Monday, May 16, 2016

Be a ‘Qouman Akhor’

Saimon yang menggoda-goda terus membuat Markesot agak terbakar. Rasanya memang perlu segera membuat semacam goncangan di dunia manusia. Markesot jadi ingin mempercepat perjalanannya untuk menemukan Kiai Sudrun. Tapi ia masih toleran pada kunjungan Saimon. Tidak bisa memotong prosesnya begitu saja.
Yang dimaksud guncangan oleh Markesot kalau bahasa anak remaja sekarang ya Revolusi. Suatu jenis perubahan yang menyeluruh, melibatkan hampir semua faktor di dalam Negara, Kerajaan atau apapun beserta rakyatnya, lengkap dengan pengubahan susunan kekuasaannya, tata nilai sistemnya.
Menjebol, merobohkan, menghancurkan, memusnahkan yang lama dan menggantinya dengan yang baru. Seolah-olah memulai kehidupan dari nol kembali. Tidak hanya soft reset, tapi hard reset. Bahkan mengganti seluruh perangkat dalam CPU-nya, memperbaharui OS-nya, sifat-sifat dasar mekanismenya, sampai semua aplikasinya. Semuanya.
Ibarat Kiamat Kecil. Tuhan membatalkan makhluk yang lama yang gagal sejarah, menggantikannya dengan “qoumun akhor”. Manusia-manusianya boleh tetap yang kemarin, tetapi ia bukan yang kemarin, karena mereka bangun dengan kesadaran baru, tekad baru, aspirasi dan cita-cita yang baru.
Namanya maupun sejumlah perangkat dan aturannya boleh tersisa yang lama asalkan dengan prinsip baru. Perubahan dari akarnya. Perubahan substansial setotal-totalnya. Bahkan setiap orang merelakan sangat banyak hal harus diubah di dalam diri mereka masing-masing, demi perubahan bersama yang mendasar dan sungguh-sungguh.
Dan Markesot merasa sanggup merintis dan melakukan itu semua. Dengan semacam Ilmu Sihir berskala kosmis, dihembuskan dengan semacam “shoihatan wahidatan”, suatu teriakan agung, menghentak dan menggelegar, sejauh skala yang diperlukan, melalui aktivasi jaringan dan tekan tombol “on” sebagaimana yang dinanti-nantikan.
***
Jangan bernafsu dulu. Pelan-pelan pahami. Itu Markesot merasa sanggup. Tidak sama dengan Markesot benar-benar sanggup. Kalau ada orang Jawa, pahami bahwa Markesot sedang “rumongso biso”, selidiki dulu dengan saksama apa ada dimensi “biso rumongso”, yang membuat pernyataan itu objektif faktual pada dirinya sendiri.
Salah satu kemungkinan terbesarnya adalah Markesot sekadar berbesar kepala sehingga “merasa bisa”, tanpa “bisa merasa”. Siapa saja yang menemukan itu jangan pula terkejut, kalau memang sudah mengenal siapa dan bagaimana kebiasaan hidup Markesot.
Walhasil, Markesot itu disimplifikasi saja. Mungkin dari tengah proses perjalanannya ada hal-hal tertentu yang menarik untuk dipelajari, bagi siapapun yang tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menghikmahi peristiwa-peristiwa dan makna-makna dalam kehidupan. Tetapi kalau upaya penghikmahan itu terlalu merepotkan, dan bisa memerosokkan ke alam takhayul, lebih afdhal kalau Markesot disederhanakan saja.
Misalnya, seluruh perilaku dan perjalanan Markesot ini sebenarnya tidak lebih tidak kurang merupakan peristiwa keputus-asaan. Gitu saja lebih memudahkan. Markesot usil dan ge-er memikirkan hal-hal besar yang di luar jangkauannya. Akibatnya kepalanya pecah sendiri. Ambil kesimpulan seperti itu, kemudian pastikan untuk jangan sampai ada persentuhan lagi dengan Markesot.
Halangi jangan sampai dia terlibat di dalam proses berpikirmu. Pagari jangan sampai ia memasuki mimpimu. Bikin tembok setebal-tebalnya jangan sampai kata Markesot terdaftar dalam peta ingatanmu. Sebab kalau ada persentuhan sedikit saja, tiba-tiba kau dengar keras sekali ia melontarkan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam diri, padahal tidak pernah kau ungkapkan kepada Markesot.
***
“Siapa bilang kepala saya pecah?”, suara Markesot nanti mengiang-ngiang di kepalamu, “Saya justru sangat menikmati ini semua”
Lho, kok menikmati?
“Karena banyak sekali lucu-lucunya”
“Lucu bagaimana. Negara mau ambruk gini kok dibilang lucu”
“Salahnya kamu hidup di sini, sehingga tidak merasakan apa yang lucu. Semestinya kau patuhi fatwa dalam teks lagu kebangsaanmu: Di sanalah aku berdiri. Di sana. Kok kamu di sini”
“Tapi Cak Sot kan juga berdiri di sini”
“Tubuhku di sini, tapi hatiku di sana”
“Jadi Sampeyan tidak mencintai Negara kita? Jadi Indonesia tidak ada di hati Cak Sot?”
“Badanku di Indonesia, hatiku di Negeri Nusantara Khatulistiwa”
“Gitu-gitu itu nambah ruwet, Cak Sot”
“Lho, yang ini memang pernah Negara, tapi akhir-akhir ini semakin bukan Negara. Maka untuk sementara saya berdiri di sana: di Negeri Nusantara Khatulistiwa”
“Ah, itu cuma istilah atau retorika saja, Cak Sot”
“Kok retorika bagaimana. Negara ya tidak sama dong dengan Negeri. Hurufnya saja beda. Apalagi definisinya. Terlebih lagi maknanya”
“Beda gimana?”
“Negeri lebih luas dari Negara. Negeri itu dimensinya lebih luas: kultural, kemanusiaan, spiritual. Di dalam Negeri kami belajar dan mempelajari Negara, karena yang sekarang mengaku Negara, semakin kehilangan logika dan legalitas dan tanggung jawab untuk disebut Negara”
“Wah njlimet itu, Cak Sot”
“Saatnya nanti akan tiba kalian yang secara resmi disebut warga-warga Negara, menyadari bahwa kalian sedang hidup di wilayah Gagal Negara”
***
Mudah-mudahan jelas sekarang kenapa jangan bersentuhan sedikit pun dengan Markesot, meskipun sekadar dalam mimpi. Kecuali kalian punya ketahanan untuk disiksa oleh igauan dan omelan orang gila.
“Kenapa para warga Negara tidak menggunakan kedaulatannya sampai sejauh ini?”
“Yang berdaulat kan Negara, Cak Sot”
“Lho gimana. Kalimat pusaka kalian sejak kemerdekaan dulu kan Kedaulatan Rakyat. Kedaulatan setiap orang yang menghuni Negara. Kedaulatan berpikir. Kedaulatan mengambil keputusan. Kedaulatan untuk ya atau untuk tidak”
“Kan Negara ada tatanannya, ada aturan dan sistemnya, Cak Sot. Kedaulatan rakyat diwakilkan pada orang-orang yang terpilih. Kan mustahil kalau 350 juta rakyat harus kumpul jadi satu melakukan sidang-sidang”
“Baiklah. Kalau begitu untuk sementara biarlah para aktivis Negeri mencoba menggunakan kedaulatannya untuk berikhtiar menolong recovery Negara. Atau membiarkan Negara tetap bukan Negara. Atau memaksa-maksakan pikiran untuk meyakini bahwa yang bukan Negara ini adalah juga Negara. Atau silakan juga kalau maunya tetap menikmati hidup mandiri di wilayah konteks Negeri sebagaimana selama ini”.

sumber : https://caknun.com/

Kisah Gunung Sourabaya di Samudera Atlantik

Afif Farhan - detikTravel - Senin, 16/05/2016 19:30 WIB
South Georgia & South Sandwich Islands - Jauh di Samudera Atlantik ada pulau kecil namanya Bristol. Di sinilah, Gunung Sourabaya baru saja meletus. Yang jadi pertanyaan, mengapa nama gunungnya mirip seperti nama kota di Jawa Timur?

Dalam situs resmi NASA, earthobservatory.nasa.gov yang ditengok detikTravel, Senin (16/5/2016) Gunung Sourabaya baru saja meletus pada rentang waktu akhir bulan April dan awal bulan Mei 2016 tepatnya tanggal 24 April dan 1 Mei. Gunung itu pun tercatat, meletus kembali setalah 60 tahun.

Gunung Sourabaya mengeluarkan asap yang membumbung tinggi dan terlihat jelas melalui satelit. Tidak ada seorang pun yang mengetahui letusan Gunung Sourabaya, sebab lokasinya sangat terpencil di Samudera Atlantik dan dekat dengan Antartika atau Kutub Selatan. Ditambah, tidak ada seorang pun yang tinggal di sana.


Letusan Gunung Sourabaya dilihat melalui satelit NASA (earthobservatory.nasa.gov)

Sejarah South Georgia & South Sandwich Islands, Tempat Gunung Sourabaya

Yang bikin penasaran, tentu saja nama gunung tersebut. Nama gunungnya Sourabaya, yang mirip seperti nama Surabaya, ibukota Provinsi Jawa Timur di Indonesia. Apakah ada hubungan atau sejarah terkait kedua tempat itu? detikTravel pun melakukan berbagai penelusuran.

Gunung Sourabaya ini lokasinya di Pulau Bristol, yang masuk dalam wilayah South Georgia & South Sandwich Islands. Dalam situs resmi South Georgia & South Sandwich Islands (www.gov.gs), wilayah tersebut masih merupakan bagian dari British Overseas Territory, alias kekuasannya Kerajaan Inggris. Total luasnya mencapai 3.755 km persegi dengan setengah wilayahnya tertutup es.

Jika dilihat dari Google Maps, South Georgia & South Sandwich Islands merupakan kepulauan yang terpisah. South Georgia ukurannya lebih besar, sedangkan South Sandwich Islands hanya berupa pulau-pulau kecil. Untuk Pulau Bristol (tempatnya Gunung Sourabaya), adanya di bagian paling selatan South Sandwich Islands yang mana lebih dekat ke Kutub Selatan.


Yang berwarna merah adalah Pulau Bristol di South Sandwich Islands dan atasnya adalah South Georgia, sebelah kiri adalah benua Amerika Latin (Google Maps)

Negara terdekat dari South Georgia & South Sandwich Islands ternyata adalah Argentina. Itu pun, jaraknya sekitar 2.776 kilometer sebelah tenggara Buenos Aires, ibukota negara Argentina. Hanya kapal laut saja, satu-satunya tranpsortasi yang dapat menuju ke South Georgia & South Sandwich Islands.

Sejarah mencatat, penemu South Georgia & South Sandwich Islands pertama kali adalah Antoine de la Roche pada tahun 1675. Dia merupakan seorang pelaut asal London, Inggris yang menghabiskan waktu selama 14 hari berlabuh di sana saat berlayar untuk tujuan berdagang. Begitu kembali ke negaranya, dia pun melaporkan kepada pemerintah Inggris terkait kepulauan besar yang dia singgahi di Samudera Atlantik itu.


Lanskap alam di South Georgia & South Sandwich Islands (www.gov.gs)

Setelah itu, giliran penjelajah James Cook berlayar mengarungi Samudera Atlantik hingga sampai di South Georgia & South Sandwich Islands pada tahun 1775. Kemudian di tahun 1908, pemerintah Inggris mematenkan kepulauan tersebut sebagai wilayah kekuasannya, meski pada mulanya sempat menjadi sengketa dan dipermasalahkan oleh pemerintah Argentina.

Hingga kini, hanya beberapa peneliti saja yang menetap di South Georgia & South Sandwich Islands. Kebanyakan adalah para peneliti satwa, untuk meneliti penguin, anjing laut, aneka jenis burung dan paus.

Sejarah Gunung Sourabaya

Gunung Sourabaya merupakan tipe stratovolcano, sekaligus titik tertinggi di Pulau Bristol dengan ketinggian 1.100 mdpl. NASA menyebut, gunung ini adalah gunung berapi yang tak pernah diteliliti manusia!

Lantas, bagaimana sejarahnya gunung ini dinamakan Sourabaya? R. K. Headland, seorang peneliti dari University of Cambridge pernah menerbitkan buku 'Chronological List of Antarctic Expeditions and Related Historical Events' di tahun 1989. Buku yang menjelaskan tentang sejarah penemuan Kutub Selatan dan pulau-pulau kecil di seklilingnya, termasuk Pulau Bristol.

Dalam bukunya tertulis, pada tanggal 31 Desmber 1935, dilaporkan terjadi erupsi dan letusan gunung di South Sandwich Islands oleh kapal-kapal laut kepunyaan Christian Salvesen, salah satunya pemburu paus SS Sourabaya yang berjenis kapal uap.


Sebelah kanan adalah SS Sourabaya (Ansgar Theodor Larsen/Vestfold Fylkesmuseum Digitalt)

Diketahui, dua kapal tersebut milik Inggris yang berlayar ke Kutub Selatan demi mencari paus. Asal tahu saja, sejak tahun 1904 negara-negara di dunia berlomba-lomba untuk berburu paus di kawasan kutub. Sepanjang abad ke-20, South Georgia & South Sandwich Islands adalah 'surga' untuk beburu paus hingga akhirnya di tahun 1960, pemerintah Inggris menghentikan perburuan paus di sana.

