawabnya
“ kopikah yg kau bawa di baskom itu“tanya wali paidi
“ hahaha...kang..kang “ somad tertawa mendengar pertanyaan wali paidi
Malaikat rohmat lalu meletakkan baskom di meja sebelah tempat tidur wali paidi
lalu menjawab “ bukan kang, tapi air dari telaga kausar guna diminum dan buat wudlu”
Lalu malaikat yg berwujud pemuda tampan ini pamit, dan sekitar 5menit kemudian datang tamu lagi,
ternyata baginda nabi muhammad yg datang, kamar wali paidi lansung harum semerbak, wali paidi berusaha bangkit, tapi nabi menyuruhnya tetap berbaring
“ ali firdaus, bergembiralah...karena derajadmu sudah dinaikkan oleh Allah “ ucap nabi kepada wali paidi
Nama wali paidi ini memang sebenarnya ali firdaus, tapi nabi khidir memanggilnya dg sebutan paidi , nama yg berasal dari kata faedah, nabi khidir berharap wali paidi ini menjadi orang yg berfaedah, karena sebaik2 manusia adalah orang yg bermanfaat buat sesamanya dan itu akhirnya terbukti
Wali paidi mendengar perkataan nabi ini hanya bisa menangis, tidak bisa berkata kata, dia hanya bisam enangis dan menangis lagi. Setelah nabi keluar, datanglah nabi khidir, beliau nabi khidir banyak menurunkan ilmu2 hikmah yg luar biasa kepada wali paidi, walaupun pertemuan wali paidi dg nabi khidir ini begitu singkat tapi ilmu yg didapat wali paidi sama dg ilmu orang yg belajar selama 100 tahun.
Berikutnya datang silih berganti wali2 yg dikenal wali paidi, dan menjelang shubuh datanglah mas kiai mursyid guru dari wali paidi, ketika mas kiai mursyid datang, tubuh wali paidi sudah segar dan sehat, mas kiai mursyid datang dg membawa kopi dan rokok, setelah sholat shubuh berjamaah dg mas kiai mursyid , mereka melanjutkan dg acara ngopi dan ngerokok bareng, wali paidi sekali lagi dapat wejangan2 dari mas kiai mursyid,
mas kiai mursyid sedikit membuka rahasia arsy, membuka jalan yg akan dihadapi wali paidi kelak, dan setelah sholat dhuha mas kiai mursyid pulang,
Memang para wali2 Allah itu ketika sakit banyak mendapatkan ilmu2 hikmah yg luar biasa, kita melihat mereka dg pandangan kasihan karena sakit yg di deritanya, tapi dibalik itu semua para wali2 Allah sangat berbahagia ketika dirinya sakit.
BERSAMBUNG Ke EPS 17
sumber: http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps 9-12
wali paidi berpenampilan lain
dari biasanya, dia tampil gaul sekali, memakai sepatu unkl347, celana
jeans pensil airplane system, dan kaos merk spilis infection, walaupun
semua pakaiannya ini pemberian dari adik mas kiai mursyid yg kebetulan
buka toko pakaiandistro….. dan dengan memakai kaca mata BL hitam
invictus , wali paidi berangkat untuk memenuhi undangan mas kiai mursyid
dalam rangka tasyakuran dan pembukaan toko onderdil barunya yang mana
semua barangnya lansung didatangkan dari luar negeri, mas kiai mursyid
ini kalau bisnis memang tidak mau setengah2 , sekali terjun beliau
langsung menyelam sekalian
sekitar jam 09:00 pagi wali paidi sudah sampai ditoko mas kiai mursyid, tampak terop yg mewah yg tidak begitu besar berada di depan toko, dibawah terop sudah berjajar rapi kursi yg terbungkus kain putih yg sebagian besar sudah terisi, di depan terop ada geladak kecil yg juga tertutup kain putih yg diatasnya ada karpet merah yg disebelah kirinya ada piano semacam elektone, music barat slowrock berkumandang mulai awal acara,
yang unik, ada sebagian tamu yg datang memakai kopyah dan sarung sedang tamu lainnya berpaikan ala executive muda, memang mas kiai mursyid ini mengundang seluruh pelaku bisnis didalam kota dan sebagian dari luar daerah, mas kiai mursyid ini menyeting acara pada pembukaan tokonya ini dg model seperti acara pembukaan toko onderdil pada umumnya tidak seperti acara yg biasa dilakukan seorang kiai di kalangan pesantren apalagi mas kiai ini adalah seorang mursyid.
Wali paidi tidak lansung duduk ditempat acara, tapi langsung menuju dapur umum mecari kopi, setelah dapat kopi wali paidi duduk di podjok toko, mengeluarkan sebatang rokoknya sambil menunggu kedatangan mas kiai mursyid, sambil menyedot rokok mastna wastulasa warruba’ wali paidi mengawasi semua temu yg datang, wali paidi tersenyum kecil ketika melihat kekikuk an para tamu yg memakai kopyah dan sarung itu, mereka tampak rikuh duduk dikelilingi para tamu yg berpenampilan beda dari mereka dan di tempat yg acaranya tidak di duga oleh mereka sebelumnya,
dari arah belakang datanglah seorang pemuda yg penampilannya seperti wali paidi ini, mengahampiri dan duduk disamping wali paidi, pemuda ini adalah adik mas kiai mursyid.
‘’ udah lama kang..’’tanya pemuda ini setelah mrk bersalaman
‘’ gak, barusan aja dating…” jawab wali paidi
Sebelum wali paidi bertanya soal tamu yg berkopyan dan sarungan itu, adik mas kiai mursyid ini sudah menjelaskan kpd wali paidi tetang mereka
‘’ anu kang..sebenarnya mas kiai mursyid meminta bantuan kepada kiai akhmad untuk mendatangkan santri – santrinya untuk datang kesini guna membantu bagian akomodasi (bagian angkat2 meja) tapi terjadi salah paham, ternyata yg dikirim kiai ahmad kesini adalah para ustads dan penggede2 thoriqoh, dikiranya mas kiai mursyid mengadakan acara kumpulan thoriqoh, jadinya ya seperti ini hehehe…” adik mas kia mursyid menjelaskan kpd wali paidi
“ oh..begitu tho ceritanya…” jawab wali paidi
Tidak lama kemudian datanglah mas kiai mursyid dg bercelana jeans di iringi cewek2 cantik yg berpakaian minim, tampak seksi2 dan mulus2…..mereka ini para sales promotion girl yg didatangkan mas kiai mursyid untuk mengisi diacara pembukaan tokonya ini
Para tamu bertepuk tangan menyambut kedatangan mas kiaimursyid ini, kecuali para tamu yg berkopyah dan sarungan , mereka hanya melongo dan terheran-heran melihat tingkah dan gaya mas kiai mursyid ini, memakai jeans dan dikelilingi cewek2 cantik…..dihati sebagian para penggede2 thoriqoh ini mulai timbul keraguan atas kemursyidan mas kiai ini, dan memang para penggede2 thoriqoh ini sebagian besar dulunya adalah murid abahnya…
Setelah acara ceremonial dimulai dan peresmian atas dibukanya toko onderdil ini sudah dilakukan tibalah waktu hiburan, music mulai mengalun lagi dan yg lebih menggeparkan, mas kiai mursyid ini tampil di panggung mini berjoget ria bersama para sales promotion girl yg berjumlah 15 orang ini..
Para penggede2 thoriqoh semakin melongo melihat mursyid mereka berjoget dan bersenda gurau dg para sales promotion girl yg rata – rata cantik dan seksi ini, wali paidi hanya tersenyum melihat tingkah dan gaya mas kiai mursyid, wali paidi melihat diantara sales promotion girl ini ada satu yg wajahnya sangat mirip dg mulan jameela…wali paidi hanya membathin
“ ada – ada aja mas kiai mursyid ini..”
Tiba –tiba mas kiai mursyid ini turun dr panggung mini dan menghampiri wali paidi, selanjutnya menggandeng tangan wali paidi, ditarik ikut dan diajak joget diatas panggung mini dan mas kiai mursyid ini menggandengkan wali paidi dg cewek yg wajahnya mirip dg mulan jameela itu
Ketika wali paidi memegang tangan cewek yg sangat mirip mulan jameela ini detak dzikir jantung wali paidi semakin kencang, dari tangan cewek ini terdengar kalimat “ ya..latief…ya latief…ya..latief…”
Dan dari paha dan pantat sicewek keluar kalimat “ ya…jamal…ya..jamal…” dari seluruh anggota badan si cewek ini mengeluarkan kalimat2 asmaul husna…
Wali paidi seakan berjoget ditaman surga, music dan suasana berubah seperti di surga, bunga – bunga yg indah bermunculan disekitar taman harum semerbak mewangi…wali paidi berjoget berputar putar mengikuti alunan music yg begitu indah….
Wali paidi baru tersadar ketika mendengar suara mas kiai mursyid “ wes kang…ayo balik ke dunia lagi, jangan disurga terus…ini acara jualan onderdil belum selesei…hehehe…..,,,,,,
WALI PAIDI 10
Sehabis dari acara peresmian toko mas kiai mursyid, wali paidi pamit pulang, sebenarnya uang wali paidi ini sudah habis sama sekali dikasihkan kepada tamu-tamu mas kiai mursyid yg bersarug dan berpeci itu, sebagai uang kaget, kaget atas acara yg begitu menghebohkan. mas kiai mursyid yg tahu kalau wali paidi ini kehabisan uang malah menggodanya, ketika wali wali paidi pamit padanya
“ kang..duwit sampeyan kan masih banyak, jadi aku wes gak usah nyangoni, ini garam aja sampeyan bawa…” ucap mas yai musyid
"hehehe…iya mas yai terimakasih…”ucap wali paidi
Memang mulai mbah yai, abah yai sampai mas yai mursyid ini garam adalah cenderamata pondok beliau-beliau ini, garam “suwuk” ini bisa digunakan untuk apa saja, mengobati penyakit dhohir maupun bathin, dan masih banyak kegunaan lainnya tinggal niatnya apa bagi yg menggunakannya…
Adik mas kiai mursyid menawarkan untuk mengantar wali paidi ke terminal tapi wali tidak mau
“ saya jalan kaki saja sambil jalan-jalan menikmati pemandangan..” ucap wali paidi kepada adik mas kiai mursyid
Setelah bersalam salaman wali paidi pamit dan meneruskan berjalan ke arah terminal, dzikir selalu menyertai setiap langkah wali paidi ini, ketika wali paidi melintasi jalan di pinggir alun-alun ada segerombolan pemuda yg
mengawasi wali paidi, dg tersenyum wali paidi meneruskan langkahnya, wali paidi sebenarnya sudah tahu kalau sebentar lagi dia akan dicegat dan di palak dimintai duwit oleh mereka, ini yg jadi ganjalan hati wali paidi, karena dia sudah gak punya uang sama sekali, dia akan malu sekali karena tidak bisa memberi kpd orang yg meminta
“kasihan mereka kalau sampai tidak mendapatkan uang dariku” bathin wali paidi
Wali paidi berusaha menghidar karena malu, dia menyebrang jalan berusaha menghindari mereka tapi gerombolan pemuda ini mengikutinya dan satu orang maju kedepan mencegat wali paidi
“ duwit..serahkan duwitmu..ayo cepat…” ucap pemuda itu yg rupanya pimpinan gerombolan ini
Wali paidi dengan tersenyum membuka kaca mata hitamnya dan melihat satu persatu para pemuda gerombolan ini, di kaos pimpinan gerombolan ini ada symbol hati yg bersinar yg bertuliskan “SH” ,
mereka yg melihat wali paidi yg begitu tenang jadi keder, dan mereka heran melihat ketenangan dan tampak tidak ada ketakutan sama sekali diwajah wali paidi
“ mohon maaf yg sebesar- besarnya aku tidak punya uang sama sekali, maaf aku membuat kalian kecewa, uangku sudah habis kukasihkan kepada orang lain “ ucap wali paidi kepada ketua gerombolan ini
Ketua gerombolan ini hatinya jadi bergetar ketika melihat tatapan mata wali paidi yg begitu teduh, hati pemuda ini jadi damai, dan tanpa disadari mata pemuda ini mulai berkaca-kaca, pemuda ini mulai teringat dg dosa-dosanya selama ini, pemuda ini juga tidak tahu mengapa hatinya begitu trenyuh dan teringat dg masa
lalunya teringat dengan pesan- pesan gurunya dahulu
Kawanan gerombolan ini juga ikut terdiam melihat pimpinan mereka diam tak bergerak sama sekali, mereka jadi heran, biasanya mas gohell (yg nama aslinya sholeh) ini kalau ada orang dimintai duwit tapi tidak memberi lansung dipukulinya sampai kelenger tapi sekarang tidak bergerak menghadapi pemuda ini
“ saya tidak bisa memberi apa- apa, ini ada garam kalau sampeyan mau, katanya ibu sampeyan sekarang sakit…” ucap wali paidi kepada pimpinan gerombolan ini yg ternyata bernama gohell
Pemuda yg bernama gohell ini jadi heran setengah mati, pemuda distro ini (wali paidi) kok bisa tahu kalau sekarang ibunya lagi sakit dan sudah berhari – hari ini hatinya galau memikirkan penyakit ibunya yg gak sembuh-sembuh, hatinya begitu trenyuh dg perhatian wali paidi terhadap ibunya, karena selama ini semua orang dikampungnya tidak ada yg perduli dg keluarganya mereka hanya mencibir tidak pernah memperhatikan keluarganya
Tanpa bisa ditahan pemuda ini terduduk dihadapan wali paidi dan menangis tersedu-sedu…….