Dari informasi pada situs wrecksite.eu, SS Sourabaya dibuat pada tahun 1915. Awalnya merupakan kapal kargo Carmarthenshire SS, namun kemudian berubah nama menjadi SS Sourabaya di tahun 1929 dan berganti fungsi juga sebagai kapal pemburu paus.


Paus di South Georgia & South Sandwich Islands (www.gov.gs)

Masalahnya, tidak dijelaskan dengan detil mengapa akhirnya menggunakan pemakaian nama Sourabaya. Dari penelusuran situs wrecksite.eu dan referensi situs-situs lain di internet, tidak ada yang mengkaitkan kapal SS Sourabaya dengan Kota Surabaya atau Indonesia. Apakah ada bahan-bahan kapalnya yang diambil dari Surabaya? Ini yang masih jadi misteri!

Yang pasti setelah kapal SS Sourabaya melaporkan ada gunung yang meletus di Pulau Bristol, pemerintah Inggris langsung menamakan gunung yang meletus itu dengan nama Gunung Sourabaya. Setelah itu, Gunung Sourabaya pernah kembali meletus di tahun 1956 dan terakhir di tahun 2016 ini. Pada tahun 1956, yang melihat gunung ini meletus adalah para peneliti dari Argentina yang sedang berada di Pulau Thule, tetangganya Pulau Bristol.

Sedikit cerita SS Sourabaya, kapal ini tenggelam akibat dihajar torpedo oleh kapal selam Jerman U-436 pada masa Perang Dunia II di tanggal 27 Oktober 1942. Kala itu, SS Sourabaya sedang berlayar dari New York ke Liverpool. Hanya 77 yang selamat dari total 158 awak kapalnya.

South Georgia & South Sandwich Islands pun menerima kunjungan turis, dengan syarat satu-satunya cara berkunjung pakai kapal pesiar atau yacht. Selain itu, kunjungan ke sana harus mendapat izin dari International Association of Antarctica Tour Operators (IAATO) dengan mendaftar terlebih dulu di situsnya.


Kepulauan South Georgia & South Sandwich Islands hanya dihuni satwa seperti penguin (www.gov.gs)

Tidak terdapat hotel, restoran atau akomodasi lain di South Georgia & South Sandwich Islands. Turis diizinkan untuk menapakan kaki di pulau-pulaunya, hanya saja dilarang untuk bermalam. Kalau mau bermalam, harus dengan izin yang berbeda.

Di South Georgia & South Sandwich Islands, turis dapat melihat jejeran gunung es, satwa-satwa liar seperti penguin dan paus-paus yang sering menampakan diri di permukaan air. Termasuk, barangkali tertarik melihat Gunung Sourabaya dengan mata kepala sendiri.


Kapal pesiar, satu-satunya cara pergi mengunjungi South Georgia & South Sandwich Islands (www.gov.gs)

sumber :http://travel.detik.com/

Amerika Memiliki Hutang 57 ribu Ton Emas Kepada Indonesia

"The Green Hilton Memorial Agreement" di Geneva pada 14 November 1963




Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy (JFK) 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia.





Perjanjian "The Green Hilton Memorial Agreement" di Geneva (Swiss) pada 14 November 1963





Dan, inilah perjanjian yang sering membuat sibuk setiap siapapun yang menjadi Presiden RI. Dan, inilah perjanjian yang membuat sebagian orang tergila-gila menebar uang untuk mendapatkan secuil dari harta ini yang kemudian dikenal sebagai "salah satu" harta Amanah Rakyat dan Bangsa Indonesia. Inilah perjanjian yang oleh masyarakat dunia sebagai Harta Abadi Ummat Manusia. Inilah kemudian yang menjadi sasaran kerja tim rahasia Soeharto menyiksa Soebandrio dkk agar buka

mulut. Inilah perjanjian yang membuat Megawati ketika menjadi Presiden RI menagih janji ke Swiss tetapi tidak bisa juga. Padahal Megawati sudah menyampaikan bahwa ia adalah Presiden RI dan ia adalah Putri Bung Karno. Tetapi tetap tidak bisa. Inilah kemudian membuat SBY kemudian membentuk tim rahasia untuk melacak harta ini yang kemudian juga tetap mandul. Semua pihak repot dibuat oleh perjnajian ini.





Perjanjian itu bernama "Green Hilton Memorial Agreement Geneva". Akta termahal di dunia ini diteken oleh John F Kennedy selaku Presiden AS, Ir Soekarno selaku Presiden RI dan William Vouker yang mewakili Swiss. Perjanjian segitiga ini dilakukan di Hotel Hilton Geneva pada 14 November 1963 sebagai kelanjutan dari MOU yang dilakukan tahun 1961. Intinya adalah, Pemerintahan AS mengakui keberadaan

emas batangan senilai lebih dari 57 ribu ton emas murni yang terdiri dari 17 paket emas dan pihak Indonesia menerima batangan emas itu menjadi kolateral bagi dunia keuangan AS yang operasionalisasinya dilakukan oleh Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS).





Pada dokumen lain yang tidak dipublikasi disebutkan, atas penggunaan kolateral tersebut AS harus membayar fee sebesar 2,5% setahun kepada Indonesia. Hanya saja, ketakutan akan muncul pemimpinan yang korup di Indonesia, maka pembayaran fee tersebut tidak bersifat terbuka. Artinya hak kewenangan pencairan fee

tersebut tidak berada pada Presiden RI siapa pun, tetapi ada pada sistem perbankkan yang sudah dibuat sedemikian rupa, sehingga pencairannya bukan hal mudah, termasuk bagi Presiden AS sendiri.





Account khusus ini dibuat untuk menampung aset tersebut yang hingga kini tidak ada yang tahu keberadaannya kecuali John F Kennedy dan Soekarno sendiri. Sayangnya sebelum Soekarno mangkat, ia belum sempat memberikan mandat pencairannya kepada siapa pun di tanah air. Malah jika ada yang mengaku bahwa dialah yang dipercaya Bung Karno untuk mencairkan harta, maka dijamin orang tersebut bohong, kecuali ada tanda-tanda khusus berupa dokumen penting yang tidak tahu siapa yang menyimpan hingga kini.





Menurut sebuah sumber di Vatikan, ketika Presiden AS menyampaikan niat tersebut kepada

Vatikan, Paus sempat bertanya apakah Indonesia telah menyetujuinya.





Kabarnya, AS hanya memanfaatkan fakta MOU antara negara G-20 di Inggris dimana Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut menanda tangani suatu kesepakatan untuk memberikan otoritas kepada keuangan dunia IMF dan World Bank untuk mencari sumber pendanaan alternatif. Konon kabarnya, Vatikan berpesan agar Indonesia diberi bantuan. Mungkin bantuan IMF sebesar USD 2,7 milyar dalam fasilitas SDR (Special Drawing Rights) kepada Indonesia pertengahan tahun lalu merupakan realisasi dari kesepakatan ini, sehingga ada isyu yang berkembang bahwa bantuan tersebut tidak perlu dikembalikan.





Oleh Bank Indonesia memang bantuan IMF sebesar itu dipergunakan untuk memperkuat

cadangan devisa negara. Kalau benar itu, maka betapa nistanya rakyat Indonesia. Kalau benar itu terjadi betapa bodohnya Pemerintahan kita dalam masalah ini. Kalau ini benar terjadi betapa tak berdayanya bangsa ini, hanya kebagian USD 2,7 milyar. Padahal harta tersebut berharga ribuan trilyun dollar Amerika.





Aset itu bukan aset gratis peninggalan sejarah, aset tersebut merupakan hasil kerja keras nenek moyang kita di era masa keemasan kerajaan di Indonesia.





Asal Mula Perjanjian "Green Hilton Memorial Agreement"



Setelah masa perang dunia berakhir, negara-negara timur dan barat yang terlibat perang mulai membangun kembali infrastrukturnya. Akan tetapi, dampak yang telah diberikan oleh perang tersebut bukan secara materi saja tetapi juga secara psikologis

luar biasa besarnya. Pergolakan sosial dan keagamaan terjadi dimana-mana. Orang-orang ketakutan perang ini akan terjadi lagi. Pemerintah negara-negara barat yang banyak terlibat pada perang dunia berusaha menenangkan rakyatnya, dengan mengatakan bahwa rakyat akan segera memasuki era industri dan teknologi yang lebih baik. Para bankir Yahudi mengetahui bahwa negara-negara timur di Asia masih banyak menyimpan cadangan emas. Emas tersebut akan di jadikan sebagai kolateral untuk mencetak uang yang lebih banyak yang akan digunakan untuk mengembangkan industri serta menguasai teknologi. Karena teknologi Informasi sedang menanti di zaman akan datang.





Sesepuh Mason yang bekerja di Federal Reserve (Bank Sentral di Amerika) bersama bankir-bankir dari Bank of International Settlements / BIS (Pusat

Bank Sentral dari seluruh Bank Sentral di Dunia) mengunjungi Indonesia. Melalui pertemuan dengan Presiden Soekarno, mereka mengatakan bahwa atas nama kemanusiaan dan pencegahan terjadinya kembali perang dunia yang baru saja terjadi dan menghancurkan semua negara yang terlibat, setiap negara harus mencapai kesepakatan untuk mendayagunakan kolateral Emas yang dimiliki oleh setiap negara untuk program-program kemanusiaan. Dan semua negara menyetujui hal tersebut, termasuk Indonesia. Akhirnya terjadilah kesepakatan bahwa emas-emas milik negara-negara timur (Asia) akan diserahkan kepada Federal Reserve untuk dikelola dalam program-program kemanusiaan. Sebagai pertukarannya, negara-negara Asia tersebut menerima Obligasi dan Sertifikat Emas sebagai tanda kepemilikan. Beberapa negara yang terlibat diantaranya Indonesia, Cina dan Philippina. Pada masa itu, pengaruh Soekarno sebagai pemimpin dunia timur sangat besar, hingga Amerika

merasa khawatir ketika Soekarno begitu dekat dengan Moskow dan Beijing yang notabene adalah musuh Amerika.





Namun beberapa tahun kemudian, Soekarno mulai menyadari bahwa kesepakatan antara negara-negara timur dengan barat (Bankir-Bankir Yahudi dan lembaga keuangan dunia) tidak di jalankan sebagaimana mestinya. Soekarno mencium persekongkolan busuk yang dilakukan para Bankir Yahudi tersebut yang merupakan bagian dari Freemasonry.





Tidak ada program-program kemanusiaan yang dijalankan mengunakan kolateral tersebut. Soekarno protes keras dan segera menyadari negara-negara timur telah di tipu oleh Bankir International.





Akhirnya Pada tahun 1963, Soekarno membatalkan perjanjian dengan para Bankir Yahudi

tersebut dan mengalihkan hak kelola emas-emas tersebut kepada Presiden Amerika Serikat John F.Kennedy (JFK). Ketika itu Amerika sedang terjerat utang besar-besaran setelah terlibat dalam perang dunia. Presiden JFK menginginkan negara mencetak uang tanpa utang.





Karena kekuasaan dan tanggung jawab Federal Reserve bukan pada pemerintah Amerika melainkan di kuasai oleh swasta yang notabene nya bankir Yahudi. Jadi apabila pemerintah Amerika ingin mencetak uang, maka pemerintah harus meminjam kepada para bankir yahudi tersebut dengan bunga yang tinggi sebagai kolateral. Pemerintah Amerika kemudian melobi Presiden Soekarno agar emas-emas yang tadinya dijadikan kolateral oleh bankir Yahudi di alihkan ke Amerika. Presiden Kennedy bersedia meyakinkan Soekarno untuk membayar bunga 2,5% per tahun dari nilai emas yang digunakan dan mulai berlaku 2 tahun setelah perjanjian ditandatangani. Setelah dilakukan MOU sebagai tanda persetujuan, maka dibentuklah Green Hilton Memorial Agreement di Jenewa (Swiss) yang ditandatangani Soekarno dan John F.Kennedy. Melalui perjanjian itu pemerintah Amerika mengakui Emas batangan milik bangsa Indonesia sebesar lebih dari 57.000 ton dalam kemasan 17 Paket emas.





Melalui perjanjian ini Soekarno sebagai pemegang mandat terpercaya akan melakukan reposisi terhadap kolateral emas tersebut, kemudian digunakan ke dalam sistem perbankan untuk menciptakan Fractional Reserve Banking terhadap dolar Amerika. Perjanjian ini difasilitasi oleh Threepartheid Gold Commision dan melalui perjanjian ini pula kekuasaan terhadap emas tersebut berpindah tangan ke pemerintah Amerika. Dari kesepakatan tersebut, dikeluarkanlah Executive Order bernomor 11110, di tandatangani oleh Presiden JFK yang memberi kuasa penuh kepada Departemen Keuangan untuk mengambil alih hak menerbitkan mata uang dari Federal Reserve. Apa yang pernah di lakukan oleh Franklin, Lincoln, dan beberapa presiden lainnya, agar Amerika terlepas dari belenggu sistem kredit bankir Yahudi juga diterapkan oleh presiden JFK. salah satu kuasa yang diberikan kepada Departemen keuangan adalah menerbitkan sertifikat uang perak atas koin perak sehingga pemerintah bisa menerbitkan dolar tanpa utang lagi kepada Bank Sentral (Federal Reserve)





Tidak lama berselang setelah penandatanganan Green Hilton Memorial Agreement tersebut, presiden Kennedy di tembak mati oleh Lee Harvey Oswald. Setelah kematian Kennedy, tangan-tangan gelap bankir Yahudi memindahkan kolateral emas tersebut ke International Collateral Combined Accounts for Global Debt Facility di bawah pengawasan OITC (The Office of International Treasury Control) yang semuanya dikuasai oleh bankir Yahudi. Perjanjian itu juga tidak pernah efektif, hingga saat Soekarno ditumbangkan oleh gerakan Orde baru yang didalangi oleh CIA yang kemudian mengangkat Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Sampai pada saat Soekarno jatuh sakit dan tidak lagi mengurus aset-aset tersebut hingga meninggal dunia. Satu-satunya warisan yang ditinggalkan, yang berkaitan dengan Green Hilton Memorial Agreement tersebut adalah sebuah buku bersandi yang menyembunyikan ratusan akun dan sub-akun yang digunakan untuk menyimpan emas, yang terproteksi oleh sistem rahasia di Federal Reserve bernama The Black screen. Buku itu disebut Buku Maklumat atau The Book of codes. Buku tersebut banyak di buru oleh kalangan Lembaga Keuangan Dunia, Para sesepuh Mason, para petinggi politik Amerika dan Inteligen serta yang lainnya. Keberadaan buku tersebut mengancam eksistensi Lembaga keuangan barat yang berjaya selama ini.





Sampai hari ini, tidak satu rupiah pun dari bunga dan nilai pokok aset tersebut dibayarkan pada rakyat Indonesia melalui pemerintah, sesuai perjanjian yang disepakati antara JFK dan Presiden Soekarno melalui Green Hilton Agreement.





Padahal mereka telah menggunakan emas milik Indonesia sebagai kolateral dalam mencetak setiap dollar.



Hal yang sama terjadi pada bangsa China dan Philipina. Karena itulah pada awal tahun 2000-an China mulai menggugat di pengadilan Distrik New York. Gugatan yang bernilai triliunan dollar Amerika Serikat ini telah mengguncang lembaga-lembaga keuangan di Amerika dan Eropa. Namun gugatan tersebut sudah lebih dari satu dasawarsa dan belum menunjukkan hasilnya. Memang gugatan tersebut tidaklah mudah, dibutuhkan kesabaran yang tinggi, karena bukan saja berhadapan dengan negara besar seperti Amerika, tetapi juga berhadapan dengan kepentingan Yahudi bahkan kabarnya ada kepentingan dengan Vatikan. Akankah Pemerintah Indonesia mengikuti langkah pemerintah Cina yang menggugat atas hak-hak emas rakyat Indonesia yang bernilai Ribuan Trilyun Dollar… (bisa untuk membayar utang Indonesia dan membuat negri ini makmur dan sejahtera)?



sumber : lintasgaul.blogspot.com

JAWA = JEWISH (YAHUDI) DAN BENANG MERAH DIANTARANYA

Sengaja saya melengkapi olah pikir dari KH. MH. Ainun Najib, Utusan Kaisar Tiongkok, KH. Fahmi Basya, kelompok penelitimuda Turangga Seta dan pendapat saya sendiri dalam hipotesa dibawah ini.


“Anda tidak akan paham bila menemukan peta Indonesia Raya dijadikan center display di sebuah web Israel dan AmerikaSerikat (www.us-israel.org).  Juga agak miris melihat tanda warna merah pada daerah tertentu dari Nusantara” ujar Kyai (“mbelis”) MH. Ainun Najib. Di Belanda November 2008 saya ngobrol panjang dengan pemimpin Yahudi internasional Rabi Awraham Suttendorp yang sangat mengenal Indonesia lebih detail dari kebanyakan orang Indonesia sendiri, sebagaimana di kantor Perdana Menteri Israel Anda bisa dolan (“main”) ke sana dan melirik ruangan khusus yang berisi segala macam data tentang Indonesia segala bidang yang di-update setiap minggu.

Israel juga punya situs berbahasa Indonesia. Kepada Rabi saya tanyakan kenapa disain tengah atas atau puncak mahkota keagamaan yang beliau pakai  di Synagogue (rumah ibadah Yahudi) sama dengan disain bagian atas rumah-rumah di Pulau Jawa bagian Utara. Kenapa ibukota Israel tidak Tel Aviv saja tapi Java Tel Aviv. Kenapa kantor-kantor Yahudi di berbagai Negara pakai kata Java. Apa pula hubungan dua konsonan yang sama itu: J dan W. Jewish dan Jawa. Mana yang lebih tua: Jewish atau Jawa. Kalau Sampeyan keturunan Nabi Ibrahim, apakah nenek moyang kami manusia Nusantara yang seluruhnya berpuluh abad yang lalu disebut Jawa atau Jawi adalah ‘keponakan’nya Ibrahim ataukah lebih tua dari Ibrahim.

Dari dunia Jawa dimunculkan sedikit informasi bahwa beberapa waktu yang akan datang akan terjadi hasil “taruhan” antara Yahudi (Jewish) dengan Jawa (bukan Jawa non-Sunda non-Batak dalam pengertian 100 tahun terakhir): Kalau Yahudi yang memenangkan persaingan memimpin dunia, maka mereka akan ajak Jawa menjadi rekanan kerja. Kalau Jawa yang ‘juara’ mereka akan berguru kepada Jawa. (Dan hari ini kompetisi Jawa vs Jewish ini sedang terjadi dimana skor terunggul masih dipegang Jewish alias Yahudi alias Israel-imbuh admin NHD).



Hari ini mayoritas asset moneter global dan segala jenis modal perekonomian, bank dunia, dan institusi-institusi keuangan primer dunia dipegang oleh turunan beliau (Yahudi Israel), dan strategi pengelolaannya sampai ke Kongres Amerika Serikat berada di genggaman turunan yang lain dari beliau juga. Sejumlah futurolog ekonomi menganjurkan anak-anak kecil sekarang mulailah di ajari berbahasa Arab karena akan menjadi bahasa utama dunia: pergilah cari kerja ke Negeri koalisi 16 Pangeran di Jazirah Arab. Bahasa Ibrani tak perlu dipelajari, karena para fungsionaris dari Israel mungkin lebih pandai berbahasa Arab dibanding Raja Saudi dan lebih mlipis berbahasa Indonesia dibanding orang Indonesia” imbuh MH. Ainun Najib.


“Perlu diketahui, harta kekayaan yang ada (yang tersimpan di Federal Reserve USA, Herritage Foundation, UBS,Swiss, Inggris, Rusia dan 400 Bank besar di dunia) ini berkaitan dengan(sejarah penyatuan kekayaan hasil pernikahan) Nabi Sulaiman dan Ratu Syeba (Bilqis)dan setelah Sulaiman wafat, maka kekayaan ini dikelolah oleh mereka yangberdarah Sulaiman di tanah Nusantara ini, termasuk PB X, Jadi kalau mau dikata,mereka ini adalah keturunan Yahudi juga, dan (asal) para turunan raja-raja yangada didunia (saat) ini, adalah keturunan yang berhubungan darah dengan Raja Sulaiman ini, yang notabene Yahudi juga.


Namun sejarah mencatat adanya cloning (penggandaan) berupa dokumen keuangan ini yang kemudian diputar dandikelola oleh organisasi dibawah Freemason, yang dilakukan secara arus kerasuntuk kepentingan mereka, sedang para pemegang fisik asli bergerak secara tersembunyi.


Saat ini sudah mencapai tahapkrusial, tatatan dunia baru pasti terjadi, mereka yang memegang perputaran uang menggunakan dokumen telah diputihkan. Namun rencana mereka membuat negara-negara kecil setelah perang dunia ke-2 telah berjalan, termasuk Indonesia yang boleh dikatakan sebenarnya "kudeta" kepada Kerajaansaat berdirinya. Ini yang menyebabkan absurd, dan negara kita adalah negara dagelan saat ini, Sorry Indonesia dimata para sesepuh (Nusantara) tidak pernah benar disebut negara, karena bukan negara, namun pemerintahan administratif, sama seperti Belanda dan Jepang saat menduduki Nusantara kita ini” tukas Sang Utusan Tiongkok ini.


Hasil riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosenMatematika Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bahwa sebenarnya “CandiBorobudur” adalah bangunan yang dibangun oleh “Tentara Nabi Sulaiman” termasuk didalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Alqur’ansebagai “Arsy Ratu Saba”, sejatinya PRINCE OF SABA atau “RATU BALQIS” adalah“RATU BOKO” yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa, sementara patung-patung di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagaimodel dan berambut keriting. Dalam literatur Bani Israel dan Barat, bangsaYahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut keriting, tetapi faktanyajustru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang dan berambut keriting (perhatikanpatung Nabi Sulaiman di Candi Borobudur ).


Kesimpulannya bahwa “SUKU JAWA” disebut juga sebagai “BANI LUKMAN” karena menurut karakternya suku tersebut sesuai dengan ajaran LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalamAlqur’an. Dan satu-satunya nabi yang termaktub dalam Alqur’an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan negerinya diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan “SU” yaitu Sukarno,Suharto, dan Susilo serta meninggalkan negeri bernama SLEMAN di Jawa Tengah.Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan dari Nabi Daud yang dikatakan didalam Alqur’an dijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantissebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu) dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung.Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah “SYAILENDRA” , menurut Dr. Daoed Yoesoef nama Syailendra berasal dari kata Saila dan Indra, Saila = Gunung dan Indra = Raja. (negeri yang dikelilingi oleh gunung berapi aktif satu-satunya di dunia hanya INDONESIA, dan penguasanya disebut RAJA GUNUNG dan sebutan sebelumnya ialah RAJA API untuk Ravhana.


Jadi sebenarnya Bani Israel yang sekarang menjajah Palestina bukan keturunan Israel asli yang hanya terdiri 12 suku, tapi mereka menamakan diri suku ke 13 yaitu Suku Khazar (asalnya dari Asia Tengah) hasil perkawinan campur Bani Israel yang mengalami diaspora dengan penduduk lokal, suku Khazar ini mayoritas di seluruh dunia. Sedang Yahudi asli menghilang yang dikenal sebagai suku-suku yg hilang “The Lost Tribes” dimana mereka pergi ke timur dan banyakyg menuju ke “THE PROMISED LAND” yaitu negari INDONESIA ini.


Kembali sebagai penguasa asset dunia Yahudi Israel yang kini dikuasai kaum Yahudi Khazar Israel menguasai 100% perekonomian dunia menjadikan mereka tuan dari perbudakanbaru (yang tidak terlihat) yaitu menghisap produktivitas manusia yang ditukarkan dengan uang yang mereka atur nilai tukarnya sekehendak hati mereka. Dengan demikian semakin giat anda kerja nilai tukarnya senantisa melorot hinggatak terpenuhi impian anda sedangkan keuntungan mereka (pembuat uang) semakinmeroket bertambah kaya dan arogan berkuasa. Hanya dengan mengenali kejahatan mereka maka kejahatan mereka dapat dihentikan dan menggantikan peran mereka.Hanya Bangsa Indonesia yang punya perjanjian sakti Green Hilton Agreement (GHA) 1963 antara JF Kennedy dengan Soekarno yang dapat membuka mata manusia duniaatas kejahatan yang ada dibalik sandiwaraekonomi-politik-sosial-budaya-keamanan di panggung mimpi dunia saat ini (yang kekal nanti di akherat).


Kekuatan terpendam dari tuntutan bangsa Indonesia tentang EMAS yang dikangkangin Yahudi Khazar Israel (yang diaku-aku sebagai modal bisnis mereka) melalui gugatan GHA 1963 inilah yang dapat menghentikan ketidak-adilan, peperangan, keserakahan dan perilaku a susila/ a moral/ anti-sosial manusia di hari ini, dengan membuka kebobrokan Yahudi Israel dan sekutunya maka kepercayaan masyarakat ekonomi dunia akan runtuh dan meninggalkan mereka menuju ke pemilik yang baru. Dan pemilik itu taklain adalah Bangsa Melayu Nusantara  (Indonesia). Efek domino dari gugatan ini adalah berhenti beroperasinya FED dari gugatanmodal mereka 57.147 ton emas 24 karat, lalu diikuti gugatan kepada HerritageFoundation yang memiliki saham di lebih dari 400 bank sentral dan bank besardidunia, mereka akan bangkrut dalam satu malam, Armagedon pun terjadi esok paginya bagi orang-orang serakah yang masih berharap bisa menindas orang dalamperbudakan 500 tahun terakhir dan armagedon berakhir dengan kelelahan dan kepasrahan untuk mengikuti system ekonomi tolong menolong tanpa bunga uang riba.