( bersambung )
WALI PAIDI 11
Anak buah gohell yg berjumlah tujuh orang ini lebih heran lagi melihat pemimpin mereka terduduk dan menangis tersedu-sedu dihadapan wali paidi, tanpa dikomando mereka mendekati pimpinan mereka dan membuat pagar betis melingkari wali paidi dan gohell, mereka berdiri melingkar menutupi mereka supaya orang – orang tidak tahu kalau pimpinan mereka menangis, mereka malu kalau orang-orang melihat pimpinan mereka menangis,
masak pimpinan preman kok nangis…(he..he..he..)
Wali paidi menepuk nepuk pundak gohell, dan menariknya untuk berdiri lalu berkata :
“ udah mas, aku sama sampeyan ini masih saudara jadi gak usah sungkan…”
Gohell berdiri dan mengusap air matanya, kemudian merangkul wali paidi
“ makasih…mas…” ucap gohell kpd wali paidi
Mereka lalu bersalaman di ikuti seluruh anak buah gohell juga bersalaman kepada wali paidi. Suasana menjadi cair kembali,tidak lama kemudian suasana jadi akrab, seakan wali paidi dan gerombolan gohell ini adalah teman yg sudah lama kenal, karena wali paidi ini pintar mengeluarkan joke-joke segar yg membuat gohell dan anak buahnya tertawa terpingkal-pingkal
“ ayo ngopi dulu mas….” Ajak gohell kpd wali paidi
“ monggo…..” jawab wali paidi
Mereka berdua dan seluruh anak buah gohell menuju ke warung dipinggir jalan, setelah mengambil tempat duduk mereka memesan kopi, anak buah gohell menunggu di luar warung
“ mas kalo bisa sampeyan berhenti malak orang, kasihan gurumu mas…” ucap wali paidi
“ iya mas, saya akan berusaha mencari kerja yg bener, do’akan aja…” sahut gohell
“ jangan sampai perguruan sampeyan Setia Hati ( SH ) itu menjadi singkatan Perguruan Sakit Hati, gunakan kepandaian silatmu itu sebagai senam untuk kesehatan, itu yg cocok untuk jaman sekarang ini, beda dg jaman ketika orang islam masih punya musuh dulu, jangan belajar silat untuk mencari kesaktian atau untuk perisai diri,
karena perisai diri yg lansung dari Allah adalah shodaqoh, belajarlah silat hanya untuk kesehatan, maka kamu tidak akan mencari musuh atau dicari musuh…” kata wali paidi
Sambil nyeruput kopinya wali paidi berkata lagi kepada gohell
“ kalo belajar silat untuk mencari kesaktian atau kekuatan jadinya ya seperti ini, sesama saudara seperguruan tawur, tidak rela melihat perguruan lain unjuk kekuatan, seperti kemarin terjadi penyerbuan terhadap konvoi perguruan kera sakti yg diduga dilakukan oleh perguruan SetiaHati…”
“ iya mas, memang aku dulu belajar ilmu silat untuk mencari kesatian / kekuatan , setelah lulus aku bingung gimana cara melihat kalau aku ini sudah kuat, akhirnya aku mencari gara-gara supaya punya musuh dan keterusan sampai jadi seperti sekarang ini..”ucap gohell sambil menunduk
Setelah ngobrol-ngobrol yg cukup lama gohell ini akhirnya terbuka hatinya, mengerti tentang apa arti hidup ini, mengerti manusia itu tinggal menjalankan peran dari Allah, mengerti akan dirinya berperan sebagai apa dan menjalankan sebaik-baiknya peran trsebut, ada yg berperan sebagai ulama, guru, pedagang, petani dll, hanya ketaqwaan kepada Allah yg dinilai dari menjalankan peran tersebut
“ trus sampeyan sekarang mau kemana “ Tanya gohell kepada wali paidi
“ mau ke terminal “ jawab wali paidi singkat
“ hehehe..maksudku tujuan sampeyan dari terminal “ Tanya gohell lagi
“ mau sowan kepada salah satu guruku…” jawab wali paidi
“ kalau begitu mari saya antar “gohell menawari wali paidi
“ baiklah, ayo…” ucap wali paidi
Gohell mendekati pemilik warung dan menanyakan habis berapa semuanya, pemilik warung terdiam merasa heran dengan sikap gohell, karena biasanya gohell ini kalau makan minum di warungnya tidak pernah bayar, pemilik warung tersebut sangat gembira dg perubahan sikap gohell ini
“ udah gak usah bayar mas, anggap saja ini sebagai selamatan buat mas, selamatan kalau sampeyan telah terlahir kembali, mudah-mudahan tobat sampeyan ini sebagai taubatan nasuha..”ucap pemilik warung kepada gohell
Setelah mengucapkan terimakasih gohell mengantarkan wali paidi ke terminal, dalam perjalanan gohell menanyakan perihal tentang orang –orang sholeh yg di ketahuwali paidi, wali paidi menceritakan dg singkat perihal mereka, tentang sifat dan kelebihan para orang-orang sholeh tersebut, tidak begitu lama akhirnya mereka sampai keterminal, Gohell memanggil salah satu anak buahnya dan membisikkan sesuatu kepadanya,lalu anak buahnya itu pergi,
“ jangan berangkat dulu mas,tunggu sebentar” kata gohell kpd wali paidi
Tidak begitu lama anak buah gohell itu datang sambil menyerahkan sesuatu kpd gohell, lalu gohell mendekati wali paidi dan menyerahkan sesuatu tsb kepada wali paidi
“ ini mas tolong jangan ditolak “ucap gohell kpd wali paidi
Ternyata sesuatu tersebut didalamnya ada uang ribuan yg sebagian sudah kumal, dan ada 2atau 3 uang lima ribuan, wali paidi terkejut ketika menerima uang daari gohell tersebut
“ jangan kuatir mas, itu bukan uang haram, itu uang sumbangan dari teman-teman , dan saya minta dg sangat jangan ditolak“ jelas gohell kpd wali paidi
Wali paidi menerima pemberian gohell tersebut, setelah bersalaman wali paidi naik ke atas bus, masih banyak bangku kosong, wali paidi mencari tempat yg enak buat duduk, akhirnya wali paidi memilih tempat ditengah,setelah bus baru berjalan tampak pedagang rokok naik ke atas bus menjajakan dagangannya,
ketika wali paidi hendak memanggilnya sipedagang tersebut sudah menghampiri wali paidi dan menyerahkan sebungkus rokok Dji Sam Soe dan berkata
“ ini pemberian dari mas gohell sebagai rasa terimakasih.”
Begitu juga dengan pedagang-pedagang yg lain, di dalam perjalanan mereka semua mengasihkan satu barang dagangannya kepada wali paidi atas nama gohell, mulai penjual minuman sampai penjual kacang, bahkan penjual bollpoint dua ribu dapat 3 juga menyerahkan bollpointnya atas nama dan rasa terimakasih gohell kpd wali paidi, ketika wali paidi mau membayar karcis bus, pak kondektur juga membebaskan wali paidi atas nama gohell juga, wali paidi hanya geleng-geleng kepala
“ gendeng, sholeh ini…..” bathin wali paidi tersenyum sambil teringat wajah gohell sekitar dua jam perjalanan,
wali paidi akhirnya sampai disebuah kota yg dulunya adalah sebuah wilayah kerajaan majapahit, wali paidi turun sambil membawa satu kresek besar yg berisi minuman dan makanan ringan pemberian dari pedagang-pedagang asongan di atas bus, baru melangkah turun dari bus wali paidi lansung dihampiri seorang gila yang berambut gimbal, orang gila tersebut langsung menarik – narik tas kresek wali paidi
“ di. .paidi…sini minuman dan makanan ini punyaku..” ucap orang gila tsb, lalu ngeloyor pergi
Wali paidi membiarkan saja tas kreseknya direbut, dan dia hanya terus mengikuti orang gila tsb karena dia penasaran, orang gilaini kok tahu namanya….
WALI PAIDI 12
Terlihat di sudut terminal orang gila ini tertawa-tawa menikmati makanan dan minuman hasil rampasannya, wali paidi berjalanperlahan mendekati orang gila tsb, dan kira-kira setelah jarak wali paidi dan orang gila itu berjarak 10meteran orang gila tsb berkata dg masih makan dan minum
“ gak usah heran di, orang yg dekat dg tuhannya apa yg tidak di ketahui di muka bumi ini, yg diketahui gusti Allah juga diketahui oleh para kekasihnya, apalagi namamu terkenal di langit sana, namamu seringkali muncul karena seringnya kamu usul ke gusti Allah..”