Yang pertama menyebabkan Yahudi Khazar Israel senantiasa cemas akan gerakan di Indonesia yang mulai menyatu-nyatukan puzzle-puzzle sejarah yang kian nyata dibuktikan dari temuan arkeologi, temuan catatan-catatan sejarah hingga gugatanatas siapa arsitek kekacauan dunia saat ini. Inilah yang menyebabkan Israel dan sekutunya menempatkan Indonesia sebagai target intelejen dan perang psikologis-nyaagar Bangsa Melayu Nusantara ini tidak terbangun atas kesadaran siapa jati dirinya yang bisa merusak status quo zona kenyaman mereka memperbudak manusia bangsa Melayu Nusantara dan dunia atas nama ekonomi kapitalis liberal dan elemen doktrin pendukungnya (seperti republik, demokrasi, emansipasi, tatanan dunia baru dsb.).


Sedangkan disatu-sisi mereka ingin mempertahankan posisinya sebagai Yahudi jadi-jadian yang diterima keturunan Suku Yahudi asli yang tersisa serta intregritas masyarakat dan hukum dunia, dengan membawa budaya dari asal-usul nenek moyang asli Yahudidari Asia Timur, Melayu Nusantara, inilah kenapa symbol-simbol budaya Jawa dibawa kepada instrument keagaamaan mereka. Sikap ini diambil untuk menutupi kebohongan mereka tentang asal-usul suku Yahudi Khazar Israel sesungguhnya hingga kebinasaan mereka kelak.


Yahudi asli mengetahui dengan pasti dan jelas bahwa cepat atau lambat mereka akan pulang ke negerinya yaitu JAVA the Promised Land karena disana mereka akan bertemu saudara tuanya bangsa Lemuria, suatu benua tersembunyi di muka bumi iniyang hanya terbuka bila mereka berhasil menguasai cara berpikir Jawa yang akan membuka pintu gerbang “Star Gate” menuju teknologi ultra-canggih yang dimiliki oleh negeri fatamorgana di Selatan laut Jawa ini. Negeri Lemuria masih adahingga kini dan berhubungan dengan penguasa Jawa trah Sulaiman terakhir dan keyakinan Yahudi kuno inilah yang ditunggangngi Yahudi Khazar Israel untuk menguasai tanah Indonesia tanpa diketahui maksudnya sama si Empunya negeri.


Semua yang ada didunia telah dikuasai Yahudi Khazar Israel kecuali SATU yaitu KEABADIAN di dunia dan mereka ingin menguasai TEKNOLOGI bangsa Lemuria yang diyakinidapat menghindari Kiamat dari Tuhan sebagaimana yang mereka idam-idamkan untukmenghindari siksa api neraka. Teknologi Lemuria sebanding dengan teknologi Atlantis yang telah terkubur ratusan meter dibawah tanah Indonesia akibatprahara bencana letusan gunung berapi disekelilingnya. Keunggulan teknologiLemurian tak terbayangkan oleh manusia yang hidup disisi benua lainnya, padahalmereka eksis tapi tak mau diketahui manusia disisinya. Salah satu kemampuan mereka adalah pengendalian pikiran (yang kata orang kita disebut santet),berbicara dengan telepati, berbicara dengan binatang, menembus batas dimensijin dan setan hingga mereka mampu berinteraksi dan hal ini yang dikatakan orang kita terhadap aksi agen Lemurian disekitar “Star Gate” sebagai hal ghaib, sakral,mistis semua ini buah dari ilmu yang mereka warisi dari Nabi Sulaiman (Attala)yang mempermaisuri ratu Lemuria. Teknologi Lemuria lainnya adalah tele-transportasi (memindahkan materi tanpa pesawat), teknologi anti-materi danre-struktur materi yang menyebabkan tubuh mereka mampu mengikuti perjalananberjelajah kecepatan cahaya dalam perjalanan antar galaksi (hal ini hanyadiberikan Allah kepada para Nabi-Nya dan terakhir adalah peristiwa Isra-MirajNabi Muhammad SAW), teknologi reaksi nuklir air sebagai bahan bakar, teknologi heksagram yang memberikan manfaat keseimbangan fungsi organ tubuh dan usia yang panjang dengan perawatan yang tepat.


Yahudi Khazar bukan bangsa yang bodoh mereka sedikit mewarisi kecerdasan Nabi-Nabi Allah dari hasil pernikahan paksa dengan wanita dari 12 suku asli Yahudi yangkini telah menjelma menjadi warga Afrika, Ambon, Papua hingga Austronesia,sedikit yang diinformasikan asal-usul keturunan Yahudi asli karena para leluhurmereka takut akan adanya pengejaran oleh para kstaria templar yang hendakmembunuh mereka hingga mereka diselamatkan oleh kapal-kapal saudagar Nusantarayang berlabuh di Andalusia dan pelabuhan lain di Spanyol. Kelak pengejaran iniberubah menjadi perampokan dengan dalih 3G; Gold, Gospel, Glory didukungpolitik Yahudi Khazar yang telah berubah wujud baru organisasi berstrukturmodern yang dipelopori keturunan ambisius mereka bernama Rotschild, pendiri gerakan persaudaraan persekutuan manusia dan setan: Illuminati dan melengkapinya dengan mendirikan front humas mereka: Freemason, agar sepak terjang berdarah dalam sejarah +2100 tahun peradaban manusia sebelumnya tertutup oleh aksi pura-pura membela kemanusiaan dan sejarah tertulis yang mereka karang sendiri.


Apakah segala perbuatan Yahudi Khazar ini diketahui leluhur Nusantara? Ya pasti,karenanya para leluhur Nusantara yang merupakan pemimpin asli dari garisketurunan Nabi Sulaiman dibantu saudaranya Lemurian melakukan hijrah sementara kealam trans-media disebut moksa bersama pengikut setianya. Kemampuan Lemuriandalam menghilangkan pandangan daratan seluas 2 juta kilometer persegi daripantauan diteksi canggih NASA dan alat super canggih yang mereka miliki adalahkemampuan olah hologram raksasa dan kemampuan menghilangkan 2/3 Pulau Jawa daripandangan manusia awam adalah kemampuan olah elektro-magnetik (kini sebagianorang awam menyebutnya daerah angker karena banyak orang yang tersesat tanpadisadarinya dalam pandangan 1 meter mereka telah berpindah sisi dimensi yangtak terlihat orang awam). Benua Lemurian juga menyerap benda asing yangmelintasinya pada interval terbuka maka orang Barat menyebutnya misteri segitigaBermuda. Teknologi Lemuria ini yang dicari Illuminati dan Negara sekutu ataspetunjuk informasi dari setan dan jin murtad didukung sedikit mahluk sebelumLemurian yang telah berada di galaksi lain yang berkomunikasi dengan bahasasandi “Crop Circle” yang menginformasikan berita dari sinyal-sinyal korespondensi Lemurian yang disadap UFO dan diteruskan kepada rezim Illuminatidi dimensi bumi yang lain.


Trah Atlantis terakhir adalah Raja Siliwangiyang “dihilangkan” dan kelak mengawal keluarnya Sang Imam Mahdi pemimpinspiritual penunjuk arah bagi manusia yang beriman kepada Allah dari kepanikanArmagedon. Intelejen Lemuria kini ini banyak berbaur ditengah masyarakat Jawadan Indonesia, oleh karenanya banyak cerita misteri hari ini terdengarsuara-suara derap kaki tentara, ringkik kuda dan tetabuhan pengiring namunmasyarakat awam tak dapat melihat. Kemampuan komunikasi dengan hewanmempermudah mereka melacak keberadaan musuh Nusantara, hal ini yang mendorongBarat mempropagandakan dorongan pertumbuhan ekonomi dengan industri perusakhutan-hutan di Jawa dan Nusantara agar agen intelejen Lemuria semakin terjepitdan minim informasi. Agen Illuminati sengaja menyebarkan cerita yangmenakut-nakuti manusia awam agar mereka menjauhkan diri dari kunjungan Lemurian yang kerap mendadak.


Ketakutan Illuminati dan Negara-negara Sekutu untuk tidak menyerang langsung Indonesia (yang mayoritas muslim terbanyak di dunia) bukan terletak pada segan kepada Bangsa ini tetapi karena mereka yakin 1000% akan kalah di medan perang Nusantara. Kenapa? Bangsa Indonesia hari ini dipandang seperempat mata olehIlluminati dan Sekutu karena mereka telah dilemahkan dari dalam yaitu butaidentitas, mengejar harta dunia, merusak akidah agama Islam-Indonesia, merusakmoral dan persatuan dan krisis harga diri, tapi yang sangat ditakuti adalahcampur tangan trah Attala (dikenal berhasrat militansi tinggi dan berpengetahuanspiritual tinggi) yang hingga kini belum “turun arena” dan didukung sekutunyabani Lemurian dengan persenjataan teknologi sangat tinggi (belum terbayangkan) berjumlah 3 milyar pasukan siap tempur dan didukung angkatan perang antargalaksi dimana bermukim makhluk khalifah ciptaan Allah Yang Maha Besar (surahAr-raar) yang ingin jihad fisabillilah bersama saudara mudanya di bumi. Mereka (muslim-ET: Extra Terrestrial) berpegang pula pada Al-Qur’an dan hadist akantibanya Kiamat dan diawali dari armagedon=goro-goro=kekisruhan terbesar dijagat raya, yang menentukan puncak keimanan mahluk hidup berakal kepada SangMaha Penciptanya: Allah SWT. Perang ini adalah perang makhluk berakal darisemua dimensi ciptaan Allah.


Agen Illuminati melacak keberadaan “Star Gate” di Pulau Jawa khususnya gunamenguasai system pertahanan Lemuria. Illuminati mengimbangi teknologi pertahanan kubah elektro-magnet Lemuria-Attala yang akan melindungi Jawakhususnya dan Malaya Nusantara umumnya dari serangan udara/laut dari Sekutu yang diyakini 100% pasti gagal. Karena tahu kelemahannya maka Illumianti menyebarkan teknologi pangan transgenik yang akan mereka gunakan sebagai ultimatum terakhir bila Bangsa Indonesia kelak memaksakan melakukan gugatan terhadap system perekonomian Illuminati dengan menggugat Green Hilton Agreement pada tahap awalnya. Bilapada saatnya mereka belum mampu menemukan “Star Gate” dan takdir mendekati mereka,maka Illuminati akan menggunakan teknologi HAARP (gelombang microwave) untuk membinasakan manusia trah “Attala Nusantara” ini dengan mengaktifkan zat radioaktif yang ada ditubuh orang Indonesia hari ini dari bahan pangan transgenik yang mereka makan sehari-hari, maka serangan pembantaian bukan seperti strategiperang di Afganistan, Irak, Suriah dan lainnya yang menggunakan perang ekternalnamun perang armagedon kelak akan menggunakan senjata biologis yang mereka tanam bertahun-tahun didalam tubuh musuhnya (tanpa disadari) memakan, meminum dan menghirup udara beracun, dimana hancurnya tubuh itu tak akan mampu dilindungi oleh kubah pelindung elekto-magnet Lemuria-Attala sekalipun. Hanya bagi orang yang mampu berpuasa tak makan dan tak minum dibawah kubah pelindungyang kelak akan bertahan hidup hingga jaman kemashyuran dengan datangnya Nabi Isa AS. menyudahiperdebatan manusia terpanjang tentang agama mana yang paling benar dan diterimaTuhan. 


Penempatan pangkalan militer dan pasukan AS beserta sekutunya. Mengelilingi Nusantara.

Inilah olah pikir kenapa ke-absurd dunia terjadi di hari ini tanpa ada pihak yangberani menentangnya dari sekutu setan ini karena kita lebih takut kepada setandan realita kebenaran tersembunyi tentang AGAMA kita masing-masing dibandingtakutnya kita kepada TUHAN. Akankah kita rela mempertahankan kebusukan kankerkehidupan yang melelahkan, menyakitkan dan mengkhawatirkan ini dibandingkehidupan sehat dunia-akherat karena EGO KITA tidak mau memakan obat PIL PAHIT KEBENARAN yang dapat memperbaiki kehidupan kita lebih TERHORMAT dari hanya menjadi BUDAK SETAN ABADI DUNIA-AKHERAT???

sumber :http://atlantis-lemuria-indonesia.blogspot.co.id/2013/10/jawa-jewish-yahudi-dan-benang-merah.html?m=1

Thursday, May 12, 2016

Cara memulai makan Raw Food

Raw food diet atau dengan kata lain, mengonsumsi makanan mentah untuk sehari-hari memang menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang ingin menjalani pola hidup sehat. Melakukan diet ini dirasa sulit, karena banyaknya anggapan bahwa ketika sudah konsumsi raw food maka harus seterusnya makan makanan yang tak dimasak.

Sophie Navita, artis yang juga seorang raw foodist (pelaku raw food diet) mengatakan untuk tidak terintimidasi dengan kata 'makanan mentah'. Bagi pemula, menjalani raw food diet tak serta merta harus selalu makan makanan mentah. Ada tahapan agar kita tidak 'kaget' saat pertama kali mencoba raw food.

"Saat dibilang raw food, jangan langsung berpikir 100 persen semuanya raw (mentah). Nggak boleh ini nggak boleh itu. Menurut saya kalau bisa fifty-fifty aja udah bagus banget," tutur Sophie saat berbincang dengan wolipop di Tebet Green Mall, Jl. MT Haryono, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Untuk permulaan, Sophie menyarankan untuk memakan sayuran mentah sebagai lalapan atau salad. Menurutnya itu sudah cukup sehat daripada tidak mengonsumsi sayur sama sekali. Dengan catatan, porsi sayur harus sama atau lebih besar dari makanan matang yang dikonsumsi sehari-hari.

"Menurut saya dimakan saja bareng makanan sehari-hari. Misalnya saat jam makan siang, adanya di kantin cuma nasi ramesan. Ambil saja apa yang ada di kantin. Nanti di rumah baru makan yang benar. Jangan lupa sayur satu baskom, mulai dengan mini baskom saja dulu," papar ibu dua anak ini.

Anda pun bisa tetap mengonsumsi daging, ikan atau protein hewani lainnya jika bukan penganut raw food vegetarian atau vegan. Menurut wanita berusia 36 tahun ini, raw foodism bukanlah sebuah membership yang bisa berakhir begitu Anda 'melanggar' ketentuan dan aturan makan.

"Itu kembali menjadi opsi. Ini bukan suatu membership, misalnya: 'wahh ketahuan ya makan ikan, lo dicoret dari rawfood'. Yang penting diperbanyak aja sayur-sayuran di dalam hidupmu," tegasnya.

Wanita yang sudah 1,5 tahun menjalani diet berbasis raw food ini menekankan, hanya serat yang berasal dari sayuran dan buah mentah yang bisa mengusir toksin dari makanan tidak sehat yang sudah masuk ke dalam tubuh. Rasa dari apa yang kita makan umumnya hanya sesaat menempel di lidah namun efeknya bagi tubuh bisa dalam jangka panjang, bahkan seumur hidup.
image:thinkstock
sumber : http://wolipop.detik.com/read/2012/10/12/083630/2060841/849/ingin-sehat-dengan-raw-food-diet-ini-cara-memulainya

Wednesday, May 11, 2016

Mandi berpengaruh buat kesehatan lho..

Tadi pagi Pak Edy nanya "baru kelihatan kamana aja ?" tanya nya
"kemarin flu berat Pak, tahu nih akhir2 ini gampang banget sakit" jawabku
"saya dulu begitu, gampang kena Flu, dan lama sembuhnya" terang pak Edy
"tapi sekarang Alhamdulillah lebih tahan dibanding dulu setelah saya melakukan mandi ala Rasululloh" imbuh Pak Edy, berdasar cerita Pak Edy tersebut kemudian saya gugling dan dapat tips mandi tersebut sebagai berikut dari :
 https://komunitas.bukalapak.com/s/s8xs00/mandi_sehat_ala_rasulullah

Sore sore gini udah pada mandi belum ya ?
Sedikit share … mohon dikoreksi kalau ada salah …
Bagaimana mandi yg benar yg diajarkan Rasulullah?
Taukah kita bahwa pemandian Rasulullah itu bak pemandian para raja2..? Yg dimana ketika kaki melangkah, air yg kita injak. Entah bagaimana mendeskripsikannya. Saat ini yg kita lakukan ketika hendak mandi adalah.. Lepas pakaian kemudian menyiramkan air langsung ke tubuh.
Benarkah demikian?
Jadi mandi yg benar adalah..
  • Bermula dr segayung menyiramkan telapak
  • Segayung betis
  • Segayung paha
  • Segayung perut
  • Segayung pundak
  • Berhentilah sejenak 5-10 detik. Kawan akan merasakan seperti uap/angin yg keluar dari ubun2. Bahkan merinding..
  • Setelah itu lanjutkan dg mandi seperti biasa.
Hikmahnya adalah.. Seperti pada gelas yg diisi air panas kemudian kita isi dg air dingn. Apa yg terjadi? Gelas retak!
Klo tubuh kita apa yg retak?
Suhu tubuh kita cenderung panas air itu dingin maka yg terjadi jika kita mandi langsung menyiram pada badan atau bahkan kepala, angin yg harusnya keluar jadi terperangkap. Atau yg paling fatal adalah pecahnya pembuluh darah.
^ Maka kita sering menjumpai orang jatuh di kmar mandi tau tau stroke..
^ Bisa jadi kita sering masuk angin krn pola mandi kita yg salah..
^ Bisa jadi kita sering migren krn pola mandi yg salah.
^ Pola mandi ini baik bagi semua umur terutama yg punya sakit diabetes, hypertensi, kolestrol dan migrain.
*BAK pada laki2 harusnya bukan berdiri. Ini akan memberikan potensi untuk impoten krn air seni yg keluar tdk tuntas. Sekali dua kali mungkin sedikt.. Lama2 jadi bukit. Ini yg kadang gak kita sadari lihat anak kecil laki2 pipis jongkok malah dimarahin.. Dibilang klo jongkok itu perempuan.. Padahal.. Harusnya dr kecil sudah harus dibiasakan..
*BAB yg baik adalah jongkok dg paha menempel perut. Ini akan merangsang usus untuk mengeluarkan kotoran tanpa harus mengejan. Ini pun akan membuat ‘tuntas’.
semoga bermanfaat
Dan tetap jaga kesehatan.

Obat Bukan Jawaban (Dr. Tan Shot yen)