Dg masih memegang minuman sprite kaleng orang gila tsb berkata lagi
“ para malaikat sering berkata,gusti wali paidi usul begini, gusti wali paidi minta begini, hampir semua malaikat mengenalmu ,karena seringnya kamu minta dan usul ke gusti Allah…. seharusnya kamu malu di, minta-minta terus seperti pengemis….hehehe “
Wali paidi terdiam, seperti ditelanjangi, wali paidi menghampiri orang gila tersebut dan mencium tangannya, ketika wali paidi memegang tangannya,wali paidi kaget karena tangan orang gila ini bagaikan tidak ada tulangnya terasa halus, begitu lembut dan berbau sangat wangi, ketika wali paidi mau menanyakan namanya, orang gila ini mendahului berkata :
“ kamu gak usah tahu namaku,udah sana… kamu pergi sowan ke kyaimu sana, nanti kita bertemu disana, dan kalau kamu melihat kyaimu sedang ada tamu agung kamu sebaiknya lansung pamit aja…"
Wali paidi cuma mengangguk terdiam ,setelah mengucapkan salam wali paidi pergi dari situ dan berangkat untuk sowan ke kyainya. wali paidi melanjutkan perjalanan dg naik becak, setelah sampai wali paidi langsung menuju ke ruangtamu, disana dia disambut salah satu santri kyai yg selalu standbay melayani tamu – tamu, belum lama duduk, ada dua tamu yg juga mau sowan ke kyai, mereka berdua duduk disamping wali paidi, tidak seperti biasanya kyai kali ini tidak langsung menemui mereka bertiga, wali paidi dan kedua tamu menunggu sekitar satu jam lebih baru kyai keluar wali paidi dan kedua tamu lansung bersalaman dg kyai, mereka bertiga mencium tangan kyai dg penuh ta’dzim, yg sangat berbeda sikap wali paidi terhadap kyai ini,wali paidi tampak sangat ta’dzim berhadapan dg kyai, wali paidi hanya bisa menunduk, dan tampak butiran-butiran air mata mulai membasahi pipi wali paidi,setelah kyai baru saja duduk, wali paidi maju bersalaman lagi dan mohon pamit, kyai hanya tersenyum dan merestui wali paidi,
“ iya di, salam aja ke dulur-dulur semua “ ucap kyai
“ inggih kyai…” jawab wali paidi dg masih menunduk
Kedua tamu ini heran melihat sikap wali paidi, mereka menunggu begitu lama tapi setelah kyai keluar, wali paidi kok lansung mohon pamit. Satu diantara dua tamu ini penasaran dan menanyakan hal tersebut kepada kyai
“ kyai, mas tadi itu menunggu panjenengan dg kami begitu lama,tapi setelah kyai datang, mas tadi lansung mohon pamit ada apa gerangan kyai.” Tanya tamu
“ hmm…..gimana yah, kamu lansung aja ke orangnya dan tanyakan hal itu, dia belum pergi jauh, sekarang dia masih duduk-duduk dipagar jembatan “ jawab kyai
Setelah mohon ijin dan keluar sebentar tamu tadi mencari wali paidi, dan benar apa yg dikatakan kyai, wali paidi masih duduk dipinggir jembatan
“ assalamu’alaikum…” ucap tamuini kepada wali paidi
“ wa alaikum salam…” jawab wali paidi
“ maaf mas, saya penasaran dg sikap sampeyan tadi, kok lansung mohon pamit ketika baru ketemu kyai…” Tanya tamu dg penasaran
“ hmm, gimana tidak lansung mohon pamit kang, wong disamping kanan kyai ada baginda rosul dan disamping kiri kyai ada nabiyullah hidir, apa yg mau saya omongkan kalau mereka berdua hadir di samping kanan dan kiri kyai…..” jawab wali paidi dg mata yg berkaca - kaca
“oh……..” ganti si tamu jadi heran dan melongo
BERSAMBUNG Eps 13
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
sekitar jam 09:00 pagi wali paidi sudah sampai ditoko mas kiai mursyid, tampak terop yg mewah yg tidak begitu besar berada di depan toko, dibawah terop sudah berjajar rapi kursi yg terbungkus kain putih yg sebagian besar sudah terisi, di depan terop ada geladak kecil yg juga tertutup kain putih yg diatasnya ada karpet merah yg disebelah kirinya ada piano semacam elektone, music barat slowrock berkumandang mulai awal acara,
yang unik, ada sebagian tamu yg datang memakai kopyah dan sarung sedang tamu lainnya berpaikan ala executive muda, memang mas kiai mursyid ini mengundang seluruh pelaku bisnis didalam kota dan sebagian dari luar daerah, mas kiai mursyid ini menyeting acara pada pembukaan tokonya ini dg model seperti acara pembukaan toko onderdil pada umumnya tidak seperti acara yg biasa dilakukan seorang kiai di kalangan pesantren apalagi mas kiai ini adalah seorang mursyid.
Wali paidi tidak lansung duduk ditempat acara, tapi langsung menuju dapur umum mecari kopi, setelah dapat kopi wali paidi duduk di podjok toko, mengeluarkan sebatang rokoknya sambil menunggu kedatangan mas kiai mursyid, sambil menyedot rokok mastna wastulasa warruba’ wali paidi mengawasi semua temu yg datang, wali paidi tersenyum kecil ketika melihat kekikuk an para tamu yg memakai kopyah dan sarung itu, mereka tampak rikuh duduk dikelilingi para tamu yg berpenampilan beda dari mereka dan di tempat yg acaranya tidak di duga oleh mereka sebelumnya,
dari arah belakang datanglah seorang pemuda yg penampilannya seperti wali paidi ini, mengahampiri dan duduk disamping wali paidi, pemuda ini adalah adik mas kiai mursyid.
‘’ udah lama kang..’’tanya pemuda ini setelah mrk bersalaman
‘’ gak, barusan aja dating…” jawab wali paidi
Sebelum wali paidi bertanya soal tamu yg berkopyan dan sarungan itu, adik mas kiai mursyid ini sudah menjelaskan kpd wali paidi tetang mereka
‘’ anu kang..sebenarnya mas kiai mursyid meminta bantuan kepada kiai akhmad untuk mendatangkan santri – santrinya untuk datang kesini guna membantu bagian akomodasi (bagian angkat2 meja) tapi terjadi salah paham, ternyata yg dikirim kiai ahmad kesini adalah para ustads dan penggede2 thoriqoh, dikiranya mas kiai mursyid mengadakan acara kumpulan thoriqoh, jadinya ya seperti ini hehehe…” adik mas kia mursyid menjelaskan kpd wali paidi
“ oh..begitu tho ceritanya…” jawab wali paidi
Tidak lama kemudian datanglah mas kiai mursyid dg bercelana jeans di iringi cewek2 cantik yg berpakaian minim, tampak seksi2 dan mulus2…..mereka ini para sales promotion girl yg didatangkan mas kiai mursyid untuk mengisi diacara pembukaan tokonya ini
Para tamu bertepuk tangan menyambut kedatangan mas kiaimursyid ini, kecuali para tamu yg berkopyah dan sarungan , mereka hanya melongo dan terheran-heran melihat tingkah dan gaya mas kiai mursyid ini, memakai jeans dan dikelilingi cewek2 cantik…..dihati sebagian para penggede2 thoriqoh ini mulai timbul keraguan atas kemursyidan mas kiai ini, dan memang para penggede2 thoriqoh ini sebagian besar dulunya adalah murid abahnya…
Setelah acara ceremonial dimulai dan peresmian atas dibukanya toko onderdil ini sudah dilakukan tibalah waktu hiburan, music mulai mengalun lagi dan yg lebih menggeparkan, mas kiai mursyid ini tampil di panggung mini berjoget ria bersama para sales promotion girl yg berjumlah 15 orang ini..
Para penggede2 thoriqoh semakin melongo melihat mursyid mereka berjoget dan bersenda gurau dg para sales promotion girl yg rata – rata cantik dan seksi ini, wali paidi hanya tersenyum melihat tingkah dan gaya mas kiai mursyid, wali paidi melihat diantara sales promotion girl ini ada satu yg wajahnya sangat mirip dg mulan jameela…wali paidi hanya membathin
“ ada – ada aja mas kiai mursyid ini..”
Tiba –tiba mas kiai mursyid ini turun dr panggung mini dan menghampiri wali paidi, selanjutnya menggandeng tangan wali paidi, ditarik ikut dan diajak joget diatas panggung mini dan mas kiai mursyid ini menggandengkan wali paidi dg cewek yg wajahnya mirip dg mulan jameela itu
Ketika wali paidi memegang tangan cewek yg sangat mirip mulan jameela ini detak dzikir jantung wali paidi semakin kencang, dari tangan cewek ini terdengar kalimat “ ya..latief…ya latief…ya..latief…”
Dan dari paha dan pantat sicewek keluar kalimat “ ya…jamal…ya..jamal…” dari seluruh anggota badan si cewek ini mengeluarkan kalimat2 asmaul husna…
Wali paidi seakan berjoget ditaman surga, music dan suasana berubah seperti di surga, bunga – bunga yg indah bermunculan disekitar taman harum semerbak mewangi…wali paidi berjoget berputar putar mengikuti alunan music yg begitu indah….
Wali paidi baru tersadar ketika mendengar suara mas kiai mursyid “ wes kang…ayo balik ke dunia lagi, jangan disurga terus…ini acara jualan onderdil belum selesei…hehehe…..,,,,,,
WALI PAIDI 10
Sehabis dari acara peresmian toko mas kiai mursyid, wali paidi pamit pulang, sebenarnya uang wali paidi ini sudah habis sama sekali dikasihkan kepada tamu-tamu mas kiai mursyid yg bersarug dan berpeci itu, sebagai uang kaget, kaget atas acara yg begitu menghebohkan. mas kiai mursyid yg tahu kalau wali paidi ini kehabisan uang malah menggodanya, ketika wali wali paidi pamit padanya
“ kang..duwit sampeyan kan masih banyak, jadi aku wes gak usah nyangoni, ini garam aja sampeyan bawa…” ucap mas yai musyid
"hehehe…iya mas yai terimakasih…”ucap wali paidi
Memang mulai mbah yai, abah yai sampai mas yai mursyid ini garam adalah cenderamata pondok beliau-beliau ini, garam “suwuk” ini bisa digunakan untuk apa saja, mengobati penyakit dhohir maupun bathin, dan masih banyak kegunaan lainnya tinggal niatnya apa bagi yg menggunakannya…
Adik mas kiai mursyid menawarkan untuk mengantar wali paidi ke terminal tapi wali tidak mau
“ saya jalan kaki saja sambil jalan-jalan menikmati pemandangan..” ucap wali paidi kepada adik mas kiai mursyid
Setelah bersalam salaman wali paidi pamit dan meneruskan berjalan ke arah terminal, dzikir selalu menyertai setiap langkah wali paidi ini, ketika wali paidi melintasi jalan di pinggir alun-alun ada segerombolan pemuda yg
mengawasi wali paidi, dg tersenyum wali paidi meneruskan langkahnya, wali paidi sebenarnya sudah tahu kalau sebentar lagi dia akan dicegat dan di palak dimintai duwit oleh mereka, ini yg jadi ganjalan hati wali paidi, karena dia sudah gak punya uang sama sekali, dia akan malu sekali karena tidak bisa memberi kpd orang yg meminta
“kasihan mereka kalau sampai tidak mendapatkan uang dariku” bathin wali paidi
Wali paidi berusaha menghidar karena malu, dia menyebrang jalan berusaha menghindari mereka tapi gerombolan pemuda ini mengikutinya dan satu orang maju kedepan mencegat wali paidi
“ duwit..serahkan duwitmu..ayo cepat…” ucap pemuda itu yg rupanya pimpinan gerombolan ini
Wali paidi dengan tersenyum membuka kaca mata hitamnya dan melihat satu persatu para pemuda gerombolan ini, di kaos pimpinan gerombolan ini ada symbol hati yg bersinar yg bertuliskan “SH” ,
mereka yg melihat wali paidi yg begitu tenang jadi keder, dan mereka heran melihat ketenangan dan tampak tidak ada ketakutan sama sekali diwajah wali paidi
“ mohon maaf yg sebesar- besarnya aku tidak punya uang sama sekali, maaf aku membuat kalian kecewa, uangku sudah habis kukasihkan kepada orang lain “ ucap wali paidi kepada ketua gerombolan ini
Ketua gerombolan ini hatinya jadi bergetar ketika melihat tatapan mata wali paidi yg begitu teduh, hati pemuda ini jadi damai, dan tanpa disadari mata pemuda ini mulai berkaca-kaca, pemuda ini mulai teringat dg dosa-dosanya selama ini, pemuda ini juga tidak tahu mengapa hatinya begitu trenyuh dan teringat dg masa
lalunya teringat dengan pesan- pesan gurunya dahulu
Kawanan gerombolan ini juga ikut terdiam melihat pimpinan mereka diam tak bergerak sama sekali, mereka jadi heran, biasanya mas gohell (yg nama aslinya sholeh) ini kalau ada orang dimintai duwit tapi tidak memberi lansung dipukulinya sampai kelenger tapi sekarang tidak bergerak menghadapi pemuda ini
“ saya tidak bisa memberi apa- apa, ini ada garam kalau sampeyan mau, katanya ibu sampeyan sekarang sakit…” ucap wali paidi kepada pimpinan gerombolan ini yg ternyata bernama gohell
Pemuda yg bernama gohell ini jadi heran setengah mati, pemuda distro ini (wali paidi) kok bisa tahu kalau sekarang ibunya lagi sakit dan sudah berhari – hari ini hatinya galau memikirkan penyakit ibunya yg gak sembuh-sembuh, hatinya begitu trenyuh dg perhatian wali paidi terhadap ibunya, karena selama ini semua orang dikampungnya tidak ada yg perduli dg keluarganya mereka hanya mencibir tidak pernah memperhatikan keluarganya
Tanpa bisa ditahan pemuda ini terduduk dihadapan wali paidi dan menangis tersedu-sedu…….