Ungkapan, “Manusia itu diperbudak lidahnya”, semakin nyata adanya! Kenyataan itu diperkuat paparan dr. Tan Shot Yen bertajuk “Saya Pilih Sehat dan Sembuh” di C3 Building, Puri Indah beberapa waktu lalu.
Dr. Tan adalah seorang praktisi Energy Healing, dan mempunyai sertifikat Clinical Hypnotherapist. Dr. Tan meraih S1 nya di Kedokteran Umum, kemudian melanjutkan S2 dan S3 di Fakultas Filsafat Driyarkara.
Gelar M. Hum dari Dr. Tan didapat setelah ia mengambil pascasarjana filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta. Menurutnya, kuliah S2 filsafat membuatnya memahami manusia secara mendalam dan holistic. Ia juga jadi mengerti ‘dosa ilmu kedokteran’ tentang mekanisasi tubuh manusia.
“Akibat perkembangan ilmu kedokteran — terutama setelah ditemukannya alat pacu dan cangkok jantung, tubuh manusia yang tadinya holistic lalu dipecah-pecah. Kalau kepala sakit yang diobati, ya kepala saja. Kita terlepas dari tubuh, emosi dan kecerdasan spiritual. Tubuh manusia hanya jadi seperangkat mesin. Kalau ada yang salah, kita pergi ke bengkel.
Dan, rumah sakitlah bengkel terbesarnya. Betul, badan manusia terlalu kompleks untuk dipegang satu ahli saja. Manusia boleh dipegang beberapa ahli, asal mereka sama-sama sadar bahwa manusia diciptakan Tuhan. Masalahnya, dokter punya arogansi profesi. Seorang dokter biasanya susah dibilangin dan selalu merasa benar,” tuturnya lugas.
Dr. Tan juga menyayangkan bila manusia zaman sekarang mati-matian melawan dan menolak sakit. Padahal, sakit adalah jalan untuk lebih memahami bahwa manusia tak selamanya pada posisi di atas.
Dr. Tan mengatakan, “Sakit adalah introspeksi. Ketika sakit, saya berhenti dan menoleh ke belakang. Apa yang ‘jalan’ dan ‘nggak jalan’ selama ini? Nah, menjadi sembuh adalah keberhasilan introspeksi dan menemukan cara untuk lebih maju lagi. Tapi bagaimana pasien bisa introspeksi bila tak dibimbing menemukan kesembuhannya dan hanya dininabobokan oleh obat? Dunia yang mati rasa dan tak mau mengalami sakit adalah dunia yang melarikan diri, mengingkari diri sendiri.”
Menurut Dr. Tan, kita memasuki era kebablasan mengonsumsi obat. Akhirnya, obat dijadikan demand. Setelah demand melambung tinggi, masyarakat digenjot untuk mendapatkan penghasilan lebih yang tak perlu demi obat. Lihatlah berapa banyak orang yang harus berusaha mati-matian demi keperluan berobat salah satu anggota keluarga.
Selalu Ingin Jadi Dokter
Dr. Tan lahir di Beijing, 17 September 1964 dan dibesarkan di Jakarta. Ia kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara dan lulus Profesi Kedokteran Negara FKUI pada tahun 1991. Sebagai siswi yang selalu mendapat nilai cemerlang dalam ilmu eksakta, menjadi dokter merupakan impiannya sejak dulu. Baginya, di bidang kedokteran, cara pikirnya yang eksakta bisa menemukan ‘kemanusiaannya’. Dalam diri pasien, ia menemukan benang merah antara fisik, emosi dan spiritual.
Ketika baru menjadi dokter, saya juga ngaco. Sekadar memberi obat pada pasien. Lama-lama saya pikir saya cuma perpanjangan pabrik obat,” kenangnya. Lalu ia pelan-pelan lebih menggunakan gaya hidup sehat. Perubahan ini dipicu oleh ayahnya, dr. Tan Tjiauw Liat, tokoh inspiratif yang membuatnya maju untuk melihat apa sebenarnya kebutuhan manusia.
Melihat begitu berapi-apinya Dr. Tan saat memberikan pencerahan gaya hidup pada pasien, siapapun mungkin akan bertanya ‘apa tidak capek?’. “Lebih capek mana dibandingkan dokter yang ditunggangi perusahaan obat dan makanan? Saya mendapat energi bila melihat pasien sembuh. Mereka memegang kendali atas hidup mereka, tidak dibohongin dokter, dan tidak tergantung obat,” jawabnya.
Dr. Tan mengakui, sepak terjangnya kerap dipandang sebelah mata oleh koleganya. “Ada yang bilang saya idealis, bahkan mission impossible. Tapi saya yakin, dalam hati kecil mereka mengatakan bahwa perubahan gaya hiduplah jawabannya.
Masalahnya, mereka sendiri tidak menjalani gaya hidup itu. Ini membuat saya sebal. Kalau mereka merasa tidak bisa menjalani gaya hidup sehat, jangan mengecilkan pasien dengan menganggap pasien juga takkan bisa. Pasien yang sudah parah dikasih obat apapun pasti mau. Apalagi cuma disuruh ganti nasi dengan sayur.”
Mendidik pasien
Dr. Tan mendidik pasiennya agar mengubah gaya hidup, tak tergantung pada obat dan tidak dibohongi dokter. Prinsipnya, pasien harus punya otonomi terhadap tubuh sendiri.
Cobalah berkunjung ke klinik Dr. Tan di wilayah Bumi Serpong Damai pada pukul 11 dihari kerja. Anda akan melihat Dr. Tan menghadapi beberapa pasien. Sekilas, Anda mungkin berpikir dokter sedang marah-marah. Padahal ia sedang menjelaskan tentang gaya hidup sehat pada pasien barunya. Pasalnya, memang begitu gaya Dr. Tan, menjelaskan dengan suara keras. Bila kita simak ucapannya, semua yang dijelaskannya sangat penting dan membukakan mata.
“Kesalahan pasien dalam berobat hanyalah mencari tahu ‘bagaimana’. Bagaimana caranya menurunkan tensi, menurunkan kadar gula, menguruskan badan, menghilangkan senewen atau sakit di jemari. Jika Anda cuma tanya ‘bagaimana’, Anda akan jatuh menjadi sekadar konsumen. Pertanyaan terpenting adalah mengapa Anda sampai sakit?” urainya.
Wanita 50 tahun ini memang tak mau punya pasien yang mengharapkan pil atau tongkat ajaib untuk membereskan tubuhnya. “Saya mau pasien yang taking ownership of their own body. Itu badan anda. Buat apa dokter yang sok tahu menyuruh ini-itu? Yang benar buat dokter belum tentu benar buat Anda.” Tentu saja, dokter yang satu ini tampaknya memang lain dari yang lain.
Kepada pasien, dalam prakteknya Dr. Tan lebih banyak memberikan pengetahuan tentang pola hidup yang sehat, pengetahuan tentang makanan, serta pengungkapan kembali hal-hal prinsip dalam menjaga keutuhan hidup. Mengajar kita berpikir kritis: tidak hanya sekadar “membereskan” gejala penyakit, tapi yang penting adalah mengetahui asal muasal penyakit dan mencegahnya.
Dr. Tan banyak mengusahakan agar manusia kembali mengupayakan kesembuhan melalui dirinya sendiri, bukan semata-mata menjadi obyek pengobatan, bahkan korban masyarakat industri.
Mengapa diperbudak? Karena manusia itu hidup untuk makan. Sayangnya makannya itu hanya karena menuruti kemauan sang lidah. Tidak menuruti apa yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi rasa enak, manis, gurih, lezat yang dirasakan di lidah (mulut) yang menjadi acuan orang saat ini dalam memenuhi lambung (perut) nya.
Mereka mengabaikan bagaimana makanan itu sampai dalam lambung. Apakah makanan itu bersifat mubazir (karena tak ada gizinya), bahkan meracuni (toksik). Ya itu tadi mereka hanya memanjakan lidahnya semata. Dr. Tan menyatakan 88% penyakit itu karena ulah manusia itu sendiri, sementara hanya 12% bersifat keturunan (buta warna, thalasemia, hemofilia).
Penyakit-penyakit dari ulah manusia itu sendiri sebagian besar karena disebabkan oleh apa yang masuk ke dalam lambungnya. Pada prinsipnya, karena manusia itu makhluk hidup, maka harus diberi masukan dengan unsur alamiah (yang masih hidup/segar). Contohnya adalah buah dan sayuran segar.
Dr. Tan menyatakan bahwa semua masakan olahan itu relatif tidak bermanfaat bagi tubuh (mubazir, dan hanya terbuang lewat feses dan air seni), karena proses olahan itu telah menghancurkan nilai gizi dari bahan makanan tersebut. Terlebih bila sudah olahan dalam skala industri, seperti yang menggunakan bahan tambahan (pengawet, pemanis, dll).
Ditegaskannya, karena manusia itu tidak punya tembolok, maka seharusnya manusia itu menghindari makanan dari biji-bijian (terutama beras – – > nasi). Beliau juga menyarankan untuk membuang gula, terigu, pati/terigu dari menu harian. Semua ini adalah sumber karbohidrat yang buruk. Artinya setelah 2 jam makanan tersebut akan menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah secara drastis.
Peningkatan ini memang akhirnya akan memicu organ tubuh dalam (pankreas) untuk mengeluarkan hormon insulin untuk menahan laju gula darah. Memang tubuh bisa “dipaksa” terus seperti itu keadaannya, namun lama-kelamaan pankreas jadi kecapean, bekerja tidak optimal, buntutnya masalah kesehatan pun muncul, seperti diabetes, dll.
Padahal dalam bahan makanan segar sebenarnya ada enzim untuk membantu organ pencernaan manusia mencerna, jadi hormon seperti insulin itu bisa “dihemat”. Dengan demikian pankreas tidak bekerja keras (atau lembur), dan hormon yang dihemat bisa untuk kebutuhan perbaikan jaringan tubuh lainnya.
Yang patut kita catat! Tidak hanya sumber protein dan vitamin, buah dan sayur segar juga merupakan sumber karbohidrat, karbohidrat yang baik. Yaitu Karbohidrat yang tidak menaikkan gula darah secara cepat (karena faktor skrining yang dilakukan oleh serat makanan dalam buah dan sayur).
Menyayangkan industri pangan
Dr. Tan juga menyayangkan industri pangan yang saat ini gencar mempromosikan makanan tidak sehat. Salah satunya adalah produk olahan susu. Seperti telah kita ketahui bersama, sejak usia 2 tahun, enzim pencernaan untuk mencerna susu berangsur hilang.
Itulah mengapa tidak sedikit orang yang minum susu, lambungnya jadi bermasalah. Itu karena memang enzim pencernanya sudah tidak ada! Lain cerita jika plain yoghurt misalnya. Di sini masih ada kandungan enzim yang akan memecahnya dalam plain yoghurt ini.
Minyak goreng yang proses pembuatannya diekstraksi dengan panas, tentu juga telah mengubah komponen kimiawi di dalamnya. Lain cerita dengan ekstraksi dengan tekanan (di-pres) olive oil dimana penggunaannya pun tidak menggunakan panas, sehingga tidak merusak kandungan gizi di dalamnya.
Selain sayur dan buah segar lalu harus mengonsumsi apa lagi? Apakah kita lalu menjadi vegetarian? Tidak juga. Dr. Tan banyak menyebutkan ada banyak teknik mengolah makanan yang tidak banyak merusak kandungan gizinya.
Intinya, sayur dan buah segar harus menjadi andalan menu sehari-hari kita jika ingin mengembalikan kondisi tubuh kita pada posisi alami yang semestinya (sebagaimana) dianugerahkan oleh Tuhan. Kebiasaan berjemur di matahari pagi juga harus diadakan kembali. Sarapan paling lambat 1 jam setelah bangun tidur. Dan berhenti dengan susu.
Dalam kondisi jika makanan yang kita konsumsi sehari-hari itu sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh tubuh. Misal tubuh perlu asupan vitamin, maka kita konsumsi buah segar, dsb, maka usia hidup orang Indonesia sebenarnya bisa mencapai 135 tahun! Tapi kenyataannya, harapan hidup orang Indonesia sangat jarang yang bisa menembus usia 80-90 tahun.
Hal itu karena makan setiap hari menuruti kemauan lidah kita. Asal enak, asal kenyang/nendang. Tidak mikir kalau dalam tubuh/perut, organ kita ‘kelimpungan’ mencerna semua makanan itu. Ternyata lidah kita selain setajam pedang (karena kata-kata yang dihasilkannya), juga bisa menentukan kondisi kesehatan dan usia harapan hidup kita.
Manusia bukan mobil
Dr. Tan mengkritik paradigma pengobatan medis modern yang tidak melihat manusia secara holistik, serta terlalu bersandar pada obat-obatan sebagai senjata utama meredakan gejala penyakit (belum tentu penyakitnya sembuh).
Ilmu kesehatan saat ini tidak luput dari cara pandang ilmu pasti. Segala sesuatu dipilah menjadi detail sekecil-kecilnya. Tubuh manusia pun dipandang sebagai pretelan suku cadang kendaraan yang terpisah dari alam pikir dan realita spiritualnya.
Pelayanan kesehatan (klinik, rumah sakit) saat ini lebih sebatas pada penanganan masalah gawat darurat.
Tubuh manusia memiliki kemampuan memperbaiki/menyembukan dirinya. Berbeda dengan mobil yang kudu didempul dan dicat ulang akibat dibaret, kulit manusia yang tergores bisa sembuh sendiri, tentunya dengan kondisi badan yang sehat.
Mendorong gaya hidup sehat
Perbedaan mencolok Dr. Tan dibanding dokter lain pada umumnya adalah ia tidak mudah memberi obat. Rata-rata pasien yang keluar dari ruang prakteknya tidak menggenggam resep. Kalaupun ada resep, biasanya hanya vitamin dan omega-3, tergantung kondisi pasien.
“Sampai kapan seseorang mau tergantung pada obat-obatan? Apakah setelah mengonsumsi obat dia benar-benar sembuh? Jawabannya tidak. Karena begitu obat berhenti, dia sakit lagi. Berapa banyak dokter hanya bertanya ‘sakit apa’ lalu berkata ‘ini obatnya’? Dia tidak memberikan pendidikan atau menjelaskanasal usul penyakit. Pasien juga bego, padahal dia harusnya memahami perannya dalam menciptakan penyakitnya,” jelas Dr. Tan.
Sebagai ganti resep, Dr. Tan memberikan pencerahan tentang gaya hidup sehat yang harus dijalani setiap orang. “Saya yakin semua dokter tahu bahwa diabetes, stroke, dan kanker adalah penyakit gaya hidup. Tapi pertanyaannya, seberapa jauh seorang dokter mau fight untuk memperbaiki gaya hidup pasiennya? Karena, penanganan pertama pasien seharusnya perubahan gaya hidup. Bila gagal, baru obat-obatan boleh dicoba.”
Dr. Tan mencontohkan, pasien yang sakit lutut akan disuruh minum obat, dioperasi, atau diganti tempurung lututnya. Padahal, titik beratnya adalah bobot tubuhnya. Jika si Pasien mengubah pola makan dan gaya hidup, berat badannya susut dan keluhan lututnya akan hilang. “Ibaratnya, mobil Mercedes pasti turun mesin kalau diisi bensin bajaj. Coba ganti dengan bensin super, pasti larinya kencang.”
Dr. Tan dalam usianya 50 tahun memiliki kulit yang sehat cerah dan tanpa keriput, karena beliau menerapkan raw food. Ajaran raw food diturunkan oleh ayahnya dr. Tan Tjiauw Liat.
Dr. Tan selalu mendidik pasiennya untuk memahami kesehatan, sehingga sering terjadi titik balik bagi setiap pasien yang datang untuk memahami kesehatan dan pola hidup yang benar.
Sehingga biasanya, setelah ditangani Dr. Tan pasien menjadi sangat sehat, fit, lincah, dan indikator-indikator test laboratoriumnya sangat baik.
Pola makan asal yang meniadakan gula, trigu, nasi, pati dan susu yang dijalani Dr. Tan juga dilakukan oleh suami — Henry Remanleh — dan anak tunggalnya, Cilla. Menurut Dr. Tan, mereka tidak menjalaninya karena terpaksa, tapi karena merasakan manfaatnya.
“Putri saya 17 tahun, kadang terpengaruh pola makan temannya. Dia lalu mengeluh susah konsentrasi atau pencernaannya terganggu. Setelah itu dia back on track. Dia sudah meengonsumsi raw food sejak SMP atas pilihan sendiri. Anak itu mencontoh orang tuanya. Jangan harap anak makan dengan baik kalau Anda sendiri amburadul.”
Suaminya, Henry, adalah kinesiologis yang berkutat dengan masalah gerak dan pengaruhnya terhadap aspek kehidupan manusia. Henry juga instruktur brain gym. Ia berpraktek di tempat yang sama. Dr. Tan sangat menghargai pekerjaan suaminya karena memberdayakan masyarakat. “Brain gym terbukti bisa meningkatkan konsentrasi. Dengan pola makan sehat sejak kecil dan gerakan olahraga terstruktur, Anda tak perlu lagi minum obat,” katanyaa tegas.
Selain sibuk berpraktik dan menjadi pembicara talkshow, Dr. Tan menjadi kontributor untuk taboid dan majalah kesehatan. Selain itu, ia mengisi waktunya dengan membaca dan membuka jalur continuing medical education melalui internet. Karena itu, info dan data jurnal ilmiahnya selalu up to date — disamping buku-buku terbaru pemberian ayahnya.
Ia menjalani pilates, terkadang berenang, dan sesekali bermain piano. Kini ia sedang mengumpulkan kisah-kisah kamar praktek untuk dijadikan tulisan inspiratif agar para dokter memandang pasien lebih dari sekumpulan diagnosis.
Perubahan pola makanan
Perubahan pola makan yang dianjurkan Dr. Tan mungkin terdengar ekstrem. Ia menghimbau pasiennya untuk berhenti mengonsumsi gula, terigu, nasi, dan pati (singkong, kentang, ubi, jagung, taloas). Pasalnya, di dalam tubuh, jenis makanan ini akan diproses 100% menjadi gula dalam waktu dua jam.
Benar, manusia butuh gula untuk energi. Tapi kenaikan kadar gula darah akibat empat jenis makanan ini sangat cepat, mengakibatkan insulin melonjak untuk menekan kenaikannya. Bersama insulin, keluar pula hormon eicosanoid buruk. Akibatnya, pembuluh darah menyempit, darah kental, daya tahan buruk, tubuh ‘memelihara’ bakteri, jamur, kista, tumor, dan kanker, serta timbul nyeri.
Sebagai ganti nasi, ia meresepkan: satu ikat selada mentah atau dua cangkir brokoli setengah matang, 2 putih telur rebus, 2 tomat, 2 mentimun, setengah avokad, apel, atau pear. Dengan makanan ini, tak ada sisa gula yang tersimpan menjadi lemak.
Kadar gula darah sebelum dan sesudah makan pun rata-rata sama. Dan, hormon eicosanoid buruk takkan keluar sehingga tak mengundang penyakit. ‘Menu’ ini perlu dilengkapi lauk-pauk yang diolah dengan berbagai cara, asal tidak ditumis atau digoreng.
“Kita makan sayur bukan hanya demi seratnya. Sayur mentah mengandung enzim dengan life force energy yang penting buat tubuh. Inilah pola makan asal yang sesuai fitrah manusia. Siapa bilang tidak makan nasi jadi lemas? Nenek moyang kita makan sayur dan buah, tapi mereka kuat mendaki gunung dan berburu.” (Agus Ismanto)

sumber : http://bidik.co/dr-tan-shot-yen-obat-bukan-jawaban/

Tuesday, May 10, 2016

Perkenalkan, Dr. Tan Shot Yen

Cerita ini dimulai dari persiapan buku saya yang membutuhkan kata pengantar dari seorang dengan kredibilitas tinggi serta baik di dalam dunia kesehatan. Karena permintaannya muncul di last minute, agak bingung juga mencari kandidat terbaik untuk masalah ini. Bukan cuma masalah terbaik, masalahnya 'yang terbaik' itu ada yang mau nggak?

Siapa gue gitu loh?!

Kemudian Irene, managing editor di majalah Prevention, salah satu majalah di mana saya berperan sebagai kontributor, mengingatkan bahwa ada salah satu (dari sesama) kolumnis di majalahnya, ada yang suka dan menjadi penggemar dari tulisan-tulisan saya. Kolumnis itu bernama Dr. Tan Shot Yen!

Wah, penggemar tulisan gue? Rasanya mau terbang ke langit ketujuh. Dr. Tan, demikian beliau akrab dipanggil, adalah salah satu ikon dunia kesehatan kelas utama di Indonesia, terutama saat pengobatan naturopati mulai mewabah akibat menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan konvensional. Metodenya yang unik namun ampuh membuat pasien beliau berkembang layaknya bilangan yang dipangkatkan dari waktu ke waktu. Belum lagi tulisan-tulisannya yang trengginas serta mengena bagi banyak pihak, membuat gaung nama beliau makin menggema di seantero jagad negeri ini. To make things even bolder, buku yang ditulisnya menjadi salah satu mega seller di negeri ini. Mega seller? Ya, kalau dihitung sebagai buku kesehatan, sebuah subjek non populer di negara ini. Sebuah bukti bahwa ilmu yang disandangnya dipandang sangat berguna oleh beragam pihak.

Kalau sampai dia bersedia memberikan kata pengantar di buku saya? Wow, ..... (kehabisan kata-kata untuk menggambarkannya).


SUARA LANTANG
"..bsk tlg krm hard copynya aja (fotokopi lah) selagi kau dtg bsk?" sepotong kalimat penuh kata singkatan yang saya terima di HP. Singkat dan lugas, tapi membuat saya bergegas ke tempat praktiknya di bilangan perumahan satelit Bumi Serpong Damai. Uniknya ia meminta saya secara spesifik datang di pukul 11. "Jangan terlambat!". Kenapa jam 11?

"Dia pengen elo, liat cara dia menangani pasien-pasien barunya, makanya jangan telat" tukas Irene -redpel dari Prevention tadi- saat saya menanyakan kenapa jam itu yang dipilih? Kantor atau praktek beliau sangat mudah ditemukan. Satpam di kawasan pusat bisnis distrik langsung menunjukkan lokasinya "Itu mas, yang paling rame..". Dan memang benar, parkiran di depan kantor beliau sangat penuh oleh beragam jenis mobil, dan menunjukkan penuhnya pengunjung di ruang penerimaan tamu yang sebenarnya cukup lapang namun menjadi terkesan sempit dan penuh sesak.

"Wey! Kedatengan orang penting nih gue!" teriak Dr. Tan lantang saat ia membuka pintu kamar prakteknya dan melihat saya berdiri di depan -ragu-ragu mau mengetuk untuk meminta ijin masuk. Teriak? Yup! Suaranya memang mirip dengan orang berteriak, walau ia sebenarnya bicara dengan nada biasa-biasa saja -menurutnya. Suaranya cukup lantang untuk membuat kita mau tidak mau berkonsentrasi menerima kehadiran beliau di depan. Ia menarik saya masuk, agak gak enak juga rasanya, karena di depan pintu itu telah duduk berdesak-desakan para pasien yang menunggu giliran.

"Apa kabar? Wah, kamu tau gak saya ini penggemar berat tulisan-tulisan kamu, dan selalu menunggu kesempatan kapan bisa bertemu dengan anak ini?" Komentar yang membuat muka ini merah (kalau saja kulit saya berwarna terang). "Dokter bisa aja, at least you already made something, I haven't " jawab saya semerendah mungkin. Bukan basa-basi, terutama yang mengenal saya, dan sering mengatakan bahwa saya adalah orang yang perlu lebih belajar basa-basi dan memfilter mulut dari mengucapkan kalimat pedas serta langsung ke tujuan. Tapi di depan sosok Dr. Tan, kharisma saya kalah bersinar dan lebih memilih untuk merendah sekalian.

Kami berbasa-basi singkat, saling mengenal dan bertukar informasi. Kami mulai membahas isi buku saya secara sistematis, beliau nampak sangat tertarik dan begitu apresiatif. "Kenapa lo gak kasih judul yang bombastis sih? Yoga for Healing misalnya?".

Saya tertawa sambil menggeleng, "Saya gak mau membuat orang berharap terlalu banyak, akhir-akhir ini status saya mulai membuat orang-orang berdatangan dan mengharapkan kesembuhan secara instan dan ajaib, which is not what yoga can provide".

"Persis! Gue juga gitu! Heran? Sakit mayoritas gara-gara kesalahan hidup mereka, eh dateng-dateng ke kita, kemudian bertindak sepertinya kita bisa memberikan 'pil ajaib' atau tongkat mukzizat yang bisa membuat mereka sontak sehat!" Tukasnya mengamini.

Tapi ia sekali lagi mengkritik usaha saya untuk low profile. "Udah deh, payah lo ah. Bikin judul yang bombastis dikit, napa? Kalau mau jadi terapis terkenal ya mau gak mau harus begitu sedikit" Saya terbahak mendengar respons ini. "Dok, saya gak pernah dan gak akan mau berusaha menjadi seorang terapis. Saya lebih suka menulis, mengajar yoga pun lebih karena dipaksa oleh lingkungan" Dia tertawa juga mendengar reaksi ini. "Gak bisa gitu, liat aja nanti, kalau menilik tulisan-tulisan dan testemoni yang masuk tentang kamu, mungkin suatu saat elu akan terpaksa mengurus ijin praktek karena tuntutan masyarakat"

Wow! Itu sebuah fenomena yang cukup menakutkan bagi saya, dan rasanya terlalu mengerikan untuk dibayangkan.


PRAKTEK YANG UNIK
Dr. Tan meminta saya untuk keluar sebentar, karena pasien-pasien lamanya akan masuk, dan kembali lagi setelah sesi pasien baru. Ruang kecil beliau segera disesaki oleh pasien-pasien lama yang bergegas masuk begitu saya keluar. Tanpa harus menunggu lama, gaya ramah namun berapi-api Dr. Tan yang tadi keluar saat bersama saya segera berganti menjadi gaya meledak-ledak tapi galak. Wuih! Gak kebayang rasanya diomelin atau nyaris dimaki-maki seperti itu. Tapi gak ada yang bisa protes, karena mayoritas apa yang diucapkan dr. Tan begitu mengena dan nyata. Intinya sih, kalau gak ikhlas dan jujur mengakui kesalahan, saya menjamin tidak mungkin akan ada pasien yang betah berada di hadapan beliau.

Entah kharisma apa yang dimilikinya? Tapi pasien itu rata-rata gak ada yang ngeyel atau mengelak saat ditembak oleh Dr. Tan dengan pertanyaan yang sebenarnya lebih mirip tuduhan! Habis mau ngeles gimana? Namanya kepengen sembuh, mending jujur kali ya? Tampaknya itu yang terbersit di pikiran mereka. Macam-macam 'tuduhan' beliau, mulai dari tidak patuh terhadap menu makan yang disepakati, kemalasan mereka menggerakkan tubuh seperti perintah, atau nekat mengkonsumsi bahan makanan yang dipantangkan bagi mereka.

Luar biasa dokter satu ini!

Yang lebih kacau lagi, saat ia 'mengomeli' seorang pasiennya yang nampaknya terserang stroke dan telah berangsur sembuh namun masih enggan melepaskan diri dari tongkatnya. "Kalau tidak mau lepas dari tongkat ini, secara fisik dan mental kamu merusak tubuh kamu sendiri, coba lepas tongkat itu, lepas!" Saat dilihatnya sang pasien nampak ragu berdiri tanpa ditopang tongkat tersebut. Kemudian Dr. Tan berbicara macam-macam ke pasiennya untuk menggambarkan kondisi buruk yang mungkin terjadi apabila ia bergantung pada tongkat tersebut, mulai dari penurunan fungsi otot, organ yang terganggu sampai ke masalah psikis di mana ia suatu saat akan menyalahkan lingkungan, mulai dari orang sekitarnya hingga ke anak-anak yang dianggap tidak memperhatikan dirinya. Entah semburan kalimat itu begitu bombastis atau mengandung mantra, hehe, mendadak sang pasien mampu berdiri tanpa masalah walau tongkat itu telah dilepas.

"Lihat kan! Apa rasanya berdiri tanpa tongkat? Tidak jatuh kan?" tukas dr. Tan puas.

Hebat!


INTEROGASI
Setelah itu saya kembali masuk ke ruang praktek beliau, kali ini bergabung dengan belasan pasien baru. Walau bersesak-sesakan di ruang yang kecil, namun tidak ada satupun pasien mengeluh atau protes, hebat kharisma dokter bertubuh langsing ini. Di sini Dr. Tan, langsung berbicara "Silahkan mengenalkan diri masing-masing dan keluhannya, tapi ingat! Ini bukan ajang curahan hati, cukup kenalkan, sisanya biarkan saya yang berbicara!". Wuih, teknik yang unik lagi diperlihatkan oleh beliau.

Perlahan-lahan satu persatu pasien berbicara. Memperkenalkan diri dan kondisi masing-masing. Dr. Tan mendengarkan dengan seksama, lalu ia memberondong pasien tersebut dengan pertanyaan yang sifatnya personal terkait kondisi kesehatan mereka. Memberondong? I don't exaggerate over this, ia benar-benar memberondong kata-kata layaknya senapan mesin atau UZI (senapan serbu taktis buatan Israel yang mampu memuntahkan minimal 600 peluru per menit) ke pasiennya, yang tentu saja menjadi gelagapan dan memberikan jawaban jujur tentang latar belakang mereka. Sebuah metode interogasi a la militer rupanya.

Dr. Tan : "Kenapa Anda kesini?"
Pasien : "Saya merasa obesitas, dok.."
Dr. Tan : "Kenapa obesitas?"
Pasien : "Karena keturunan di keluarga saya.."
Dr. Tan : "Nonsens! Kenapa?!" *mulai meninggi nadanya*
Pasien : "Ngg.. Anu, mm.. makan saya banyak" *mulai terintimidasi*
Dr. Tan : "Kalau makan bener, banyak juga gak pa-pa! Kenapa?!"
Pasien : "Saya suka makan yang manis-manis, dok"
Dr. Tan : "Nah, itu dia.. Persis!" *manggut-manggut puas*

"Jangan pernah ada yang bilang, kalau kalian itu sakit karena keturunan, itu mayoritas bohong! Sedikit sekali penyakit yang menurun karena genetika, sedikit!" setelah itu Dr. Tan, dengan gaya yang sangat ekspresif memukul meja di depan dan kemudian mencolokkan jari-jari tangannya ke mulut. "Ini yang membuat penyakit seakan-akan muncul di keluarga sebagai penyakit turunan..." katanya setengah membeliakkan matanya "Keluarga, meja makan dan apa yang kalian makan di sana!".

Atau ini..

Dr. Tan : "Kenapa pak?"
Pasien : "Saya darah tinggi, dok.."
Dr. Tan : "Berapa?"
Pasien : "Sekarang sih lagi minum obat jadi 120-80"
Dr. Tan : "Saya tanya nilai kamu, bukan nilai bikinan guru les!"
Pasien : "He?" *bingung*
Dr. Tan : "Itu kan bikinan dokter kamu? Bukan darah tinggimu.."
Pasien : "Hehe, iya dok.."
Dr. Tan : "Jadi kalau guru lesmu matek, nilai kamu merah lagi?"
Pasien : *Tambah bingung*
Dr. Tan : "Udah berapa taun minum obat itu"
Pasien : "Lima tahun, dok"
Dr. Tan : "LIMA TAHUN?! Dan gak ada kemajuan, begitu-begitu saja?"
Pasien : "Iya dok, tapi memang gak pernah melonjak lagi.."
Dr. Tan : "Guob*** sisan!!!" *membentak sembari memukul meja*

Kemudian sambil marah-marah pada dirinya sendiri ia mengungkapkan keheranannya pada pasien yang mau saja berobat bertahun-tahun pada seorang dokter tapi tidak menunjukkan gejala perbaikan, hanya berada pada posisi stagnan. Dan pasien itu sudah cukup puas.

"Itu sebabnya pasien yang kena darah tinggi, 'matek'-nya rata-rata bukan karena darah tingginya, tapi karena liver atau ginjalnya ngambek! Lha wong bertahun-tahun harus menelan racun. Yang konyol ya, pasiennya.. Kok mau? Dan dokternya juga.. Kok tega?"

Ia menuding lagi ke bapak pasien darah tinggi tadi. "5 tahun ke dokter itu, pernah ndak, bapak dikasih tau, kenapa sakit darah tinggi bisa terjadi? Dan apa langkah pencegahannya agar tidak sampai sakit, selain minum obat?" Ketika sang bapak menggeleng, Dr. Tan menghembuskan nafas kesal dan membanting tubuhnya ke senderan kursi.

"Persis! Guo**** tenan!"


BUKAN SPESIALIS
Tapi bukan berarti dokter satu ini lebih banyak mengomel dan memaki. Ia sangat taktis dalam memberikan penjelasan beragam penyakit yang diderita pasiennya. Begitu taktisnya sampai orang paling awam pun rasanya bisa mengerti dengan cukup mudah apa yang dimaksud oleh beliau. Bandingkan dengan mayoritas oknum dokter yang cuma mendengar keluhan pasien, tanpa melihat mata pasien, kemudian menuliskan resep, tanpa melihat mata, lalu mempersilahkan pasien keluar ruangan, masih dengan tanpa melihat mata.

Dr. Tan lain, ia bahkan memberikan bahasa tubuh yang sangat teatrikal untuk menggambarkan kondisi tubuh yang mengalami masalah, ia juga tidak ragu-ragu berteriak kecewa, gembira atas reaksi juga jawaban pasien yang sesuai atau tidak dengan harapannya. Sebenarnya mengasyikan sekali melihat dokter satu ini saat berpraktek. Asyik, karena saya bukan pasien dan bisa melihat suasana ini dengan penuh objektivitas. Cerita lain kalau saya adalah pasien dan melakukan kesalahan yang tidak sesuai dengan petunjuk sang dokter ini.