( bersambung )
WALI PAIDI 11
Anak buah gohell yg berjumlah tujuh orang ini lebih heran lagi melihat pemimpin mereka terduduk dan menangis tersedu-sedu dihadapan wali paidi, tanpa dikomando mereka mendekati pimpinan mereka dan membuat pagar betis melingkari wali paidi dan gohell, mereka berdiri melingkar menutupi mereka supaya orang – orang tidak tahu kalau pimpinan mereka menangis, mereka malu kalau orang-orang melihat pimpinan mereka menangis,
masak pimpinan preman kok nangis…(he..he..he..)
Wali paidi menepuk nepuk pundak gohell, dan menariknya untuk berdiri lalu berkata :
“ udah mas, aku sama sampeyan ini masih saudara jadi gak usah sungkan…”
Gohell berdiri dan mengusap air matanya, kemudian merangkul wali paidi
“ makasih…mas…” ucap gohell kpd wali paidi
Mereka lalu bersalaman di ikuti seluruh anak buah gohell juga bersalaman kepada wali paidi. Suasana menjadi cair kembali,tidak lama kemudian suasana jadi akrab, seakan wali paidi dan gerombolan gohell ini adalah teman yg sudah lama kenal, karena wali paidi ini pintar mengeluarkan joke-joke segar yg membuat gohell dan anak buahnya tertawa terpingkal-pingkal
“ ayo ngopi dulu mas….” Ajak gohell kpd wali paidi
“ monggo…..” jawab wali paidi
Mereka berdua dan seluruh anak buah gohell menuju ke warung dipinggir jalan, setelah mengambil tempat duduk mereka memesan kopi, anak buah gohell menunggu di luar warung
“ mas kalo bisa sampeyan berhenti malak orang, kasihan gurumu mas…” ucap wali paidi
“ iya mas, saya akan berusaha mencari kerja yg bener, do’akan aja…” sahut gohell
“ jangan sampai perguruan sampeyan Setia Hati ( SH ) itu menjadi singkatan Perguruan Sakit Hati, gunakan kepandaian silatmu itu sebagai senam untuk kesehatan, itu yg cocok untuk jaman sekarang ini, beda dg jaman ketika orang islam masih punya musuh dulu, jangan belajar silat untuk mencari kesaktian atau untuk perisai diri,
karena perisai diri yg lansung dari Allah adalah shodaqoh, belajarlah silat hanya untuk kesehatan, maka kamu tidak akan mencari musuh atau dicari musuh…” kata wali paidi
Sambil nyeruput kopinya wali paidi berkata lagi kepada gohell
“ kalo belajar silat untuk mencari kesaktian atau kekuatan jadinya ya seperti ini, sesama saudara seperguruan tawur, tidak rela melihat perguruan lain unjuk kekuatan, seperti kemarin terjadi penyerbuan terhadap konvoi perguruan kera sakti yg diduga dilakukan oleh perguruan SetiaHati…”
“ iya mas, memang aku dulu belajar ilmu silat untuk mencari kesatian / kekuatan , setelah lulus aku bingung gimana cara melihat kalau aku ini sudah kuat, akhirnya aku mencari gara-gara supaya punya musuh dan keterusan sampai jadi seperti sekarang ini..”ucap gohell sambil menunduk
Setelah ngobrol-ngobrol yg cukup lama gohell ini akhirnya terbuka hatinya, mengerti tentang apa arti hidup ini, mengerti manusia itu tinggal menjalankan peran dari Allah, mengerti akan dirinya berperan sebagai apa dan menjalankan sebaik-baiknya peran trsebut, ada yg berperan sebagai ulama, guru, pedagang, petani dll, hanya ketaqwaan kepada Allah yg dinilai dari menjalankan peran tersebut
“ trus sampeyan sekarang mau kemana “ Tanya gohell kepada wali paidi
“ mau ke terminal “ jawab wali paidi singkat
“ hehehe..maksudku tujuan sampeyan dari terminal “ Tanya gohell lagi
“ mau sowan kepada salah satu guruku…” jawab wali paidi
“ kalau begitu mari saya antar “gohell menawari wali paidi
“ baiklah, ayo…” ucap wali paidi
Gohell mendekati pemilik warung dan menanyakan habis berapa semuanya, pemilik warung terdiam merasa heran dengan sikap gohell, karena biasanya gohell ini kalau makan minum di warungnya tidak pernah bayar, pemilik warung tersebut sangat gembira dg perubahan sikap gohell ini
“ udah gak usah bayar mas, anggap saja ini sebagai selamatan buat mas, selamatan kalau sampeyan telah terlahir kembali, mudah-mudahan tobat sampeyan ini sebagai taubatan nasuha..”ucap pemilik warung kepada gohell
Setelah mengucapkan terimakasih gohell mengantarkan wali paidi ke terminal, dalam perjalanan gohell menanyakan perihal tentang orang –orang sholeh yg di ketahuwali paidi, wali paidi menceritakan dg singkat perihal mereka, tentang sifat dan kelebihan para orang-orang sholeh tersebut, tidak begitu lama akhirnya mereka sampai keterminal, Gohell memanggil salah satu anak buahnya dan membisikkan sesuatu kepadanya,lalu anak buahnya itu pergi,
“ jangan berangkat dulu mas,tunggu sebentar” kata gohell kpd wali paidi
Tidak begitu lama anak buah gohell itu datang sambil menyerahkan sesuatu kpd gohell, lalu gohell mendekati wali paidi dan menyerahkan sesuatu tsb kepada wali paidi
“ ini mas tolong jangan ditolak “ucap gohell kpd wali paidi
Ternyata sesuatu tersebut didalamnya ada uang ribuan yg sebagian sudah kumal, dan ada 2atau 3 uang lima ribuan, wali paidi terkejut ketika menerima uang daari gohell tersebut
“ jangan kuatir mas, itu bukan uang haram, itu uang sumbangan dari teman-teman , dan saya minta dg sangat jangan ditolak“ jelas gohell kpd wali paidi
Wali paidi menerima pemberian gohell tersebut, setelah bersalaman wali paidi naik ke atas bus, masih banyak bangku kosong, wali paidi mencari tempat yg enak buat duduk, akhirnya wali paidi memilih tempat ditengah,setelah bus baru berjalan tampak pedagang rokok naik ke atas bus menjajakan dagangannya,
ketika wali paidi hendak memanggilnya sipedagang tersebut sudah menghampiri wali paidi dan menyerahkan sebungkus rokok Dji Sam Soe dan berkata
“ ini pemberian dari mas gohell sebagai rasa terimakasih.”
Begitu juga dengan pedagang-pedagang yg lain, di dalam perjalanan mereka semua mengasihkan satu barang dagangannya kepada wali paidi atas nama gohell, mulai penjual minuman sampai penjual kacang, bahkan penjual bollpoint dua ribu dapat 3 juga menyerahkan bollpointnya atas nama dan rasa terimakasih gohell kpd wali paidi, ketika wali paidi mau membayar karcis bus, pak kondektur juga membebaskan wali paidi atas nama gohell juga, wali paidi hanya geleng-geleng kepala
“ gendeng, sholeh ini…..” bathin wali paidi tersenyum sambil teringat wajah gohell sekitar dua jam perjalanan,
wali paidi akhirnya sampai disebuah kota yg dulunya adalah sebuah wilayah kerajaan majapahit, wali paidi turun sambil membawa satu kresek besar yg berisi minuman dan makanan ringan pemberian dari pedagang-pedagang asongan di atas bus, baru melangkah turun dari bus wali paidi lansung dihampiri seorang gila yang berambut gimbal, orang gila tersebut langsung menarik – narik tas kresek wali paidi
“ di. .paidi…sini minuman dan makanan ini punyaku..” ucap orang gila tsb, lalu ngeloyor pergi
Wali paidi membiarkan saja tas kreseknya direbut, dan dia hanya terus mengikuti orang gila tsb karena dia penasaran, orang gilaini kok tahu namanya….
WALI PAIDI 12
Terlihat di sudut terminal orang gila ini tertawa-tawa menikmati makanan dan minuman hasil rampasannya, wali paidi berjalanperlahan mendekati orang gila tsb, dan kira-kira setelah jarak wali paidi dan orang gila itu berjarak 10meteran orang gila tsb berkata dg masih makan dan minum
“ gak usah heran di, orang yg dekat dg tuhannya apa yg tidak di ketahui di muka bumi ini, yg diketahui gusti Allah juga diketahui oleh para kekasihnya, apalagi namamu terkenal di langit sana, namamu seringkali muncul karena seringnya kamu usul ke gusti Allah..”
Dg masih memegang minuman sprite kaleng orang gila tsb berkata lagi
“ para malaikat sering berkata,gusti wali paidi usul begini, gusti wali paidi minta begini, hampir semua malaikat mengenalmu ,karena seringnya kamu minta dan usul ke gusti Allah…. seharusnya kamu malu di, minta-minta terus seperti pengemis….hehehe “
Wali paidi terdiam, seperti ditelanjangi, wali paidi menghampiri orang gila tersebut dan mencium tangannya, ketika wali paidi memegang tangannya,wali paidi kaget karena tangan orang gila ini bagaikan tidak ada tulangnya terasa halus, begitu lembut dan berbau sangat wangi, ketika wali paidi mau menanyakan namanya, orang gila ini mendahului berkata :
“ kamu gak usah tahu namaku,udah sana… kamu pergi sowan ke kyaimu sana, nanti kita bertemu disana, dan kalau kamu melihat kyaimu sedang ada tamu agung kamu sebaiknya lansung pamit aja…"
Wali paidi cuma mengangguk terdiam ,setelah mengucapkan salam wali paidi pergi dari situ dan berangkat untuk sowan ke kyainya. wali paidi melanjutkan perjalanan dg naik becak, setelah sampai wali paidi langsung menuju ke ruangtamu, disana dia disambut salah satu santri kyai yg selalu standbay melayani tamu – tamu, belum lama duduk, ada dua tamu yg juga mau sowan ke kyai, mereka berdua duduk disamping wali paidi, tidak seperti biasanya kyai kali ini tidak langsung menemui mereka bertiga, wali paidi dan kedua tamu menunggu sekitar satu jam lebih baru kyai keluar wali paidi dan kedua tamu lansung bersalaman dg kyai, mereka bertiga mencium tangan kyai dg penuh ta’dzim, yg sangat berbeda sikap wali paidi terhadap kyai ini,wali paidi tampak sangat ta’dzim berhadapan dg kyai, wali paidi hanya bisa menunduk, dan tampak butiran-butiran air mata mulai membasahi pipi wali paidi,setelah kyai baru saja duduk, wali paidi maju bersalaman lagi dan mohon pamit, kyai hanya tersenyum dan merestui wali paidi,
“ iya di, salam aja ke dulur-dulur semua “ ucap kyai
“ inggih kyai…” jawab wali paidi dg masih menunduk
Kedua tamu ini heran melihat sikap wali paidi, mereka menunggu begitu lama tapi setelah kyai keluar, wali paidi kok lansung mohon pamit. Satu diantara dua tamu ini penasaran dan menanyakan hal tersebut kepada kyai
“ kyai, mas tadi itu menunggu panjenengan dg kami begitu lama,tapi setelah kyai datang, mas tadi lansung mohon pamit ada apa gerangan kyai.” Tanya tamu
“ hmm…..gimana yah, kamu lansung aja ke orangnya dan tanyakan hal itu, dia belum pergi jauh, sekarang dia masih duduk-duduk dipagar jembatan “ jawab kyai
Setelah mohon ijin dan keluar sebentar tamu tadi mencari wali paidi, dan benar apa yg dikatakan kyai, wali paidi masih duduk dipinggir jembatan
“ assalamu’alaikum…” ucap tamuini kepada wali paidi
“ wa alaikum salam…” jawab wali paidi
“ maaf mas, saya penasaran dg sikap sampeyan tadi, kok lansung mohon pamit ketika baru ketemu kyai…” Tanya tamu dg penasaran
“ hmm, gimana tidak lansung mohon pamit kang, wong disamping kanan kyai ada baginda rosul dan disamping kiri kyai ada nabiyullah hidir, apa yg mau saya omongkan kalau mereka berdua hadir di samping kanan dan kiri kyai…..” jawab wali paidi dg mata yg berkaca - kaca
“oh……..” ganti si tamu jadi heran dan melongo
BERSAMBUNG Eps 13
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
Wali Paidi Eps 5-8
Sesampainya dirumah sehabis dari gunung arjuna, wali paidi
menjalankan aktifitas sebagaimana biasanya, tiap pagi wali paidi pergi
kepasar berjualan minyak wangi, orang2 dipasar dan dirumahnya biasa
memangilnya kang paidi tukang minyak, sekitar jam 1 siang wali paidi ini
menutup tokonya dan pulang,
setelah sholat ashar sehabis istirahat siang wali paidi mengajari anak2 kecil dilanggarnya belajar membaca al qur'an sampai waktu magrib, dulu dilanggar wali paidi yg sederhana ini ramai sekali dipenuhi anak2 kecil yg belajar mengaji, tapi setelah ada sistem iqro' dan qirati, langgar wali paidi ini sepi, anak2 pada pindah ke TPQ2 yg memang banyak tersebar dikampungnya wali paidi ini,
wali paidi sebenarnya juga ikut pelatihan metode iqro maupun qiroati yg diwajibkan kepada seluruh guru TPQ guna mendapatkan syahadah (semacam ijazah), tapi wali paidi tidak lulus dlm pelatihan ini krn seringnya wali paidi merokok dan bawa kopi di dalam kelas. jadinya di langgar wali paidi ini metode yg digunakan tetap memakai metode lama yaitu metode bagdadi, krn bagi guru TPQ yg tdk pny syahadah tdk boleh mengajar dg memakai metode iqro maupun qiroati dan lama kelamaan murid2 wali paidi habis tinggal 5 anak saja yg tetap mengaji di langgarnya wali paidi, orang tua dari kelima murid wali paidi ini tetap mempercayakan anaknya ke wali paidi ini di sebabkan masalah ekonomi, mereka adalah orang2 miskin yg tidak mampu membelikan seragam TPQ dan buku terhadap anak mereka, daripada tidak mengaji mereka tetap menitipkan anak2nya kpd wali paidi, krn dilanggar wali paidi ini tidak ada tarikan uang, mereka bebas dari biaya apapun, malah mereka sering dikasih uang jajan oleh wali paidi ini.
menjelang magrib datanglah seorang pemuda yg kira2 berumur 35 tahun mencari wali paidi, pemuda ini adalah seorang murid thoriqoh yg disuruh gurunya mencari wali paidi.
" nak carilah kiai didaerah ini namanya ali firdaus tapi orang2 dikampungnya biasa memanggil dg sebutan paidi ( orang yg memberi faedah ), umurnya seumuran dg mu, dan hanya beliau satu2nya yg bernama paidi di kampung itu, kalau kamu ktmu dengannya sampaikan salamku dan mintalah nasehat padanya" begitulah yg dikatakan guru pemuda ini kepadanya,
waktu itu pemuda ini disuruh mencari wali paidi karena seringnya pemuda ini mengalami hal2 aneh, seperti ketika sholat, tiba2 ia sudah berada di makkah dan sholat dihadapan ka'bah, dan banyak orang yg melihatnya sholat di atas daun padahal dia ada dirumah, pemuda ini akhirnya sowan kepada gurunya dan melaporkan semua kejadian yg dialaminya, dan disuruh mencari kiai ali atau kiai paidi.
sesampai dikampung yg dimaksud, pemuda ini bertanya2 kpd orang2 dimanakah rumah kiai paidi.
" disini tidak ada yg namanya kiai paidi, yg ada kang paidi seorang penjual minyak wangi..
" begitu jawab orang kampung ketika ditanya pemuda ini
" baiklah, dimana rumah kang paidi penjual minyak wangi itu " tanya pemuda ini,
pemuda ini yakin bahwa kang paidi itulah kiai paidi yg dicarinya krn gurunya jg bilang bahwa nama paidi hanya satu orang dikampung ini.
pas waktu magrib pemuda ini sampai dirumah wali paidi, pemuda ini bertanya kepada seorang wanita yg berada didepan rumah wali paidi
" apakah benar ini rumah kang paidi penjualminyak wangi "
" benar nak, dia ada dilanggar itu, sedang ngimami sholat magrib " jawab wanita itu sambil menunjukkan langgar yg berada disebelah rumah wali paidi
" terima kasih bu.." jawab pemuda ini sambil menuju ke langgar guna sholat magrib dan sekalian sowan kpd kiai paidi.
sehabis wudlu pemuda ini masuk ke langgar sholat berjamaah bersama yg lain, dilihatnya yg sholat dilanggar ini cuma 3 orang, di berdiri disamping mereka, ketika pemuda ini mendengar surat alfatihah yg dibaca wali paidi, hati pemuda ini menjadi galau krn wali paidi ini ketika membaca huruf "ain" menjadi "ngg" , robbil 'alamin menjadi robbil ngalamin.....
" gimana mau khusu' dan diterima sholatnya wong bacanya aja udah keliru, apakah tidak salah gurunya menyuruhnya sowan kepadanya " gumam pemuda ini dlm hati..
setelah salam dan melakukan wirid seperti biasa pada umumnya, wali paidi ini melanjutkan dg sholat sunnah dan sehabis sholat sunnah wali paidi ini keluar dari langgar dan duduk2 diteras sambil merokok...
pemuda ini menghadap kepada wali paidi
" assalamu'aaikum..." salam pemuda ini
" wa ngalaikum salam..." jawab wali paidi sambil tersenyum
setelah menyampaikan salam gurunya kepada kiai paidi, pemuda ini menceritakan maksud kedatangannya dan menceritakan hal2 aneh yg dialaminya kpd wali paidi.
" hmm...saya jg heran, kok km sampai bisa seperti itu yah...mengalami hal2 yg menakjubkan padahal sholat kamu tadi aja masih sibuk ngurusi tajwid daripada ingat kepada Allah..." kata wali paidi kepada pemuda ini
seketika pucatlah wajah pemuda ini, dan dalam hati pemuda ini berkata :
" masya Allah...ternyata gurunya tidak salah mengenai kiai muda ini " pemuda ini semakin menundukkan kepalanya dihadapan wali paidi ini...
WALI PAIDI 6
Pemuda santri thoriqot ini hanya diam , tidak berani berkata banyak didepan wali paidi, suasana jadi hening, hanya terdengar suara wali paidi yg menghisap rokoknya,
“monggo kopine kang, dan ini rokoknya “wali paidi menawarkan kopi dan rokok dji sam soenya
“iya terimakasih...” setelah menyeruput kopinya pemuda ini mengeluarkan rokoknya dan menyalakannya
“gimana khabarnya mas kiai mursyid “tanya wali paidi
“alhamdulillah baik-baik saja “jawab pemuda ini
“nanti sehabis sholat isya’ kamu dzikir aja di musholla sini, kalau nanti kamu tiba2 berada di tempat yg asing , kamu baca la haula wala quwwata illa billah 3x “pesan wali paidi
“iya , mas paidi “jawab pemuda ini
Tidak lama kemudian terdengar suara adzan berkumandang, menunjukkan kalau waktu sholat isya’ telah tiba, tampak 3 orang yg tadi sholat magrib telah datang, setelah berwudlu mereka bertiga masuk ke musholla menunggu wali paidi. Wali paidi berdiri masuk ke dalam musholla dan mempersilahkan pemuda thoriqot ini untuk ngimami sholat isya’, tapi pemuda ini tidak mau,
Wali paidi akhirnya maju dan dimulailah sholat isya’ berjamaah, Pemuda thorqot ini sholat tepatdibelakang wali paidi, jadi pemuda ini dapat mendengar dg jelas suara wali paidi, tapi pemuda ini tidak mau mengulangi kesalahnnya diwaktu sholat magrib tadi, sambil membaca fatihah pemuda ini mulai mengajak hatinya berdzikir Allah...Allah...Allah...
Pemuda ini mulai merasakan ketenangan dalam sholatnya, suara hiruk pikuk disekitar musholla mulai hilang, suasana menjadi hening yg terdengar hanya suara wali paidi dan suara hatinya yg berdzikir, lama kelamaan suara wali paidi yg tadinya cemplang dan terdengar tidak bertajwid berubah menjadi sangat merdu dan sangat fasih, suara dan bacaan wali paidi bagaikan suara dan bacaan imam masjidil haram, setelah mendengar salam barulah pemuda ini seakan tersadar kembali lagi kedunia.
Setelah membaca wirid seperti pada umumnya wali paidi mundur, melaksanakan sholat sunnah dua rokaat, setelah sholat wali paidi mendekati pemuda thoriqot ini
“sampeyan disini aja , dan mualilah berdzikir seperti yg sampeyan lakukan “kata wali paidi
“iya mas paidi “jawab pemuda ini singkat
“ingat pesan saya tadi “kata wali paidi lagi
Pemuda ini menggangguk, setelah ke tiga orang yg ikut jamaah tadi keluar, wali paidi berdiri mematikan lampu musholla dan ikut keluar, tinggallah pemuda ini sendirian di dalam musholla. Pemuda thoriqot ini lalu duduk bersila, dan memulai membaca fatihah, tawasul kepada kanjeng nabi muhammad dan diteruskan tawasul kepada guru2nya, setelahnya barulah pemuda ini mulai membaca wirid yg selama ini selalu istiqomah ia baca, lama kelamaan suasana mulai berubah, angin yg tadinya menghembus sepoi2 berubah menjadi kencang, satu persatu benda-benda yg berada didalam musholla mulai hilang satu persatu, bahkan dirinya juga terasa ikut hilang, beriringan dg hilangnya tubuh pemuda ini, tampak di pengimaman ada cahaya putih yg kecil, hanya cahaya ini yg tampak karena semuanya telah hilang dalam pandangan mata pemuda ini, dan dg sayup2 mulailah terdengar suara orang yg berlalu-lanang membaca ta’bir dan tahmid,
cahaya yg tadinya kecil mulai membesar dan teranglah seluruhnya, dan tampaklah dg jelas didepan pemuda ini bangunan segi empat yg tertutup kain hitam yg disekelilingnya terlihat banyak orang yg berjalan mengitarinya, masya Allah ternyata pemuda ini telah berada di makkah , didalam masjidil haram
Pemuda ini membathin, benarkah aku ini sekarang berada dimasijid haram, timbul keraguan didalam hati pemuda ini, dengan perlahan dia meletakkan tangannya di atas marmer masjid, ada sesuatu yg hangat yg mengalir ketangannya,
“ini marmer sungguhan “bathin pemuda ini lagi
Lalu pemuda ini berdiri melihat lalu lalang orang2 yg sedang berthowaf, ratusan ribu orang berjubel jadi satu dg pakaian putih saling bersahutan memuji Allah, pemuda ini lalu teringat dg pesan wali paidi, kemudian duduklah pemuda ini dan mulai membaca “la haula wala quwwata illa billah”
ketika bacaannya sampai ke bacaan yg ke tiga, datanglah angin yg sangat kencang, bumi makkah serasa bergoncang, seakan kena gempa, dan tanpa bisa dicegah tubuh pemuda thoriqot ini terguling guling, suasana menjadi gelap, tubuhnya baru terhenti ketika menabrak sesuatu, berangsur angsur suasana menjadi tenang kembali, pemuda ini mulai membuka matanya, betapa kaget dirinya, ternyata dia sekarang berada diatas tumpukkan sampah, tempat yg tadinya dikira masjidil haram ternyata Tempat Pembuangan Sampah.....
WALI PAIDI 7
setelah beberapa hari bersama wali paidi, si murid thoriqoh ini menghadap kepada guru mursyidnya guna melaporkan peristiwa yg dialaminya..