"Bawa saja, bagian tubuh Anda yang sakit itu ke bengkel Astra, minta dibetulin di sana, kalau sudah balikin dan pasang lagi" Tiba-tiba salah satu kalimat pedas Dr. Tan memutus lamunan saya. Ada apa nih?

"Salah satu puncak kegob***an dunia kedokteran adalah maraknya spesialisasi ini dan itu di sana-sini. Lalu pasien yang dateng ke mereka diperlakukan layaknya onderdil mobil, dikerjakan satu persatu apabila rusak, bukannya dilihat sebagai satu kesatuan sistem, kapan mau sembuh beneran?" Omelnya dengan nada sangat keras.

Kemudian ia menjelaskan secara sistematis, mengapa tubuh manusia tidak sepatutnya dilihat dari organ per organ. Penyumbatan koroner jantung misalnya, tidak bisa tidak, penyebabnya hampir 100 persen berasal dari makanan, tapi setiap kali pasien penderita jantung koroner pergi menjalani operasi bedah jantung, entah di pasang ring atau treatment lainnya, jarang sekali dokter jantung yang memberikan tuntunan panduan makan secara cermat kepada pasien. Paling-paling pekerjaan ini dilempar ke dokter ahli gizi, yang kita semua tahu mayoritas cuma bisa memberikan resep langsing bukannya resep untuk hidup sehat.

(Kalau yang satu ini saya punya pengalaman pribadi, waktu diajak bekerja sama oleh salah satu dokter gizi kondang di Jakarta. Waktu saya sodorkan pola makan anti stres dengan manipulasi bahan makanan terkait dengan produksi zat neurotransmitter. Dokter itu terbengong-bengong, "Wah, saya mah taunya cuma bikin orang langsing doang. Gak tau nih begini-beginian?" Yak ampun? Saya ini bukan ahli gizi, mosok lebih tau konsep food therapy ketimbang dia?)

Jadi kembali ke kasus Dr. Tan tadi. Bagaimana seorang pasien bisa sembuh secara paripurna, kalau dokternya aja saling lempar-lemparan kasus? Ia sekali lagi memaki konsep spesialisisasi secara sembarang di dunia kedokteran.

"Makanya kalau ada orang tanya saya ini spesialisasi apa? Saya jawab, saya bukan mekanik bengkel, saya dokter!" Ini adalah salah satu kalimat pedas dari beliau yang diucapkan saat dulu pertama bertemu saya.


MAKAN SEHAT & BERGERAK
Akhirnya Dr. Tan memberikan resep sehat bagi setiap pasiennya. Bukan, beliau bukan mencatat kalimat-kalimat berbahasa latin untuk diteruskan ke apoteker dan diubah menjadi tablet, pil, salep atau obat cair, tidak! Resep yang ditulis oleh Dr. Tan, jangankan seorang apoteker, seorang tukang sayur yang biasa mampir ke rumah Anda pagi-pagi pun bisa mengerti.

Apa yang harus dimakan!

"Jangan ada yang protes, makanan yang saya rujuk ini bisa membuat Anda menikmati hidup atau tidak! Kalau mau sembuh, ya? Anda-Anda ini terlihat sekali adalah orang yang sudah hampir seumur hidup menikmati hidup dengan memanjakan lidah ke makanan yang enak, tapi salah!" Dr. Tan sudah menekankan konsep ini di awal pemberian resep hidup sehatnya.

"Sekarang Anda harus membayar harga nikmat tapi mematikan tersebut dengan berdisiplin mengikuti apa yang saya berikan" Tukasnya dengan tatapan tajam.

Apa yang diminta oleh Dr. Tan sangatlah sederhana untuk dimengerti dan dilakukan, tapi bagi para so called 'penikmat hidup', pastilah sangat berat untuk dituruti. Saran beliau :

1. "tidak ada gula!"
Orang sering dengan bodohnya mengira bahwa penumpukan lemak itu lahir akibat konsumsi lemak yang berlebihan. Padahal Dr. Tan mengatakan, "Manusia itu punya threshold untuk lemak, yaitu rasa mual dan muak. Jarang ada manusia yang mengkonsumsi lemak lebih banyak dari kemampuan tubuhnya menerima". Penumpukan lemak dalam tubuh kita, mayoritas lebih kepada konsumsi gula yang berlebihan dalam segala bentuk. Kandungan gula yang terlalu tinggi membuat tubuh mengeluarkan insulin berlebihan untuk menormalkan lonjakan gula darah dan mengakibatkan kelenjar pankreas lelah. Kerusakan pankreas membuat penyakit degeneratif yang sangat populer, Diabetes.

2. "buah dan sayur sebagai sumber karbohidrat"
"Berhenti makan beras, tepung atau sumber karbohidrat umum lainnya! Kalau Tuhan mau kita makan beras, kita sudah dikasih tembolok dari lahir!" Masih terkait dengan apa yang diutarakan sebagai konsumsi gula berlebihan, Dr. Tan menekankan pada karbohidrat akan berubah menjadi gula, dimana cadangan gula yang berlebihan akan segera ditransformasikan oleh tubuh dalam bentuk glikogen (disimpan dalam hati - otot) serta trigliserida (lemak). Angka trigliserida tinggi adalah sumber obesitas yang sekarang semakin marak menyerang kehidupan manusia.

"Jangan panik, dengan bilang, kalau gak makan nasi badan saya lemas" Tukasnya sebelum ada pasien yang protes. "Tubuh Anda membangun kebiasaan, bukan memenuhi kebutuhan. Pernah liat orang yang habis makan, makanan Padang? Setelah dua jam, bukannya semakin kuat, mereka malah menjadi mengantuk! So, Anda bilang Anda lemas, kalau tidak makan nasi?"

Hihi!

Dr. Tan memberikan daftar penggantinya segera. Buah dan sayur sebagai sumber karbohidrat. Ia menyajikan urutan buah-buah yang memiliki kandungan fructose -gula alami buah- aman. Ia juga menekankan cara menyajikan sayuran yang baik.

"Jangan bilang Anda sudah makan sayur kalau yang dimakan sayur bening atau sayur cap cay, itu bukan sayur, itu sampah dalam bentuk sayur!" Ucapnya dalam nada tinggi. "Sayur dimasak sudah pasti enzyme-nya mati, gak ada gunanya buat tubuh, paling cuma serat-seratnya aja. Makan sayuran mentah yang dicuci bersih, kalau takut sama petsisida, ya beli yang organic atau tanam sendiri di depan rumah!"

3. tidak ada susu binatang
"Sapi itu begitu anaknya sudah bisa berjalan, ia akan segera berenti menyusui dan membiarkan anaknya mencari makan sendiri, manusia itu satu-satunya species yang cukup gob*** untuk mati-matian mencari susu spesies lain dan merasa membutuhkannya".

Ia kemudian menyambung lagi, "Anak kecil di atas usia 2 tahun dipaksa minum susu, orang tuanya tidak sadar bahwa anak itu akan mengalami kesulitan pencernaan, karena cadangan enzyme-nya akan terkuras untuk mencerna bahan makanan yang semestinya tidak ia konsumsi lagi". Pendapat yang sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Hiromi Shinya tentang Enzyme pangkal atau miskonsepsi dimana intoleransi laktosa kadang dianggap tidak ada saat sang anak tidak mencret waktu minum susu. Padahal sang anak menunjukan gejala alergi lain, infeksi kulit, eksim, gatal-gatal, sembelit, obesitas, mudah terserang penyakit hingga asma.

Saya sih sudah tahu persis fakta bahaya susu sapi. Dari sisi lactose intolerant, casein, non absorb calcium juga gak ada guna-gunanya sedikitpun bagi tubuh. Tapi orang lain? Fakta satu ini membuat mereka terkaget-kaget. Maklum jor-joran uang yang digelontorkan pabrikan susu memang membuat kampanye kebutuhan manusia terhadap cairan produksi binatang ini terasa begitu membahana dan menguasai kehidupan kita.

"Kurang apa kalau kita gak minum susu? Kalsium? Bohong pabrikan itu, kalau gak minum susu kita kekurangan kalsium. Kalsium di susu sapi gak bisa diserap tubuh manusia, titik!" Ia kemudian menunjukan fakta kelicikan produsen susu untuk berkelit dari upaya penipuan saat orang yang minum susu tetap terserang osteoporosis. "Pasti ada tulisan kecil, sangat kecil, di salah satu sudut kotak atau kaleng susu, yang menuliskan kalimat semacam 'Harus disertai dengan aktivitas fisik yang rutin', jadi mereka bisa mengelak dari pasal penipuan ke masyarakat". Ia juga menertawakan satu produsen susu sapi yang begitu gencar memasarkan produk susu kalsium tapi diembel-embeli dengan kalimat 'berjalan 10.000 langkah perhari'. "Anda mau nyuruh kakek-nenek yang renta berjalan 10 kilometer sehari? Gak keropos bener, tapi yang ada mereka matek, kecape'an" ujarnya dengan logat Jawa sangat kental.

4. banyak bergerak
Kalau yang satu ini saya agak ge-er, karena Dr. Tan memberikan konsep sambil mengacu kepada beberapa tulisan saya yang telah ia baca. "Sistem limfatik tubuh cuma bisa berfungsi kalau kita bergerak dengan baik, terimakasih kepada Iyengar dan juga pada Erik yang telah menyampaikan pemikiran beliau kepada kita lewat tulisan-tulisannya" Ia mengucapkan ini sambil menatap tajam ke arah saya. Haha, segalak-galaknya beliau tapi ia punya jiwa fair play yang luar biasa. Sama sekali tidak merasa terintimidasi dengan apa yang saya lakukan, benar-benar mengacu kepada kemaslahatan bersama, take a bow, doc!

Menurut Dr. Tan, usaha mati-matian di satu sisi tapi melewatkan sisi yang lain, adalah upaya yang kadang tidak membuahkan hasil maksimal. Menjaga makanan tanpa pernah aktif menggerakan tubuh secara benar akan membuat fitalitas kita terganggu. Demikian pula hal sebaliknya.


KESEMBUHAN HAKIKI
Kekerasan Dr. Tan kepada pasiennya, mengingatkan saya pada salah satu kalimat dari BKS Iyengar, tokoh utama yoga dunia, saat ia dikritik karena terkenal sebagai orang yang sangat keras dalam menerapkan metodenya. "Saya berhadapan dengan orang yang ingin belajar dari saya dan memperbaiki kerusakan yang telah mereka lakukan. Tapi saat mereka muncul di depan saya dan melakukan hal yang telah merusak mereka, apa yang harus saya lakukan?" Tanya Iyengar. "Saya harus bersikap keras dan menghancurkan kebiasaan lama mereka, agar mereka bisa menumbuhkan kebiasaan baru yang positif dan membenarkan apa yang telah mereka rusak selama ini. Mungkin memang ada cara lain yang lebih baik, tapi bagi saya ini cara terbaik yang bisa saya lakukan" Jawaban tegas dari seorang tokoh yang buah karyanya dijadikan rujukan utama di dunia kesehatan modern.

Sama dengan yang dilakukan oleh Dr. Tan ini. Berhadapan dengan segerombolan pasien yang telah menyia-nyiakan kesehatan mereka dengan berbagai cara, ia harus berlaku keras dan kejam, untuk membuat pasiennya sadar dan mengubah gaya hidup mereka sesuai dengan kebutuhan. "Kita boleh dibilang galak dan saklek, Rik. Tapi kalau mau merubah kebiasaan buruk orang, kita gak boleh kompromi. Terserah mereka mau melakukan atau tidak, it's a matter of choice kok" Benar! If you don't like what we do, don't come to us, but if you think what we do can help you, so come!.

Sederhana kan?

Kepingin rasanya menyaksikan praktek Dr. Tan ini sampai habis. Sayang waktu saya terbatas dan harus segera meninggalkan tempat ini. Tapi sebelum saya pergi, Dr. Tan sempat mengungkapkan serentetan kalimat yang sangat berharga untuk didengar dan disebarkan. "Kesehatan itu harus bersifat hakiki. Kalau kita sakit, harus dicari penyebabnya, bukan cuma gejalanya yang diatasi, itu bukan penyembuhan, tapi mengulur-ngulur permasalahan" Ia mengarahkan padangannya kepada bapak yang terkena darah tinggi tadi.

"Kalau cuma mematikan alarm mobil, itu bukan menyelesaikan masalah. Kalau lampu indikator bensin menyala, ya kita harus mengisi bensin, bukan menggebuk lampu indikator itu supaya mati!"

Menarik sekali!

Sayang seribu sayang, tujuan selanjut saya sangat jauh dari tempat praktek ini, Bumi Serpong Damai ke salah satu daerah di bilangan Jakarta Pusat. Dengan berat hati saya memotong sesi ini dan meminta ijin untuk pergi. Dr. Tan berdiri menyalami saya sambil berkata, "Suatu kehormatan kamu meminta saya menulis kata pengantar untuk bukumu, mengharukan sekali"

Kehormatan untuk seorang Dr. Tan? Who do you think I am, doc?

It's vice versa!

Sumber: https://www.facebook.com/notes/erikar-lebang

Takut jadi Rakyat Negeri ini

 Eskalasi politik di negeri ini sedang memanas, pengumuman tarif pajak yang melambung, dan wakil rakyat naik tunjangannya, kesenjangan sosia...