Kira2 sepuluh meter dari gerbang pondok, si murid ini sudah disambut kawannya yg juga mondok disitu dg berkata :
“ kang..sampeyan udah ditunggu mas yai didepan mushollah pondok...”
“ lho..yai sudah menunggu tho...” jawab simurid
“ iya kang...tadi kira-kira 1/5 jam yg lalu aku disuruh mas yai
membuat dua kopi dan beliau berpesan, setelah membuat kopi tolong taruh di depan mushollah dan cepat2 kamu kepintu gerbang karena dulurmu akan datang...” terang kawan simurid
Mereka berdua memasuki pintu gerbang pondok yg begitu kecil, pintu gerbang pondok disini memang beda dg pintu gerbang pondok2 lainnya, pintu gerbang disini Cuma satu daun pintunya dg ukuran 1 meter x 2 meter terbuat dari kayu yg dilapisi seng, kalau ada orang yg tidak pernah kepondok ini pasti tidak tahu pintu gerbangnya...
Pernah dulu abahnya mas yai ini mau merenovasi pintu gerbang ini dg membuatnya agak lebar dan diperbagus, tapi malamnya abahnya mas yai ini mimpi bertemu mbah yai yg mengatakan
“ nak...jgn dipugar pintu gerbang itu, biarlah seperti itu saja, biarlah orang mengira kalau disini tidak ada pondok..”
Setelah mimpi tersebut abah yai urung merenovasi pintu gerbang pondok, Setelah melewati pintu gerbang pondok si murid dan kawannya ini melihat mas yai sudah duduk sambil merokok di depan mushollah pondok dan didepannya ada dua cangkir kopi....
Si murid mengucapkan salam kpd mas yai :
“assalamu ‘alaikum..”
“wa alaikum salam” jawab mas yai
Setelah mencium tangan gurunya si murid ini duduk didepan mas yai sedang kawannya pergi tidak ikut duduk dengannya karena yg di panggil mas yai bukan dia...( inilah adab seorang murid)
Setelahmenceritakan pengalamannya, si murid ini bertanya kepada guru mursyidnya:
“yai..ketika sholat dulu,saya mendengar bacaan wali paidi itu tidak sempurna tapi lama kelamaan suara wali paidi ini berubah menjadi sempurna dan sangat merdu...apa maksud semua itu...”
Setelah menghisap rokoknya dalam2 mas yai ini berkata :
“ kamu kan jelas pernah mendengar, kata Nabi : bau mulut orang yg berpuasa itu wangi bagaikan minyak kesturi dihadapan Allah....ketika kamu mendengar suara kang paidi itu menjadi merdu, sesungguhnya kuping yg kamu pakai untuk mendengar itu kupingnya gusti Allah...kalau kupingmu sendiri yg kamu pakai maka terdengar seperti itu jadi terdengar tidak sempurna menurutmu, tapi dihadapan Allah bacaan kang paidi ini begitu merdu... begitu juga dg bau mulut orang yg berpuasa, akan tercium sangat busuk kalau menciumnya itu dg hidung kita sendiri...”
Simurid ini bertanya lagi :
“apakah kang paidi ini juga orang thoriqoh...”
“iya..dia murid abahku , kang paidi ini sebelum masuk thoriqoh perilakunya sudah sangat berthoriqoh...kalau kamu melihat tingkah polahnya yg awur2an itu hanya untuk menutupi ke sejati an dirinya... setahu saya kang paidi ini orang yg tidak punya su’udzon kepada orang lain, kepada siapapun orangnya baik anak kecil maupun maling , kang paidi ini tetap husnudzon, inilah salah satu kelebihan kang paidi..” jawab mas yai
“ tapi..mengapa bukan yai sendiri yg mengatakan kepada saya kalau selama ini tempat yg saya kira makkah itu sebenarnya tempat pembuangan sampah..” tanya si murid lagi
“ hahahaha....itu memang tugasnya kang paidi...dan lagi, tempat pembuangan sampah itu kan dekat dg mushollah kang paidi...kalau aku yg menunjukkan, kamu akan bingung berada dimana, sedangkan TPA itu jauh dari sini....
****
di tempat lain wali paidi sedang kedatangan seorang tamu yg pingin sekali bisa berangkat haji
“ kang ..saya ingin sekali bisa berangkat haji..tolong saya dikasih amalan yg bisa membuat saya bisa berangkat haji...” pinta orang tersebut
“ saya tidak bisa...coba sampeyan minta kepada yai yg lebih mengerti soal itu..saya ini orang bodoh..” jawab ali paidi
“ tidak kang ..saya tidak keliru krn saya bermimpi kalau sampeyanlah yg bisa menunjukkan jalan tersebut...” bantah orang tersebut
“ baiklah..kalau sampeyan memaksa....sehabis sholat shubuh sampeyan baca surat yasin sebanyak 7 X...kalau ada apa2 sampeyan kesini lagi..” jawab wali paidi
Setelah orang tersebut membacanya selama 1 bulan tapi tidak terjadi apa2 , orang ini kembali kepada wali paidi
“ tidak ada apa-apa kang....” kata orang yg kepingin haji ini
“ kalau gitu bacaan surat yasinnya ditambah surat waqiah sebanyak 7 x...nanti kalau ada apa-apa sampeyan kesini lagi...” kata wali paidi
Setelah dibaca selama 1 bulan surat yasin dan surat waqiah ini tetap tidak mengeluarkan tanda apa-apa, akhirnya orang ini kembali lagi ke wali paidi
“ masih belum ada tanda apa-apa kang....” kata orang yg kepingin haji
Wali paidi terdiam dan memejamkan matanya sebentar selanjutnya dg mantab dia berkata kepada orang tersebut :
“ kalau begitu...tambah lagi dg surat tanah...pasti sebentar lagi sampeyan akan berangkat haji....”
“ ha..ha..ha...” orang yg kepingin haji ini tertawa terbahak bahak mendengar jawaban wali paidi....
“
“ anu kang...katanya para kiai.... haji itu tidak hanya ibadah ruhani saja tapi juga ibadah jasadi terutama ibadah dengan bondo atau duit....” jawab wali paidi dg mimik serius tapi terlihat lucu
WALI PAIDI 8
Wali paidi menyusuri jalan, pergi tanpa arah dan tujuan, dia hanya berjalan dan berjalan, Lupa akan makan dan minum, wali paidi pingin menghindari orang2 yg mulai tahu kedudukannya, mulai banyak orang sekarang yg memanggilnya gus, memanggilnya kiai bahkan ada yg terang2an menggangilnya sang wali
Kehidupan wali paidi sekarang tampak ramai, ada saja orang yg memerlukan bantuannya, soal jodoh, soal penglaris dan ada juga yg hanya minta barokah do'a dan yg paling berat ada yg minta diakui murid. Wali paidi merasa terusik, dia kepingin merasakan kehidupannya yg dulu, orang2 hny mengenalnya sebagai penjual minyak wangi, dg pengajar alif2an di musholla kecilnya
Dan sekarang banyak orang yg berlomba2 pingin membangun mushollanya, Wali paidi pingin menghindari itu semua, dia jengah akan semua pujian yg dialamatkan pada dirinya, lebih2 akan datangnya malaikat yg
mengunjunginya baru2 ini.
Wali paidi mulai memasuki hutan belantara, dia berjalan terus dan berhenti ketika dia melihat didepannya ada sungai, Dia mendekati bibir sungai, dilihatnya airnya begitu jernih, dia menunduk dan mulai membasuh tangan dan mukanya, lalu wali paidi memperbarui wudlunya, karena wali paidi ini diberi kemampuan oleh Allah untuk selalu dlm keadan suci ( punya wudlu ) atau bahasa ngaji sak paran parannya "da'imul wudlu "
Setelah wudlu wali paidi baru sadar kalau ada orang yg agak jauh disampingnya, orang itu sedang memancing. Wali paidi mendekati orang itu, dia merasa orang itu bkn orang sembarangan melihat wajah dan tiba2 aja hati wali paidi semakin tentram ketika melihat orang ini, Wali paidi mau mengucapkan salam tapi kedahuluan orang tsb
" assalamu'alaikum kang paidi " ucap orang itu
" wa alaikum salam, kalau boleh tahu siapakan anda " tanya wali paidi keheranan
" untuk saat ini namaku syukron fahmi " jawab orang itu
Wali paidi terdiam, dia hanya menunduk memikirkan jawaban orang tsb, dan tiba2 saja sikap wali paidi berubah dg sendirinya tanpa ia sadari, wali paidi bersikap seakan mengahadapi gurunya
" kang paidi sampeyan tidak seharusnya menghindari semua itu, pujian2 itu adalah ujian buatmu, ujian yg berupa pujian itu lebih berat dari penghinaan, Allah mau meningkatkan derajad sampeyan..." ucap orang itu
Wali paidi semakin menunduk, ternyata orang yg sedang memancing ini tahu akan keadaan dirinya
" kang paidi, dg menghidari pujian2 itu sama saja sampeyan menafikan kekuatan Allah, krn smpyn merasa tidak mampu, padahal Allahlah yg memberi kekuatan " kata orang itu lagi
Wali paidi hny bs diam dan semakinmenunduk, air mata mulai meleleh dr matanya
" ingat, la haula wala quwwata illa billah, merasa mampu dan merasa tidak mampu itu tidak boleh, itu sudah syirik khofi bagi orang setingkat sampeyan, krn Allah yg memberi kekuatan, Allah meliputi segalanya "
Wali paidi menangis sesunggukan, dia yakin orang yg di depannya adalah nabiyullah Khidir, dia ingin bersalaman dgnya untuk memastikannya, setelah menangisnya agak reda, wali paidi mengangkat wajahnya dan mau bersalaman dg orang itu
Tapi orang yg mengaku bernama syukron fahmi sudah hilang dr hadapannya....
Setelah bertemu sosok yg mengaku bernama syukron fahmi, wali paidi masih terdiam dalam duduknya, masih terngiang2 ucapan sosok misterius yg menggugah jiwanya itu.
Wali paidi berdiri membersihkan tempat duduknya dan mulai melaksanakan sholat, setelah salam, wali paidi berdiri lagi dan melakukan sholat lagi, begitu terus sampai malam kira2 sekitar jam 9 malam, wali paidi berhenti dan melanjutkan dg melakukan wirid
Dia duduk bersila, memusatkan pikirannya, membuang jauh2 pikiran2 tentang dunia, menggerakkan hatinya untuk berdzikir sirr, dan entah berapa lama hal ini terjadi, dan kemudian wali paidi merasakan alam disekitarnya begitu hampa, tidak ada suara, semua yg berada disekitarnya jadi hitam gelap gulita, wali paidi seakan menjadi udara yg hampa dan bergerak mengitari alam yg hitam pekat ini.
Setelah berkeliling tampak didepannya ada dua sosok manusia yg sedang duduk seperti duduknya orang tahiat, dan berdiri disamping keduanya sosok berjubah putih yg bercahaya
Lamat-lamat wali paidi mengenali salah satu sosok yg duduk didepannya tsb.
" tidak salah lagi, beliau adalah imam ghozali mujtahid islam " bathin wali paidi
Lalu wali paidi melihat sosok baju putih itu maju kedepan dan berkata kepada sesuatu yg didepannya, sesuatu yg tdk terlihat
" gusti... bagaimana menurut njenengan thdp kedua kekasihmu ini yakni nabi musa dan al ghozali...? " tanya sosok putih itu
Lalu ada suara yg mengatakan
" musa dg ijinku bisa menghidupkan orang yg telah mati, tapi aku lebih suka thdp al ghozali krn dia dg ijinku pula bisa menghidupkan hati hamba2ku yg telah mati, banyak menghilangkan kebodohan dan membuka jalan buat hamba2ku untuk lebih mengenalku...."
Lalu ketiga sosok itu samar2 hilang dari pandangan wali paidi
Lalu lamat2 terdengarlah adzan subuh, sedikit demi sedikit alam mulai terlihat kembali
Setelah sholat, wali paidi bangkit dan kembali pulang....
BERSAMBUNG Ke EPS 9
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
setelah sholat ashar sehabis istirahat siang wali paidi mengajari anak2 kecil dilanggarnya belajar membaca al qur'an sampai waktu magrib, dulu dilanggar wali paidi yg sederhana ini ramai sekali dipenuhi anak2 kecil yg belajar mengaji, tapi setelah ada sistem iqro' dan qirati, langgar wali paidi ini sepi, anak2 pada pindah ke TPQ2 yg memang banyak tersebar dikampungnya wali paidi ini,
wali paidi sebenarnya juga ikut pelatihan metode iqro maupun qiroati yg diwajibkan kepada seluruh guru TPQ guna mendapatkan syahadah (semacam ijazah), tapi wali paidi tidak lulus dlm pelatihan ini krn seringnya wali paidi merokok dan bawa kopi di dalam kelas. jadinya di langgar wali paidi ini metode yg digunakan tetap memakai metode lama yaitu metode bagdadi, krn bagi guru TPQ yg tdk pny syahadah tdk boleh mengajar dg memakai metode iqro maupun qiroati dan lama kelamaan murid2 wali paidi habis tinggal 5 anak saja yg tetap mengaji di langgarnya wali paidi, orang tua dari kelima murid wali paidi ini tetap mempercayakan anaknya ke wali paidi ini di sebabkan masalah ekonomi, mereka adalah orang2 miskin yg tidak mampu membelikan seragam TPQ dan buku terhadap anak mereka, daripada tidak mengaji mereka tetap menitipkan anak2nya kpd wali paidi, krn dilanggar wali paidi ini tidak ada tarikan uang, mereka bebas dari biaya apapun, malah mereka sering dikasih uang jajan oleh wali paidi ini.
menjelang magrib datanglah seorang pemuda yg kira2 berumur 35 tahun mencari wali paidi, pemuda ini adalah seorang murid thoriqoh yg disuruh gurunya mencari wali paidi.
" nak carilah kiai didaerah ini namanya ali firdaus tapi orang2 dikampungnya biasa memanggil dg sebutan paidi ( orang yg memberi faedah ), umurnya seumuran dg mu, dan hanya beliau satu2nya yg bernama paidi di kampung itu, kalau kamu ktmu dengannya sampaikan salamku dan mintalah nasehat padanya" begitulah yg dikatakan guru pemuda ini kepadanya,
waktu itu pemuda ini disuruh mencari wali paidi karena seringnya pemuda ini mengalami hal2 aneh, seperti ketika sholat, tiba2 ia sudah berada di makkah dan sholat dihadapan ka'bah, dan banyak orang yg melihatnya sholat di atas daun padahal dia ada dirumah, pemuda ini akhirnya sowan kepada gurunya dan melaporkan semua kejadian yg dialaminya, dan disuruh mencari kiai ali atau kiai paidi.
sesampai dikampung yg dimaksud, pemuda ini bertanya2 kpd orang2 dimanakah rumah kiai paidi.
" disini tidak ada yg namanya kiai paidi, yg ada kang paidi seorang penjual minyak wangi..
" begitu jawab orang kampung ketika ditanya pemuda ini
" baiklah, dimana rumah kang paidi penjual minyak wangi itu " tanya pemuda ini,
pemuda ini yakin bahwa kang paidi itulah kiai paidi yg dicarinya krn gurunya jg bilang bahwa nama paidi hanya satu orang dikampung ini.
pas waktu magrib pemuda ini sampai dirumah wali paidi, pemuda ini bertanya kepada seorang wanita yg berada didepan rumah wali paidi
" apakah benar ini rumah kang paidi penjualminyak wangi "
" benar nak, dia ada dilanggar itu, sedang ngimami sholat magrib " jawab wanita itu sambil menunjukkan langgar yg berada disebelah rumah wali paidi
" terima kasih bu.." jawab pemuda ini sambil menuju ke langgar guna sholat magrib dan sekalian sowan kpd kiai paidi.
sehabis wudlu pemuda ini masuk ke langgar sholat berjamaah bersama yg lain, dilihatnya yg sholat dilanggar ini cuma 3 orang, di berdiri disamping mereka, ketika pemuda ini mendengar surat alfatihah yg dibaca wali paidi, hati pemuda ini menjadi galau krn wali paidi ini ketika membaca huruf "ain" menjadi "ngg" , robbil 'alamin menjadi robbil ngalamin.....
" gimana mau khusu' dan diterima sholatnya wong bacanya aja udah keliru, apakah tidak salah gurunya menyuruhnya sowan kepadanya " gumam pemuda ini dlm hati..
setelah salam dan melakukan wirid seperti biasa pada umumnya, wali paidi ini melanjutkan dg sholat sunnah dan sehabis sholat sunnah wali paidi ini keluar dari langgar dan duduk2 diteras sambil merokok...
pemuda ini menghadap kepada wali paidi
" assalamu'aaikum..." salam pemuda ini
" wa ngalaikum salam..." jawab wali paidi sambil tersenyum
setelah menyampaikan salam gurunya kepada kiai paidi, pemuda ini menceritakan maksud kedatangannya dan menceritakan hal2 aneh yg dialaminya kpd wali paidi.
" hmm...saya jg heran, kok km sampai bisa seperti itu yah...mengalami hal2 yg menakjubkan padahal sholat kamu tadi aja masih sibuk ngurusi tajwid daripada ingat kepada Allah..." kata wali paidi kepada pemuda ini
seketika pucatlah wajah pemuda ini, dan dalam hati pemuda ini berkata :
" masya Allah...ternyata gurunya tidak salah mengenai kiai muda ini " pemuda ini semakin menundukkan kepalanya dihadapan wali paidi ini...
WALI PAIDI 6
Pemuda santri thoriqot ini hanya diam , tidak berani berkata banyak didepan wali paidi, suasana jadi hening, hanya terdengar suara wali paidi yg menghisap rokoknya,
“monggo kopine kang, dan ini rokoknya “wali paidi menawarkan kopi dan rokok dji sam soenya
“iya terimakasih...” setelah menyeruput kopinya pemuda ini mengeluarkan rokoknya dan menyalakannya
“gimana khabarnya mas kiai mursyid “tanya wali paidi
“alhamdulillah baik-baik saja “jawab pemuda ini
“nanti sehabis sholat isya’ kamu dzikir aja di musholla sini, kalau nanti kamu tiba2 berada di tempat yg asing , kamu baca la haula wala quwwata illa billah 3x “pesan wali paidi
“iya , mas paidi “jawab pemuda ini
Tidak lama kemudian terdengar suara adzan berkumandang, menunjukkan kalau waktu sholat isya’ telah tiba, tampak 3 orang yg tadi sholat magrib telah datang, setelah berwudlu mereka bertiga masuk ke musholla menunggu wali paidi. Wali paidi berdiri masuk ke dalam musholla dan mempersilahkan pemuda thoriqot ini untuk ngimami sholat isya’, tapi pemuda ini tidak mau,
Wali paidi akhirnya maju dan dimulailah sholat isya’ berjamaah, Pemuda thorqot ini sholat tepatdibelakang wali paidi, jadi pemuda ini dapat mendengar dg jelas suara wali paidi, tapi pemuda ini tidak mau mengulangi kesalahnnya diwaktu sholat magrib tadi, sambil membaca fatihah pemuda ini mulai mengajak hatinya berdzikir Allah...Allah...Allah...
Pemuda ini mulai merasakan ketenangan dalam sholatnya, suara hiruk pikuk disekitar musholla mulai hilang, suasana menjadi hening yg terdengar hanya suara wali paidi dan suara hatinya yg berdzikir, lama kelamaan suara wali paidi yg tadinya cemplang dan terdengar tidak bertajwid berubah menjadi sangat merdu dan sangat fasih, suara dan bacaan wali paidi bagaikan suara dan bacaan imam masjidil haram, setelah mendengar salam barulah pemuda ini seakan tersadar kembali lagi kedunia.
Setelah membaca wirid seperti pada umumnya wali paidi mundur, melaksanakan sholat sunnah dua rokaat, setelah sholat wali paidi mendekati pemuda thoriqot ini
“sampeyan disini aja , dan mualilah berdzikir seperti yg sampeyan lakukan “kata wali paidi
“iya mas paidi “jawab pemuda ini singkat
“ingat pesan saya tadi “kata wali paidi lagi
Pemuda ini menggangguk, setelah ke tiga orang yg ikut jamaah tadi keluar, wali paidi berdiri mematikan lampu musholla dan ikut keluar, tinggallah pemuda ini sendirian di dalam musholla. Pemuda thoriqot ini lalu duduk bersila, dan memulai membaca fatihah, tawasul kepada kanjeng nabi muhammad dan diteruskan tawasul kepada guru2nya, setelahnya barulah pemuda ini mulai membaca wirid yg selama ini selalu istiqomah ia baca, lama kelamaan suasana mulai berubah, angin yg tadinya menghembus sepoi2 berubah menjadi kencang, satu persatu benda-benda yg berada didalam musholla mulai hilang satu persatu, bahkan dirinya juga terasa ikut hilang, beriringan dg hilangnya tubuh pemuda ini, tampak di pengimaman ada cahaya putih yg kecil, hanya cahaya ini yg tampak karena semuanya telah hilang dalam pandangan mata pemuda ini, dan dg sayup2 mulailah terdengar suara orang yg berlalu-lanang membaca ta’bir dan tahmid,
cahaya yg tadinya kecil mulai membesar dan teranglah seluruhnya, dan tampaklah dg jelas didepan pemuda ini bangunan segi empat yg tertutup kain hitam yg disekelilingnya terlihat banyak orang yg berjalan mengitarinya, masya Allah ternyata pemuda ini telah berada di makkah , didalam masjidil haram
Pemuda ini membathin, benarkah aku ini sekarang berada dimasijid haram, timbul keraguan didalam hati pemuda ini, dengan perlahan dia meletakkan tangannya di atas marmer masjid, ada sesuatu yg hangat yg mengalir ketangannya,
“ini marmer sungguhan “bathin pemuda ini lagi
Lalu pemuda ini berdiri melihat lalu lalang orang2 yg sedang berthowaf, ratusan ribu orang berjubel jadi satu dg pakaian putih saling bersahutan memuji Allah, pemuda ini lalu teringat dg pesan wali paidi, kemudian duduklah pemuda ini dan mulai membaca “la haula wala quwwata illa billah”
ketika bacaannya sampai ke bacaan yg ke tiga, datanglah angin yg sangat kencang, bumi makkah serasa bergoncang, seakan kena gempa, dan tanpa bisa dicegah tubuh pemuda thoriqot ini terguling guling, suasana menjadi gelap, tubuhnya baru terhenti ketika menabrak sesuatu, berangsur angsur suasana menjadi tenang kembali, pemuda ini mulai membuka matanya, betapa kaget dirinya, ternyata dia sekarang berada diatas tumpukkan sampah, tempat yg tadinya dikira masjidil haram ternyata Tempat Pembuangan Sampah.....
WALI PAIDI 7
setelah beberapa hari bersama wali paidi, si murid thoriqoh ini menghadap kepada guru mursyidnya guna melaporkan peristiwa yg dialaminya..
Kira2 sepuluh meter dari gerbang pondok, si murid ini sudah disambut kawannya yg juga mondok disitu dg berkata :
“ kang..sampeyan udah ditunggu mas yai didepan mushollah pondok...”
“ lho..yai sudah menunggu tho...” jawab simurid
“ iya kang...tadi kira-kira 1/5 jam yg lalu aku disuruh mas yai
membuat dua kopi dan beliau berpesan, setelah membuat kopi tolong taruh di depan mushollah dan cepat2 kamu kepintu gerbang karena dulurmu akan datang...” terang kawan simurid
Mereka berdua memasuki pintu gerbang pondok yg begitu kecil, pintu gerbang pondok disini memang beda dg pintu gerbang pondok2 lainnya, pintu gerbang disini Cuma satu daun pintunya dg ukuran 1 meter x 2 meter terbuat dari kayu yg dilapisi seng, kalau ada orang yg tidak pernah kepondok ini pasti tidak tahu pintu gerbangnya...
Pernah dulu abahnya mas yai ini mau merenovasi pintu gerbang ini dg membuatnya agak lebar dan diperbagus, tapi malamnya abahnya mas yai ini mimpi bertemu mbah yai yg mengatakan
“ nak...jgn dipugar pintu gerbang itu, biarlah seperti itu saja, biarlah orang mengira kalau disini tidak ada pondok..”
Setelah mimpi tersebut abah yai urung merenovasi pintu gerbang pondok, Setelah melewati pintu gerbang pondok si murid dan kawannya ini melihat mas yai sudah duduk sambil merokok di depan mushollah pondok dan didepannya ada dua cangkir kopi....
Si murid mengucapkan salam kpd mas yai :
“assalamu ‘alaikum..”
“wa alaikum salam” jawab mas yai
Setelah mencium tangan gurunya si murid ini duduk didepan mas yai sedang kawannya pergi tidak ikut duduk dengannya karena yg di panggil mas yai bukan dia...( inilah adab seorang murid)
Setelahmenceritakan pengalamannya, si murid ini bertanya kepada guru mursyidnya:
“yai..ketika sholat dulu,saya mendengar bacaan wali paidi itu tidak sempurna tapi lama kelamaan suara wali paidi ini berubah menjadi sempurna dan sangat merdu...apa maksud semua itu...”
Setelah menghisap rokoknya dalam2 mas yai ini berkata :
“ kamu kan jelas pernah mendengar, kata Nabi : bau mulut orang yg berpuasa itu wangi bagaikan minyak kesturi dihadapan Allah....ketika kamu mendengar suara kang paidi itu menjadi merdu, sesungguhnya kuping yg kamu pakai untuk mendengar itu kupingnya gusti Allah...kalau kupingmu sendiri yg kamu pakai maka terdengar seperti itu jadi terdengar tidak sempurna menurutmu, tapi dihadapan Allah bacaan kang paidi ini begitu merdu... begitu juga dg bau mulut orang yg berpuasa, akan tercium sangat busuk kalau menciumnya itu dg hidung kita sendiri...”
Simurid ini bertanya lagi :
“apakah kang paidi ini juga orang thoriqoh...”
“iya..dia murid abahku , kang paidi ini sebelum masuk thoriqoh perilakunya sudah sangat berthoriqoh...kalau kamu melihat tingkah polahnya yg awur2an itu hanya untuk menutupi ke sejati an dirinya... setahu saya kang paidi ini orang yg tidak punya su’udzon kepada orang lain, kepada siapapun orangnya baik anak kecil maupun maling , kang paidi ini tetap husnudzon, inilah salah satu kelebihan kang paidi..” jawab mas yai
“ tapi..mengapa bukan yai sendiri yg mengatakan kepada saya kalau selama ini tempat yg saya kira makkah itu sebenarnya tempat pembuangan sampah..” tanya si murid lagi
“ hahahaha....itu memang tugasnya kang paidi...dan lagi, tempat pembuangan sampah itu kan dekat dg mushollah kang paidi...kalau aku yg menunjukkan, kamu akan bingung berada dimana, sedangkan TPA itu jauh dari sini....
****
di tempat lain wali paidi sedang kedatangan seorang tamu yg pingin sekali bisa berangkat haji
“ kang ..saya ingin sekali bisa berangkat haji..tolong saya dikasih amalan yg bisa membuat saya bisa berangkat haji...” pinta orang tersebut
“ saya tidak bisa...coba sampeyan minta kepada yai yg lebih mengerti soal itu..saya ini orang bodoh..” jawab ali paidi
“ tidak kang ..saya tidak keliru krn saya bermimpi kalau sampeyanlah yg bisa menunjukkan jalan tersebut...” bantah orang tersebut
“ baiklah..kalau sampeyan memaksa....sehabis sholat shubuh sampeyan baca surat yasin sebanyak 7 X...kalau ada apa2 sampeyan kesini lagi..” jawab wali paidi
Setelah orang tersebut membacanya selama 1 bulan tapi tidak terjadi apa2 , orang ini kembali kepada wali paidi
“ tidak ada apa-apa kang....” kata orang yg kepingin haji ini
“ kalau gitu bacaan surat yasinnya ditambah surat waqiah sebanyak 7 x...nanti kalau ada apa-apa sampeyan kesini lagi...” kata wali paidi
Setelah dibaca selama 1 bulan surat yasin dan surat waqiah ini tetap tidak mengeluarkan tanda apa-apa, akhirnya orang ini kembali lagi ke wali paidi
“ masih belum ada tanda apa-apa kang....” kata orang yg kepingin haji
Wali paidi terdiam dan memejamkan matanya sebentar selanjutnya dg mantab dia berkata kepada orang tersebut :
“ kalau begitu...tambah lagi dg surat tanah...pasti sebentar lagi sampeyan akan berangkat haji....”
“ ha..ha..ha...” orang yg kepingin haji ini tertawa terbahak bahak mendengar jawaban wali paidi....
“
“ anu kang...katanya para kiai.... haji itu tidak hanya ibadah ruhani saja tapi juga ibadah jasadi terutama ibadah dengan bondo atau duit....” jawab wali paidi dg mimik serius tapi terlihat lucu
WALI PAIDI 8
Wali paidi menyusuri jalan, pergi tanpa arah dan tujuan, dia hanya berjalan dan berjalan, Lupa akan makan dan minum, wali paidi pingin menghindari orang2 yg mulai tahu kedudukannya, mulai banyak orang sekarang yg memanggilnya gus, memanggilnya kiai bahkan ada yg terang2an menggangilnya sang wali
Kehidupan wali paidi sekarang tampak ramai, ada saja orang yg memerlukan bantuannya, soal jodoh, soal penglaris dan ada juga yg hanya minta barokah do'a dan yg paling berat ada yg minta diakui murid. Wali paidi merasa terusik, dia kepingin merasakan kehidupannya yg dulu, orang2 hny mengenalnya sebagai penjual minyak wangi, dg pengajar alif2an di musholla kecilnya
Dan sekarang banyak orang yg berlomba2 pingin membangun mushollanya, Wali paidi pingin menghindari itu semua, dia jengah akan semua pujian yg dialamatkan pada dirinya, lebih2 akan datangnya malaikat yg
mengunjunginya baru2 ini.
Wali paidi mulai memasuki hutan belantara, dia berjalan terus dan berhenti ketika dia melihat didepannya ada sungai, Dia mendekati bibir sungai, dilihatnya airnya begitu jernih, dia menunduk dan mulai membasuh tangan dan mukanya, lalu wali paidi memperbarui wudlunya, karena wali paidi ini diberi kemampuan oleh Allah untuk selalu dlm keadan suci ( punya wudlu ) atau bahasa ngaji sak paran parannya "da'imul wudlu "
Setelah wudlu wali paidi baru sadar kalau ada orang yg agak jauh disampingnya, orang itu sedang memancing. Wali paidi mendekati orang itu, dia merasa orang itu bkn orang sembarangan melihat wajah dan tiba2 aja hati wali paidi semakin tentram ketika melihat orang ini, Wali paidi mau mengucapkan salam tapi kedahuluan orang tsb
" assalamu'alaikum kang paidi " ucap orang itu
" wa alaikum salam, kalau boleh tahu siapakan anda " tanya wali paidi keheranan
" untuk saat ini namaku syukron fahmi " jawab orang itu
Wali paidi terdiam, dia hanya menunduk memikirkan jawaban orang tsb, dan tiba2 saja sikap wali paidi berubah dg sendirinya tanpa ia sadari, wali paidi bersikap seakan mengahadapi gurunya
" kang paidi sampeyan tidak seharusnya menghindari semua itu, pujian2 itu adalah ujian buatmu, ujian yg berupa pujian itu lebih berat dari penghinaan, Allah mau meningkatkan derajad sampeyan..." ucap orang itu
Wali paidi semakin menunduk, ternyata orang yg sedang memancing ini tahu akan keadaan dirinya
" kang paidi, dg menghidari pujian2 itu sama saja sampeyan menafikan kekuatan Allah, krn smpyn merasa tidak mampu, padahal Allahlah yg memberi kekuatan " kata orang itu lagi
Wali paidi hny bs diam dan semakinmenunduk, air mata mulai meleleh dr matanya
" ingat, la haula wala quwwata illa billah, merasa mampu dan merasa tidak mampu itu tidak boleh, itu sudah syirik khofi bagi orang setingkat sampeyan, krn Allah yg memberi kekuatan, Allah meliputi segalanya "
Wali paidi menangis sesunggukan, dia yakin orang yg di depannya adalah nabiyullah Khidir, dia ingin bersalaman dgnya untuk memastikannya, setelah menangisnya agak reda, wali paidi mengangkat wajahnya dan mau bersalaman dg orang itu
Tapi orang yg mengaku bernama syukron fahmi sudah hilang dr hadapannya....
Setelah bertemu sosok yg mengaku bernama syukron fahmi, wali paidi masih terdiam dalam duduknya, masih terngiang2 ucapan sosok misterius yg menggugah jiwanya itu.
Wali paidi berdiri membersihkan tempat duduknya dan mulai melaksanakan sholat, setelah salam, wali paidi berdiri lagi dan melakukan sholat lagi, begitu terus sampai malam kira2 sekitar jam 9 malam, wali paidi berhenti dan melanjutkan dg melakukan wirid
Dia duduk bersila, memusatkan pikirannya, membuang jauh2 pikiran2 tentang dunia, menggerakkan hatinya untuk berdzikir sirr, dan entah berapa lama hal ini terjadi, dan kemudian wali paidi merasakan alam disekitarnya begitu hampa, tidak ada suara, semua yg berada disekitarnya jadi hitam gelap gulita, wali paidi seakan menjadi udara yg hampa dan bergerak mengitari alam yg hitam pekat ini.
Setelah berkeliling tampak didepannya ada dua sosok manusia yg sedang duduk seperti duduknya orang tahiat, dan berdiri disamping keduanya sosok berjubah putih yg bercahaya
Lamat-lamat wali paidi mengenali salah satu sosok yg duduk didepannya tsb.
" tidak salah lagi, beliau adalah imam ghozali mujtahid islam " bathin wali paidi
Lalu wali paidi melihat sosok baju putih itu maju kedepan dan berkata kepada sesuatu yg didepannya, sesuatu yg tdk terlihat
" gusti... bagaimana menurut njenengan thdp kedua kekasihmu ini yakni nabi musa dan al ghozali...? " tanya sosok putih itu
Lalu ada suara yg mengatakan
" musa dg ijinku bisa menghidupkan orang yg telah mati, tapi aku lebih suka thdp al ghozali krn dia dg ijinku pula bisa menghidupkan hati hamba2ku yg telah mati, banyak menghilangkan kebodohan dan membuka jalan buat hamba2ku untuk lebih mengenalku...."
Lalu ketiga sosok itu samar2 hilang dari pandangan wali paidi
Lalu lamat2 terdengarlah adzan subuh, sedikit demi sedikit alam mulai terlihat kembali
Setelah sholat, wali paidi bangkit dan kembali pulang....
BERSAMBUNG Ke EPS 9
sumber :http://ekapitano.blogspot.co.id
Subscribe to:
Posts (Atom)
Takut jadi Rakyat Negeri ini
Eskalasi politik di negeri ini sedang memanas, pengumuman tarif pajak yang melambung, dan wakil rakyat naik tunjangannya, kesenjangan sosia...
-
Beliau terlahir dari orang tua yang senag dan gemar beribadah, ayahandanya adalah seorang kyai dari para kyai, namun tak tenar dikalangan ...
-
Dalam tqn cipacung, ada baiat dan talqin, dan dalam baiat ada janji ikhwan yang di dalamnya ada kalimat " .....tidak akan menyakiti, m...
-
Tentang Penulis ANDI BOMBANG, sulung dari tiga bersaudara. Lahir di Magelang, 24 September 1970. Ayahnya Bugis, ibu...